
Langit terus bergemuruh.
Kilatan petir yang menggelegar mewarnai langit Ibu kota dari Kekaisaran Regalia.
Semua orang, terutama para kesatria, mereka pun menunggu apa yang akan terjadi setelah gumpalan awan hitam yang berputar tepat di atas mereka berhenti.
Dan apa yang terjadi?
Tepat di atas langit, sebuah celah dimensi tiba-tiba saja terbuka membentuk seperti sebuah retakan yang panjang.
"Sir Elbert, apa itu?" Tanya Lena kepada Elbert yang saat ini berdiri di sampingnya.
"Batu itu, dia baru saja membuka celah dimensi." Jawab Elbert. "Aku tidak tahu persis apa itu, tapi ini akan jauh lebih buruk dari mereka." Imbuh Elbert seraya memperhatikan pemandangan jalanan kota yang saat ini benar-benar sudah separuh hancur.
*******
"Hah...hah....hah...." Dengan tubuh yang sudah lemas itu, Arsela langsung terjatuh ke lantai?
Sebelum itu terjadi Charles langsung menangkap tubuh mungil itu dan langsung memeluknya dalam sebuah kebahagiaan.
"Arsela...hah...hah.." Charles berusaha mengatur nafasnya dan berbicara lagi, "Itu menyenangkan kan?"
"Hah..ya..hh.." Dengan wajah masih merah merona, Arsela menatap wajah Charles yang saat ini menggunakan tubuh Chavire sebagai pemuas naf*su nya?
Itu memang benar.
Tapi karena yang ada pada diri Chavire ini adalah Charles, dia tidak mempermasalahkannya sama sekali.
"Kekaisaran ini akan hancur, apa kau mengerti Arsela? Karena kita sudah melakukan pemanggilan dengan cara yang menyenangkan seperti ini, sekarang kita harus pergi." Ujar Charles, lalu mencium kening Arsela dengan lembut.
Tepat saat Charles mencium keningnya, Arsela pun memejamkan matanya. 'Dia memang mengerikan. Memanggil roh dunia lain datang ke sini hanya untuk menghancurkan Kekaisaran Regalia? Sebenarnya sejak kapan dia sudah mengatur rencana ini, dari pertukaran jiwa, menyusupkan anak buahnya kedalam istana, sampai...dia mengetahui kalau batu itu adalah patu pemanggilan? Tapi kenapa cara untuk mengaktifkan batu kristal itu membuatku harus berhubungan intim dengannya? Memangnya apa efek lain dari menggunakan metode ini?'
__ADS_1
Charles yang saat ini tengah memeluk erat tubuh Arsela yang sudah separuh telanjang itu pun tiba-tiba menyeringai. 'Baiklah, rencana untuk pemanggilan mereka sudah selesai, Arsela juga dengan mudahnya jadi milikku lagi, sampai aku bisa merasakan nikmatnya bisa berhubungan tubuh dengannya.
Selanjutnya adalah, aku harus pergi dari sini. Biarkan mereka yang memporak-porandakan Kekaisaran busuk ini menjadi kuburan masal menemani mereka semua." Pikir Charles.
Tapi semua pikiran itu kembali berlanjut saat dia mengingat tujuan lain milik Charles. 'Aku tidak tahu alasan kenapa orang itu menyuruhku untuk menculik dan membunuh Alstrelia. Aku sudah mencobanya malam tadi, dan ternyata gagal.
Tapi karena rencanaku sendiri untuk membalaskan dendamku sudah akan dimulai, maka aku akan tinggal cari alasan lain untuk kasus Alstrelia itu.' Pikir Charles.
"Charles, sekarang apa?" Tanya Arsela lirih, sambil meletakkan wajahnya di dada bidang Chalres.
Charles melirik ke bawah. Dia melihat wajah Arslea yang tetap cantik sekalipun dalam kondisi penat.
Karena tidak tahan lagi dengan wajah yang terkesan imut itu, Charles kembali mendekapnya dengan erat. Selagi itu pula Charles pun mengangkat tangan kirinya, dimana pedang itu tiba-tiba saja muncul dan sekarang sudah Charles pegang.
Dengan pedang artefak yang dia pinjam dari Arsela, dia langsung menghunuskan ujung pedang itu ke lantai.
TAK.
Setelah ujung pedang itu menyentuh lantai marmer, pola dari lingkaran sihir tiba-tiba muncul.
Tapi setelah cahaya dari lingkaran sihirnya menghilang, nyatanya mereka belum berpindah tempat sama sekali.
"Kenapa ini? Kenapa aku tidak bisa berteleportasi?" Lirih Charles. Dia mencoba untuk yang kedua kalinya. Dan seperti apa yang tadi dia dapatkan, Charles benar-benar tidak berhasil melakukan sihir teleportasi!
Sampai waktu tepat untuk mereka berdua kabur, langsung di isi oleh seseorang.
SYHAT...
KRAK....
Pintu yang terbuat dari logam mulia itu tiba-tiba saja retak, dan ..
__ADS_1
DHUARR...
Pintu tersebut langsung hancur begitu saja.
Arsela dan Charles yang terkejut itu, langsung bersikap waspada. Sampai Arsela sendiri buru-buru mundur dan bersembunyi di balik punggung Charles sambil memperbaiki gaunnya yang sudah acak-acakan, sampai bra yang dia pakai, ternyata terletak di lantai!
"Tidak perlu berbenah diri lagi, Arsela." Suara dingin yang langsung menusuk semua tulang itu tiba-tiba muncul. Ruangan tersebut pun seketika suhunya turun drastis sampai ke titik nol derajat.
Dan pemilik dari kekuatan es itu adalah....
'Alrescha!' Pekik Arsela di dalam hati. 'Charles ini, dia bilang tidak akan ada yang bisa menerobos masuk ketempat ini. Kenapa Alrescha sudah ada disini? DItambah lagi, dia sekarang sudah benar-benar marah. Dia kalau marah sudah pasti apapun yang ada disekitarnya langsung jadi beku.' Pikir Arsela setalah menyeret bra yang sempat tergeletak di lantai dan dia buru-buru memakainya.
"................." Alrescha yang berhasil masuk kedalam ruangan penuh noda itu, menatap tajam dua orang itu dengan tatapan paling dingin.
Dia memang kesal karena wanita yang baru saja bermain liar dengan Kaisar? Ralat, tapi tubuh Kaisar itu adalah tunangannya, yaitu Arsela.
Tapi yang lebih membuatnya kesal itu sebenarnya bukan Arsela saja, tapi jiwa yang ada di dalam tubuh Kaisar itulah yang menjadi titik poin dari semua kekacauan ini. Termasuk ketika dirinya jadi lagi-lagi di ingatlah lagi saat adiknya jadi bahan tertawaan semua orang di pesta dua bulan lalu.
Ya...
Karena Alrescha sekarang sudah tahu kalau jiwa Chavire sekarang sudah ada di tubuh orang lain, dan orang yang ada di depannya itu adalah musuh yang terbentuk dua bulan lalu karena sudah mempermalukan Alstrelia, yaitu adiknya, maka saat ini Alrescha pun tidak akan sungkan dengan apa yang akan dia lakukan kepada orang ini.
"Lihat wajah itu, apa kau marah karena Aresela ternyata mengkhianatimu dan lebih memilihku?" Tanya Charles dengan senyuman mencibir. Dia saat ini pun sedikit merapikan pakaiannya, serta meresleting celananya lagi.
Arsela yang sudah selesai berpakaian lagi akhirnya berjalan keluar dari tempat persembunyiannya, dan menampilkan dirinya di depan Alrescha yang terlihat sudah tersulut akan emosi yang kian membludak?
"Maaf, ini aku kembalikan kepadamu." Arsela melepas cincin miliknya dan melempar persis kearah Alrescha yang saat ini berdiri dalam posisi ekspresi wajah yang begitu bengis.
"................." Alrescha pun menangkap cincin yang Arsela lempar itu dalam sekali tangkap. Tapi setelah dia berhasil menangkap cincin itu, cincin tersebut pun langsung Alrescha buat beku, dan dia kemudian menggenggamnya dengan cukup erat sampai cincin tersebut langsung hancur menjadi serpihan kecil.
KRAK.
__ADS_1
"Kebetulan cincin ini memang kurang cocok di jarimu ya?" Ucap Alrescha sambil menabur serpihan cincin itu di atas lantai.
Terlihat kilauan antara campuran cincin emas yang rusak itu bercampur dengan kilauan dari batu es yang sama-sama hancur juga. Jadi di mata mereka semua, serpihan itu pun seperti menjadi bubuk ajaib yang terlihat berharga.