
"Apa yang sudah kalian lakukan kepada atasanku!" Kata perempuan ini dengan nada tegas.
Setelah mereka semua melihat sosok dari perempuan ini, Vera langsung turun dari gendongannya Chavire, setelah itu Chavire, Vera, dan Alrescha pun menatap perempuan asing yang baru mendarat itu dengan tatapan waspada.
"Apakah kalian bisu?" Tanya perempuan itu dengan delikan mata yang cukup tajam.
Tetapi setelah mereka melihat pakaian yang dikenakan oleh perempuan tersebut sama persis dengan apa yang dipakai oleh Alstrelia, mereka langsung menurunkan sikap waspada itu.
Salah satunya adalah Alrescha, yang langsung mengerti siapa perempuan yang ada di depan sana.
'Dia yang barusan meneraki komandan, apakah maksudnya adalah dia?' Sudut matanya mencari sosok Alstrelia yang masih terbaring dengan cukup nyaman di atas Gimmick itu.
'Siapa lagi wanita ini? Pakaiannya sama dengan apa yang di pakai oleh wanita itu,' Charles juga sama-sama di buat untuk berpikir, siapakah perempuan yang ada di depan mereka? Apalagi setelah melihat kedatangan perempuan tersebut adalah dari atas.
Maka ada kemungkinan besar juga, bahwa kemampuan yang di milikinya itu cukup patut di waspadai.
'Wah..wah...wah, bahenol juga manusa perempuan ini. Andai saja aku berada di tubuh laki-laki, aku mungkin sudah membuat dia menjadi milikku,' Batin Vera saat melihat penampilan dari manusia asing yang baru saja datang dengan cukup mengejutkan itu, sebab membuat dirinya mendapatkan sebuah gangguan untuk makan malam.
'Siapa lagi ini? Apakah dia teman dari Alstrelia yang ini? Melihat pakaiannya juga sama, berarti memang benar.' Chavire pun mengiyakan atas pemikirannya tadi.
Melihat Alrescha, Chavire, Charles, dan Vera hanya diam sambil memperhatikannya saja, secara perempuan tersebut pun jadi emosi.
"Hei! Kenapa kalian diam saja?! Diam itu terkadang kejam lo!" Seru perempuan ini, tidak suka di perdiam oleh semua orang.
Merasa kesal dengan suasana hening yang terjadi diantara mereka semua, perempuan ini yang tidak lain adalah Elda langsung mengeluarkan tongkat sepanjang dua puluh centimeter dari saku yang dia miliki di dalam rok nya.
Dan apa lagi setelah melihat sosok perempuan yang sangat Elda kenal sedang terbaring di atas Gimmick, secara Elda pun semakin marah.
Elda berpikir kalau apa yang sudah Elda ketahui bahwa Alstrelia mati? Membuat Elda semakin terpacu untuk melawan mereka berempat.
__ADS_1
Tongkat kecil berwarna hitam miliknya pun Elda genggam dengan erat, dan setelah itu cahaya berwarna merah muncul dari ujung tongkat kecil dan membentuk sebuah pedang yang siap untuk digunakan melawan mereka berempat.
'Jadi kalian yang membuat komandan jadi seperti itu? Maka aku akan balas kalian!' Benak hati Elda, dia pun mengangkat pedang miliknya dengan posisi lurus ke arah atas.
"Jika yang kau maksud itu adalah dia, dia hanya kel-" Sayangnya kalimat yang hendak Alrescha katakan, langsung di sela oleh Elda.
"Jangan beralasan!"
SYUHT..
Elda berlari melesat kearah Alrescha lebih dulu , "Pasti kalianlah yang membuatnya seperti itu!" Kata Elda dengan lantang sambil memposisikan pedangnya dari kiri ke arah kanan.
"Ucapanmu tidak sepenuhnya salah juga sih." kata Alrescha dengan wajah tenang.
Elda yang sontak nama miliknya tiba-tiba saja terucap oleh pria di depannya itu, maka hal itu berhasil menyadarkan Elda, kalau pria yang ada di depannya itu adalah laki-laki yang dia sukai!
"Alrescha?!" Ucap Elda. Serangan yang hendak dia berikan kepada pria itu pun langsung Elda batalkan. Pedang yang tadi terbuat dari cahaya berwarna merah itu juga langsung menghilang, lalu saat sudah berada di jarak dua meter dari depan Alrescha, Elda langsung berjalan cepat menghampiri Alrescha.
Alrescha yang tiba-tiba saja mendapatkan ancaman yang lebih mengerikan daripada mendapatkan serangan fisik, berniat untuk mundur ke belakang, tetapi di sebabkan hati Elda sudah lebih dulu merasakan kebahagiaan bisa bertemu dengan pria itu, dia pun buru-buru meraih dasi Alrescha, dan...
"Alrescha!"
GREP....
Satu pelukan itu membuat wajah Alrescha langsung mendarat di depan dada Elda yang cukup berisi.
"Akhirnya aku menemukanmu, sayangku."
'Huekkk...' Vera, dan Chavire sama-sama jadi merasa mual dengan ucapan yang keluar dari mulut Elda yang benar-benar terdengar cukup manja.
__ADS_1
'Wah..pemandangan apa ini? Wanita itu langsung memeluk wajah tembok itu,' batin Vera.
'A-apaan ini? Kenapa dia bisa tahu namaku?' Terkejut Alrescha saat tiba-tiba dirinya mendapatkan pelukan mendadak dari seorang perempuan asing. 'Dan ini...cukup sesak!' Racau Alrescha ketika wajahnya benar-benar seperti akan tenggelam, karena mendapatkan pelukan dari seorang wanita yang memiliki tubuh apalagi dada yang cukup berisi seperti Elda saat ini. "Lepaskan," Perinta Alrescha, sedang mencoba melepaskan diri dari pelukan yang di lakukan oleh Elda ini.
"Tidak. Aku sudah lama ingin memelukmu seperti ini, Alrescha." Jawab Elda dengan wajah bahagia.
Mana ada orang yang tidak bahagia ketika orang yang benar-benar di sukainya sekarang sudah ada di depan matanya. Dan karena tidak mau meninggalkan kesempatan yang ada, tentu saja Elda langsung menangkap dan memasukkannya ke dalam pelukan menggodanya.
"Dan kau...bnear-benar tampan seperti yang aku duga." Imbuh Elda, sambil mengelus-elus kepala Alrescha, seolah pria itu adalah anak yang ingin di manja dengan elusan kepala.
".................." Tapi sayangnya, karena Alrescha tidak ingin mengingat momen yang sudah berlalu itu, segera menodongkan pedang miliknya dari belakang Elda.
"Kau yakin ingin melukaiku, atau bahkan membunuhku?" Lirik Elda terhadap pedang Es yang sudah bersiap pada tempatnya, hingga tengkuk Elda pun benar-benar sudah tersentuh dengan ujung pedang yang cukup dingin, bahkan rasa dingin itu sampai menembus masuk ke dalam tulang.
Padahal hanya tersentu saja, tapi bisa mendapatkan efek setajam itu?
Tapi karena sadar dengan tujuannya itu, Elda pun langsung melepaskan pelukan itu, dan langsung berbalik, meilhat ke arah komandannya yang sedang terbaring di atas senjata Gimmcik itu.
"Hahh~ " Alrescha yang sudah di lepaskan dari pelukannya Elda, langsung menghela nafas kasar, sambil melihat Elda sedang berjalan ke arah Alstrelia. 'Apa-apaan dia, baru muncul langsung datang memelukku. Dan dia...memanggilku sayang? Kenapa bulu kudukku jadi bisa berdiri mendengar kalimat itu keluar dari mulutnya? Tapi...dari mana dia tahu namaku? Apakah karena Alstrelia memberitahunya?'
".............." Dengan langkah sedikit cepat, Elda benar-benar menghampiri Alstrelia dengan raut wajah yang cukup khawatir.
Bagaimana tidak khawatir, jika data yang dia terima di pusat informasi mengatakan kalau Alstrelia sudah tiada.
Tapi demi membuktikan hal itu, Elda pun langsung memeriksa kondisi Alstrelia saat ini.
Dari nafas, denyut nadi, dan mata?
".................?" Saat itulah dia menyadari penyebab Alstrelia saat ini terbaring begitu saja tanpa ada kewaspadaan sama sekali, sebab, "Kalian mempergunakannya sampai batas apa, sampai jadi seperti ini?" Tanya Elda.
__ADS_1
Tentu saja mereka semua langsug terpegun dengan kalimat yang keluar dari mulut perempuan asing itu.