Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
128 : Alstrelia : Stokado 2


__ADS_3

Arsene yang memimpin regu dari tim atau kelompoknya sendiri, berjalan lebih dulu masuk melewati gerbang depan yang sama sekali tidak di kunci, karena kedua kesatria yang berjaga di sana sudah lebih dulu tumbang.


Karena apa, karena mereka belum tahu, maka mereka akan menyelidikinya lebih dulu.


Suara derit dari engsel pintu gerbang itu berhasil menciptakan suasana yang lebih dari sekedar keheningan.


"Ketua-" Salah satu anak buahnya itu menggantungkan ucapannya saat Arsene sendiri juga sama-sama menyadari akan keberadaan dari Elbet yang kini tengah berdiri di tengah-tengah taman.


'Apa yang sedang Elbert lakukan sendirian di tengah taman seperti ini?' Benak hati Arsene.


Arsene memberikan kode ke teman-temannya agar diam di tempa, karena Arsene yang akan memeriksanya sendiri.


Ya, ia akan menghampiri Elbert yang masih berdiri di tengah taman itu.


'Sebentar, kenapa aku merasakan sisa sihir yang masih kuat di sekitarnya? Apakah sihir berwarna hijau yang tadi aku lihat adalah miliknya?' Ketika Arsne melihat ke arah Elbert yang sedang berdiri dalam posisi memunggunginya, Arsene sempat melihat adanya batu kristal yang menggantung di tangan kanan Elbert.


Awalnya batu itu bersinar berwarna hijau, seolah itu memang adalah batu ajaib yang memiliki sihir tertentu, tetapi tidak lama kemudian sinar hijau itu meredup.

__ADS_1


".............." Elbert yang tahu kalau batu kristal itu cahayanya kian meredup, langsung di angkat. "Sudah habis ya?" gerutu Elbert saat bandul kristal itu sudah sama sekali tidak memiliki cahaya.


'Aura dari kekuatan sihir tadi, perlahan menghilang juga, setelah cahaya dari batu kristal itu meredup dan mati. Berarti, apakah Elbert-' Kembali lagi ke posisinya Arsene sendiri yang sudah berada di belakang Elbert persis, Elbert yang menyadari keberadaan dari Arsne, akhirnya menoleh ke belakang dan berakhir dengan saling bertatap muka.


"Sebaiknya rahasiakan apa yang baru saja aku lakukan." Hanya kata itu saja, yang menjadi kalimat antara perintah juga permintaan kepada Arsene, bahwa baik Arsene maupun semua anak buahnya itu, mereka semua tidak boleh membeberkan apa yang mereka semua lihat tadi kepada orang-orang.


"Tapi apa kau bisa memberitahuku sihir apa yang baru saja kau gunakan itu?" Tanya Arsene penasaran.


"Sihir kuno, stokado."


'Apa?! Dia bisa menggunakan sihir kuno? Stokado? Bukankah itu adalah sihir pengembalian?' Berbeda dengan sihir waktu yang bisa membuat orang memutar ulang waktunya kembali ke waktu tertentu, maka sihir Stokado cenderung berperan ke hal yang lebih luas dan nyata.


Bahkan sebenarnya itu lebih kompleks, sebab orang yang meninggal pun, bisa di hidupkan lagi, dengan satu syarat si penyihir ini membagikan seperempat daya kehidupannya.


Makannya Elbert melakukan sihir tadi untuk ia gunakan sebagai pemangkas waktu dan biaya perbaikan mansion dari kediaman Fisher yang rusak berat itu. Karena tidak ada satu pun orang yang meninggal untuk di hidupkan kembali, Elbert hanya memberikan Mana- sihir itu untuk di gunakan sebagai penyembuh luka dari tubuh semua orang yang masuk dalam area sihir nya tadi.


Oleh karena itu, Elbert pun menyuruh Arsene ini untuk mengunci mulutnya rapat-rapat.

__ADS_1


"Akan aku rahasiakan." Akhirnya Arsene menjawabnya juga.


Elbert mengalihkan pandangannya dari Arsene untuk melihat ke arah semua anak buahnya Arsene yang terlihat berkumpul itu.


"Kebetulan sekali, aku sedang butuh bantuan anak buahmu."


"Memangnya kau butuh bantuan apa?"


"Hm...ini adalah tugas yang cukup penting. Jadi aku harap ada kerja samanya dengan kalian semua." Setelah berkata seperti itu, Elbert berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka.


"Ha? Aku jadi merasakan hal yang tidak enak."


"Iya, aku juga."


"Oh..." Elbert tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, dan kembali berkata : "Aku butuh kekuatan dari kalian, jadi bersiap untuk bertarung."


"He? Apa? Kita mau bertarung dengan siapa?"

__ADS_1


Beberapa diantara ke sepuluh orang anak buah Arsene berlari menghampiri Elbert untuk mengkonfirmasi pertanyaannya tadi.


"Kalian akan tahu jika sudah berhadapan dengannya langsung." Kata Elbert tanpa mengalihkan perhatiannya sedikit pun dari menghadap ke arah depan.


__ADS_2