Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
38 : Alstrelia


__ADS_3

CIP…..CIP…..CIP…..


Kicauan burung bagaikan alarm bahwa pagi kembali datang, menjadi pertanda semua kehidupan dibumi akan kembali dimulai. 


Memulai drama dari kisah baru di lembaran baru pula. 


Menulis cerita bahwa hari ini akan menjadi awal paginya lagi untuk melakukan sesuatu yang ingin dia lakukan.


“Uhm~” Matanya mengernyit saat wajahnya mulai terusik dengan sinar matahari yang sudah mulai menembus jendela kamar. 


Cip...Cip….Cip……


Lalu suara dari burung yang berkicau itu terasa semakin dekat, dan sukses membuat wanita yang tertidur di kasur mewah itu semakin terusik karena suara berisik itu.


Cip...Cip….Cip….


‘Kenapa ada suara burung yang terdengar sangat dekat sekali?’ pikir wanita ini. “.................”


Membuat kelopak matanya yang awalnya terpejam, kini mulai terbuka secara perlahan.


WUSH~


Angin pagi yang masih dingin langsung menyapa kulit tipisnya.


‘Siapa?’ detik hatinya, saat sepasang matanya yang masih mamai itu melihat sebuah bayangan yang membuat sinar matahari tadi jadi sempat terhalang oleh sosoknya itu.


Wanita ini terus mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengkondisikan pandangannya agar bisa langsung menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. 


“Hoamh~” karena kantuknya masih ada, secara tidak sadar jadi menguap.


“Sudah bangun?” tanyanya kepada wanita yang masih dalam kondisi separuh sadar. 


“Iya.” jawabnya dengan nada malas.

__ADS_1


Cip….cip….cip……


“................? Kenapa berisik sekali?” tanyanya, sambil mengusap sudut matanya yang berair antara kurang tidur karena kelelahan karena hal lain, seperti, “Hah?!”


“Apa kau sudah sadar? Lena?” 


“Nona?1” Lena sontak langsung sadar sepenuhnya saat matanya memang sudah melihat siapa sosok yang ada dalam bayangannya tadi itu adalah Alstrelia.


Sekarang wanita yang memiliki nama Alsrelia sedang menatap pemandangan pagi lewat jendela kamar yang sudah dibuka sepenuhnya.


Itulah alasan kenapa udara dingin langsung masuk begitu saja, karena dalangnya adalah Alstrelia sendiri.


“Eh?! Kenapa saya bisa tidur di kamar ini?” Lena semakin panik saat tubuhnya yang dari tadi merasakan kain hangat lembut juga empuk itu, rupanya berasal dari kasur mewah milik majikannya. 


“Apa kau tidak ingat setelah menangis begitu, kau langsung tertidur. Karena aku tidak tahu letak kamarmu, dan memang malas keluar, jadi aku menidurkanmu di kasur itu.”


‘Apa?! Aku langsung tertidur setelah menangis?! Bagaimana bisa?! Kenapa aku melakukan hal ceroboh seperti ini?!’ pikir Lena dalam racauan dari perasaan terkejutnya. 


Karena bisa dibilang, ini adalah pertama kalinya tidur di kasur milik nona majikannya, dan sayangnya yang lebih parahnya lagi adalah yang meletakkan tubuh Lena di kasur adalah Alstrelia sendiri.


Suara dari burung itu langsung mengalihkan perhatian Lena yang dari tadi merasakan perasaan penasaran, karena suaranya terasa begitu dekat sekali.


Cip?


“..............?! Nona, kenapa ada burung yang masuk ke kamar?” taya Lena dengan wajah bingung saat melihat beberapa burung pipit sedang berdiri di atas nakas sambil mematuk remahan roti.


“Mungkin karena lapar?” jawab Alstrelia singkat, sembari mengikat rambut hitam panjang yang terurai itu.


Mengabaikan burung mungil yang berkicau di dalam kamar, Lena terus memusatkan perhatiannya pada wanita asing yang sedang mengatur rambutnya sendiri.


“Nona, itu anda yang mengatur rambut nona sendiri?” Lena melihat rambut milik Alstrelia yang ini sudah di kepang susun di tiga bagian kepalanya, yaitu sebelah kiri, kanan dan atas, setelah ujung kepangnya ada di belakang kepalanya persis, Alstrelia langsung mengikat ketiga kepang tersebut menjadi satu dan menyisakan separuh rambutnya untuk tetap terurai.


“Ya.”

__ADS_1


“Bukankah itu sulit?”


“Sulit adalah sesuatu yang tidak atau jarang dilakukan.” jawabnya.


Dengan arti lain, ‘Aku bisa melakukannya sendiri karena sering berlatih.’


“Jika nyawamu sudah terkumpul, waktunya sarapan.” kata Alstrelia sebelum akhirnya pergi dari kamarnya dan meninggalkan Lena yang masih terlihat bingung itu.


‘Nona Alstrelia yang ini, sebenarnya siapa wanita yang aku bawa ini?! kenapa dia bisa melakukan hal yang tidak dilakukan oleh wanita lain?!’ setelah sadar ditinggal pergi, Lena langsung buru-buru turun dari ranjang dan bergegas menyusul Alstrelia yang itu.


__________________________


“Apa kau tahu, aku melihat sendiri nona sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan cara berpakaiannya juga berubah total.” kata seorang pelayan ini kepada rekan kerjanya. “Bahkan nona memakai pakaian yang memperlihatkan kedua kakinya.” imbuhnya lagi, tapi kini nadanya adalah sebuah bisikan kecil.


“Jadi perempuan yang aku lihat dari jauh menggunakan sebuah seragam serba putih itu ternyata adalah nona?”


“Benar. Sangat tidak sopan kan seorang perempuan berkeliaran dengan memperlihatkan kedua kakinya seperti telanjang begitu?”


“Ah, pantas saja semua kesatria disini terus membicarakannya soal penampilan nona.” ujar pelayan ini, sambil membersihkan kaca jendela. 


“Dengan kata lain, di kediaman ini nona Alstrelia pada dasarnya memang sudah terkenal?.” satu suara lain ikut memasuki pembicaraan dari kedua pelayan ini.


“Ya. Nona itu adalah orang yang menyedihkan, sampai teman pun tidak punya. Saat sakit juga tidak ada siapapun yang menjenguknya. Tapi beberapa hari ini, nona anehnya sikapnya jadi berubah 180 derajat.” jawab pelayan ini dengan panjang lebar, sampai tidak menyadari kalau yang bertanya itu adalah Alstrelia sendiri.


Sedangkan satu pelayan lainnya hanya diam sambil memasang wajah diam mematung, karena disuruh oleh Alstrelia untuk diam dan jangan mengganggu rekannya yang belum sadar itu.


“180 derajat? Lebih tepatnya seperti apa ya?”


“Lebih tepatnya adalah nona itu sifatnya jadi sombong, angkuh, dan berani. Keberaniannya itu bahkan sampai membuat tuan muda Alsrescha yang tampan itu ditampar keras oleh nona.” jelasnya lagi.


“Dengan kata lain, kau melihat kejadiannya langsung?”


“Tentu saja. Aku sebenarnya tidak mau mengatakan ini kepadamu, tapi aku ingin sekali menamparnya balik sebagai balasan atas tuan muda yang ditampar itu.” 

__ADS_1


‘Anak ini?! Apa dia tidak sadar kau sedang diinterogasi langsung oleh nona Alstrelia?!’ teriak pelayan ini saat sudah melihat senyuman milik nona Alstrelia yang terus mengembang layaknya iblis.


__ADS_2