
JLEB...JLEB....JLEB......
Suara dari daging yang saling terpotong segera memenuhi area medan pertempuran karena perbuatan dari Chavire yang mampu mengerahkan kekuatannya untuk mengendalikan semua benda yang ada di sekitarnya.
Terutama untuk membunuh semua musuhnya dalam sekali serang.
Benar..
Dia seharusnya hanya tinggal berdiri saja sambil memperhatikan monster yang dia bunuh tanpa perlu menggunakan tangannya sendiri.
Tapi sayangnya takdir selalu berkata lain. Satu-satunya orang yang membuatnya mau tidak mau harus turun tangan sendiri melawan Orc itu adalah karena Alstrelia.
Perempuan yang dia temui di dalam mimpinya.
Karena bagi Chavire, Alstrelia bukan sekedar teman masa kecilnya saja, maka dia pun pergi untuk menolongnya.
Chavire pun berlari di atas kumpulan monster yang tergeletak dan sudah berubah menjadi mayat. Demi membuat Alstrelia terlepas dari cengkraman Orc Lord itu, Chavire pun menyerang monster Orc itu dari belakang, lalu pedang miliknya itu pun dia ayunan untuk memotonng tubuh Orc itu menjadi dua.
CRASSHH...
Tepat memotong tubuh Orc di bagian tengah, tubuh itu pun terpotong jadi dua. Setelah itu sebelum tubuh bagian atas terjatuh, Chavire segera memotong pergelangan yangan Orc itu agar tubuh Alstrelia terlepas dari cengkraman tangan.
Selepas itu, sebelum tubuh Alsterlia terjatuh, dengan buru-buru Chavire menangkapnya.
BRUKK....
"Alstrelia" Lirih Chavire kepada Alstrelia yang saat ini ada di gendongannya itu.
Tetapi saat Chavire memanggil nama Alstrelia, Alstrelia pun sedikit mendongak ke atas. Alstrelia kemudian menatap wajah Chavire dengan ekspresi datar apalagi ditambah dengan iris mata Alstrelia yang saat ini masih bersinar.
Itu seperti tatapan mata kalau Alstrelia tidak memiliki ketertarikan akan apapun.
Setelah keterdiaman Alstrelia yang cukup lama dari awal dirinya menggunakan mode bertarung, Alstrelia akhirnya angkat bicara. "Kau menyentuh tubuh ini? Kau adalah musuh yang harus di singkirkan." Kata Alstrelia tanpa merubah ekspresi wajahnya yang terus berkespresi datar.
"Apa?" Chavire seketika terkejut terhadap aa yang baru Alstrelia ucapkan.
Merasakan bahaya dari orang yang baru saja dia selamatkan, Chavire buru-buru melepaskan gendongannya dan melompat sedikit mundur.
Saat tubuh Alstrelia sudah mendarat persis di atas tanah, secara cepat Alstrelia mengayunkan pedang miliknya kearah Chavier.
CTANG!
"..............!" Untungnya Chavire segera menahan serangan pertama itu dengan cukup baik.
Tapi di saat dirinya sedang menahan pedang dari serangan yang sedang Alstrelia lakukan, sebuah tangan besar milik Orc Lord itu tiba-tiba datang.
BRAK..
Alstrelia dan Chavire yang menyadari akan serangan yang datang kearahnya itu secara bersamaan melompat kebelakang.
Hasil dari pukulan yang Orc Lord itu buat, membuat tanah yang awalnya rata itu berubah menjadi cekungan yang cukup dalam.
"..............." Meskipun begitu, Alstrelia masih saja bungkam atas serangan yang dari Orc Lord yang berhasil dia hindari. Seakan kaalu itu memang bukanlah apa-apa.
Sedangkan Chavire, dia menggertakkan giginya sebab Orc Lord itu kembali hidup setelah memotong tubuh itu menjadi dua?
__ADS_1
Kekuatan macam apa itu?
Itu adalah kemampuan regenerasi yang cukup mengerikan.
"Dua orang manusia saling bertengkar? Aku akan melayani kalian berdua dan memakan tubuh kalian!" Setelah berkata seperti itu, lima kepala dari ular bayang yang diselimuti kabut berwarna merah pun kembali muncul.
SYUHHT..
"HARGGHH!" Kelima kepala dari leher panjang itu pun secara gencar menargetkan Alstrelia dan Chavire.
Saat satu kepala itu datang dari atas, Alstrelia melesat pergi ke samping kanan. Tapi karena itu ternyata adalah sebagai umpan untuk kepala ular yang satunya lagi yang sudah menunggu di tempat penghindarannya, Alstrelia justru langsung melompat dengan mengandalkan kepala ular itu sebagai bahan lompatan pertamanya ke atas.
Setelah berhasil melompat tinggi, kedatangan satu kepala ular lagi yang datang dari belakang pun dia gunakan sebagai batu loncatan Alstelia yang kedua.
Ya..
Alstrelia menggunakan tumpuan kedua itu untuk membuat dirinya pergi melesat kearah depan, yaitu ke arah Orc Lord itu.
"................." Dengan tatapan datarnya, Alstrelia pun segera mengayunkan pedangnya dari arah kiri kearah kanan.
SYAHTT.....
'Aku sudah tahu gerakanmu.' Orc Lord yang sudah tahu arah gerakan itu justru dibuat menunduk sebelum pedang berbalut api biru itu menebas tubuhnya yang sudah susah payah dia pulihkan.
Tapi memangnya serangan milik Alstrelia adalah itu?
DRAP...DRAP....DRAP....
Chavire yang saat itu juga sama-sama diserang oleh kedua kepala ular bayang milik Orc itu, segera membuatnya memotong kesemua kepala ular bayang itu dalam sekali tebas.
Jika yang Chavire gunakan adalah pedang biasa, maka kepala ular yang sduah terpotong itu akan kembali pulih. Tetapi dikarenakan Chavire memiliki pedang sucinya sendiri, sekalipun dia sudah berpindah tubuh ke tubuh orang lain, maka kekuatan yang melambangkan jati dirinya itu akan tetap ada bersamanya. Karena itu, hasil potongan tadi tidak membuat kepala dari ular bayang itu tumbuh kembali.
Tepat disaat Chavire masih berada di udara setelah berhasil menyingkirkan kedua kepala itu, di waktu yang sama itu juga sebuah pedang terbang melesat kearahnya.
".............!" Ujung mata Chavire yang melihat hal tersebut pun buru-buru mengangkat pedangnya dan meghantamkan pedang miliknya ke arah pedang tersebut, hingga bunyi nyaring kembali muncul.
CTANG...!
Ayunan pedang Chavie dari bawah keatas itu, sukses agar pedang yang tidak lain milik Alstrelia itu berpindah haluan menuju ke atas.
NGUUNG..
Kempat Gimmick itu berkumpul menangkap pedang milik Tuannya, sampai beberapa detik kemudian Gimmcik itu berubah bentuk bertransformasi untuk menjadi penyelimut bilah pedang tersebut.
Sampai tiba saatnya, pedang yang bersatu dengan senjata Gimmcik nya itu kembali terbang melesat kearah Orc Lord.
Di saat satu kepala ular bayang itu kembali bersusah payah untuk menyerang Chavire.
Orc Lord yang melihat serangan lanjutan milik Alstrelia itu pun secepatnya mengerahkan kedua kepala ular tersisa untuk menerjang pedang tersebut. Tidak hanya itu, karena disaat yang sama, Orc pun mengerahkan tembakan sihir miliknya untuk mencegah pedang itu datang.
"HAARGGHH..." Kedua kepala ular yang saat ini beruaha menerjang pedang tersebut seketika langsung menghilang.
Tidak mau membiarkan hal itu terjadi, Orc Lord langsung melemparkan tembakan sihirnya kearah pedang tersebut.
DHUAR....
__ADS_1
Suara ledakan yang cukup besar berhasil mewarnai langit malam.
Sampai tangan kiri Orc yang kembali menganggur itu kembali menangkap tubuh Alstrelia yang hendak mendarat ketanah.
GREP..
"Semuanya sudah berakhir, sekarang aku akan memakannmu." Dengan tampangnya yang seperti Bab* kesetanan, makhluk tersebut pun mencengkram tubuh Alstrelia lebih kuat lagi, sampai ada asap hijau yang muncul tepat di tubuh Alstrelia yang sedang digenggam sedemikian erat.
"Kau lah yang akan berakhir." Kata Alstrelia melepas semua keterdiaman yang sedari Alstrelia tahan.
"Apakah karena pedangmu? Senjatamu sudah aku hentikan."
"Tapi memangnya kau berhasil menghentikanku?" Suara Chavire yang tiba-tiba muncul dari belakang sukses menarik perhatian Orc untuk menoleh kebelakang.
"Apa? Ka-" Tapi belum juga sempat melihat wajah dari pemilik suara itu, sebuah angin paling dingin tiba-tiba muncul.
WUSSHH.....
Membuat suhu di medan pertempuran itu turun drastis.
KRAK....
Tidak hanya suhu saja, melainkan seluruh area itu tiba-tiba menjadi beku diselimuti es, tak terkecuali Orc Lord itu.
Dan disaat yang sama pula, Chavire yang sudah melompat ke atas dan sekarang sudah melayang di udara, segera memenggal kepala Orc Lord itu sebelum Orc itu dapat membebaskan dirinya drai es yang membekukan tubuhnya.
CRASSHH.....
Dan pedang milik Alstrelia yang sebenarnya masih utuh itu, kembali melanjutkan tujuannya untuk menghunuskan pedang tersebut ke tubuh Orc Lord itu.
KRAK... {Menembus lapisan es.)
JLEBB.....
Pedang milik Alstrelia pun berhasil menghunus tubuh Orc Lord sampai tembus dan berakhr dengan pedang Alstoria itu menancap di lapisan es sampai dalam.
Tapi seperti yang terjadi sebelumnya, cairan hijau itu pun muncul untuk menyatukan kembali lehernya dan menyembuhkan luka tikaman itu.
Alstrelia yang saat ini sudah melepaskan diri dari cengkraman tangan Orc itu menatap musuhnya sendiri dengan ekspresi yang masih sama.
Namun perbedaannya kali ini adalah iris matanya yang bercahaya itu sekarang sedikit lebih terang lagi.
".............." Alstrelia kemudian mengatupkan mulutnya, dan di saat itulah api biru yang masih menyala di bekas tikaman pedang Alstoria langsung menjalar ke tubuh Orc itu.
"Aargghh........" Erang Orc Lord ini ketika api biru itu membakar tubuhnya hidup-hidup. "Panas! Apa-apaan dengan api ini?!." Racau Orc ini ketika dirinya benar-benar emrasakan panas dan sakit yang teramat sangat.
Namun yang pasti, efek dari api yang berkobar membakar Orc Lord itu pun akhirnya justru merambah semakin luas seiring lapisan es beku itu menyelimuti medan perang itu.
Chavire dan Alrescha yang melihat hal tersebut, buru-buru pergi menghampiri Alstrelia sebelum ikut terbakar.
Tetapi tidak seperti harapan mereka untuk bisa mendekati Alstrelia dengan mudah, pedang Alstoria yang awalnya menancap itu bergerak sendiri dan terbang pergi menuju pimiliknya.
Api biru yang tidak mampu membakar tubuh Chavire dan Alrescha membuat di dalam diri Alstrelia mau tidak mau harus membunuh kedua orang itu dengan tangannya sendiri.
"Kalian bisa selamat dari api biruku? Karena sudah seperti ini maka tidak ada pilihan lain selain mengurus kalian secara langsung." Gumam Alstrelia dengan tatapan kosongnya.
__ADS_1
Selepas berkata demikian, tangan kanan Alstrelia pun dia angkat keatas, lalu pedang Alstoria miliknya yang saat ini sudah terbang kearahnya, segera Alstrelia tangkap.
GREP.