Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
125 : Alstrelia : Pedang Curtana


__ADS_3

"Untuk apa kamu minta maaf kepadanya?" Peringat Charles saat mendengar Aresela mengembalikan cincin tunangannya dengan kata maaf segala.


".................." Arsela hanya terdiam setelah medapatkan jelingan yang cukup tajam oleh Charles itu.


"Apakah tadi sangat menyenangkan?" Tanya Alrescha sambil berjalan perlahan menghampiri mereka berdua dengan tangan kiri sudah memunculkan pedang miliknya.


Arsela yang merasa terancam itu langsung merebut pedang miliknya dari tangan Charles.


"Ya...tadi cukup menyenangkan." Tapi Charles lah yang menjawab pertanyaan Alrescha. Dia menangkat kedua bahunya, lalu sebuah seringaian itu muncul dan ditunjukkan kepada Alrescha yang terlihat sudah marah besar, tapi masih berusaha di tekan. "Apakah apalagi saat mencapai batas puncak itu, apakah kau menyesal karena Arsela ternyata mengkhianatimu?"


".............." Sayangnya respon Alrescha terhadap semua yang dikatakan oleh Charles adalah keterdiaman yang berakhir dengan mulut yang separuh menutup. Kepalanya menunduk, tatapan mata yang dingin itu kian lama terlihat semakin masuk kedalam kegelapan.


Setelah itu pedang yang awalnya muncul dalam posisi pedang mengarah kebelakang, tiba-tiba langsung Alrescha sedikit lempar kedepan.


Tepat di saat pedang itu ada di depannya persis dengan gagang pedang berada di sisi sebelah kanan, Alrescha kembali menangkap pedang itu dengan menggunakan tangan kanan, barulah selepas mendapatkan pedanganya lagi, Alrescha langsung membuat tumpuan dengan menggunakan kaki kanannya, tubuhnya sedikit dia condongkan ke depan dengan posisi tangan kanan berada di samping sedikit ke bawah.


Barulah setelah Alrescha memberikan sedikit 'mana' di sepasang kakinya, Alrescha langsung pergi melesat ke depan.


SYUUHTT......


"Arsela." Panggil Charles saat melihat Alrescha kini sedang pergi kearah mereka berdua.


".........." Arsela yang mengerti akan kode dari Charles itu, menganggukkan kepalanya. 'Maafkan aku Alrescha. Aku tahu kamu memang orang yang cukup perhatian. Tapi pada akhirnya kita memang tidak bisa bersama, karena aku ternyata masih menyukai cinta pertamaku, atau lebih tepatnya, aku tidak mau bersama dengan orang yang reputasinya akan hancur bersama dengan negara ini.'


Arsela, tujuan utama dalam hidupnya itu adalah bisa hidup dengan nyaman bersama dengan kekayaan yang sudah dirasakannya selama beberapa tahun terakhir ini.


Karena itulah, mengingat Charles mengatakan Kekaisaran akan hancur lebur dengan menggunakan kekuatan dari dunia lain, di tambah dengan banyaknya kerusakan dari serangan pertama dari para monster, hal itu sudah menjadi acuan, kalau Kekaisaran Regalia benar-benar akan berakhir.


Di tambah, proses pemanggilan makhluk dari dunia lain pun sudah selesai sekalipun dengan metode yang lumayan menguras jiwa dan raga yang cukup menyenangkan. Maka dari itu, acara reunian terakhir diantara mereka berdua pun berakhir sampai di malam ini juga.


Saat jarak diantara mereka berdua sudah berada di jarak kurang dari sepuluh meter lagi, Alrescha di tengah gerakan sedang berlari menuju Arsela dan Charles itu, saat ini dia pun mulai mengarahkan tangan kanannya ke depan dengan posisi pedang yang dia pegang ke arah kiri Dan di saat yang sama pula, Arsela pun sama-sama mulai mengambil satu tekad dengan satu langkah ke depan.

__ADS_1


Selepas berada di jarak delapan meter itu, Alrescha pun mengayunkan pedangnya dari depan dada ke arah samping kanan, membentuk sebuah tebasan kilat yang menghasilkan cahaya berwarna biru.


Tapi, Arsela yang tidak mau terkena imbas dari serangan pertama itu pun, memutuskan mengayukan pedang miliknya secara ringan.


SYAHTT....


Gerakan ringan itu berhasil membuat celah dimensi terbuka, dan langsung mengeluarkan benda besar berwarna emas dalam bentuk kubus.


Alrescha yang terancam dengan benda sebesar itu muncul dan hampir menimpa tubuhnya, secara terburu-buru dia langsung berpindah haluan tujuan untuk menyerang mereka berdua, justru dia gunakan untuk melompat ke atas.


Sebelum kubus berwarna emas itu menimpanya, dia lebih dulu memotongnya menjadi dua bagian.


SYAHTT....


Dalam sekali tebas, kubus itu langsung terbelah menjadi dua bagian.


"..............." Menyadari kalau Arlescha mampu menghindari serangannya dalam sekali serang, Arsela pun kembali membuat serangan untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Sampai beberapa kubus kembali muncul, Arsela pun mengayunkan dangnya untuk mengendalikan kubus-kubus emas itu terbang kearah Alrescha.


SYAHT.....


SYAHT.....


Selagi Arsela dan Alrescha saling menyerang dan bertahan satu sama lain, maka yang dilakukan oleh Charles adalah dia sedang mencari tahu apa yang membuat dirinya tidak bisa mengaktifkan sihir teleportasi.


".................." Charles memejamkan matanya, dan mulai menggunakan indera ke enamnya.


Mulai dari situlah, Charles perlahan mampu mendeteksi keberadaan orang-orang yang masih berada di dalam Istana.


Ada yang masih hidup, tapi dalam kondisi tergeletak karena luka parah. Ada pula yang sedang bersembunyi ketakutan di salah satu kamar di dalam Istana, yang sudah meninggal di tempat dalam kondisi mengenaskan pun dapat Charles ketahui.


Namun dari itu semua, ada dua ruangan dimana Charles tidak bisa melihat apa yang ada di dalam ruangan itu, seakan ruangan tersebut sudah dilapisi dinding pelindung yang membuat Charles tidak mampu menganalisa apa yang ada di dalamnya.

__ADS_1


'Kenapa aku tidak pernah menyadari kalau ada dua kamar yang tidak bisa aku jangkau apa isi di dalamnya?' Benak hati Charles. Maka dari itu dahinya pun mengernyit, sebab dia mengalami masalah dengan yang satu itu.


"Hehehe..."


"...........!" Charles tiba-tiba bisa mendengar suara tawa dari seorang perempuan. 'Suara siapa tadi?'' Charles jadi penasaran.


Tapi rasa penasaran itu berubah menjadi kepanikan tersendiri.


"Kamu yakin ada disini?"


"Lihat saja itu, pintunya sudah hancur, pasti Alrescha sudah lebih dulu sampai." Jawab Chavire sambil memperlihatkan kepada Alstrelia bahwa orang yang mereka berdua cari sebenarnya sudah lebih dulu sampai di tujuan utama.


Akhirnya, suara yang sempat Charles dengar tadi, berakhir dengan kemunculan dua orang tamu tak di undang lainnya.


Yaitu Chavire dengan posisi sekarang tengah memakai tubuhnya Charles, dan juga seorang perempuan berseragam militer yang mana, seragam itu...


'Dia ternyata bisa berpenampilan lebih seksi dari semalam?' Charles seketika tersenyum mencibir saat melihat dua orang itu sekarang ada di ambang pintu.


Arsela yang melihat dua orang itu muncul di depan jauh sana, seketika membuat Arsela melempar kubus emas yang berhasil keluar dari celah dimensi untuk di berikan kepada mereka berdua.


BUKHHH.....!


".................!" Asltrelia dan Chavire yang awalnya datang untuk melihat-lihat keadaan di sekitarnya lebih dulu, tiba-tiba saja diberikan hadiah besar yang terlihat bernilai tapi cukup membuat kerepotan, memutuskan agar mereka berdua pun segera melompat pergi dari sana.


Chavire melompat pergi kearah kiri, dan Alstrelia kearah kanan.


Alhasil, serangan yang diberikan oleh Arsela itu langsung menghandam dinding tepat di depan pintu yang sudah hancur itu.


BRUKHHHH......


'Serangan apa tadi?' Batin Chavire ketika dia pertama kalinya melihat serangan aneh yang dilancarkan oleh Arsela.

__ADS_1


'Oh...jadi itulkah artefak pedang yang dikatakan oleh Arsene pagi tadi?' pikir Alstrelia.


__ADS_2