PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
TEBASAN PEDANG TIADA AWAL TIADA AKHIR


__ADS_3

Sehingga semburan api Kim Kim gagal menyentuhnya, melainkan dia alihkan kearah lain.


Sebelum kemudian tangan nya yang lain mencengkram leher Kim Kim.


Lalu dia angkat ke udara, sehingga leher Kim Kim terkunci erat.


Semburan api hilang, Kim Kim hanya bisa menggunakan cakarnya berusaha melepaskan cengkraman itu.


Tapi usaha nya sia sia, cengkraman nya membuat Kim Kim sulit bernafas.


Semakin lama semakin lemas, tenaganya mulai hilang, kekuatan cengkraman nya otomatis melemah.


Di saat seperti itu Buddha Iblis yang memilki sepuluh tangan, dua menangkap bagian ekor Kim Kim.


Sisa yang lainnya melepaskan tinju cepat dan keras menghantam kepala Kim Kim kesana kemari.


Kim Kim yang malang terpental hingga ratusan meter, oleh pukulan bertubi tubi Buddha Iblis yang tidak berbekas kasihan.


"Boooommm...!"


Kim Kim terpental, menyeret diatas tanah. Hingga membuat sebuah parit dalam di atas permukaan tanah.


Tidak cukup sampai di sana Buddha Iblis hendak menyiksa Kim Kim.


Dia kini sedang bergerak melakukan lompatan besar mengejar kearah Kim Kim.


Siap menginjak kepala Kim Kim dengan kedua telapak kaki raksasa nya.


Tepat saat itu, Thian Yi muncul di sana, dengan cepat Thian Yi segera melepaskan tebasan pedang cahaya bulan .


"Wussshh...!"


Seberkas cahaya berbentuk bulan sabit raksasa, menerjang kearah Buddha Iblis .


"Blaaarrrr...!"


Buddha Iblis tertahan di udara, sedetik itu cukup bagi Kim Kim memulihkan diri.


Lalu dia kembali melesat kedepan menggunakan sepasang tanduknya untuk menyeruduk Buddha Iblis.


Kedatangan Thian Yi mendatangkan semangat baru bagi Kim Kim, untuk kembali melakukan serangan balik nya.


Buddha Iblis menggunakan sepasang tapaknya, yang penuh dengan cahaya kegelapan. Untuk menahan datangnya serangan Thian Yi .


Sedangkan sepasang tangan lainnya, dia gunakan untuk kembali mencengkram kedua tanduk Kim Kim.


Untuk menahan laju serudukan tanduk Kim Kim.


Sisa tangan Buddha iblis yang masih ada 6 secara bergantian melepaskan pukulan dahsyat yang mendatangkan kabut cahaya hitam. Menerjang kearah Kim Kim dan Thian Yi.


Kim Kim dan Thian Yi terpental mundur hampir berbarengan oleh serangan Buddha Iblis bertangan sepuluh.


Berbeda dengan Samsara di mana Buddha Iblis muncul hanya untuk mendukungnya.

__ADS_1


Buddha Iblis yang di ciptakan oleh paman guru nya ini jauh lebih hebat.


Dia bukan hanya mendukung, tapi kini dia mampu maju kedepan melakukan pertempuran sesuai dengan kemampuan nya sendiri.


Melindungi Padri Vindika yang hanya duduk bersila mengambang di udara.


Sambil mulutnya tiada henti membaca mantra mantra untuk menguatkan Buddha Iblis yang menjadi alatnya untuk menghadapi Thian Yi dan Kim Kim.


Selain itu, Padri Vindika juga di selimuti oleh aura Kegelapan yang membentuk Genta hitam yang menjadi pelindung baginya.


Bila ada lawan yang datang dan mencoba menyerangnya, ketika dia sedang menyalurkan kekuatan batin nya, menciptakan Buddha iblis untuk membantu dia mengalahkan Kim Kim dan Thian Yi .


Thian Yi yang terpental mundur oleh pukulan jarak jauh Buddha Iblis.


Dia segera merapalkan kekuatan puncak Ming Yue Sen Kung, bersiap melepaskan jurus pamungkasnya.


Langit tiba tiba menjadi gelap, saat Thian Yi sedang merapalkan jurus pamungkasnya.


Rembulan raksasa muncul di belakangnya, memberikan kekuatan dukungan energi yang tiada habisnya.


Agar Thian Yi mampu melepaskan tebasan kekuatan cahaya rembulan yang sedahsyat dahsyat nya.


Beberapa waktu berlalu setelah kekuatan nya terkumpul, Thian Yi segera melepaskan tebasan kuat nya.


Kim Kim juga bergerak maju, dengan sepasang mulut terpentang mengeluarkan daya hisap kuat.


Mencoba untuk menghisap Buddha Iblis dan Padri Tua Vindika masuk kedalam mulutnya.


Disaat Buddha Iblis, Thian Yi dan Kim Kim hampir mencapai puncak pertarungan mereka.


Di arena lain,Nan Thian yang sebelumnya tertahan oleh bayangan tapak hitam.


Akhirnya pusaran pedang pancawarna, yang membentuk angin badai topan tornado, berhasil menghapuskan semuanya bayangan tapak hitam yang mengurung dirinya.


Sehingga Nan Thian sepenuhnya bebas dari hujan telapak tangan Ananta.


Setelah bebas, Nan Thian sekaligus memberikan 4 tebasan maut menerjang kearah Padri tua Ananta.


"Tebasan Pedang Tanpa Wujud.."


"Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.."


"Tebasan Pedang Tanpa Keinginan.."


"Tebasan Pedang Tanpa Nama.."


Keempat serangan mematikan itu, di lepaskan sekaligus menerjang cepat, menyerang Padri Tua Ananta.


Padri Ananta membaca mantra sambil duduk bersila mengambang di udara.


Dengan cepat dia segera memunculkan bayangan Buddha Iblis, seperti yang di lakukan oleh kakak seperguruannya di arena pertarungan lainnya.


Bayangan Buddha Iblis sepuluh tangan inilah, yang maju kedepan menangkis setiap tebasan Pedang Nan Thian, dengan senjata iblis yang ada di tangan nya.

__ADS_1


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


Terjadi empat kali ledakan dahsyat di udara, akibat benturan keras lawan keras.


Buddha Iblis dan Nan Thian sama sama sedikit bergoyang tubuh nya, saat benturan berlangsung.


Buddha Iblis segera menangkupkan kedua tangannya di depan dada, membentuk mudra.


Sebelum kemudian dia melepaskan jurus tapak Buddha Iblis lv sepuluh, menerjang kearah Nan Thian .


"Sepuluh juta Iblis datang menghadap Buddha Iblis...!"


bentak Padri tua Ananta dari posisi duduk bersila nya.


Nan Thian di tempat lain juga sudah kembali mengeluarkan jurus ke lima nya, tiada awal tiada akhir. Untuk menyambut datangnya serangan bayangan Buddha Iblis.


Perubahan cuaca extrim kembali terulang.


Angin badan topan muncul di mana mana, menghisap semua benda yang di lewatinya kedalam arus pusaran angin dahsyat.


Awan hitam juga datang bergulung-gulung, di sertai oleh kilatan petir yang sambar menyambar.


Tanah mengalami goncangan hingga retak dan merekah, begitu pula dengan langit.


Langit yang terbelah memunculkan bintang di langit yang tidak terhitung jumlahnya.


Setiap bintang di langit, menyalurkan satu cahaya menyorot menembus kegelapan angkasa, kemudian turun kebawah untuk bersatu dengan pedang pancawarna.


Nan Thian merasakan kekuatan yang tiada batas dan tidak masuk akal terus memenuhi seluruh tubuhnya.


Nan Thian akhirnya melepaskan nya menjadi suatu kekuatan yang tiada awal tiada akhir.


Bergerak menjadi seberkas cahaya pancawarna melesat kuat, menyambut datangnya bola energi hitam dan bayangan Buddha Iblis.


Di mana bayangan Buddha Iblis yang datang menyerangnya, bergerak menyerang sambil membawa Buddha Iblis kecil kecil, yang melesat menyertainya .


"Boooommm...!"


Terjadi benturan keras di udara, yang menimbulkan ledakan dahsyat, dan bias lingkaran cincin energi yang menyebar kesegala arah.


Buddha Iblis kecil kecil adalah yang paling pertama di buat beku oleh efek tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir.


Baru di susul dengan Buddha iblis raksasa juga ikut di buat membeku .


Bola cahaya hitam sendiri terbelah langsung sirna di udara, oleh kekuatan energi pancawarna yang dahsyat.


Nan Thian hanya diam mengawasi hasil akhirnya, sambil melayang di udara

__ADS_1


__ADS_2