Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
131 : Alstrelia : Menggantikan posisi


__ADS_3

"Dia terluka?" Gumam Chavire dengan nada yang cukup rendah.


Sama hal nya dengan apa yang sedang dirasakan oleh Chavire, Alrescha pun sama-sama mendapatkan imbas juga setelah melihat Alstrelia baru saja di tikam?!


Sekalipun di dalam kepalanya berisi banyak pertanyaan, bagaimana bisa Alstrelia tahu, semua hal selalunya tidak dapat di terka. Yang terlihat mustahi, pasti bisa jadi tidak mustahil lagi.


Ya...mau bagaimanapun Alstrelia adalah manusia juga. Pasti ada satu titik dimana seseorang bisa jadi lengah.


Hanya saja bagi Alrescha, dia merasa tidak terima jika perempuan yang banyak tingkah itu kini jadi terdiam. Hal itu jadi mengingatkan Alrescha kepada adiknya.


Bagaimana jika yang terlukadi sana itu memang benar-benar adiknya?


Alrescha seketika benar-benar langsung jadi diam. Kepalanya menunduk kebawah, sampai rambut hitam bagian depannya itu menutup hampir separuh matanya. -


Dia tidak berani untuk berpikiran kalau yang ada di depan sana adalah adiknya yang terluka. Tapi mau bagaimanapun itu, wajah Alstrelia yang terlihat kesakitan itu ternyata ikut menyiksa hati Alrescha.


Alrescha pun jadi mencengkram baju bagian dadanya, disana entah kenapa apapun yang ada di dalam dadanya itu jadi terasa sangat sakit dan cukup menyiksa.


Hatinya berkata untuk segera 'Selamatkan dia sebelum terlambat.'


"Hah~..."


*******


Di tempat Alstrelia berada.


Sosok Gamelo. Dia adalah sebutan untuk makhluk yang berasal dari dimensi lain. Tentu saja tubuhnya sama persis dengan manusia pada umumnya.


Tapi yang menjadi pembeda saat ini, makhluk itu memakai jubah berwarna putih, kepalanya di tutup dengan tudung dair jubah putih itu sendiri, dan wajah mereka di tutup dengan kepala tengkoran binatang rusa.

__ADS_1


Ya..pada dasarnya wujud mereka tersembunyi dari penampilannya yang aneh itu.


Tetapi....


Suara, kekuatan, dan cara mereka mengambil tindakan sama persis dengan lawan yang mereka pilih.


Dan lawan lain Alstrelia selain Arsela sendiri tentu saja Gamelo yang teryata tiba-tiba muncul begitu saja di depannya. Dan itu dengan membuatnya terkecoh, sebab Arsela lah yang menjadi umpan.


Alstrelia awalnya akan menyerang Arsela dari depan, tetapi yang ada adalah Arsela tiba-tiba saja menghilang dari tempatnya dan tergantikan dengan sosok Gamelo yang ternyata muncul dari belakang Arsela tadi.


Dan hasilnya adalah, Alstrelia yang sempat terkecoh, lengah sesaat itulah yang menjadi kesempatan emas untuk Gamelo itu.


Lalu saat ini, Gamelo ini berhasil melukainya.


Perutnya kini benar-benar terluka dan bersimbah darah. Akibatnya, Alstrelia sesaat tadi pun sempat terbatuk dengan mengeluarkan darahnya.


"Kamu memang tidak bisa terluka. Tapi itu jika lawanmu adalah orang lain. Tapi apa jadinya jika itu dirimu yang lain? Maka hal seperti ini jelas bisa terjadi, Alstrelia.' Ucap makhluk ini, yang mengaku kalau dirinya adalah dirinya yang lain dari Alstrelia yang sedang dia tikam dengan pedangnya.


Mati bisa terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa mengenal usia, dan Alstrelia adalah kelinci percobaan yang berhasil agar dirinya tidak terluka dalam kondisi apapun. Setidaknya jika dia terluka, maka secara otomatis, tubuh yang terluka itu akan segera sembuh.


Tapi saat ini?


"Matilah," Ucapnya lagi. Tangannya pun seakin menekan gagang pedang untuk memperdalam tusukan yang dia berikan kepada Alstrelia itu.


"Uhukk...." Darah langsung keluar dari mulutnya, kedua tangan yang berusaha menekan pedang itu agar tidak bergerak lebih dalam lagi masuk menembus tubuhnya, justru membuat kedua telapak tangannya semakin terluka.


"Dengan kematianmu, maka aku jadi bisa menggantikan posisimu." Imbuhnya lagi, yang di duga memang diri Alstrelia yang lain. Itu seperti kebalian dari Alstrelia, dimana sosok Gamelo ini seakan adalah sisi jahatnya Alstrelia.


"Posisi apa?" Tanya Alstrelia penasaran.

__ADS_1


Lalu Gamelo itu pun sedikit menundukkan kepalanya agar dia bisa berbisik lirih untuk Alstrelia seorang. Setelah dirasa sudah benar-benar sangat dekat dengan telinga milik Alstrelia, dia pun kembali bersuara, dengan menjawab : "Tentu saja mengantikan posisimu sebagai Putri mahkota Asgardia."


DEG!


Seperti baru saja mendapatkan tembakan dari meriam, jantungnya jadi serasa akan cepat berhenti. Dia sangat terkejut bukan main, karena awalnya Alstrelia mengira kalau posisi yang dimaksud adalah untuk menggantikan posisi dari Putri Fisher, tapi yang di incarnya adalah menggantikannya sebagai Putri mahkota kerajaan Asgardia?


Tentu saja Alstrelia langsung dibuat bingung.


Suara yang mirip itu memang cukup membuktikan kalau suara itu sama persis dengan miliknya.


Tapi mengingat kalau di tempat tinggal Alstrelia Ve Der Francisteen adalah dimensi diaman semua orang hidup berdampingan dengan teknologi, maka suara yang mirip itu tentu bisa saja adalah suara yang disamarkan.


Akan tetapi, yang di incarnya adalah posisinya sebagai Putri mahkota kerajaan Asgardia?


'Apa? Kenapa dia tahu identitasku juga? Mana mungkin kan? Tidak..mana mungkin ada orang lain yang tahu kalau Putri mahkota Asgardia ada di sini, kecuali orang yang ada di depanku adalah orang yang juga berasal dari dimensi yang sama denganku?' Sontak semua pikiran itu membuat Alstrelia semakin terkejut, dan memendam perasaan itu dalam dia,. Alstrelia menoleh kearah samping kanannya, sehingga dia dapat melihat sosok wajah yang masih di tutupi ole kepala tengkoran binatang itu.


Dan ekspresi dari tatapan yang Alstrelia berikan pun memicu sosok itu untuk bertanya lagi : "Bingung ya? Salahkan dirimu sendri yang suka angkuh itu, Alstrelia." Tuturnya lagi.


Setelah mendengar alasan singkat itu, Alstrelia yang berada di bawah derita dari rasa sakit itu, perlahan pandangannya menjadi kabur, lalu kelopak matanya pun menutup mata, dan akhirnya..


BRUKK....


Tubuh Alstrelia langsung terjatuh dalam kondisi darah yang terus saja merebes keluar membasai pakaian seragam putih miliknya. Sehingga dua warna yang cukup kontras di mata Alrescha dan Chavire pun berhasil membangun kemarahan di dalam diri mereka berdua.


Apalagi setelah ke empat pengawal yang biasanya terbang untuk melindungi majikannya itu, sekarang sama-sama terjatuh, alias tidak bergerak lagi, seakan itu adalah pertanda untuk mereka berdua bahwa Alstrelia mati?


"Hahahah....rasakan itu. Akhirnya aku bisa mengakhiri riwayatmu dengan tanganku sendiri, di waktu dan tempat yang tepat juga." Ucap makhluk ini, Gamelo yang di duga adalah kembarannya Alstrelia juga.


Melihat kesenangan itu keluar dari mulut yang mengumbar tawa penuh kemenangan, maka hal itu tentu saja tidak bisa Alrescha dan Chavire terima.

__ADS_1


Karena siapapun perempuan yang saat ini tergeletak bersimbah darah itu, bagi mereka berdua, sosoknya itu sudah masuk ke dalam bagian dari kehidupan mereka berdua.


Walaupun hanya pertemuan sesaat, tapi semua itu tidak bisa menjadi tolak ukur, kalau Alstrelia yang ada di sana, tidak boleh mat!


__ADS_2