
‘Tapi kenapa dia tiba-tiba memakai gaun milik adikku?’ Alersacha terus melirik gaun biru yang dipakai oleh Alstrelia kali ini benar-benar cocok dengan penampilannya dan di tambah iris biru cerah yang mengisyaratkan tatapan mata waspada.
Perempuan yang ada di depannya terlihat persis seperti perempuan yang mampu menghadapi segala hal dan situasi.
“Kenapa kau datang kesini disaat aku berganti pakaian? Apakah kau mau membantuku berpakaian, seperti-” Alstrelia memutar tubuhnya ke belakang dan mengambil seluruh helaian rambutnya untuk dia posisikan ke samping bahunya dan memperlihatkan bahwa gaun yang sedang dipakainya itu, belum Alstrelia resleting. “Menarik resleting gaun ini?”
Alrescha termangu, melihat di dalam gaun yang Alstrelia pakai, dia tidak memakai apapun seperti korset ataupun pakaian dalam, dan justru Alrescha disuguhi punggung polos berlapis kulit putih.
‘Akhh! Pemandangan apa ini?! Nona meminta bantuan tuan untuk me resleting punggung dari gaun nona?!’ pelayan ini pun saking terkejutnya dengan adegan yang terlihat romantis itu sampai melupakan fakta dirinya sedang bersembunyi di dalam lemari, dan persembunyiannya langsung disadari oleh Alrescha.
“.................?” Alrescha yang menyadari suara derit pintu dari salah satu lemari yang tertutup membuat Alrescha mengurungkan niat untuk membantu Alstrelia dan memilih berjalan mendekat ke arah lemari yang menjadi tempat persembunyian salah satu pelayan.
CKLEK!
“Kyaa…!” pelayan ini langsung berteriak terkejut setengah mati saat tiba-tiba pintu lemarinya terbuka, dan apalagi yang membukanya adalah Alrescha.
Ekspresi wajah Alrescha berubah semakin dingin saat mengetahui adanya seorang pelayan yang diam-diam sembunyi di dalam lemari.
“Apa yang pelayan sepertimu lakukan sampai bersembunyi disini?” tanya Alrescha penuh dengan kata penekanan.
Alstrelia yang sedari awal tahu keberadaan dari pelayan itu segera berjalan menghampiri Alrescha sambil memegangi gaun di bagian dadanya agar tidak melorot.
“Jangan-jangan dia mau mencuri. Tapi karena yang punya keburu masuk, dia langsung bersembunyi.” ujar Alstrelia, memberikan sebuah tuduhan palsu yang cukup ampuh kepada pelayan itu.
“A-ampuni saya Tuan, saya tidak mencuri.” dengan wajah ketakutan, pelayan ini segera keluar dari tempat persembunyiannya dan segera berlutut di depan kaki Alsrescha.
“Kalau tidak mencuri, lantas apa yang kau lakukan sampai bersembunyi di dalam lemari pakaianku?” tanya Alstreia, seolah tidak tahu dan hanya mengambil kesimpulan pasti yang membuat pelayan itu semakin kelabakan untuk mencari alasan lain.
“I-itu-” pelayan ini ragu untuk menjawab.
__ADS_1
Sudut mata Alrescha teralihkan pada gaun Alstrelia yang belum di sleting itu. “Jika kau tidak mengatakannya dengan jujur, kau akan diberikan tuduhan sebagai penyusup. Hukumannya kau akan di penjara bawah tanah, dan tidak akan pernah melihat langit lagi.” kata Alrescha sambil menarik ujung resleting ke atas.
Alstrelia hanya diam sambil menggerai rambutnya ke belakang lagi. ‘Dia ternyata bisa menahan dirinya.’
“Ampun Tuan.” pelayan ini berlutut terus dan berkata lagi : “S-saya hanya tidak sengaja menguping pembicaraan nona, karena saya takut ketahuan, saya tanpa pikir panjang langsung bersembunyi di dalam lemari nona.” jelasnya.
Alrescha sendiri sejujurnya malas menindak pelayan yang suka menguping dan menyebarkan rumor, tapi karena permasalahannya adalah pelayan itu menguping pembicaraan dari Alstrelia adik pengganti itu, maka mau tidak mau Alrescha akan melakukan sesuatu kepada pelayan itu.
‘Apa yang akan dia lakukan dengan pelayan yang sudah mencuri-curi pembicaraanku ini?’ Alstrelia kembali menatap pelayan yang sedang berlutut itu.
“Apa itu benar?” tanya Alrescha mengkonfirmasi lagi jawaban yang dia dengar tadi.
“Benar tuan. Saya tidak melakukan apapun dan hanya tidak sengaja mendengar pembicaraan nona dengan tuan Elbert juga dokter itu.”
“Memangnya apa yang kau dengar?” Alrescha juga penasaran. Tapi ALrescha langsung diberikan jelingan tajam oleh Alstrelia agar segera membereskan pelayan itu. Alrescha pun mengubah niatnya itu, “Tidak usah kau katakan. Tapi sebagai tindakan atas kesalahanmu sendiri sudah bertindak sopan kepada adikku, apalagi sampai bersembunyi di ruangan ini, kau akan dipindah tugaskan, lalu jika kau membocorkan segala hal yang kau dengar kepada orang lain, aku pasti tidak akan segan-segan menyuruh anak buahku untuk mencarimu ke seluruh pelosok. Apa kau mengerti?” beritahu Alrescha kepada pelayan itu dengan sebuah ancaman yang tidak akan bisa pelayan itu langgar.
“Baik Tuan, dan Nona, saya mohon maaf kepada anda juga sudah bertindak sopan sampai bersembunyi di tempat ini.”
“Berdiri.” perintah Alarescha.
“I-iya!” pelayan ini segera berdiri sesuai dengan perintah Alrescha.
“Sekarang giliranmu.” Alrescha menawarkan kesempatan itu kepada Alstrelia. Sebab Alrescha mengerti ekspresi dingin Alstrelia menandakan kalau keputusannya terasa kurang berat, karena itu dia jadi memberikan tawaran kepada Alstrelia untuk melakukan sesuatu pada pelayan yang sudah menguping pembicaraannya itu.
“Kau,-”
“Iya non?” pelayan ini menoleh ke arah Alstrelia, tapi di detik saat menoleh ke arah kirinya, sebuah tamparan telak langsung mendarat di wajahnya.
PLAKK…!
__ADS_1
“................” pelayan ini langsung diam ketika pipinya ditampar.
Alrescha sendiri tidak berkomentar apapun atas tindakan dari Alstrelia yang itu.
“Kau mengintipku berpakaian.” tutur Alstrelia secara tiba-tiba.
Alrescha seketika jadi langsung tersindir dengan ucapannya. ‘Dia menampar pelayan ini karena mengintipnya, tapi aku yang-’ Alrescha enggan melanjutkan pikirannya, karena sudah jelas, Alrescha lebih parah dari sekedar mengintip, karena dia melihatnya secara langsung Alstrelia tadi belum memakai gaunnya secara utuh sampai meminta bantuannya.
Ekspresi wajahnya yang tadi terlihat seperti marah, berubah drastis menjadi ekspresi sedih dan terlihat hampir seperti akan menangis.
‘Dia pandai sekali berakting?!’ Alrescha tercengang dengan cara Alstrelia dalam menghadapi masalah sepele ini, sampai menggunakan akting yang terlihat cukup nyata?
“Maafkan saya nona! Saya tidak bermaksud lancang untuk mengintip anda. Anda bisa menampar saya berapa kalipun anda mau.” pelayan ini sontak meracau memahami kesalahannya sendiri, apalagi setelah melihat ekspresi wajah Alstrelia yang baginya cukup sering dia lihat itu, membuatnya semakin merasa bersalah.
‘Akting nya-’ Alrescha tidak tahu itu akting atau nyata, tapi Alrescha juga jadi merasa kalau yang sedang Alstrelia perankan terlihat seperti sungguhan.
Alstrelia hanya mengatupkan mulutnya dan langsung berbalik. “Pergi dari hadapanku sekarang.”
“Saya benar-benar bersalah, tampar saya atau cambuk saja saya karena bersikap lancang kepada anda!” tetapi pelayan yang merasa bersalah ini tetap pada posisinya yang masih berlutut.
“Aku tidak mau...mengotori tanganku.” lirih Alstrelia.
Mendengar perkataannya, Alrescha serta pelayan itu kembali termangu.
Namun Alrescha yang segera sadar dengan perkataannya tadi untuk pergi, karena itu Alrescha langsung memberikan jelingan tajam kepada pelayan itu agar pergi.
“..............!” mengerti maksud dari jelingan dari tuan muda Alrescha, pelayan ini buru-buru bangkit dan pergi.
“Saya akan pergi.” ucap pelayan ini sebelum lari pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
KLEK.