
'Apa?' Chavire mendapati Charles sudah tidak ada di depannya lagi, tapi yang ada justru adalah makhluk panggilan itu menyergapnya dari belakang.
"Lawanmu adalah aku," Kata makhluk ini.
Chavire yang mendapatkan serangan dadakan dari belakang, sekalipun wajahnya saat ini memang memasang wajah terkejutnya, dan terlihat seperti tidak akan bisa menahan serangan yang akan di lancarkan oleh Gamelo itu, Chavire sebenarnya sudah menunggu momen itu.
Ketika pedang dari makhluk itu diayunkan ke arahnya, tatkala tubuh Chavire belum sempat berbalik, pedang itu langsung tertahan dengan senjatannya.
CTANG....
"Apa?" Gamelo ini seketika terkejut, saat pedang miliknya ternyata tertahan oleh benda sesuatu yang cukup keras. Padahal itu tinggal sedikit lagi, sedikit lagi wajah sekaligus kepala itu akan terbelah, tetapi yang dia dapatkan hanyalah kegagalan, karena ada yang menghalanginya.
Dan benda yang menahan serangannya adalah benda awalnya tak kasat mata itu, kini telah memperlihatkan wujudnya, yaitu Gimick milik Alstrelia.
'Sialan, dia hampir saja melukai wajahku.' Batin Charles. Padahal dirinya ingin kembali merebut tubuhnya lagi, tapi semua itu hampir gagal karena makhluk itu hampir saja memenggal kepalanya menjadi dua.
Tetapi karena adanya benda aneh yang terbang tepat di depannya Chavire, maka serangan tadi bisa di gagalkan.
Namun yang menjadi pusat perhatian Charles saat ini adalah, 'Benda apa itu?' Detik hati Charles, tatkala dirinya saat ini ada di udara., dan memperhatikan semua yang ada di bawahnya. 'Dia hanya perlu mendapatkan darah tubuhku, dengan begitu aku bisa membuat aku dan dia sama-sama kembali ke tubuh masing-masing.'
Tapi apakah semua itu bisa berhasil?
"................." Alrescha yang menyadari kini Charles sudah berada di udara, maka Alrescha pun langsung melompat dan menyergap Charles di saat itu juga.
Sedangkan Gamelo yang melihat Alrescha sudah mulai bergerak untuk melawan Charles, makhluk ini turut melakukan hal yang sama. Dia melompat untuk menghalangi serangan yang akan Alrescha lakukan.
'Dia harus aku beri pelajaran.' Detik hati Alrescha. Untuk mengalihkan perhatian Charles lebih dulu, Alrescha terlebih dahulu membuat pecahan es di udara menjadi sebuah tombak.
"................" Charles pun teralihkan dengan tombak yang sudah siap menyerang kapan saja. "Hmm....."
SYUHTT... ---------------->>
Lima tombak yang terbuat dari es itu segera melesat ke arah Charles.
Ketika Charles terfokus untuk menangkis kelima tombak es itu, maka Alrescha pun mulai menyerangnya dari belakang.
'Kena-' Tapi semua kalimat itu sirna saat makhluk Gamelo itu sudah ada di belakang Charles persis, dan secara bersamaan ada di depan Alrescha juga, dimana pedang yang hendak Alrescha gunakan untuk menyerang Charles ternyata ditahan oleh makhluk Gamelo itu dengan bermodalkan tangan kosong saja.
'Aku kembalikan seranganmu itu,' di detik yang sama juga Charles lagi-lagi sudah menghilang dari tempatnya, dan membuat kelma tombak yang awalnya diperuntukan untuk menyerang Charles, kini jadi berbalik menyerang kearah Alrescha.
SYUHT... ----------->>
Makhluk Gamelo itu pun dalam sekejap mata sudah berpindah tempat dari tempatnya, dan membiarkan seluruh tombak itu menyerang kearah Alrescha.
Alrescha yang tidak terburu dengan posisinya sduah kehabisan daya lompatnya, hanya bisa menyerang kelima tombak itu dengan senjata baru yang Alrescha buat dengan sihir es nya.
Dan kesepuluh senjata itu pun jadi saling beradu sama lain, dan mengakibatkan tmbak itu langsung hancur berkeping-keping.
KRAKK....
Alrescha sudah mendarat dengan sempurna, dan di saat yang sama serpihan es berwarna putih bercampur biru itu menghiasi seluruh area di sana, layaknya hujan kristal.
TAP....
__ADS_1
Sama halnya dengan Alrescha, Charles dan makhluk Gamelo itu pun akhirnya mendarat.
Seperti pria melawan dengan pria, dan wanita-melawan dengan wanita juga.
Karena itu, ketika mereka disibukkan untuk mengicar Charles, maka Arsela dan Alstrelia sedang saling melawan.
CTANG!
"Ternyata anda hebat juga ya, Putri?" Antara pujian dibumbui dengan cibiran, terlontar dari mulut manis Arsela itu.
Dan Alstrelia menaggapi ucapannya Arsela dengan senyuman miringnya. "Kamu juga, diam-diam ternyata kamu menghanyutkan. Aku jadi penasaran, kira-kira seperti apakah perasaanmu bisa melakukan itu di belakang Alrescha ha? Apakah menyenangkan? Kami mengganggu kesenangan kalian ya? Sayang sekali, jika bukan karena keadaan darurat, aku pasti akan membawa popcorn, duduk manis sambil menonton olahraga malam kalian samapai puas, mau berapa ronde pun, aku akan sangat menikmatinya, Arsela." Jelas Alstrelia panjang lebar, dengan akhir kalimat nama 'Arsela' dengan penuh penekanan, dan disertai sebuah seringaian dari senyuman liciknya.
Alstrelia senang, karena dia akhirnya bisa bertatap muka dengan Arsela yang sering di gadang-gadang sebagai Nona bangsawan cantik, baik, pintar, karena berhasil meraih peringkat kedua saat di Academy setelah Alrescha.
Tapi bagi Astrelia, peringkat di Academy hanyalah peringkat yang di dasari karena penilaian dari guru, tidak membuktikan kalau Arsela ternyata bisa lebih kuat darinya?
'Sekalipun aku tahu kalau dia ternyata memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu. Tapi coba kita lihat seberapa mana kemampuan bertarung yang dia miliki ini.' pikir Alstrelia.
Dengan pemikirannya itu, ALstrelia pun memulai seranganny adengan cukup brutal?
Ha...itu karena dia tiba-tiba saja memiliki semangat, sebab setelah sekian lama dirinya berpindah dimensi dan melakukan banyak hal yang kurang menyenangkan selain kesehariannya yang terlalu membosankan, hari ini dia akhirnya mendapatkan banyak kesenangan karena Alstrelia jadi bisa melampiaskan kenginannya untuk bertarung.
CTANG.....!
Kedua pedang saling bertemu dan menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.
'Aneh! Padahal aku sempat menyentuh tangannya beberapa saat tadi, kenapa aku tidak bisa melihat masa lalunya?' Arsela tentu saja dibuat tercengang, sebab orang yang dia lawan saat ini justru adalah,
Putri Alstrelia?
Putri yang biasanya bersikap malu dan tidak banyak berinteraksi dengan orang lain, sampai di juluki bonekanya Fisher, sebab sangat jarang keluar dari mansion, sampai orang-orang pun kalau melihatnya tidak akan langsung bisa mengenalnya, sebab diantara mereka semua banyak yang tidak tahu seperti apa wajah dari adiknya Alsrescha yang sering di buat bahan topik pembicaraan, apalagi setelah kasus yang terjadi dua bulan lalu dimana Alstrelia mendapatkan perlakukan yang memalukan oleh Kaisar sendiri di depan banyak tamu undangan sebab tidak bisa berdansa.
Tetapi apa yang ada di depan Arsela saat ini, Alstrelia yang terakhir kali Arsela lihat dengan yang sekarang, jujur sangatlah berbeda.
Baik dari segi pakaian.
SYHAT.....
Arsela kembali menebas dimensi, dan membuat kubus raksasa keluar untuk dia berikan sebagai serangan kepada Alstrelia.
"....................." Alstrelia melesat ke depan, memegang pedang dengan tangan kedua tangannya, setelah itu Alstrelia mengayunkannya dari bawah ke atas.
Sama halnya dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu, Alstrelia kembali berhasil menyerang serangan dari lawannya.
"................" Arsela kembali menatap wajah Alstrelia yang terlihat bahagia itu. Terpancar ekspresi senang karena bisa mengalahkannya?
Ekspresi itu pun menjadi salah satu fakta menarik lainnya untuk Arsela sendiri, bahwa Alstrelia yang kali ini sedang dia lawan adalah perempuan yang jelas-jelas punya stamina besar, 'mana' yang banyak dan tidak terlihat seperti perempuan lemah.
"Hahh~" Arsela tiba-tiba saja berhenti menyerang untuk istirahat sejenak.
Lelah?
Tentu saja Arsela lelah. Selain lelah harus menutupi jati dirinya, lelah karena habis bermain lama dengan Charles, juga lelah karena harus menghadapi lawan yang tidak terduga itu.
__ADS_1
Alstrelia...
Itu benar menjadi ancamannya Arsela sekarang.
"Apa hanya seranganmu hanya segitu?" Ledek Alstrelia, lagi-lagi memprovokasi Aresela.
Terpancing karena di provokasi seolah dirinya lebih lemah dari Alstrelia, Arsela segera melakukan serangan selanjutnya.
Arsela segera melompat ke atas sambil memutar tubuhnya tiga ratus enam puluh derajat, di saat itu juga Arsela melakukan serangan kombinasi.
Arsela mengayunkan pedangnya itu tepat saat dirinya tadi melompat dan berputar, karena dengan tekniknya yang seperti itu, maka hasilnya dia mampu mengeluarkan lebih banyak kubus raksasa dan menendangnya, serta mengarahkannya ke Alstrelia semua.
Setelah itu, dua diantaranya Arsela buat menjadi pecahan yang lebih kecil, tapi segera dia lempar semua pecahan kubus itu ke semua orang yang ada di sana karena saking kesalnya.
"Kamu memprovokasinya dengan baik," Kata Alrescha dengan menggunakan kemampuan berpikirnya, di kala dia pun jadi terkena imbas dari serangan yang dilancarkan oleh Arsela.
'Jika tidak seperti itu, aku tidak akan tahu sebatas mana dia mampu melawanku.' Jawab Alstrelia.
BRAK....
BRAK.....
Beberapa diantaranya Alstrelia biarkan, dengan cara berhasil menghindari kubus raksasa itu. Tapi ada juga yang dia lawan dengan memotongnya.
Teknik serangan yang digunakan oleh Arsela memang benar-benar membuat orang kewalahan, karena hasil ciptaan yang dibuat oleh pedang Curtana Original itu mampu membuat wujud yang tercipta ke dunia lebih sempurna.
Ya...jika dimensi yang dipotong adalah tiga dimensi, maka yang dihasilkan oleh pedang Curtana itu adalah benda dalam bentuk dua dimensi, tapi jika dimensi yang dipotong oleh pedang Curtana adalah empat dimensi, tentu saja yang dihasilkan oleh pedang Curtana tiga dimensi.
Semakin tinggi kualitas dimensi yang di potong oleh pedang tersebut, maka hasilnya akan semakin sempurna. Dan yang dimaksudkan disini adalah pedang yang dipakai oleh Arsela adalah pedang asli yang mampu menciptakan benda asing ke dunia nyata dengan wujud yang sempurna.
Sampai kubus sebesar itu, tidak akan mampu Alstrelia tebas semua, karena kecepatan yang kubus itu berikan setara dengan kemampuannya untuk melesat dan memotong benda itu.
BRAK...!
"Hahaha....kamu memilih tunangan yang salah, Alrescha." Ejek Alstrelia. Lalu kubus yang mengarah kepadanya itu, Alstrelia alihkan dengan ceara dia tendang kearah Alrescha.
"..................!" Alsrescha yang sadar dengan serangan yang dilakukan Arsela di alihkan oleh Alstrelia jadi pergi ke arahnya, secara Alrescha segera melompat tinggi.
Sampai kubus itu pun pergi mengarah ke tempat dimana Charles berdiri.
Tapi sesuai dengan harapan oleh semua orang, Charles tentu saja mampu menanggung kubus itu.
CRASHH.....
Berhasil di potong, Chavire mulai menyergap Charles di detik itu juga.
CRASHH....
Satu potongan kubus yang menghalangi jalannya Chavire berhasil Chavire lakukan, setelah itu dia pun menyerang Charles saat itu juga.
Bersamaan dengan mereka...
Yaitu...
__ADS_1
"Kamu pikir bisa mengalahkanku?" Ucap Charles dengan wajah santainya.
"Entahlah," Sahut Chavire di detik-detik pedang miliknya hampir sampai untuk memenggal tubuhnya sendiri, namun sedang dikuasai oleh Charles.