Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
176 : Alstrelia : Tubuhku


__ADS_3

TAP...TAP...TAP....


Langkah Chavire begitu cepat dan lebar. Dia tentunya ingin segera sampai ke tempat tujuannya, yaitu, ...


KLEK..


"Reva,"' Panggil Chavire, setelah memasuki kamar Reva tanpa sebuah permisi dari ketukan pintu dulu.


"Mphh...!"


"A-apa yang sedang kalian berdua lakukan di siang bolong seperti ini?" Tegas Chavire saat melihat adik tirinya itu justru sedang diberikan stimulan oleh tubuhnya sendiri, tubuh yang saat ini dirasuki oleh jiwa milik Charles itu.


Chavire masuk kedalam kamar Reva, bukannya sedang tidur atau makan, tapi sedang makan mulut dengan mulut.


"Lalu kau, jangan menggunakan tubuhku untuk melakukan hal itu, apalagi kepada Reva." Tuntut Chavire sambil menunjuk pada sang tersangka, yaitu Charles.


Saat ini Charles sedang memangku tubuh Reva dan di tengah siang bolong seperti ini, melihat tubuhnya sedang melakukan hal menyenangkan dengan menggunakan tubuhnya bersama dengan Reva, sebenarnya membuat hati serta matanya jadi terasa sakit.


Sebab Chavire jadi melihat dirinya sendiri sedang melakukan hal yang tidak sepantasnya di lakukan oleh seorang kakak kepada adiknya.


Dan lagi, Chavire merasa nahas, karena tubuhnya sudah tidak lagi bersih, Chavire tidak bisa kembali ke tubuhnya, serta membuat Chavire tidak bisa menggunakan tubuhnya untuk bisa bersama dengan Alstrelia nanti.


Reva dan Charles segera mengalihkan perhatian mereka berdua kepada satu orang yang terlihat lesu, tapi juga nampak seperti orang yang sedang marah.


"Ada apa? Dia saja mau, kenapa tidak boleh?" Tanya Reva.


"Kau tanya kenapa?!" Kesal karena Reva bersikap seperti orang yang tidak paham dengan maksud yang Chavire ucapkan, Chavire langsung berbalik sambil membanting pintu dengan cukup keras.

__ADS_1


BRAKK....


"...........!" Reva sendiri sejujurnya sudah terkejut dengan kamarahan yang terpampang jelas di wajah milik Cahvire alias kakaknya itu, dan bertambah terkejut ketika pria itu ternyata benar-benar marah sampai pintu yang tidak bersalah itu berhasil menjadi pelampiasannya.


"Tahu salah, tapi masih mau melakukannya denganku." Cibir Charles, menyka bibirnya yang saat ini sudah ada noda bekas lipstik merah yang digunakan oleh Reva, sebab beberapa waktu tadi, dia gunakan waktunya untuk memuaskan keinginan dari vampir kecil ini untuk mendapatkan ciuman dari tubuh yang Charles gunakan itu.


"Biarkan. Lanjutkan lagi," Kata Reva, memilh untuk tidak menggubris kemarahan yang sedang di miliki oleh Chavire itu, dan meminta Charles agar bisa memuaskannya lagi.


"Bibirmu tidak seenak Arsela."


"Kau tidak ada hak untuk menolak, karena sekarang kau adalah milikku sepenuhnya." Balas Reva di detik itu juga. "Mau aku di banding-bandingkan dengan kekasihmu yang sudah mati itu, aku tidak akan peduli. Lakukan saja perintahku tadi. Lanjutkan." Ucap Reva lagi.


"............" Charles yang tidak bisa menolak perintah dari Reva itu pun kembali menarik belakang kepala Reva agar bisa lebih dekat lagi, dan Charles pun kembali mendaratkan bibirnya di atas bibi Reva itu.


Tautan yang begitu lembut, hangat, mereka berdua rasakan.


Reva yang tidak mau hanya mendapatkan ciuman saja, menarik tangan kanan Charles untuk menyentuh dadanya. Alias memasukkan tangan itu kedalam pakaiannya lewat atas dan untuk mengambil aset miliknya yang lumayan berisi itu untuk di*emas.


____________


Sedangkan Chavire sendiri, dia berjalan dengan ekspresi sedatar datarnya. Moodnya benar-benar sudah hancur saat dia melihat tubuhnya sendiri di buat permainan oleh mereka beruda, tidak...tapi mereka bertiga, yaitu Charles, Arsela dan sekarang Reva.


Dia tidak akan tahu kalau akhir dari nasibnya adalah melihat tubuhnya itu justru di gunakan untuk hal seperti itu.


Padahal harapan yang pernah Chavire pikirkan itu adalah bisa hidup bersama dengan Alstrelia dengan tubuh itu.


Tapi semuanya sudah tidak ada lagi, sebab sekarang saja dirinya terjebak di tubuh milik Charles, yang notabene nya adalah orang asing juga.

__ADS_1


Dan sekarang, Alstrelia yang asli saja belum bisa di temukan, bertambah frustasilah Chavire.


"Apakah Alstrelia akan menerimaku dengan kondisi tubuh yang aku gunakan ini?" Guma Chavire, di tengah-tengah dia berjalan dengan langkah kesalnya, karena harus melihat tubuhnya benar-benar di gunakan untuk pelampiasan nafsu oleh Charles. "Tapi-, jika ak ukesal dan kabur seperti ini, aku akan mendapatkan apa? Jelas aku tidak akan mendapatkan apa pun." Imbuhnya.


Akhirnya Chavire berhenti melangkah. Dia menatap tangan kanannya sendiri, tekad dia untuk bisa bertemu dengan Alstrelia yang asli adalah satu tujuan awal, Chavire pun akhirnya punya tujuan itu lebih dulu.


'Ya..iya. Hal yang harus aku lakukan tentu saja menemukan Alstrelia yang asli lebih dulu, nanti langkah berikutnya bisa di atur setelah aku bertemu dengannya.' pikir Chavire.


GREP..


Chavire pun mengepalkan tangan kanannya dengan kuat, dia akhirnya menyadari satu hal itu lebih dulu, agar semua pikiran tadi Chavire lakukan belakanga, sebab yang paling utama adalah Alstrelia yang asli.


Dan satu harapan itu ada pada Alstrelia palsu yang sedang tiduran santai menikmati perannya itu.


'Karena itu, aku harus bertemu dengan Reva lebih dulu.' Niat itu pun kembali muncul, dan membuat Chavire berjalan balik untuk menemui dua pemuda yang sedang asik bermesraan, sekalipun Chavire harus menerima kenyataan pahitnya, sebab yang di jadikan bahan untuk senang-senang oleh Reva adalah tubuh dari kakakknya sendiri.


___________


"Hachumm..!" Bersin Alstrelia di saat dia sedang duduk dan rambutnya sedang di sisir oleh Elda.


"Kenapa orang seperti koman bisa bersin?"


"Kau kan punya hidung, aku sendiri punya hidung, memangnya jika hidungmu tidak gatal tidak akan bersin?" Tekan Alstrelia kepada Elda dengan tatapan penuh selidik.


"I-iya..maaf." Elda jadi merasa bersalah karena menanyakan hal yang tidak berguna pada atasannya sendiri yang memang sama-sama seorang manusia, namun perbedaan diantara mereka berdua jelas ada.


Jika dirinya, Elda hanyalah bawahan, maka Alstrelia adalah sang atasan yang menyandang sebagai majikan, Bos, Komandan, sekaligus putri.

__ADS_1


"Dari pada kau mengucapkan minta maaf tidak berdasar seperti itu, katakan, bagaimana kau bisa sampai kesini? Walaupun aku berpikir, ini pertanyaan kedua kalinya untukmu, tapi aku dan sisi lain dari aku ini, aku tidak mengingatnya sama sekali. Jadi jawab itu lagi untukku." Perintah Alstrelia kepada Elda, agar Elda kembali menjawab pertanyaan yang sebenarnya sudah lama ingin di tanyakan kepada sahabatnya ini, sekaligus anak buahnya ini.


"Iya..iya...aku akan menjawabnya." Tangan kanannya pun kembali menyisir rambut milik Alstrelia yang punya daya tarik sendiri sebab panjang, berwarna hitam, lembut, juga rambut yang mudah untuk di atur, sebab setiap kali Elda menyisir rambut milik Alstrelia ini, Elda sama sekali tidak menemukan rambut milik atasannya ini kusut.


__ADS_2