Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
146 : Altrelia. : Akhir adalah awal dari segalaya


__ADS_3

Setelah memerintahkan kembarannya itu untuk mengisi perannya, Alstrelia sendiri pun memberikan pakaian seragam persis seperti yang sedang di pakai oleh Alstrelia saat ini.


Alstrelia sedikit mengangkat jari telunjuknya.


NGUUUNG...


Dan secara otomatis Gimmick miliknya itu terbang mengitari Alstrelia sambil men scan penampilan yang dimiliki oleh Alstrelia.


Setelah berhasil memindai, maka Gimmcik tersebut pun terbang mengelilingi kembarannya Alstrlia.


Ke empat Gimmcik tersebut membentuk formasi untuk terbang di depan, belakang, samping kanan dan kiri Gamelo tersebut.


Setelah menggabungkan masing-masing proyektor dari cahaya biru yang keluar dari ujung senjata Gimmick tersebut, mereka berempat pun bergerak turun.


NGUUNG..


Dan disaat itulah, ketika cahaya tersebut menyelimuti penampilan dari kembarannya Alstrelia, secara otomatis perempuan yang awalnya telanjang itu, kini sudah memakai atribut dari apa yang Alstrelia pakai saat ini.


Karena itu, penampilannya saat ini pun jadi tidak bisa di bedakan dengan mudah.


"Hahh~ Melihatmu bisa berpakaian, mataku jadi tidak sakit lagi melihat dadamu itu," ucap Alstrelia terus terang.


Karena Alstrelia sudah sepenuhnya mengendalikan Gamelo itu, alhasil Gamelo tersebut hanya diam sambil menatap Alstrelia dengan cukup lekat.


"Memangnya ada apa dengan dadaku?" Melirik ke bawah lagi untuk melihat apa yang salah dengan dada miliknya yang saat ini sudah terbungkus oleh berbagai macam kain.


"Jangan pikirkan itu lagi," Celetuk Alstrelia.


"Kalau begitu tugasku?"


Melihat Gamelo itu sudah ada di dalam genggamannya, Alstrelia kembali berdiri di depan persis kembarannya tersebut, dan langsung mengatakan strateginya kepadanya.


________________


Flashback Off.


"Jadi setelah aku membuat dia berperan menjadi aku, dia lebih dulu menemuimu," Alstrelia langsung menunjuk Chavire. Dimana Gamelo yang Alstrelia suruh untuk mencari Chavire, ternyata berhasil memergoki pria itu sedang bermesraan dengan seorang wanita cantik. "Dan saat bertemu denganmu, kau sedang bermesraan dengan wanita. Indah sekali ya?" Imbuhnya.


"Kau~" Chavire jadi merasa tersinggung sendiri dengan ucapannya Alstrelia yang cukup terang-terangan mengatakan, sedang bermesraan dengan wanita? Tapi mau bagaimanapun wanita yang sedang ada di pangkuannya beberapa waktu lalu adalah Vera.


"Dan setelah itu, dia pun bertarung melawan Arsela, serta semua orang yang mengancamnya. Sedangkan aku, datang menunggu di momen yang tepat. Itu saja," jelas Alstrelia singkat namun padat. Membuat kedua laki-laki itu merasa seperti sedang di rendahkan secara tidak langsung, karena rencana yang digunakan oleh Alstrelia benar-benar mampu untuk membuat Alrescha dan Chavire punya pikiran jauh, kalau Alstrelia yang mereka lihat di tikam tepat di depan matanya mereka sendiri, berhasil di buat marah.

__ADS_1


Dan kemarahan dari mereka berdua pun sukses untuk menyelesaikan segala kekacauan yang terjadi di Ibu kota Kekaisaran Regalia.


'Pikirannya ternyata sangat licik sampai bisa memprediksi sejauh itu,' Pikir Alrescha.


Dan malam itu pun berakhir dengan kedamaian. Semuanya sudah terselesaikan dengan cukup baik?


Tidak juga.


Karena mereka semua harus mengerjakan PR yang cukup besar, yaitu memulihkan segala kerusakan yang terjadi di segala penjuru di kota.


'Tapi, jika punya prediksi seakurat itu, mana mungkin itu hanya pemikiran biasa milik dia,' Merasakan ada yang janggal dengan rencana dari seluruh rangkaian skenario yang dibuat oleh Alstrelia, Alrescha pun jadi dibuat semakin curiga dengan Alstrelia.


Tetapi karena saat ini semua orang termasuk dirinya juga sudah lelah, maka Alrescha akan mengurungkan niatnya untuk menyelidiki apa yang kira-kira disembunyikan oleh adiknya yang asli yang masih hilang itu, Karena banyak yang menginginkan kematian adiknya.


"Apakah kalian masih mau protes dengan strategi dariku tadi?" Tatap Alstrelia kepada mereka berdua.


"Tentu saja iya." Perempatan siku di dahi Chavire sudah muncul. "Jika saja bukan kar-"


Ucapan Chavire langsung menghilang setelah Alrescha mengarahkan tangan kanannya di depan Chavire persis agar berhenti bicara.


"Karenamu sedang dalam masa tersulit, biar aku yang menanggung semua ini."


"Apa?" Terkejut Chavire dengan ucapannya Alrescha.


"...........!" Tentu saja Chavire jadi langsung tersadar sendiri. Dia menatap tangannya sendiri, lalu wajah yanng coba dia raba, serta rambut miliknya yang berwarna merah itu, tidak mencerminkan dirinya lagi sebagai sosok Kaisar.


"Lalu," Alrescha belum selesai bicara. Setelah berbicara untuk Chavire, saat ini dia pun berbicara kepada Alstrelia yang sedang....


BRUKK....


"...........!" Alrescha dan Chavire langsung terpegun melihat Alstrelia saat ini sudah tumbang?


NGUUUNGG.....


Ke empat Gimmick itu sudah sedikit menyebar dengan jarak satu meter dan membuat lapisan transparan tipis seperti kaca, yang membuat si Tuan mereka saat ini terbaring di atas Gimmick itu layaknya berada di atas tempat tidur.


"Ada apa dengan adik palsumu itu?" Chavire mendorong bahu Alrescha agar menyingkir dari jalannya.


'Dia tahu?' Lirik Alrescha, melihat Chavire sudah tidak terlihat marah lagi, dan justru sedang berlari menghampiri perempuan yang saat ini terbaring di atas benda aneh itu.


KLANG....

__ADS_1


Dua pedang yang tadi di pangku oleh Alstrelia pun langsung terjatuh.


Dan salah satu dari pedang tersebut tiba-tiba saja terbang, dan berubah menajdi cahaya biru yang kemudian terbang dan masuk kedalam bandul kalung yang dipakai oleh Alstrelia.


Namun dikarenakan mereka berdua sudah terbiasa dengan hal magis seperti itu, maka Alrescha dan Chavire tidak begitu menghiraukan hal tersebut.


Selain Chavire yang justru menghampiri Alstrelia yang saat ini sedang terbaring di atas benda aneh itu.


"Hei...bangun. Kamu harus tanggung jawab juga atas pertarungan ini." Tuntut Chavire kepada perempan yang tidak sadarkan diri itu.


Chavire menekan-nekan wajah Asltrelia yang kelewat cantik itu, sampai Chavire sendiri kalau tidak segera meneriaki kalau yang ada di depannya itu bukanlah Alstrelia adiknya Alrescha yang asli, sudah pasti Chavire akan membawanya saat itu juga.


Tetapi karena yang ada di depan matanya itu adalah sosok pengganti Alstrelia, maka dia bisa melakukan semaunya?


'Padahal dia bukan Alstrelia yang aku kenal, tapi...wajahnya ini...benar-benar mirip sekali.' kernyit Chavire.


Dia tidak henti-hentinya untuk membangunkan perempuan itu, karena banyak tugas yang harus di kerjakan gara-gara pertarungan yang terjadi di antara mereka semua.


"Alstrelia, kau tidak mau bangun ? Ini sem-"


Ucapannya Chavire pun langsung dia telan lagi karena Alrescha tiba-tiba menyela.


"Jangan ganggu dia." Ujar Alsrescha.


Chavire langsung melirik ke arah Alrescha yang saat ini baru saja melompat turun dari atas tumpukan puing bangunan, dan mendarat di lantai dengan cepat.


"Jangan ganggu kenapa? Dia itu harus bangun, jangan sampai dia terbebas dari tanggung jawabnya itu. Jika bukan karena dia, kita tidak mung-"


"Chavire...dia sudah melakukan hal yang lebih dari pada yang sudah kau lihat." Timpal Alrescha.


"Maksudmu?"


"Yah.... Jika bukan karenamu yang lalai sebagai seorang Kaisar, mungkin saja tidak akan terjadi hal seperti ini." Kata Alrescha memperingatkan. "Misalnya saja, pesta yang diadakan dua bulan yang lalu. Setidaknya kau harus tahu ini..."


Tidak seperti sebelumnya, raut wajah Alrescha berubah menjadi lebih dingin. Karena yang akan di bahas adalah..


"Adikku, waktu itu sudah dipermalukan olehmu,"


"Apa?" Terkejut Chavire. Walaupun Alrescha mengatakan kalau yang mempermalukan adiknya Alrescha adalah Chavire, tapi yang dimaksudnya itu adalah sosok yang mendiami tubuh Chavire lah yang berhasil mempermalukan Alstrelia?


"Jadi karena dia mirip dengan adikku, jangan ganggu dia. Dia sudah malakukan banyak hal, karena kau datang terlambat, makannya kau tidak tahu itu apa yang sudah dia lakukan." Ucap Alrescha lagi.

__ADS_1


Mendengar penjelasan itu, Chavire pun mundur. Dia tidak lagi mengusik perempuan yang sedang tertidur itu?


'Bagaimana bisa dia bisa istirahat di tengah situasi seperti ini.' batin Chavire.


__ADS_2