
Sesuatu yang lembut, manis? Juga hangat, itulah yang dia rasakan saat mulutnya ternyata..
".............." Alstrelia cadangan ini langsung menatap Alrescha dengan sorotan mata yang dingin, selepas mulutnya ternyata digunakan sebagai bahan pengganti atas kakinya.
Dirinya menyuruh Alrescha untuk mencium kakinya, tapi kenapa yang ada adalah laki-laki itu mencium bibirnya?
"PRUFTT....!" Elda yang kebetulan sedang duduk di atas kasur sambil menikmati camilan paginya, langsung menyemburkan air teh nya.
'KYAAA! Tuan kenapa malah mencium Nona! Ini akan jadi masalah besar jika ada orang lain yang melihatnya!' Racau Lena ketika mereka berdua harus di suguhkan pemandangan yang membuat mereka berdua sebenarnya sangat iri.
Tapi apa gunanya itu, jika yang terjadi setelah Alrescha memilih untuk mencium Alstrelia, akan menjadi awal pagi hari yang cukup menyakitkan, karena...
"HMMpphh...!" Alstrelia dengan sengaja meraih kepala Alrescha dan menekankan kepala Alrescha agar ciumannya itu bisa lebih erat.
".............!" Alrescha pun sedikit terkejut karena Alsrelia cadangan ini merespon ciumannya untuk lebih kasar lagi?
Adu mulut dengan mendambakan rasa dari apa yang mulut mereka berdua rasakan, ciuman itu jadi sedikit lebih kasar, dan semakin dalam.
Setelah beberapa saat kemudian, Alstrelia pun menjambak belakang rambut Alrescha..
"Dari pada kaki, bukankah lebih baik bibir?" Seringai Alrescha, terasa menikmati ciuman tadi.
"Ya..itu memang lebih baik, kau mendapatkan kehormatan lebih besar dari tubuh ini. Senang? Mencuri ciuman dari seorang Putri terhormat ini?" Tanya Alstrelia mencibir, sambil mengusap bibirnya dengan lengan baju sebelah kiri.
SRET...
"Yah...itu cukup menyenangkan."
"Walah...walah....kemana sikapmu yang dingin itu? Dimana kakak Alrescha yang dikagumi oleh banyak orang itu? Jika mereka lihat sang kakak mencium adiknya sendiri, kira-kira gosip apa lagi yang mereka buat untuk adik kecilmu itu?" Kata Alstrelia dalam sebuah hinaan, tepat di depan Alrescha persis. "Apakah kau akan menyingkirkan orang yang menggosip adikmu yang tercinta itu?" Imbuhnya.
"Aku punya caraku sendiri," Kata Alrescha. Walaupun sempat tersinggung dengan ucapan itu, tetapi karena yang ada di depannya itu bukanlah Alstrelia, adiknya yang asli, maka mulai saat ini Alrescha tidak akan termakan dengan seluruh ucapannya.
"Cara? Apakah itu dengan menggunakan kemampuanmu itu, kau bermaksud untuk membekukan ing-" lagi-lagi kalimatnya terpotong habis karena Alrescha melakukannya lagi.
Yah...pria kesepian ini ternyata membutuhkan kehangatan dari yang namnya ciuman. Tapi di sini masalahnya, Alrescha mencium orang yang salah, karena itu, tepat di saat itu juga, Alstrelia langsung bertindak cepat.
*
__ADS_1
*
*
"Apa semua puing bangunan sudah di bereskan ke tempat lain?" Tanya Elbert kepada seluruh anak buahnya yang saat ini harus bekerja lebih keras lagi, sebab mansion utama yang sudah separuh hancur itu harus segera di perbaiki.
"Sudah, dan sesuai dengan saran dari Lena, kami menempatkannya untuk di jadikan sebagai kolam." Sahut salah satu dari mereka.
"Baguslah, kalau seperti itu, tidak akan ada yang terbuang." Elbert pun mengangguk setuju dengan saran yan diberikan oleh pelayan pribadinya Alstrelia. "Lanjutkan lagi pekerjaan kalian, aku akan mengecek ke dalam dulu, apakah lantai itu masih aman atau tidak." Imbuh Elbert.
Namun, belum juga pergi satu langkahpun dari halaman depan mansion, sebuah hantaman keras langsung datang.
BHUAKKHHH.....!
DHUAR...!
Dentuman keras terjadi dan awal dari sumber suara itu berasal dari mansion sebelah, tapi akhir dari suara keras itu adalah tiang penyangga dari mansion utama yang baru saja di hantam oleh sesuatu yang tadi sempat terbang dengan cepat dari mansion sebelah.
"A-apakah ada serangan lain?" mereka kembali di buat panik.
"Jangan-jangan ada musuh lain yang bersembunyi, dan dia ad-"
"Uhuk..uhuk..."
Kepulan debu yang sesaat tadi terbang ke mana-mana, perlahan menghilang.
Karena insiden yang baru saja terjadi itu, mereka semua pun bersikap waspada, tanpa terkecuali Elbert yang sudah siap dengan pedangnya sendiri untuk melawan orang yang baru saja datang dari mansion sebelah.
"Apa kalian mau menyerangku?" Tanyanya.
Suara yang terdengar sangat familiar itu langsung menurunkan kesan waspada mereka terhadap orang tersebut, yang tidak lain adalah Alrescha, Tuan sekaligus majikan mereka?!
"T-tuan?" Elbert berjalan cepat untuk membantu majikannya itu untuk berdiri.
"Eh? Kenapa anda bisa terpental seperti itu?" Tanya salah satu kesatria diantara mereka.
"Apakah ada orang kuat yang berhasil mengalahkan anda?"
__ADS_1
"Tapi...bukankah Tuan itu master pedang, kenapa bisa kalah?"
Mendengar berbagai komentar yang berasal dari anak buahnya sendiri, Elbert pun segera memberikan jelingan tajam untuk mereka semua.
"..............!" Semua orang langsung menutup mulut mereka, dan memutuskan untuk kembali bekerja.
"Mereka selalu saja bicara hal yang tidak perlu seperti itu." Gerundel Elbert, karena harus mendengar segala keraguan dari anak buahnya terhadap Tuan Alrescha yang baru saja mendapatkan serangan telak dari mansion sebelah.
Tapi mengetepikan tingkah dari anak buahnya itu, Elbert sebenarnya bertanya-tanya alasan kenapa Tuan muda nya itu bisa terlempar sedemikian jauhnya?
'Eh tunggu? Bukankah disana sedang ditinggali oleh perempuan itu?' Elbert baru saja mengingat, kalau mansion yang satunya lagi adalah tempat yang digunakan sebagai tempat tinggal untuk kembarannya Nona majikannya yang asli.
Oleh karena itu, Elbert pun menebak bahwa Tuan muda nya itu baru saja mendapatkan serangan darinya?
Siapa?
Di dalam pikiran Elbert itu, antara si Alstrelia atau Elda.
"Apa anda baik-baik saja?" Tanya Elbert sebagai bentuk rasa khawatinya terhadap majikannya itu.
"Aku selalu baik-baik saja." Jawab Alrescha.
Tapi tiba-tiba saja Elbert mengernyitkan matanya ketika dia tidak sengaja melihat sesuatu di luar perkiraannya.
Ketika tubuh mendapatkan hantaman yang cukup keras, maka harusnya yang terluka itu tubuh itu sendiri, tapi apa yang Elbert lihat itu tidak seperti pikirannya, sebab yang luka yang di dapatkan oleh Tuan nya itu adalah di bibirnya.
Tepat di bibir bagian bawah milik Tuan nya itu terdapat luka kecil yang meninggalkan jejak dari sebuah darah.
Lantas apa yang menyebabkan bibir milik Tuan nya itu bisa terluka?
WUSHH.....
"Tu-" Elbert kehilangan kata-katanya selepas Alrescha memilih diam dan pergi dari hadapannya.
"Kerjakan pekerjaanmu lagi, aku ingin sebelum satu minggu, semua kerusakan di tempat ini, sudah kelar semua." Kata Alrescha, memberikan peringatan kepada Elbert untuk lebih cepat dalam proses pemulihan yang terjadi di kediaman Fisher.
"Baik Tuan," Terpaksa, Elbert tidak bertanya apapun, karena melihat Tuan nya itu seperti enggan untuk menjawabnya.
__ADS_1
Tapi setelah kepergian dari Tuan nya itu, Elbert pun memutar tubuhnya ke belakang. Dan dari tempatnya itulah, Elbert melihat dengan jelas sosok yang sedang berdiri di ambang jendela yang sudah rusak total.
"Jangan-jangan yang melakukannya adalah dia?" Gumam Elbert ketika dia melihat Alstrelia lah yang berdiri di ambang jendela yang hancur itu.