Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
65 : Alstrelia


__ADS_3

TAP….TAP…….TAP…….


Langkah kaki itu bergerak cepat menyusuri lorong utama dari istananya .


‘Seperti yang sudah direncanakan, kekaisaran ini akan hancur di tanganmu sendiri, Chavire. kau akan dijuluki sebagai Kaisar paling buruk. Parahnya lagi, tepat di hari ulang tahun Kekaisaran. Sekarang kau tidak bisa berbuat apapun, kau sekarang ada di tempat jauh, bahkan untuk mencapai kesini dengan naik kuda dalam kecepatan penuh saja memerlukan 1 bulan lebih. Kecuali kau memang mendapatkan keberuntunganmu sendiri, Chavire.’ Dan pria ini pun terus berjalan seorang diri meninggalkan aula pesta yang masih di isi oleh para tamu undangan yang hadir.


Tepat di aula pesta, beberapa orang pun perlahan pergi dari sana, sampai meninggalkan rasa curiga dari Alrescha yang mengamati kepergian mereka dalam diam.


'Mereka secara berurutan pergi dari sini. Kelihatannya pesta ini bukan ditunjukkan untuk merayakan berdirinya Kekaisaran.' terbesit rasa curiga pada suaana yang sedang berlangsng itu.


Dari sudut pandang orang biasa, pesta ini terbilang cukuplah mewah, tapi apa jadinya jika dinilai dari sudut pandang dari Alsrescha?


“Tuan,” Panggil Elbert kepada Alsrescha yang sedang memasang ekspresi seriusnya. 


Alrescha segera meletakkan gelas berisi wine ke meja dan menghampiri Elbert yang langsung membisikkan sesuatu di telinga Alrescha saat itu juga.


"Apa?!’ Detik hati Alrescha saat mendengar pernyataan dari Elbert tadi. Dia langsung menatap Elbert dengan wajah seriusnya. "Kau jangan sembarangan, tidak mungkin mereka muncul." masih kurang percaya dengan apa yang baru saja Elbret beritahukan tadi.


“Benar tuan, Nona Alstrelia tadi memang mengatakan kalau di perbatasan utara, ada invasi monster secara besar-besaran. Saya tidak tahu Nona dapat informasi dari mana, tapi apakah kita benar-benar perlu menyelidikinya malam ini juga?” Bisik Elbert kepada Alrescha.


Alrescha seketika tertegun dan langsung mendongak ke atas untuk menemukan Alstrelia yang rupanya sedang duduk bersama dengan laki-laki lain, yaitu Marvin.


“Cari Edward, kau tanyakan dan pastikan semua informasi itu kepadanya, apakah benar atau salah.” Perintah Alrescha memberikan perintah kepada Elbert dengan sebuah bisikan juga.


Elbert sedikit menunduk dan langsung berjalan pergi untuk mencari Edward yang merupakan seorang pemimpin dari penyihir menara.

__ADS_1


‘Darimana dia tahu soal perbatasan di utara padahal sekarang saja dia sedang duduk di sini?.’ Alrescha semakin dibuat penasaran asal muasal informasi dari yang Alstrelia berikan kepada Elbert.


Semuanya masih penuh dengan teka-teki.


Itulah yang Alrescha rasakan jika bersama dengan Alstrelia si pengganti itu.


Seolah, kalau Alstreliia membuat sebuah permainan teka-teki agar Alrescha lah yang menyelesaikan emua teka-teki itu.


‘Tapi disini, yang lebih anehnya lagi, beberapa bangsawan beralasan pergi ke toilet, ingin istirahat, dan ada juga yang ingin mencari udara segar dan pergi keluar.’ Alrescha yang tidak ingin tinggal diam saja disana dan memperhatikan saja, Alrescha menuntut kakinya naik ke lantai dua untuk mengacaukan kencan Alstrelia dengan Marvin saat itu juga.


“Nona Arsela, apa anda tidak ingin duduk dan istirahat?” 


Arsela yang dari tadi memperhatikan Alrescha dari kejauhan, hanya menjawab dengan singkat, “Saya permisi, mau ke toilet dulu.” 


“Oh, baiklah.” jawab perempuan ini, dengan senyuman tawar dari ekspresi wajah kecewa karena langsung ditinggal begitu saja.


Selagi Arsela pergi mencari seseorang yang sedang dicarinya, Alrescha yang sudah naik ke lantai dua, langsung menghampiri meja yang sudah dihuni oleh dua orang.


“Maaf mengganggu pembicaraan menyenangkan kalian, tapi aku ada urusan dengan adikku.” Ucap Alrescha pada kedua orang itu.


Marvin awalnya terdiam sesaat karena baru pertama kalinya mendapati Alrescha menyerobot masuk menyela perbincangannya dengan wanita yang sedang Marvin incar itu.


Tapi karena terlihat ada satu masalah yang terlihat mendesak itulah, Marvin pun berdiri sambil berkata : “Yah, mau bagaimana lagi jika sudah punya urusan mendesak dengan adik anda.” Ucapannya tertuju kepada Alrescha, setelah itu Marvin kembali melirik ke bawah, dimana Alstrelia masih duduk dengan begitu anggunnya. “Kalau begitu, saya pamit undur diri, Tuan Putri Alstrelia.” imbuh Marvin sambil membungkuk hormat dipenuhi dengan senyuman yang kian mengembang.


Apa artinya, itu mengartikan kalau Marvin mengharapkan adanya pertemuan kedua kalinya dengan Alstrelia sendiri. Marvin ingin pembicaraan yang tertunda karena kehadiran Alrescha itu, bisa dilanjutkan di lain waktu.

__ADS_1


Selepas Marvin merelakan dirinya pergi, Alrescha langsung menatap Alstrelia dengan sorotan tajam.


“Kenapa kau melihatku seperti itu? Apakah aku melakukan suatu kesalahan?” tanya Alstrelia dengan wajah polosnya, seolah tidak mengerti maksud dari sorotan mata yang Alsrescha berikan kepadanya.


Tanpa aba-aba Alrescha menunduk dan membuat tubuhnya mengekang Alstrelia untuk tidak bergerak dari posisi duduknya. “Kesalahan? Kau adalah kesalahannya, kau semakin mengundangku untuk semakin penasaran denganmu. Katakan, darimana kau mendapatkan informasi itu?” bisik Alrescha.


“.................” Alstrelia yang diam itu akhirnya menoleh ke samping kiri, sampai dimana akhirnya wajah mereka berdua sangat dekat, hingga tiap hembusan nafas yang mereka berdua, sama-sama mereka rasakan. “Jika aku mengatakan aku mendapatkan bisikan, apakah kau akan percaya?” 


Alrescha terus menatap wajah Alstrelia dalam jarak kurang dari 15 cm itu.


Karena masing-masing menemukan warna mata biru yang sama, mereka berdua jadi seolah sedang saling bercermin satu sama lain.


Alstrelia lalu mengangkat tangan kanannya dan mulai mengusap wajah Alrescha yang terlihat semakin tegang itu. “Alrescha, apa kau masih punya waktu untuk menanyaiku seperti itu disini?” suara itu berubah menjadi nada rendah yang terdengar seperti sedang menyindir. 


Meskipun tersirat sebuah senyuman tipis yang terukir dari bibir yang terlihat manis itu, Alrescha secara perlahan mulai tersadar bahwa semua kalimat yang keluar dari mulut Alstrelia memiliki lebih dari satu arti. 


Dan diantaranya adalah untuk selalu waspada.


“Apa kau benar-benar penasaran dari mana aku mendapatkannya?” tutur Alstrelia lagi dengan nada lirih. Sampai perlahan tangan kanan Alstrelia terus bergerak dari pipi kiri Alrescha, menuju belakang dan berhenti tepat setelah mencapai tengkuk dari pria itu.


Terbawa roma suasana yang terasa sangat menggoda dipimpin oleh Alstrelia, Alrescha langsung menjawabnya dengan nada yang semakin lirih, “Iya.”


“Diam dan jangan katakan apapun.” lirih Alstrelia sambil menyunggingkan senyuman devil. “Karena aku hanya akan melakukannya satu kali.” imbuhnya.


Setelahnya, Alstrelia pun semakin mendekatkan wajahnya, dan disaat itu pula tangan kanan Alstrelia menarik tengkuk Alrescha agar bergerak lebih dekat dengannya.

__ADS_1


‘Dia-’ Alrescha akhirnya masuk ke dalam satu permainan yang dimiliki Alstrelia. Dia mendekatkan wajahnya lagi ke arah Alstrelia, karena itulah permintaan dari tangan perempuan itu yang menuntutnya untuk terus mendekatinya.


Alrescha sedikit memiringkan wajahnya, dan memakan semua jarak diantara mereka berdua.


__ADS_2