Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
190 : Alstrelia : Hukumanmu


__ADS_3

Dan akhirnya hal itu membuat Elda jadi terlempar dengan kuat.


Namun sebelum tubuhnya jatuh karena lemparan yang di lakukan oleh Charles tadi, Elda sudah mereflekskan tubuhnya, sehingga Elda tidak tadi jatuh, dan yang ada, justru adalah Elda mendarat dalam posisi berlutut lalu terseret ke belakang hampi sejauh lima meter.


"Ternyata kau bisa kasar juga, dengan wanita." Ucap Elda sambi menekan ke lima jarinya menggunakan tangannya secara bergantian, hingga suara yang yang dihasilkan cukuplah menjadi pertanda kalau Elda semakin serius dengan duel satu lawan satu.


"Tentu saja, jika tidak seperti itu, akulah yang akan kalah dan dimanfaatkan." jawab Charles dengan serta merta.


"Ha~" Elda tersenyum mencibir. " Bukannya kau sudah kalah oleh seorang Vampir kecil." Senyuman mengejek itu di sertai dengan jari telunjuknya yang di tunjuk langsung ke arah Charles yang akhirnya kehilangan muka, karena tidak bisa menyangkalnya.


"Hanya seorang vamipir, apa masalahnya? Sini." Charles mengangkat tangan kanannya, dan menggerakkan kedua jarinya untuk menjadi kode kepada Elda agar segera maju.


"Ok, aku akan kesana sekarang-?!" Elda sudah bersiap untuk menumpukan salah satu kakinya untuk melesat pergi ke arah depan dengan kekuatan miliknya, tapi hasilnya Elda berlari cepat, tidak bisa menggunakan kekuatannya."Koman! Kenapa koman tidak memperbolehkanku memakai Gate?" Tanya Elda dalam pikirannya yang tersampaikan secara langsung dengan pikiran milik Alstrelia.


"Elda, simpan kekuatanmu yang berharga itu. Gate itu hampir setara dengan Teleportasi. Jangan hanya karena pertarungan jarak dekat seperti itu, kau menggunakan sihirmu.


Apalagi di depan Charles, jika dia tahu, yang ada dia suatu saat akan memanfaatkanmu.


Kau itu, punya tubuh bahenol, dia kelihatannya suka dengan kau juga, sekalipun sudah bercumbu dengan tunangannya Alrescha, si Arsela itu tetap saja kau harus waspada dengan laki-laki itu." Jelas Eldania.


"*Apa?! Dia-dia..tubuh itu sudah di nodai karena has*rat terpendam itu dan menggunakannya untuk melakukannya dengan tunangan palsu Alrescha itu?! Ok, aku akan hajar dia habis-habisan sampai dia bertekuk lutut kepadaku, apalagi tubuh milik Chavire yang berherga itu jadi digunakan seperti itu. Ini tidak bisa di biarkan, bagaimana dengan adiknya Alrescha nanti kalau dia tahu ini? Aku akan berbuat sesuatu padanya*!" Dengan semangat di taburi bumbu amarah yang dimilikinya, Elda pun dengan sunngguh-sungguh melawan Charles.


Sekalipun tidak diperkenankan menggunakan sihir oleh Alstrelia, tapi Elda juga cukup yakin dengan kemampuannya sendiri dalam menghadapi Charles dengan tangan kosong.


Dengan begitu, pertarungan antara Charles dan Elda pun di mulai dengan serius.


Elda melayangkan tinjunya dengan tangan kanan, tapi Charles dapat menghindarinya dengan sedikit memiringkan kepalanya ke arah kanan.


Setelah itu Elda pun melayangkan tendangannya dengan menargetkan pinggang Charles. Akan tetapi Charles mampu menghindarinya juga.


Tapi tidak hanya sampai di situ saja serangan yang dilakukan oleh Elda kepada Charles, sebab Elda di waktu yang sama juga, dia langsung berjongkok dan merentangkan satu kaki kirinya yang kemudian dia gunakan untuk menjegal kaki Charles.


Tapi lagi-lagi Charles bisa menghindarinya dengan melompati arah datangnya kaki Elda yang jenjang itu.

__ADS_1


Namun memangnya cuma itu saja yang bisa Elda lakukan?


"Kau cukup berusaha keras sekali melawanku, apa sebegitu sukanya kepadaku?" Ledek Charles dengan semua serangan yang dilakukan oleh Elda kepadanya itu.


"Ya, aku suka menghajarmu, Charles." Serangan lanjutan dari posisinya yang masih berjongkok itu membuat Elda cepat-cepat mengangkat tubuhnya dengan kedua tangannya, kedua kakinya pun dia lebarkan di udara, dengan kedua kaki terbuka lebar seperti itu, maka salah satu dari ujung kakinya pun..


BUAKH...


Charles mendapatkan serangan, akan tetapi serangan yang diberikan kepada Elda itu Charles tahan dengan lengan kanannya yang dia posisikan ke depan wajahnya sebagai tameng miliknya.


Namun karena daya tendangan Elda itu cukup kuat, Charles pun jadi terdorong ke belakang sampai sejauh tiga meter.


'Dia memang tidak punya malu sama sekali seperti majikannya itu.' Pikir Charles saat melihat Alstrelia saat ini justru sedang duduk manis di bawah pohon dengan kaki selonjor sambil memakan permen lolipop.


Sepasang mata mereka berdua pun sempat bertemu, namun tidak terlihat adanya Alstrelia berniat untuk turun tangan juga.


"Asal kamu tahu Elda, hukumanmu itu melawannya tanpa kenal waktu. Jadi nikmati pertarunganmu untuk menghabiskan tenagamu." Kata Alstrelia, beranjak dari tempat dia duduk lalu melambaikan tangannya sebentar sebelum keberadaan Alstrelia sudah pergi menghilang begitu saja dengan cukup cepat.


"Koman! Jangan buat aku kerja rodi!" Teriak Elda dalam pikirannya, karena tubuhnya terus bergerak untuk melawan Charles yang ternyata bisa mengimbangi segala serangannya, jika hanya mengandalkan pertarungan dengan tangan kosong saja.


Selama perintah itu belum terlaksana, maka pertarungan yang dikerjakan oleh Elda pun tidak akan pernah berakhir sebelum jam waktu dari berapa lama semua itu berakhir, hanya di tentukan oleh Alstrelia saja.


*


*


*


"Kan itu salahmu sendiri, mau bermain-main denganku. Padahal kita berdua sedang duel, tapi kau malah sedang berduaan dengan Charles.


Aku mengatakan ini bukan karena aku di kira cemburu kau berduaan, tapi kau melalaikan tugasmu, dan tidak melakukan apa yang aku perintahkan." jawab Alstrelia seraya pergi melompat dari satu batang pohon dengan batang pohon lain.


"Maafkan aku. Aku tadi tidak bermaksud seperti itu. Setelah aku ditendang tadi, aku menabraknya, dan saat aku melawannya, dia justru menghindari seranganku dengan caranya yang seperti itu." Jelas Elda, membuat alasan di balik kenapa tadi bisa berpelukan sama sekali.

__ADS_1


"Apa kau sedang membuat alasan agar kau keluar dari kesalahanmu? " Tanya Alstrelia.


"T-tidak! Aku hanya ingin mengatakan apa yang ingin aku katakan saja kepada koman. Tid-"


"Sudahlah, aku tahu yang sebenarnya terjadi, tapi karena aku melihatmu sampai mau-mau saja di pikul seti itu, berarti kau memamng rela untuk disentuh oleh dia kan? Jalani saja hukumanmu itu sampai aku puas." Beber Alstrelia.


Dan dia pun terus pergi ke suatu tempat, menyusuri hutan yang tidak seberapa jauh dari arena lapangan berlatih.


_________


Sedangkan di sisi lain, Agres saat ini justru tengah mengerjapkan matanya beberapa kali karena dia tengah terpegun dengan sosok dari wanita yang sedang dia amati itu.


"Jadi dia Putri Alstrelia yang berhasil menggagalkan rencanaku dengan Charles?" Gumam Agres, melihat kolam air yang kebetulan Agres gunakan untuk mandi berendam itu menampilkan Alstrelia yang ada di mansion Fisher tengah berlari melompat menyusuri hutan dari satu batang pohon ke batang pohon lain.


Untuk satu alasan, dia melakukannya sebab dia ingin melihat seperti apakah Putri Alstrelia dari Kekaisaran Fisher yang selama ini memiliki segudang rumor tak baik?


Tapi semua tampilan itu sayangnya tidak bisa bertahan lama, karena tampilan dari gambar itu terkena gangguan dan akhirnya koneksinya terputus juga.


Karena air kolamnya kembali ke keadaan seperti biasa lagi, Agres pun memejamkan matanya.


"Dia ternyata gesit, kenapa berbeda sekali dengan rumor yang beredar ya?" Agres pun kebingungan, karena itu Agres jadi menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. "Pakaiannya juga, itu cukup seksi, kalau aku succubus junior, aku pasti sudah tidak akan menahan godaanya." Gerutu pria ini lagi. "Tapi aku suka, karena dengan aku memilih penampilanku sebagai seorang pria, aku jadi punya daya tarik untuk menyukai wanita. Lumayan, tapi jujur kalau di banding-bandingkan-"


Agres kemudian bersandar ke belakang tepi kolam, lalu menengadah ke atas, melihat langit-langi dari kastilnya yang punya atap cukup transparan, sehingga dia bisa melihat langit mendung itu.


Langit gelap yang tidak lama lagi akan menurunkan sebauh badai yang cukup besar.


Tapi apa pedulinya itu, karena saat ini Agres punya tempat yang bisa di jadikan dia bisa berlindung.


Dan selagi mengamati langit yang cudah mendung itu, Ares pun berpikir 'Antara wanita yang aku bawa dengan Tuan Putri Alstrelia, kenapa aku justru merasa kalau dia lebih cantik? Aneh, padahal aku sudah melihat tubuh wanita yang ada di dalam kamar itu telanjang, tapi semua itu bukan apa-apa untukku, yang malahan-' Dan semua kalimat itu akhirnya keluar dari mulutnya dengan sebuah gumaman kecil "Tertarik dengannya."


Senyumannya pun semakin lebar di akhiri sebuah tawa kecil yang sedang Agres coba tahan itu.


"pfftt...kenapa aku jadi pilih-pilih seperti ini? Bukannya aku sudah punya pelayan kecilku itu? Jika saja aku bisa mendapatkanya juga, mungkin aku bisa membuatnya jadi pelayanku. Tapi untuk melakukan itu, pasti sangat susah." Kemudian Agres menundukkan kepalanya dan menjeling ke arah samping kanan. "Itu memang lumayan juga, hanya saja untuk melakukannya aku pasti harus kerja ekstra keras. Putri Alstrelia, suatu saat aku pasti bisa bertemu denganmu langsung."

__ADS_1


Dan Agres pun memejamkan matanya seraya membuat tubuhnya kini kian tenggelam ke dalam air kolam dan berakhir dengan tubuhnya yang mengambang di permukaan air.


__ADS_2