
“Nona?” Panggil Lena melihat Alstrelia menoleh ke belakang, atau lebih tepatnya kearah jendela.
Alstrelia bergeming di tempatnya, tidak menghiraukan panggilan Lena dan justru tetap menatap seekor burung yang bertengger di salah satu batang pohon yang ada di depan sana.
Cip.
“...................” Alstrelia malah memutar tubuhnya ke belakang menghadap ke jendela dan berjalan ke arah sana.
Ia terus menatap lurus burung itu tepat sampai kematanya. Ia awalnya hanya melihat warna mata burung itu berwarna kuning, tapi Alstrelia terus fokus sampai ia benar-benar melihat ke arah retina matanya yang berwarna hitam.
Sebuah gambaran muncul didalam kepalanya. Gambaran dari suatu kamar milik seseorang. Tetapi karena posisi dari pemilik mata itu sedang menunduk kebawah, maka Alstrelia hanya melihat ke arah lantai dengan karpet berwarna biru.
Alstrelia menggeleng pelan kepalanya.
“...................” Alstrelia segera menyadarkan dirinya sendiri setelah tidak mendapatkan apapun, kecuali ada satu orang yang benar-benar sedang mengawasinya melalui perantara burung kenari itu.
“Nona, jangan pergi ke jendela, nanti jika ada yang melihatnya bagaimana?” Lena buru-buru memberinya peringatan sambil menyampirkan handuk kimono ke sepasang bahu Alstrelia.
Alstrelia pun berbalik, ia hanya memendam rahasianya itu bahwa memang benar ada yang mengawasinya dari jauh.
Siapa itu?
Yang pasti suatu saat nanti akan ketahuan.
“Lena, bantu aku keramas.” Alstrelia akhirnya memberikan perintah pertamanya untuk melakukan sesuatu pada tubuhnya.
“Iya, Nona.” Lena tentu saja dengan senang hati akan melakukannya, karena sejatinya ia memang sudah sering melakukannya untuk membantu nona nya mandi.
Memasuki kamar mandi, Alstrelia menanggalkan handuk dari dari bahunya, lalu perlahan ia masuk ke dalam bathup.
Berbeda seperti hari-hari biasanya, kali ini ia berendam di dalam air yang sudah dicampur dengan wewangian.
Wangi dari aroma bunga wisteria bercampur dengan kabut tipis dari air hangat langsung menyelimuti seluruh area kamar mandi. Untuk pertama kalinya, Alstrelia merasakan ketenangan yang belum pernah dia dapatkan selama ini.
Lena yang menyiram air untuk membasahi rambut hitamnya pun semakin membuat Alstrelia semakin masuk kedaam kenyamananya.
‘Aku rasa aku bisa tidur sebentar.’ pikir Alstrelia.
____________________________
“Ini dari siapa? Aku merasa tidak pernah memesannya dari madam.” tanya Alrescha. Ia bingung untuk pertama kalinya ada yang memberikannya satu stel jas dengan desain memiliki banyak perpaduan antara putih, hitam dan biru.
__ADS_1
Jas nya memang berwarna putih, tapi di kedua ujung lengannya berwarna biru muda, dibagian kerah memiliki warna atas hitam dan bawahnya juga biru.
“Apa anda yang mendesain ini?”
“Tidak, saya hanya tinggal membuatnya atas suruhan dari Nona Alstrelia.” Jawab madam luna.
“Dia yang mendesainnya?” Alrescha tetap kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh madam Luna.
Tapi Alrescha juga paham sendiri, bahwa adik penggantinya itu memang memiliki deretan banyak misteri. Dari asal, umur, tujuannya mau menggantikan posisi adiknya, semuanya masih belum terungkap dengan jelas.
Tetapi karena sudah menjadi miliknya, Alrescha kemudian memakainya saat itu juga.
"Wah, ukurannya pas." Madam Luna langsung memuji serta ikut terpesona dengan penampilan baru dari Alrescha berkat pakaian yang dijahitnnya ternyata benar-benar pas dengan tubuh milik Alrescha yang cukup Atletis itu.
Hal tersebut menambah kesan bagi Alrescha yang akan terlihat seperti bintang utama setelah adiknya sendiri.
‘Nona ternyata membuatnya agar bisa terlihat seperti berpasangan.’ Madam Luna akhirnya menyadarinya juga.
"Bagaimana bisa pas seperti ini?"
"Apa Tuan tidak memberitahu ukuran anda pada Nona?"
"Aku tidak pernah memberitahu ukuran tubuhku padanya."
Oh ya, anda juga harus bersiap kan? Kalau begitu saya undur diri dulu, karena saya ingin melihat penampilan dari Tuan putri kita, Nona Alstrelia.”
KLEK.
“Dia-” ikut masuk dalam rasa penasarannya juga, Alrescha jadi buru-buru kembali ke kamarnya.
Madam Luna yang belum pergi jauh hanya terkekeh melihat kepergian Alrescha yang terburu-buru seperti akan ketinggalan siaran langsung.
‘Dia ternyata bisa bertingkah seperti itu juga. Tapi aku rasa, ada yang sedikit berubah darinya.’ pikir madam Luna. Ia kembali melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke mansion sebelah. Meskipun, terasa jauh, tapi baginya itu tdiak begitu dipermasalahkan, karena yang akan dia lihat nanti adalah wanita dari tokoh utamanya akan muncul di depan matanya lebih dulu. ‘Ayo, kita lihat Tuan putri kita yang cantik jelita penuh siasat itu.’
_________________
Lena dengan cekatan mengurus majikannya itu untuk menjadi cantik.
Dari rambut yang sudah kering, Lena menyisirnya dengan penuh perasaan, setelah rapi Lena yang memiliki penilaian bahwa rambut hitam panjang milik Alstrelia memang sepantasnya di gerai, maka Lena sedikit mengepang rambut itu di sisi kanan dan kiri, lalu menyatukannya di bagian belakang.
Dari situlah semua aksesoris dimulai untuk melekat di setiap tubuh milik Alstrela.
__ADS_1
“Nona memang pada dasarnya cocok dengan warna biru, jadi semua ini akan cocok dengan anda.”
Alstrelia hanya meliriknya sekilas dan kembali memejamkan matanya. “Lakukan apa yang ada. Lalu apa kau sudah menyiapkannya di dalam kereta kuda?”
“Sudah nona.”
___________________
“Kira-kira apa jadinya ya? Aku sangat tidak sabar melihatnya.” Serena terus bergumam dalam balutan lautan rasa penasarannya.
Madam Luna hanya memperhatikan tingkah was-was dari asistennya yang terlihat menghibur itu.
“Jadinya adalah seperti ini.” sebuah suara langsung menarik segala pemikiran dari mereka berdua.
TAK...TAK….TAK…
Madam Luna dan Serena langsung berbalik ke belakang, lalu dalam sekali lihat mereka berdua langsung diberikan sebuah pemandangan luar biasa ketika sepatu biru itu sudah terpakai di kaki jenjang dan putih milik Alstrelia yang langsung dipadukan dengan pakaiannya.
“Nona!” Serena dengan mata berbinar berlari kecil dan menghampiri Alstrelia yang sedang berjalan menuruni anak tangga.
Hiasan rambut yang berupa tiara, tapi Alstrelia pakai layaknya bandana.
Panggilan nona selalu diucapkan untuk mereka jika berada di kawasan kediaman Fisher, sedangkan diluar mereka kaan merubah nama panggilannya, karena itulah aturan yang diinginkan oleh Alstrelia yang asli.
Tapi karena Alstrelia yang asli tidak pernah sekalipun keluar di depan banyak orang, maka mereka sering memanggilnya nona.
Tapi yang ada di depan mereka semua sudah bukan lagi nona, karena sosok Alstrelia dengan penampilan memukaunya itu akan menjadi keberadaan yang dijuluki tuan putri oleh banyak orang.
“Ternyata dengan pakaian apapun, anda tetap saja punya penampilan yang bisa menarik perhatian banyak orang.” Ujar madam Luna. “Tapi-”
“Sesuatu yang menarik pasti akan datang.” sambung Alstrelia atas perkataan madam Luna yang sempat menggantung tadi.
Alstrelia tetap menegakkan kepalanya dan memandang lurus ke depan, selagi itu juga tangan kanannya terulur ke samping.
Lena yang mengetahui isyarat itu, segera memberikan sebuah anting, dan Alstrelia memakainya sendiri.
__ADS_1
“Perhiasan ringan tapi sangat cocok.” Puji madam Luna melihat anting yang baru pertama kali ia lihat dan dengan cara pemakaian yang terbilang sangat mudah, bahkan untuk wanita yang belum punya lubang tindik, itu bisa tetap dipakai.