Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
43 : Alstrelia


__ADS_3

WUSHH…~


Angin yang datang itu membawa para burung untuk terus terbang bebas di angkasa, menyusuri hutan yang lebat itu. 


Cip…


Salah satu burung ini mendarat di salah satu pohon. 


“....................” sebuah tatapan milik orang ini sedang mengamati target yang berhasil kabur, membuat orang berjubah hitam ini berbalik dan langsung melompati satu pohon ke pohon lainnya demi pergi mengikutinya wanita yang menjadi incaran nya itu.


SYUHT…..


SYUHT……


SYUHT….


‘Ketua bilang dia tidak memiliki kemampuan apapun, tapi kenapa gadis itu bisa naik kuda?’ pikir pria ini. Dia masih berlari melompati semua pohon yang dia lewati untuk menyusul Alstrelia. ‘Sebaiknya aku bereskan saat ini juga sebelum dia sampai.’ 


Setelah kiranya sudah begitu dekat, pria misterius ini menghentikan langkah kakinya. Dengan busur panah yang dia bawa, tangan kirinya pun kembali dia rentangkan kedepan dan mulai mengambil anak panah kecil yang diletakkan di tas kecil yang terikat dengan ikat pinggangnya. 


“......................” Ketika menarik tali busurnya, anak panah berukuran jari orang dewasa itu berubah ukuran menjadi ukuran normal. ‘Alstrelia, aku harus mendapatkanmu demi tugasku.’ setelah berpikir demikian, pria ini melepaskan anak panahnya.


SYUHHT… ------------->


Dengan cepat, anak panah ini pergi menuju dimana sekarang Alstrelia berada. 


Alstrelia yang sedang mengendalikan kudanya untuk terus berlari, tiba-tiba tepat diatasnya ada sebuah lingkaran sihir, dan sesuatu layaknya salju langsung turun.


NGIIKKK!


“Kyyaa..!” teriak Lena dengan ekspresi wajah ketakutan. 

__ADS_1


Apalagi kini kuda yang Alstrelia dan Lena naiki langsung bereaksi aneh, bahkan sampai kuda itu meronta dan tiba-tiba berdiri dengan kedua kaki.


Alstrelia yang baru saja mengalami hal seperti itu dengan hewan, langsung dibuat panik juga bersamaan dengan Lena.


Hingga akhirnya dua wajah panik dari dua orang yang menunggangi kuda segera terjatuh.


BRUKHH!


_____________________________


PRANK…!


“....................?!” Alrescha yang hendak mengambil gelas, tanpa sengaja gelas itu terlepas dari tangannya.


“Alrescha, kelihatannya kau terlalu lelah.” ucap Chavire kepada Alsrescha yang sudah memasang raut wajah berpikir. 


Tanpa menunggu perintah, gelas yang pecah tadi langsung dibersihkan oleh seorang pelayan.


Chavire yang melihat kesan Alrescha yang benar-benar ingin lebih dahulu pulang, membuat Chavire melambaikan tangan untuk memerintahkan satu orang pelayan pergi mendekat. 


“Aku izinkan kamu pulang, tapi bawa ini juga.” Chavire menyerahkan sebuah amplop kepada pelayannya, dan si pelayan wanita tersebut segera memberikannya kepada Alrescha. “Sebentar lagi adalah ulang tahun perayaan berdirinya kekaisaran, aku menambah satu undangan lagi agar tuan putri Alstrelia juga datang bersamamu. Aku ingin melihatnya lagi.”


“Ini tuan.” pelayan ini menyodorkan amplop yang diletakan di atas nampan ke arah Alsrescha.


“.................”Awalnya Alsrescha ragu untuk mengambilnya. Tetapi karena melihat mereka semua sedang menatap ke arahnya, termasuk Chavire sendiri, maka mau tidak mau Alrescha mengambil undangan tersebut. “Terima kasih yang mulia, saya akan memberikan undangan ini kepada adik saya. Tapi-” Alrescha langsung berbalik badan dan kembali berkata : “Mau adik saya menerima undangan ini atau tidak, itu tergantung keinginannya, jadi jangan mengharapkan hal yang tidak pasti ini yang mulia.”


“Ya~ Aku mengerti maksudmu.”


“Kalau begitu saya permisi.” kata Alrescha, tanpa melihat lawan bicaranya terus saja menatap ke arahnya dengan senyuman yang terus saja mengembang, terus pergi begitu saja.


"...................."

__ADS_1


"Kenapa anda melakukan itu?"


"Ada apa Marques Devan? Apakah aku salah jika mengajak adiknya? Daripada terkurung di mansion terus, bukankah akan lebih bagus untuk membuatnya keluar dan berteman dengan lady lain yang seumuran dengannya? Dia itu putri kedua di kerajaan ini, jadi setidaknya dia harus menunjukkan wajahnya ke orang lain agar dia tidak terlupakan." Jelas Chavire.


Dia sama sekali tidak peduli soal apa yang akan terjadi di pesta, karena tujuan utamanya adalah membuat kedua dua saudara kembar itu datang keacaranya, mengingat keluarga Alrescha adalah bangsawan terhormat nomor dua setelah kaisar.


DREEKK…


Suara dari kaki kursi yang berderit segera menghancurkan suasana yang penuh dengan ketegangan.


“Kalian lanjutkan saja sarapan kalian.” tutur Chavire sebelum pergi meninggalkan mereka semua. 'Alstrelia, perempuan itu kan?'


______________________


KLOTAK….KLOTAK…..KLOTAK……


Kereta kuda dengan lambang keluarga Duke Fisher, segera pergi meninggalkan istana.


Arsela yang melihat kepergian dari tunangannya, hanya menatapnya dengan tatapan datar.


“Nona, kenapa anda tidak ikut dengan tuan saja, dengan begitu, anda akan tahu kenapa tuan duke pergi dengan terburu-buru.” ujar seorang pelayan yang sedang berdiri di belakang Arsela persis, dan sama-sama melihat kepergian dari Alsrescha.


“Sebagai kakak, dia pasti merasakan sesuatu yang terjadi kepada adiknya. Bukankah memiliki hubungan darah seperti mereka berdua selalu membawa mereka dalam ikatan batin yang tidak bisa dipisahkan entah sejauh apapun itu.” 


“......................” pelayan ini hanya diam sambil memperhatikan ekspresi wajah dingin milik Arsela yang sangat jelas.  


“Sena, apa kau sudah menemukan itu?” tanya Arsela, dan masih belum bisa mengalihkan pandangannya ke arah kereta kuda yang sudah keluar dari gerbang utama istana.


“...........................” Sambil menunduk, Sena menjawab, “Saya memohon kepada anda untuk memberikan saya waktu lagi. Saya pasti akan segera menemukan barang yang anda inginkan.”


“........................” Arsela kemudian berbalik dan memperhatikan Sena yang menunduk memohon kepadanya untuk memberikannya waktu untuk sebuah tugas yang sudah Arsela berikan kepada Sena. “Ini tidak terlalu buru-buru, tapi aku mengharapkan kau bisa menemukannya lebih cepat. Kau tahu maksudku kan?” 

__ADS_1


“Iya nona.” jawab Sena, masih mempertahankan posisinya untuk terus menunduk ke arah Arsela yang sudah berjalan pergi meninggalkannya. 


__ADS_2