Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
99 : Alstrelia, Bertarung.


__ADS_3

GROARRH....!


Tat kala Alstrelia masih dalam posisi masih berada di udara, satu-satunya tangan yang saat ini sedang memegang pistol, segera dia gunakan untuk menembak sebanyak lima kali tembakan dalam satu waktu sebelum dirinya harus mendarat.


Dan setelah Alstrelia menarik pemicunya, semua efek ishir yang tercipta, langsung membuat para monster yang terkena bidikannya tadi berubah menjadi bom darah.


DHUAR...


DHUAR....


Mengempaskan seluruh daging, darah, tulang dan organ tubuh ke segala arah, menghujani mereka semua dengan serpihan tubuh kawanannya sendiri yang berhasil menjadi target Alstrelia.


"K-kekuatan macam apa itu?" Gumam salah satu monster yang kebetulan berhadapan langsung dengan salah satu temannya yang tiba-tiba lenyap dengan cara mengerikan.


TAP....


"Heh~ Padahal aku sudah mengatakan pada menyihir yang membuat kalian teleprtasi kesini, kalau dia memilih lawan yang salah." Ucap Alstrelia dengan tatapan mata yang saat ini sedang merendahkan semua monster yang bisa dia lihat dengan jelas dari atas langit. "Silahkan salahkan ketidakberuntungan kalian." Imbuhnya lagi.


Dengan sorotan mata yang cukup dingin namun disertai seriangaian tipisnya, Alstrelia pun kembali melompat ke bawah.


Tetapi tujuan utamanya yang awalnya ingin dia gunakan untuk memotong satu persatu tubuh para monster itu, segera dihalangi oleh Wayvern yang tiba-tiba muncul.


WHUSSHH....!


Alhasil, lompatan Alstrelia menjadikan tubuhnya justru mendarat di atas tubuh Weyvern dan langsung dibawa pergi.


Angin malam yang dingin itu pun tidak bisa menghentikan Alstrelia untuk mengerjakan perannya sendiri, 'Aku itu bukan Alstrelia yang kalian pikir. Karena aku adalah Alstrelia Va Der Francisteen, jadi nikmatilah makan malam kalian.'


Weyvern yang Alstrelia naiki pun mulai bermanuver dari terbang lebih cepat, menglang alik tubuhnya, layaknya edang menari di langit malam, Weyvern pun tengah berbuat semaunya sendiri demi menyiksa Alstrelia?


Weyvern berwarna hitam itu justru menemukan Alstrelia lebih memilih menjatuhkan dirinya sendiri. "Kau tidak akan aku biarkan lolos."


GRARRHH....!


Suara pekikan yang menggema dilangit pada nyatanya tidak bisa membuat Alstrelia kehilangan semangatnya, karena pekikan yang sangat mengganggu di telinga manusia, tidak bisa berefek pada Alstrelia.


Alstrelia yang masih dalam posisi tubuh terbalik dengan kepala berada dibawah, dia terus memperhatikan Wayvern yang dari tadi sedang mencoba mneyamai kecepatannya.


Tapi karena melihat usaha Wayvern itu tidak padam-padam juga setelah melhat apa yang bisa Alstrelia lakukan, membuat Alstrelia tiba-tiba berkata "Kurang keras bodoh." Ejek Alstrelia kepada Wayvern tersebut.


''Bodoh?!''' Tidak terima mendapatkan hinaan yang keluar dari mulut manusia yang bagi Wayvern, manusia adalah makhluk redahan, maka Wayvern ini pun memberikan melakuan komunikasi dengan salah satu temannya untuk memberikan serangan kejutan untuk Alstrelia.


Dari arah belakang Alstreila, Wayvern lainnya sudah bersiap untuk memberikan semburan apinya.

__ADS_1


"..................." Alstrelia yang sempat melirik kearah Wayvern itu justru membuatnya semakin tersenyum mencibir.


NGUNGG......


WHOORR...


Sebelum dirinya benar-benar jatuh sebagai daging bakar, Alstrelia pun mendaratkan tubuhnya di atas satu Gimmick nya, dan ketiga Gimmick lainnya pun menjadi tameng sebelum tubuhnya terbakar.


KLAK.


Ketika Wayvern hitam yang ada diatasnya persis itu hendak menerjang kearahnya, Alstrelia mengarahkan tangan kirinya ke atas persis. Setelah membidiknya dengan asal, Alstrelia menarik pemicunya, dan cahaya putih yang muncul di ujung monsong pistolnya berasil menjerat Wayvern it uuntuk terbunuh.


DHUARR.....


Ledakan itu berhasil membuat sebuah hujan darah. Tetapi karena ke tiga gimmicknya sekarang sudah beralih terbang ditasnya persis, Alstrelia pun tidak menerima getah dari perbuatannya itu.


"Enam," Gumam Alstrelia, setelahnya dia melirik kearah Wayvern berwarna putih yang tadi memberikan serangan semburan apinya. Alstrelia sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, tepatnya kearah Wayvern yang saat ini sedang terbang sejajar jauh 50 meter di depan matanya.


SYUHTT..!


Dalam satu tumpuan yang Alstrelia buat, dia berhasil melesat ke arah depan dengan bantuan Gimmick nya tadi.


GRARRHH....!


Erang Wayvern itu.


Tapi demi menghindari makhluk bersayap itu kabur dari jangkauannya, ke tiga gimmick nya pun dia atur untuk membuat dinding penghalang yang dia perintahkan untuk terbang di atas, samping kanan dan kiri, intinya demi mencegah dia kabur dari pandangannya.


"Senjata ini merepotkan" Ucap mahkhluk ini karena ketiga dinding penghalang milik Alstrelia berhasil membuat pergerakannya jadi terhambat. Karena ingin terbang pergi sebelum menjadi target bantaian yang bisa Alstrelia lakukan, Wayvern ini justru menabrakkan tubuhnya.


BHUAK.....


Entah dari sisi kanan, kiri, atau atas dan bawah, Wayvern itu coba.


Sampai kata terlambat, sudah berada di matanya persis.


"Sampai jumpa." Dan pedang yang ada di tangan kanannya Alstrelia pun dia ayunkan dari belakang sebelah kanan lalu ke depan dengan sekali aunan.


SRASHHT.....


Dalam sekali tebas, Alstrelia berhasil memotong tubuh Wayvern itu menjadi dua bagian atas dan bawah.


NGUNGG....

__ADS_1


Dan demi membuat majikannya tidak terjatuh, ketiga Gimmick itu membuat dinding pelindung yang mereka tempatkan tepat di bawah kakinya Alstrelia.


'Jika kalian bertemu denganku untuk urusan seperti ini, pada akhirnya kalian sama saja sedang menyerahkan nyawa kalian kepadaku.' Tatap Alstrelia setealh berhasil mengalahkan satu Wayvern lagi, yang saat ini sudah terjatuh ke tanah sampai menindih beberapa monster yang kebetulan ada dibawahnya persis. "Berbahagialah kalian, karena aku bisa melakukannya tanpa membuat kalian sempat merasakan sakit." Ucap Alstrelia seraya tersenyum simpul.


CRASHH....!


Dari atas, Alstrelia diperlihatkan akan usaha keras yang dimiliki Elbert untuk mengalahkan semua musuh yang ada di depan matanya.


Kesan pertama di hari ini untuk Elbert pun adalah kesan keberanian yang diselimui tanggung jawab.


Meskipun kemenangannya adalah hasil dari hasrat yang memang dimiliki setiap manusia, tetapi Elbert menanamkan itu untuk melindungi kehormatan Putri Alstrelia yang Elbert layani itu.


'Sekalipun niatmu sebagai manusia itu memang baik, karena lebih mengkhawatirkan orang lain ketimbang dirimu sendiri, secara otomatis tanpa sadar posisimu itu membuatmu dilumuri tanggung jawab dan kehormatan. Tapi sayangnya dengan begitu, hidupmu itu dipergunakan sebagai an*i*ng orang lain.' Pikir Alstrelia.


Namun entah karena gerangan apa yang sedang mendatanginya, hati Alstrelia pun tergerak untuk membantu mengurus kekacauan besan yang sedang terjadi di depan matanya itu.


Selepas bisa istirahat sekejap sembari mengamati pemandangan dari atas, karena semua makhluk bersayap yang dikenal Wayvern sudah Alstrelia habisi, sekarang yang dia lakukan pastinya adalah membersihkan kotoran yang merusak pemandangan matanya itu.


Tanpa pikir panjang lagi, Alstrelia langsung melompat begitu saja dan diikuti oleh ke empat Gimmick nya.


******************


CRASSH.....!


'Apa dia sudah membereskan mereka?' Elbert menyempatkan dirinya untuk menengadah ke atas. Untuk yang kedua kalinya, Elbert pun melihat perempuan itu kembali terjun bebas.


Tetapi karena Elbert saat ini sedang sibuk mengurus musuh yang ada di depannya, maka kali ini dia tidak bisa membantu pendaratannya.


DORR......


Cipratan darah itu kembali menghujani tubuh Elbert.


'Sialan, aku tahu dia hebat. Tapi cara dia membunuh mereka, kenapa harus melibatkanku juga?' Kutuk Elbert pada dirinya sendiri karena untuk kesekian kalinya, Elbert dihujani darah akibat tubuh monster yang diberikan tembakan sihir oleh Alstrelia membuat semua darah dan potongan daging itu berserakan kemana-mana.


Karena itulah, Elbert harus menyeka wajahnya lagi dengan lengan seragam miliknya, lalu dalam detik yang sama, dia kembali dibuat bekerja untuk membunuh monster itu.


CRASSHH.....


"Sudah seperti ini, apa kalian tidak berpikir situasi kalian sudah tidak menguntungkan lagi?" Tanya Elbert pada salah satu diantara mereka yang memiliki kemungkinan untuk berbicara layaknya manusia juga.


"Apa yang kau bicarakan, manusia?" Satu suara berat dan lebih keras ketimbang monster yang sudah Elbert bunuh tadi tiba-tiba muncul.


Dan kemunculan dari monster berkepala bab* lagi, membuat kerumunan itu terbelah menjadi dua, dan membiarkan satu ras bernama Orc itu berjalan ke depan menghampiri Elbert.

__ADS_1


TAP....TAP......TAP.......


"..................." Alstrelia yang melihat pemandangan itu, langsung membuat serangannya dia alihkan untuk menyerang monster tersebut. 'Dia berbeda dari mereka. Aku harus membunuhnya lebih dulu.' pikir Alstrelia.


__ADS_2