
Alstrelia, dia adalah putri dari kerajaan Asgardia yang terempas masuk kedalam dunia Novel yang sempat dia baca separuh bab saja.
Segala kondisi apa yang ada di dalam novel, alur, plot, semua karakter yang ada di dalam novel itu sendiri, belum Alstrelia ketahui.
Tapi apa jadinya jika dirinya tiba-tiba masuk kedalam Novel yang sama sekali tidak Alstrelia ketahui jalan ceritanya?
Maka hanya satu saja.
Yaitu membuat ceritanya sendiri.
Dan saat ini, anak buahnya, sekaligus sahabatnya, Elda, dia yang tiba-tiba muncul, tentu saja membuat Alstrelia bertanya-tanya bagaimana Elda bisa masuk juga kedalam novel?
Dan pertanyaan itu pun sudah ditanyakan oleh Alstrelia kepada Elda secara langsung.
Meskipun sadar itu adalah pertanyaan untuk yang kedua kalinya untuk Elda, tapi yang namanya orang bertanya dari orang yang berbeda, tentu harus Elda jawab, walaupun harus menjawab untuk yang kedua kalinya juga.
Dan harapannya, dengan jawaban yang akan di jawab di jawab oleh Elda ini, Alstrelia bisa menemukan titik temu untuk kembali ke dunianya.
"Aku akan menjawabnya."
"Menurutmu, pakah jawabanmu ini bermanfaat untukku?"
".........!" Ditanyai seperti itu, Elda segera menjawab. "Tentu saja koman. Itu adalah sesuatu yang sungguh wahh..."
Elda memperagakan kedua tangannya seperti ada hal yang sangat besar, apalagi melihat wajah sipu milik Elda, berarti Alstrelia punya dugaan kalau ada unsur yang cukup lumayan di jadikan bahan penasarannya.
"Wah bagaimana? Ini membuatku penasaran, Elda." Kata Alstrelia dengan senyuman penuh siasat.
"Oohw...ini akan jadi cerita panjang yang jadi singkat."
"Baguslah, jadi tidak perlu membuang waktuku." Ucapnya.
__ADS_1
"Jadi sekarang nih, koman?" Tanya Elda. Tangannya masih saja menyisir rambut penuh pesona milik majikannya itu.
"Besok juga boleh. Tapi-" Alstrelia menengadah ke atas, akan tetapi sorotan matanya menjeling ke arah Elda, dan kembali berkata : "Jika kau membuatku menunggu, maka leb-"
"Ahh...! Ya..iya...jangan lakukan itu kepadaku." Mohon Elda kepada Alstrelia agar tidak memberinya pelajaran ketat, karena menunda keinginan dari Alstrelia. "I-ini aku kepang ya?" Tawar Elda, ingin sekali menata rambutu milik Alstrelia.
"Silahkan, tapi selagi itu berikan aku jawaban yang memuaskan. Mengerti?" Tuntut Alstrelia, memperbolehkan Elda menata rambutnya.
"Siap, 86." jawab Elda dengan sebuah hormat.
Maka cerita atas jawaban Elda kepada Alstrelia pun di mulai saat itu juga, sekalipun di tengah-tengah itu semua, Elda akhirnya mendapatkan kesempatan untuk menata rambut milik Alstrelia yang sudah lama Elda nantikan.
"Jadi...sebenarnya ini juga ada hubungannya dengan beliau."
"............." Salah satu alis Alstrelia terangkat.
Melihat hal tersebut, Elda membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke samping wajah Alstrelia, lalu membisikkan sesuatu yang membuat Alstrelia mengangkat kedua alisnya ke atas.
"Yang mulia Raja."
Dengan demikian, cerita yang akan menjadi jawaban dari Elda pun akhirnya di mulai.
______________
"Kau benar-benar ingin menyusul Putri Alstrelia?" Tanya Alvaron.
Karena sempat mendenga keinginan dari Elda adalah untuk menyusul Alstrelia yang sebenarnya terjebak di dalam novel yang sempat Alstrelia baca, maka dari itu, Alvaron pun menyuruh pergi bersamanya ke ruang kerja miliknya.
"Iya Yang mulia. Jika memang bisa di susul, saya ingin menyusulnya dan membawanya kembali bersama dengan saya." Kata Elda, berdiri di depan meja kerja milik Alvaron yang statusnya selain seorang Raja, pria di depannya itu adalah ayah dari Tuan Putri yang sedang menghilang itu, yaiu Alstrelia.
"Tapi apa kau benar-benar bisa membawanya pulang bersamamu?" Tanya Alvaron, mencoba mengkonfirmasi atas keinginan Elda ini.
__ADS_1
"Saya yakin bisa, Yang mulia."
"Apa tubuhmu-"
BLUSH...
Elda yang sebenarnya juga terpesona dengan ayahnya Alstrelia karena punya daya tarik dari penampilan akan tampang wajah yang luar biasa awet muda, seperti masih seorang remaja, berhasil membuat Elda tersipu malu.
"T-tubuh saya kenapa Yang mulia?" Elda benar-benar gugup. Meskipun sudah bekerja di Istana selama dua belas tahun, dan sudah sering bertemu dengan ayahnya Alstrelia, namun kali ini adalah kali pertamanya bisa berhadapan langsung tanpa ada yang memperhatikannya.
Ya..kecuali yang benar-benar sedang memperhatikannya adalah tersangkanya sendiri, yaitu Alvaron. Tetap saja itu berhasil membuat Elda cukup gugup, karena merasa ada satu pembahasan yang terasa ada hubungannya dengan membuat anak lagi.
Meelihat Elda menunduk, karena tak kuasa untuk menatap wajahnya secara terang-terangan, Alvaron pun tersenyum miring. Dia tertawa karena Elda saat ini sudah dipastikan sedang mengkhayal hal lain.
"Soal aku buat anak itu hanya untuk candaan. Aku mana mungkin mengkhianati istriku, sekalipun Eleanor sudah meninggalkanku. Jadi maaf saja, khayalanmu itu apalagi saat aku tinggal membuat anak lagi untuk menggantikan Alstrelia, tidak akan terjadi." Kata Alvaron kepada Elda, memberitahu kalau semua yang dia ucapkan saat di lab kompoter tadi hanyalah kalimat untuk membuat suasana di dalam lab itu tidak tegang.
Sampai Elda sendiri saat ini langsung terkesiap dengan ucapan dari sang Raja, kalau ucapan tadi hanyalah bercanda saja.
'AH..malunya aku. Aku pasti benar-benar terlihat seperti orang yang memang mengharapkan itu. Tidak....tidak, aku tidak boleh berpikiran soal itu lagi. Tujuanku saat ini adalah koman ku. Aku harus menemukannya, dan membawanya kembali sebelum perang dimulai. Karena jika aku terlambat untuk membawanya pulang, aku sangat yakin peperangan ini tidak akan berakhir dengan kemenangan.' Pikir Elda.
Saat ini dia pun menepis segala pikiran soal anak yang sempat di bahas oleh sang Raja itu.
"M-maaf atas kelancangan saya Yang mulia." Elda membungkuk hormat untuk permintaan maafnya.
Alvaron tersenyum, karena Elda benar-benar langsung bertanggung jawab atas salah tingkahnya sendiri di depannya. "Ok. Aku tidak akan membahasnya lagi. Rasanya kasihan, jika kau terus tersiksa dengan kesapahaman yang ingin aku katakan tadi."
"S-soal tubuhku?" Sambung Elda.
"Tentu saja. Aku bukan bermaksud untuk melakukan sesuatu padamu. Hanya saja, aku tanya sekali lagi, pakah tubuhmu sedang dalam kondisi prima?" Tanya Alvaron.
"Iya Yang mulia. Apakah ini ada hubungannya untuk menemukan Yang mulia Putri?" Tanya Elda, ingin tahu maksud dari pertanyaan mengenai kondisi tubuh Elda yang saat ini sedang bagus atau tidak, dalam artian sakit.
__ADS_1
"Tentu saja ini ada hubungannya. Jika kau benar-benar ingin menemukan Alstrelia atau lebih tepatnya menyusulnya, maka syarat pertamanya kau sedang dalam kondisi tubuh yang bagus." Jelas Alvaron.
"Siap, tubuh saya memang sedang dalam kondisi prima. Jadi apa syarat selanjutnya?" Tapi Elda tiba-tiba menyadari satu hal, 'Kenapa arah pembicaraan ini terasa kalau Yang mulia Raja tahu posisi Koman ada di mana?'