Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
104 : Alstrelia : Melawan


__ADS_3

"Mode Bertarung Dimulia."


Kalimat yang langsung muncul di dalam kepalanya.


Di balik persiapannya untuk menyerang musuhnya, Orc Lord yang sedari tadi terdiam itu segera mengeluarkan aura hitam miliknya.


Aura hitam bercampur dengan warna merah menjadi pemandangannya kali ini. Setelah itu aura tersebut membentu sebuah kepala layaknya seekor ular. Dengan wujudnya yang merupakan bayangan berwarna hitam tapi diselimuti asap merah di sekelilingnya, makhluk bayang berkepala panjang itu pun bergerak maju kedepan.


"Lawan dia, Gero Dister!" Teriak Bab* itu.


Dengan mata berwarna merah dan mulut yang menganga, ular bayang yang menyatu pada tubuh Orc Lord itu pun berusaha menyerang Alstrelia.


"................" Alstrelia, dengan mulut terdiam dan ekspresi datar layaknya sebuah boneka yang tidak memiliki perasaan apapun itu, dia segera melesat ke depan dengan cepat.


SYUHT!


Dalam lompatan pertamanya, dia gunakan untuk menghindari satu serangan awal dari satu kepala ular bayang itu.


"..............." Merasakan adanya serangan dari atas juga dari bawah, Alstrelia tiba-tia saja mampu menghilang dari pandangan mereka.


Semua serangan dari ke lima kepala ular itu, entah dari atas, bawah, samping kanan dan kiri maupun serangan mendadak yang dilancarkan dari belakang, berhasil Alstrelia hindari.


Sampai tepat di satu titik, Allstrelia mendarat untuk beberapa detik dan kepala ulat itu menyerangnya dari atas persis, Alstrelia ang menghiraukan seala serangan dari kelima kepala ular itu, kembali melesat cepat ke arah Orc.


Dengan pedang yang dia miliki, dalam kecepatan yang dia miliki dan dengan kurun waktu kurang dari 1 detik itu, Alstrelia sudah berada di depann Orc Lord persis sampai di saat yang sama pula Alstrelia pun segera mengayunkan pedangnya dengan cepat, sampai...


CRASHH..


Dalam sekali tebas, satu tangan sebelakiri dari Bab* itu pun langsung terpisah dari tubuh sampai melayang jauh.

__ADS_1


"Ergh...." Rintih Bab* ini ketika tangan yang sudah terpotong itu terbalut oleh api berwarna biru.


"................." Setelah berhasil memotong tangan musuhnya itu, Alstrelia langsung mendarat dan mengibaskan pedang miliknya yang sudah diselimuti dengan api biru.


Tapi permainan belum selesai.


Alstrelia kembali berlari melesat kedepan dan tepat di tengah genangan air, Alstrelia langsung menumpukan kaki kanannya sebagai lompatn untuk menyerang kembali Orc itu dengan mengarahkan pedang miliknya dari atas kepala lalu ke arah depan.


CTANG.


Suara dari dua besi itu pun langsung beradu, sebab bilah pedang milik Alstrelia bertemu dengan senjata Orc Lord yang menggunakan pisau daging berukuran besar itu.


Dan disebabkan pedang milik Alstrelia diselimuti dengan api biru, maka api itu pun langsung menyebar melahap senjata Orc Lord itu.


"Mustahil!" Ucap Orc Lord ini, ketika harus melepaskan senjatanya sebelum api biru itu menjalar ke tubuhnya.


JLEB.


Orc Lord itu buru-buru melompat ke belakang dan Alstrelia yang berhasil mendapatkan kemenangan keduanya juga sama-sama melompat kebelakang dan mendarat dengan sempurna.


"Ergh...arh..." Mulia tersiksa dengan api biru yang masih belum padam dari ujung tangan kirinya yang terpotong itu, Bab* ini pun terpsa menarik tangan kirinya sampai terputus.


"Tuanku!" Salah satu anak buahnya yang memanggil Tuannya itu dengan ekspresi khawati.


Siapa yang tidak khawatir jika majikannya benar-benar memiliki tekad kuat untuk mengalahkan gadis manusia itu sampai membuat tubuhnya sendiri tersiksa seperti itu.


Tapi mengabaikan panggilan dari salah satu anak buahnya itu, Orc Lord ini semakin menambah kekuatannya.


Dia mengerang keras, sampai angin besar pun sempat berhembus ke segala arah. Dan diaat itulah cahaya berwarna hijau segera menyelimuti tubuhnya.

__ADS_1


Erangan itu pun semakin kears dan seiring waktu berlalu, tangan kirinya yang sudah terputus itu tiba-tiba tumbuh kembali dan muncul dengan bentuk yang sempurna.


"Kali ini habislah kau!" Teriak Orc Lord ini dengan kedua tangan dia rentangkan ke samping kanan dan kiri. Setelah itu kumpulan dari cahaya berwarna merah muncul tepat di atas telapak tangannya.


Setelah terkumpul, dia langsung melempar kumpulan mana sihir itu sebagai serangannya ke arah Alstrelia.


Puluhan boa pai yang sudah meledak di udara segera terbang bergerak kearah Alstrelia.


"............." Dengan tampang dari wajahnya yang tidak memiliki ekspresi apapun selain ekspresi datar, Alstrelia mendongak keatas dan melihat semua bola api kecil itu terbang kearahnya, lali ...


DHUAR!


Sebuah ledakan besar akhirnya terjadi. Tetapi tidak seperti yang diharapkan bahwa Alstrelia mati karena itu, sekarang yang ada adalah keempat Gimmick itu berhasil membuat dinding pelindung berbentuk prisma untuk melindungi Tuannya dari serangan ledakan tadi.


Namun apa yang terjadi setelah itu?


Orc Lord tentu saja tidak bisa tinggal diam saja. Sebab dia tiba-tiba sudah melompat dan mendarat tepat dibelakang Alstrelia.


Dengan kekuatannya yang besar itu, Orc Lord itu pun menghantamkan tangannya untuk memecah dinding pelindung yang melindungi targetnya itu.


KRAK...


Dalam sekali tinju, dinding pelindung itu langsung hancur. Membuat keempat Gimmick itu terbang berhamburan sebab tekanan yang dihasilkan dari tinju itu benar-benar kuat.


Alstrelia yang tidak memiliki reaksi wajah apapun setelah mendapati dinding pelindungnya pecah, dia segera menoleh ke belekang. Dan disaat itu pula Orc Lord itu menangkap tubuhnya.


GREP..


Tawa besar dan menggelegar segera terdengar oleh mereka semua sebab dirinya berhasil menangkap mangsanya itu. "Hahaha..... Aku lahap kau sekarang juga!" Teriak Orc Lord ini.

__ADS_1


Dan apa yang terjadi selanjutnya adalah....


__ADS_2