
Angin yang begitu besar langsung menyambut mereka berdua saat mereka berdua saat ini sedang dalam kondisi terjun bebas masuk kedalam sebuah lubang.
Lubang yang tiba-tiba saja muncul tepat di bawah kaki mereka berdua sesaat tadi, selepas membuat lingkaran sihir tadi di hancurkan dengan kekuatan Alrescha yang di padukan dengan pedang Alstoria milik Alstrelia.
WUSHH...
Mereka berdua menerjang angin yang cukup dingin dan punya kelembapan yang tinggi.
'Seberapa dalam lubang ini?' Pikir Alstrelia.
Karena dia sekarang dalam kondisi terjun bebas, maka merasakan adanya bahaya kepada Tuan nya itu, maka ke empat Gimmick itu pun langsung meluncur ke bawah dengan kecepatan kilat, demi menolong Tuan nya sebelum terjatuh.
NGUUNGG...
Ke empat Gimmick itu pun terbang dan membuat sebuah lapisan transparan yang bisa di jadikan pijakan untuk mereka berdua.
Tidak ada kata lain selain gelap juga dingin. Hanya saja ketika Alstrelia mampu mendeteksi kedua senjatanya sedang terhatuh juga, maka dengan instingnya itu, Alstrelia melompat ke atas dan menangkap kedua senjata dalam bentuk pistol itu.
Setelah berhasil mendapatkan kedua senjatanya itu, Alstrelia kembali mendarat seraya menyimpan satu pistolnya ke sarung yang ada di balik rok miliknya itu. Sedangkan yang satunya lagi, Alstrelia arahkan ke bawah dan langsung menarik pemicunya, hingga akirnya sebuah bola cahaya langsung muncul di moncong pistolnya persis.
"Ini seperti tidak berdasar." Gumam Alstrelia setelah melihat bola cahaya yang dia ciptakan dengan senjatanya itu sudah pergi jauh ke dalam sana, dan sebaliknya, mereka berdua berhasil bertahan berkat Gimmick yang mereka berdua naiki.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tany Alrescha seraya mengancing kembali pakaiannya.
"Kau barusan tanya apa?" Lirik Alstrelia kepada pria yang ada di belakangnya itu.
Mendapatkan lirikan mata dari Alstrelia, Alrescha jadi diam dan menatap mata itu.
__ADS_1
Hingga saat mata mereka berdua saling menatap satu sama lain, Alstrelia langsung menjentikkan jarinya, dan seketika pula, mereka berdua kembali terjun bebas masuk ke dalam lubang yang semakin dala.
_____________
"Hah?! Hah...hah...hah..." Deru nafas dari Alstrelia yang asli ini langsung memburu setelah dia di perlihatkan dirinya seperti masuk kedalam lubang tanpa batas, sehingga hal itu membuat dirinya terpacu dalam adrenalin.
"Kelihatannya kedua pikiran kalian bisa saling terhubung ya?" Sebuah sodoran tangan di arahkan ke depan Alstrelia yang sedang memegang saputangan untuk di berikan kearahnya.
"Apa?" Tanya Alstrelia yang asli ini dengan wajah bingungnya, karena dia untuk pertama kalinya melakukan pembicaraan dengan orang lain sedekat itu.
"Tidak. Jangan pikirkan apa yang barusan aku katakan." Sela perempuan ini detik itu juga, karena dia malas untuk menngatakan hal untuk yang ke dua kalinya.
"Dia bilang, kedua pikiran kalian bisa saling terhubung." Sela Tuan Naga ini juga, menghempaskan seluruh rasa penasaran tadi.
'Terhubung? Apakah artinya, aku bisa saja jadi seperti berada di dekat kakakku, jika orang itu ada di sampingnya?' Pikir Alstrelia saat itu.
Alasan di balik dirinya tiba-tiba saja langsung terbangun dari tidurnya itu, karena dirinya tadi memang sempat meraskaan adrenalin yang cukup tinggi, seolah tubuhnya terjatuh dari atas ketinggian.
Jadi jika demikian, apa yang di katakan barusan oleh perempuan bersurai coklat ini memang benar, kalau baru saja pikiran dari diri Alstrelia dan kembarannya itu memang sempat terhubung.
"Jangan di pikirkan lagi, sekarang bukankah waktunya kalian makan? Sebagai Naga yang baik hati, aku memberikan kalian makan siang yang enak.
Itulah niatan dari Naga hitam ini masuk kedalam mkamar milik Alstrelia lagi, karena dia ingin memberikan makanan kepada Tuan Putri yang cantik itu makanan yang enak.
Akan tetapi ketika dia membawa nampan yang tadinya di letakkan di belakang itu ke depan untuk di berikan kepada Alstrelia, nampan itu sudah tidak berisi apapun kecuali piring yang sudah kosong!
Kwak..
__ADS_1
Dan yang menjadi tersangka pencurian itu adalah Everst!
"Burung ******, siapa yang mengajarimu mencuri Ini makanan untuk dia." Naga yang sudah marah ini langsung mengangkat ekornya untuk dia gunakan sebagai senjata menyerang burung elang itu.
BRAK...
Tapi dengan cekatan, Everst lebih dulu terbang sambil membawa ikan terakhir di paruhnya, lalu tidak lama kemudian Averst melempar ikan itu ke udara hingga akhirnya Everst langsung menelan habis ikan itu.
"Hahaha....ternyata burung peliharaan anda suka mencuri ya?" Tawa yang begitu lepas itu langsung terdengar dari mulut Alstrelia.
"Ya, begitulah. Dia lebih suka mencuri semua barang berkilau, seperti emas ataupun kristal. Makannya, aku yang bisa duduk diam sambil goyang kaki, bisa punya uang berkat dia." Jawab Eldania, antara pujian berbumbu dengan sindiran.
Tapi Everst tidak begitu memperdulikan ucapan dari wanita itu, karena dia sudah terbiasa dengan banyak kalimat yang cukup menyinggungnya.
"Pantas saja, dilorong kastilku jadi ada banyak perabotan mewah, jadi dia penyebabnya?" Tanya Naga hitam ini.
Padahal sebelum ada dua makhluk beda ras itu, kastilnya tidak memperlihatkan adanya barang mewah sedikitpun. Bahkan untuk koidor sendiri, sebelumnya tempat itu hanyalah tempat kosong saja yang menghubungan satu tempat ke tempat lainnya.
Tapi tidak ada yang menduga, setelah dirinya membawa Eldania ke kastilnya untuk membantu Alstrelia yang sering mengalami gangguan tidur, ternyata membawa burung peliharannya masuk ke dalam kastilnya juga.
Lalu setelah itu, semuanya berubah.
Koridor utama di dalam kastil miliknya jadi memiliki barang-barang antik, mewah dengan harga yang jika di jual di pasar gelap, pasti akan sangat mahal.
"Tapi bagaimana bisa burung sepertimu membawa meja emas?" Naga ini tentu saja jadi penasaran.
"Itu bukanlah urusanmu." Sela Eldania, mewakili Everst yang diam dan sudah bertengger di bahu kanannya Eldania.
__ADS_1
Naga hitam ini pun langsung diam melihat ketegasan Eldania dalam menjawab pertanyaannya tadi.
"S-sudah..jangan bertengkar lagi." Kata Alstrelia mencoba menengahi mereka berdua yang terlihat akan memulai sebuah pertengkaran hanya karena ikan dan emas.