Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
93 : Alstrelia


__ADS_3

"Nona!" Teriak Lena, dia mundur ke belakang sampai tubuhnya menabrak Elbert.


Melihat justru yang ketakutan bukannya Alstrelia melainkan Lena, membuat Elbert maju ke depan, lalu berkata : "Biar saya yang menangani mereka, kalian cepatlah pergi dari sini."


Elbert pun mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang, dan mengarahkannya ke depan. Bersiap untuk melakukan pekerjaan yang harusnya dia lakukan sebagai seorang kesatria, untuk menyambut datangnya bahaya yang mengancam.


".................." Alstrelia yang melihat tekad Elbert ternyata cukup besar untuk melawan satu lusin Weyvern yang sedang terbang mendekat pun akhirnya menghela nafas pelan.


GROARRH...!


Sebuah erangan keras disertai semburan api pun mulai datang kearah mereka. Serangan keras yang berhasil memecah seluruh tingkap jendela dengan mudah.


"Akhh..." lena ikut merintih karena gendang telinganya seolah seperti mau pecah, gara-gara suara keras itu. Sehingga Lena pun menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


"Tunggu apa lagi! Kalian cepat pergi dari sini!" Ucap Elbert dengan tegas. Setelah Elbert berkata demikian, dia mulai melangkah ke arah jendela dan bersiap untuk melawan para Weyvern itu.


"Nona! Ayo pergi dari sini! Biarkan Sir Elbert yang mengurus mereka!" Lena mengajak Alstrelia untuk pergi dari sana sekarang juga. Tapi apa yang Lena dapat lakukan setelh Lena mencoba menarik tangan Alstrelia adalah, Alstreilia tetap tidak bisa di buar berkutik dari tempatnya. 'Nona ini? Kenapa saat aku menariknya, rasanya tubuhnya itu berat ya?' Batin Lena, saat dia tidak bisa membuat Alstrelia pergi dari sana.


Sampai tak selang berapa lama, tiba-tiba Alstrelia menepis tangan Lena.


Lena pun dibuat terkejut, melihat tangannya ditepis oleh Alstrelia, yang artinya, Alstrelia tidak mau pergi dari sana.


GROARRHH....!


Erangan keras dari Wayvern yang sedang dilawan oleh senjata Gimmick nya kembali terdengar. Berhasil membuat mereka bertiga jadi mengalihkan pandangan mereka masing-masing untuk menatap monster itu, yang ternyata monster tersebut lolos dari segala serangan yang dilakukan oleh senjata milik Alstrelia.


DRAP.......DRAP......DRAP......


Sepasang mata Lena pun membulat sempurna ketika Wayvern itu berlari kearah mereka.


"Nona! Dia sedang berlari kearah sini! Ayo Nona! Kita pergi!" Lena yang semakin panik dengan Alstrelia yang bergeming di tempatnya terus, berhasil membbat Elbert menoleh ke arah Alstrelia.


"Nona! Tuan sedang menunggu anda! Cepat pergi dari sini!" Geram Elbert dengan tingkah perempuan yang memiliki paras yang sama denga majikannya yang asli, tetapi sifatnya yang keras kepala itu selalu berhasil membuat sebagian besar orang yang berhadapan dengan Alstrelia emosi.


Buktinya, sekarang Elbert sudah mulai emosi dengan Alstrellia.


Namun, tanpa menatap lawan bicaranya, Alstrelia pun menjawab atas kekhawatiran dari merkea berdua terhadapnya. "Alrescha?"

__ADS_1


Alstrelia terkekeh geli saat mendengar Elbert mengatakan kalau Alrescha sedang menunggunya?


'Orang seperti dia tidak pantas menunggu. ' Itulah yang Alstrelia pikirkan saat memikirkan Alrescha. "Aku dan dia sudah punya peran masing-masing. Aku berterima kasih karena kalian masih bisa mencemaskanku, ketimbang mencemaskan diri kalian sendiri. Tapi-"


Alstrelia pun mengambil dua langkah ke depan, menuju kearah Wayvern yang sedang berlari kearahnya. Setelah itu dengan ekspresi wajahnya yang tenang Alstrelia pun berkata lagi, "Tapi aku tidak memerlukannya. Karena kalian tahu sendiri, yang harus kalian cemaskan bukanlah aku, melainkan dia yang sebenarnya." Jelas Alstrelia, sambil sedikit menoleh ke belakang, dia pun memberikan senyuman lembutnya.


Senyuman yang terlihat sama persis dengan dengan apa yang pernah Elbert dengan Lena lihat, baik untuk yang pertama kali maupun untuk yang terakhirkalinya.


"Jadi, Elbert, Lena, hiraukan saja aku. Karena itulah yang seharusnya kalian lakukan karena aku hanyalah seorang pengganti." Imbuh Alstrelia.


Setelah itu, Alstrelia pun kembali mengahdap ke depan. Padahal Weyvern sedang berlari kearahnya, tetapi Alstrelia pun justru berjalan dengan langkah yang cukup tenang. Seakan kalau dia akan menemui hewan peliharaannya.


GROARRHH...!


Satu lusin Weyvern yang berasal dari luar mansion pun akhirya sudah mulai mendekat.


Elbert yang tidak mau ambil pusing lagi dengan semua yang ada, berhasil membuat Elbert memilih untuk menghalangi Wayvern yang berasal dari luar itu.


"Lena, jangan disini." Ucap Elbert memperingatkan.


Ketika jarak Weyvern sudah mulai mendekar, Elbert segera berlari menuju ambang jendela yang sudah pecah. Elebert langsung menebas bingkai jendela itu dengan pedangnya. Setelah itu, Elbert pun melompat sambil mengayunkan pedangnya kearah Weyvern tersebut.


CRASSH....


Dalam sekali tebas, Elbert mampu memotong leher Weyvern yang pertama, hingga makhluk tersebut akhirnya terjatuh.


Namun sebelum terjatuh, Elbert pun membuat kesempatan itu untuk menjadikan tubuh Weyvern yang sudah mulai terjatuh, sebagai tumpuannya untuk melompat kembali ke atas.


TAP..!


Dan Elbert kembali mengayunkan pedangnya dari kiri ke kanan.


Ya..


Niatnya dia ingin menyerang sisa dari mereka semua secara satu persatu.


Tapi apa yang Elbert dapat adalah...

__ADS_1


BRUKHH...


Satu ekor Wayvern lain, tiba-tiba menerjang temannya sendiri?


GROARRHH!


'Apa yang terjadi?' Batin Elbert, langsung mendarat kembali ke dalam mansion setelah berhasil membuat kepala Weyvern yang hendak Elbert tebas, justru dia gunakan sebagai tumpuan kakinya agar bisa kembali ke posisi semula.


Erang demi erangan mereka tunjukkan kepada satu Wyvern yang bersikap aneh itu, karena berani menyerang temannya sendiri.


Sampai Wayvern berwarna biru itu, yang merupakan monster dengan perilaku aneh sendiri, langsung membuka mulutnya dan menyemburkan apinya kearah mereka semua.


"Kenapa mereka jadi saling menyerang?!" Gumam Elbert, saat melihat mereka semua sedang menyerang satu kawannannya yang berani menyerang mereka.


Sampai aksi kejar-kejaran pun terjadi, dan sukses membuat satu lusin Weyvern itu pergi menjauh dari mansion yang hanya dihuni oleh Alstrelia, Elbert, dan Lena.


Setelah keheningan yang terjadi, Alstrelia pun angkat suara, "Mereka sudah pergi, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi kan?" Toleh Alstrelia kearah Elbert dan Lena yang sama-sama sedang menatap kearahnya.


Itu adalah tatapan penuh dengan rasa penasaran. Sebab Wayvern yang tadi hendak menerjang untuk menyerang Alstrelia, kini ternyata sudah tidak ada. Dialah Wayvern berwarna biru yang tiba-tiba bertingkah aneh dengan menyerang kawanannya sendiri.


'Bagaimana bisa? Apakah dia yang melakukannya?' Terka Elbert saat melihat perempuan pengganti Putri Alstrelia yang asli sedang tersenyum simpul melihat sekelompok Wayvern itu terus terbang saling menyerang satu Wayvern yang menjadi tersangka atas pertengkaran sesama kelompok itu.


WUSHH~


Angin yang datang itu pun masuk dan menghembus tubuh mereka bertiga. Memperlihatkan kalau semua ketegangan yang hampir terjadi diantara mereka semua, sudah menghilang bersamaan dengan ekspresi Alstrelia saat ini yang terlihat seperti sedang menonton pertunjukan yang menyenangkan.


'Bagus sekali mereka jadi saling melawan. Hajar terus! Kau! Jangan biarkan dia kabur darimu!' Pikir Alstrelia, sedang berbicara sendiri melihat Weyvern di atas sana sedang asik bermain dengan teman-temannya sendiri.


GRAHH...!


Erang Weyvern berwarna biru itu, dan kembali menyerang mereka semua secara stau persatu.


Meskipun tubuhnya sekarang penuh dengan luka karena mendapatkan berbagai serangan, dia tetap berusaha untuk balik menyerang.


'Apa yang terjadi dengan tubhuku? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku?!' pikir Wayvern berwarna biru ini. Di saat tubuhnya terluka, makhluk ini pun terus menyemburkan api dari mulutnya, lalu mengibaskan sayap kanannya untuk menyerang Wayvern yang akan mendekat dan memberikan cakarannya.


'Dasar, kau mau menyerangku? Sebaiknya serang saja kawananmu sendiri.' Cibir Alstrelia, melihat pertunjukan paling menyenangkan yang pernah ada, karena berhasil membuat makhluk yang mirip dengan naga itu, Alstrelia arahkan untuk menyerang teman-temannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2