
“Hmmm…. kenapa dia memberikanku cincin ini ya?” Gumam Chavire. Saat ini dia sedang memandang kalung yang memiliki bandul dari cincin, yang biasanya di pakai oleh Alstrelia. ‘Menjaga ini untuknya? Sebenarnya dia punya rahasia apa sampai aku bertemu dia di dalam mimpiku?’
Banyak teka teki yang Chavire dapatkan setelah mengalami beberapa insiden.
diantaranya itu adalah cincin yang diberikan oleh Alsttrelia di dalam mimpinya, keberadaan Alstrelia yang belum diketahui ada di mana sekarang, dan beberapa musuh yang menginginkan kematiannya, serta seorang perempuan yang memiliki wajah serupa dengan milik Alstrelia punya. Dan keberadaan dari perempuan yang memiliki sifat bertolak belakang itu berperan untuk mengisi kekosongan dari tempat yang dimiliki oleh Alstrelia yang asli.
Semua itu adalah teka-teki yang dimana jawabannya harus dicari.
Tapi jika mau di cari pun, harus di mulai dari manakah Chavire mencarinya?
Itulah yang sedang Chavire pikirkan saat ini. Dan disini, hanya ada satu bukti yang cukup kuat kalau Alstrelia yang asli memang masih hidup, itu yang Chavire yakini setelah bertemu dengan Alstrelia yang Chavire kenal di dalam mimpinya, serta cincin yang dia dapatkan dari perempuan yang sudah Chavire sukai sejak masih kecil itu.
Chavire menggenggam erat cincin yang tergantung di dalam kalung yang dia pakai itu. “Dia tiba-tiba menghilang, pasti karena ingin bersembunyi, iya kan?” Chavire mendongak ke atas, dan tiba-tiba jadi tersadar akan satu hal. ‘Sebentar, sesuai dengan yang Alrescha ceritakan, Alstrelia tiba-tiba menghilang saat upacara pertunangannya, dan di hari yang sama juga perempuan bernama Als-’
Belum sempat mengutarakan pikirannya, suara yang cukup Familiar itu membuat Chavire berbalik.
“Apa-apaan ini? Lena, kau mau menyuruhku memakai gaun merepotkan ini? Yang benar saja! Kan aku meminta untuk pakai pakaian yang sepasang dengan celana, kenapa jadi seperti ini?” Protes Als, karena pakaian yang saat ini benar-benar gaun yang cukup merepotkan pergerakannya.
Ya…
Sama seperti Alstrelia, sisi dari kesadaran Als pun tidak menyukai memakai gaun panjang seperti itu, selain mempersulit gerakannya, juga merasa gerah.
“T-tapi Nona, apa yang anda minta itu harus di kerjakan lebih dulu oleh para penjahit, jadi butuh proses agar bisa sesuai dengan desain yang ingin Nona inginkan. Jadi pakai gaun ini lebih dulu.” Jawab Lena.
Lagi-lagi kena semprot oleh Als setelah waktu itu juga pernah mengalami hal yang serupa, dan tentu saja Lena tahu siapa yang sedang Lena hadapi, yaitu Als.
“Dari pada pakai gaun seperti ini, justru lebih baik tidak usah pakai pakaian sekalian saja.” Cetus Als, dan dikarenakan tidak melihat jalan, Als tanpa di sengaja menabrak Chavire yang kebetulan baru saja balik badan.
“Aw-” dan peringatan yang akan Lena berikan sudah telat, sebab..
BRUK…
Als otomatis langsung bergerak mundur ke belakang karena mendapatkan tekanan dari depan sesaat tadi.
“.............!” Chavire yang melihat Als seperti hendak terjatuh, dengan buru-buru tangan kanan Chavire meraih tangan kiri Als, dan tangan kiri Chavire meraih pinggang ramping milik Als.
“Mencari kesempatan untuk menyentuh tubuh yang berharga ini ya?” Tanya Als atas dasar sedang menggunakan tubuh dari kesadaran utamanya, yaitu Alstrelia.
__ADS_1
“Aku tidak mempermasalahkan jika kau berpikiran seperti itu terhadapku.” Jawab Chavire. “Apalagi bisa membantu wanita cantik sepertimu, entah siapapun laki-laki yang bertemu denganmu seperti ini, dia pasti akan melakukan hal yang sama denganku, sekalipun balasanmu bukan ucapan terima kasih.” Imbuh Chavire.
Als mengernyitkan matanya. DIa bukan mempermasalahkan apa yang Chavire katakan barusan, melainkan apa yang dia lihat dengan matanya itu.
Setelah dirasa percakapan diantara mereka berdua sudah berakhir, Chavire menarik tubuh Als agar bisa berdiri lagi dengan sempurna. Akan tetapi, ketika
Chavire sudah hampir melepaskan tangan kiri Als dari cengkeramannya, katika itu pula Als bergantian mencengkram tangan kanan Chavire ke arah bawah, sehingga secara otomatis Chavire jadi membungkuk ke arah Als, sampai wajah mereka berdua hampir termakan semua akibat ulah Als.
‘Dekat sekali?’ Pikir Chavire, saat di depan matanya itu dia benar-benar melihat wajah cantik milik Alstrelia dari dekat. ‘Dari aromanya, apakah dia baru saja mandi?’
“Ya, aku baru saja mandi.” Cetus Als tanpa basa-basi.
‘Kenapa dia bisa tahu?!’ Batin Chavire merasa bingung sekaligus tertegun dengan tebakannya Als yang cukup tepat itu.
“Jika kau berpikir aku tahu dari mana, itu hanyalah teori paling simpel. Manusia cenderung memproses informasi dari indera penglihatan dan yang kedua adalah indera penciuman, setelah itu proses yang ketiganya adalah untuk mencari informasi apa yang di dapatkan dari kedua inderamu itu, dan hasilnya hal pertama yang terlintas di pikiranmu saat ini pasti wajahku, karena jarak kita yang sangat dekat, dan yang kedua adalah aroma tubuhku. Benar, kan?” Jelas Als panjang lebar.
Chavire pun tersenyum tawar mendengar penjelasan dari mulut yang selalu mengeluarkan kata-kata busuk itu. Namun, apa yang sebenarnya Als lakukan sampai membuat Chavire di tarik hingga posisi mereka berdua seperti dua orang yang akan saling berciuman?
Saat Chavire hendak melirik ke arah bawah, arah pandangannya kembali teralihkan untuk kembali memandang Als, sebab…
“Tapi…apa kau mau menghajar anj*ng penjaga milikmu itu untukku?” Tanya Als kepada Chavire yang saat ini sudah membuat wajah bingungnya.
“Karena dia-”
Ekspresi wajahnya yang awalnya terlihat angkuh itu berubah menjadi datar, dan sorotan matanya yang tajam itu menjadi sendur, kira-kira apa yang terjadi kepadanya?
“Dia mencuri sesuatu dariku.” Sambungnya.
“...........?” Chavire tentu saja penasaran, apa yang bisa di curi oleh Alrescha kepada Als yang ini?
Als melirik ke arah Chavire dan menjawab. “Kakak, tiba-tiba mencium bibirku.” Ungkapnya.
“Apa?!” Chavire terperanjat dan dia langsung berdiri seraya menatap wajah Als yang sedih?! Ya! Saat ini sosok perempuan yang ada di depannya itu tiba-tiba saja di mata Chavire sendiri, perempuan ini seperti Alstrelia kenalannya.
‘Apalagi yang Nona lakukan? Kenapa tiba-tiba Nona ber akting?’ bahkan lena sendiri yang melihat perubahan sikap dari Nona majikannya itu, jadi ragu sendiri, apakah perempuan yang sedang berhadapan dengan Chavire itu adalah Als yang sedang akting atau bukan?
"Dia..menciummu?" Terkejut Chavire.
__ADS_1
ALs memberikan anggukan kecil atas jawabannya itu.
Chavire memejamkan matanya, dia berusaha untuk tidak terpengaruh akting yang sedang di gunakan oleh perempuan di depannya itu.
Tapi apakah benar, perempuan di depannya itu adalah akting untuk mempermainkannya?
Chavire yang kala itu sadar dengan kalung yang berisi cincin pemberian Alstrelia, sudah di ambil oleh Als, dengan cepat-cepat langsung merebutnya.
"Aku tidak akan terpengaruh oleh aktingmu. Dan jangan mengambil barang orang seenaknya. Ini bukan sesuatu yang pantas kau pegang." Jelas Chavire dengan ekspresi serius.
"............" Hanya saja Als tiba-tiba jadi terdiam saat melihat kemarahan dari Chavire, benar-benar terlihat olehnya.
'Kenapa dia jadi diam?' Pikir Chavire, saat dirinya kembali memasang cincin ke kalungnya? Tidak...tapi dia pasang di jari kelingkingnya. Dia lakukan agar tidak ada yang merebut dari dirinya, termasuk di curi oleh perempuan ini.
"Ya sudah, jika tidak mau mengabulkan permintaanku." Jawab Als dengan nada lemah. Dia pun mengabaikan reaksi wajah Chavire yang terlihat sedang marah itu, hanya gara-gara sesaat tadi sempat mengambil cincin yang ada di kalung yang Chavire pakai.
Padahal...
TAP...TAP....TAP....
Als memutuskan berjalan pergi dari sana, meninggalkan Chavire, lalu di ikuti Lena yang sama-sama kebingungan.
"Nona?" Bisik Lena. "Anda masih Nona Als kan?" Tanya Lena mengkonfirmasi tebakannya.
Tanpa melihat ke arah lawan bicaranya, Als sedikit melirik ke bawah sambil menatap tangan kanannya yang sesaat tadi memegang cincin yang dimiliki Chavire. "Memangnya aku akan jadi siapa lagi? Selama ada aku disini, tubuh ini tidak akan pernah bisa dirasuki oleh siapapun atau apapun itu."
"Tapi kenapa anda berakting seperti itu?" Lena juga penasaran, karena akting dengan ekspresi yang Als buat itu benar-benar persis saat Alstrelia yang asil merungut sedih jika ada sesuatu tidak sesuai dengan kehendaknya, dan Als tadi melakukan hal yang sama dan yang sering Alstrelia yang asli lakukan.
"Aku hanya mencoba hal yang aku lihat di dalam kepalaku sesaat tadi, gara-gara si kutu itu menciumku. Jadi aku ingin lihat reaksi wajah kalian saat aku berakting seperti tadi. " Jelas Als.
Sebenarnya ketika dirinya memegang cincin pemberian Alstrelia yang asli kepada Chavire itu, dia sempat melihat banyak kilas masa lalu dari cincin yang sudah Alstrelia gunakan dari kecil.
Maka dari itu, dirinya jadi tahu dan mengerti cara untuk berekspresi demikian. Namun, dia memiliki satu hal lain yang dia dapatkan saat memegang cincin barusan, yaitu...
'Ternyata begitu ya...dia memiliki kekuatan Prophet Art.' Als pun menutup separuh wajah bagian bawahnya.
Sebab dirinya akhirnya tahu, alasan kenapa Alstrelia yang asli, di buru oleh seseorang untuk segera di bunuh.
__ADS_1
Karena keberadaannya adalah hal yang cukup mengancam mereka.