PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Ancaman Siao Lung


__ADS_3

Tapi kenyataan berbeda dengan harapan, sebelum Nan Thian berhasil mendekati Siao Hung .


Dalam jarak 3 meter Nan Thian sudah tertahan oleh kekuatan tidak kasat mata.


Saat Nan Thian mencoba memaksa, tubuhnya malah terpental menjauhi Siao Hung .


Untuk membuang daya dorong itu, Nan Thian melakukan salto di udara sebanyak dua kali.


Baru dia berhasil hinggap di atas tanah dengan sempurna.


Tapi baru saja Nan Thian berdiri diatas tanah, serangan Siao Hung justru sudah tiba.


Tebasan pedang biru yang membawa energi alam semesta yang sangat dahsyat telah tiba .


Dalam jarak dua meter Nan Thian sudah merasakan besarnya tekanan kekuatan itu.


Sehingga membuat Nan Thian sulit bergerak dan bernafas.


Nan Thian yang menyadari dahsyatnya serangan tebasan itu, dengan sekuat tenaga.


Dia menjejakkan kedua kakinya keatas lantai., memaksa dirinya terbang mundur sejauh mungkin.


Tapi karena sedikit terlambat akibat tertahan oleh hawa pedang Siao Hung .


Nan Thian tetap terkena efek hawa pedang Siao Hung yang menghantam tempat kosong.


"Blaaarrrr..!"


Nan Thian terpental mundur, hingga punggungnya menabrak tembok.


"Brakkk..!"


Nan Thian setelah punggung nya, menabrak tembok dengan keras, dan menerima guncangan ledakan hawa pedang di dadanya.


Nan Thian jatuh berlutut dengan kaki sebelah, dia menggunakan pedang panca warna yang tertancap diatas tanah, untuk menopang tubuhnya agar tidak tergulung. Sedangkan tangan kirinya menekan dadanya yang terasa sesak dan nyeri.


"Uhukkk..!"


Nan Thian terbatuk kecil sambil menyemburkan darah segar dari mulutnya.


Kondisi Nan Thian yang muntah darah, terlihat jelas oleh Siao Hung yang sedang terbang menyusul kearah Nan Thian. Untuk memberikan tikaman maut mengakhiri tugasnya.


Sesuai perintah dari majikan yang menguasai kesadarannya.


Nan Thian yang dalam keadaan terjepit melihat serangan tikaman pedang Siao Hung datang begitu cepat.


Dia tidak punya waktu dan tenaga lagi untuk menghindar.


Dalam keadaan terjepit, Nan Thian hanya punya satu pikiran.


Menggunakan tehnik pedang tanda awal tiada akhir, untuk menyambut kedatangan tikaman pedang Siao Hung .


Hanya cara itu, di mana ujung pedang dan ujung pedang yang terisi penuh kekuatan puncak mereka bertemu.


Dia baru bisa menghentikan pergerakan Siao Hung , meski dengan resiko terluka parah.


Tapi dia punya peluang mendekati Siao Hung, mengunci tubuh Siao Hung , dari jarak dekat.


Sambil berusaha memaksa menyadarkan nya.

__ADS_1


Tapi lagi lagi kenyataan terjadi di luar harapan nya.


Siao Hung yang sempat melihat Nan Thian muntah darah, kesadarannya menjadi pulih.


Tapi Siao Hung sadar kesadaran itu tidak akan bertahan lama.


Bila nanti kesadarannya kembali di kuasai kakek itu.


Cepat lambat dia pasti akan menewaskan ayah dari putranya ini.


Meski Siao Hung pernah sangat membenci dan ingin menghukum pria yang tidak bertanggung jawab itu.


Tapi dia merasa hukuman beberapa waktu ini sudah lebih dari cukup.


Dia tidak akan pernah tega membunuh pria yang masih sangat di cintai nya ini.


Bahkan seumur hidup pun, dia tidak akan pernah bisa melupakan nya.


Dalam waktu singkat itu Siao Hung sudah mengambil satu keputusan cepat dan nekad untuk mengakhiri semuanya.


Mengakhiri dominasi kakek itu, terhadap pikiran, hati, perasaan, dan kesadarannya.


Siao Hung sengaja memiringkan sedikit arah sasarannya, sehingga ujung pedang mereka tidak bertemu di udara.


Benturan energi keras terhindarkan.


Hanya cara ini, yang bisa dia lakukan agar Nan Thian yang sudah terluka dalam.


Tidak lagi menerima benturan keras, yang semakin memperparah lukanya, hingga mungkin menyebabkan Nan Thian kehilangan nyawanya.


Pedang Nan Thian dan pedang Siao Hung saling berpapasan.


"Crebbb ...!"


Sedangkan pedang Siao Hung di detik terakhir dia putar, hanya ujung gagang pedang tanpa energi nya saja, yang menyentuh dada kiri Nan Thian .


Situasi cepat, yang terjadi di luar dugaan hanya membuat Nan Thian mulutnya membentuk huruf O, sepasang matanya terbelalak kaget.


Tidak ada yang bisa dia lakukan selain berdiri diam terbelalak tak percaya, melihat semua kejadian yang berlangsung sangat cepat itu.


Siao Hung terlihat menatap lembut kearah Nan Thian, sambil tersenyum manis.


Dengan mulut berlumuran darah, seperti banyak sekali yang ingin dia ucapkan ke Nan Thian, tapi tidak bisa.


Akhirnya dia hanya sempat mengulurkan tangannya, untuk membelai wajah Nan Thian dengan lembut.


Sebelum kepala dan tangan itu akhirnya jatuh terkulai ke bawah dengan nafas berhenti di sana.


Sehebat apapun Siao Hung , dia tidak akan pernah bertahan.


Setelah jantungnya hancur oleh ledakan energi.pedang Nan Thian .


Dia tidak mungkin bisa meregenerasinya kembali.


Organ vital seperti jantung dan otak adalah yang tidak mungkin di regenerasi bila sudah di ledakan.


Pemurnian darah dan Sum Sum tidak akan membantu, bila organ vital tersebut rusak.


Melihat kepala Siao Hung terkulai, Nan Thian baru tersadarkan.

__ADS_1


Dua segera maju memeluk Siao Hung dan berteriak,


"Ahhh tidak..jangan Siao Hung ..."


"Mengapa kamu begitu bodoh.."


"Ohh tidak Thian,... tidak,..aku mohon,.. jangan menghukum ku dengan cara ini..!"


Teriak Nan Thian di penuhi kesedihan dan rasa sesal.


Tiba-tiba dari kejauhan sana,.di sebuah ruangan lain, yang terletak di belakang kursi singgasana kekek itu .


Siao Lung muncul di sana, dengan wajah terlihat bercucuran airmata sepasang tangan terkepal erat, dia berteriak keras.


"Lepaskan tangan kotor mu dari ibu ku..pembunuh keji..!"


"Yue Nan Thian ,..! kamu sungguh keji dan biadab..!"


"Kamu bukan hanya tidak bertanggung jawab..!"


"Lebih dari itu,.. ! kamu malah membunuh nya..!"


"Kamu membunuh ibu ku..!"


"Aku membenci mu...!"


"Aku sungguh membenci mu..!"


Teriak Siao Lung sedih bercampur marah.


Dia tidak bisa bergerak, karena dalam keadaan tertotok.


Dia sejak awal berada di dalam ruangan tersebut.


Begitu pintu ruangan terbuka, dia tepat melihat ibunya tewas tertikam oleh pedang Yue Nan Thian.


Siao Lung yang tidak tahu duduk persoalan, dia menjadi salah paham dan terlihat menaruh dendam yang sangat besar terhadap Yue Nan Thian.


Yue Nan Thian yang terkejut oleh suara teguran Siao Lung , dia buru buru melepaskan pelukannya dari Siao Hung .


Lalu dia bergegas ingin menghampiri Siao Lung ,


"Ohh tidak nak..!"


"Ini bukan seperti apa yang terlihat.."


"Biar aku jelaskan nanti.."


Tapi baru saja Nan Thian bergerak, Siao Nu kakek misterius itu.


Dia menggerakkan tangan nya, mengibas kearah Siao Lung .


Sehingga tubuh Siao Lung langsung terbang ke pintu portal cahaya yang ada di belakangnya persis.


Sebelum Siao Lung hilang kedalam portal cahaya, dan portal cahaya tersebut kemudian lenyap tak berbekas.


Nan Thian masih sempat mendengar suara Siao Lung yang penuh dendam.


"Yue Nan Thian manusia tak berbudi, kamu dengarlah...!"

__ADS_1


"Suatu hari nanti, aku pasti akan kembali membalas mu..!"


__ADS_2