Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
145 : Alstrelia : Kebenaran


__ADS_3

SHAAA~


Angin yang berhembus itu langsung membawa tubuh Alstrelia yang tergeletak di atas lantai itu, menghilang layaknya asap berwarna hitam.


Sampai akhirnya, dua sosok perempuan berpenampilan sama yaitu Alstrelia sekarang hanya tinggal satu orang saja, yaitu makhluk yang awalnya mereka pikir adalah Gamelo, ternyata adalah Alstrelia yang asli.


Bukan Alstrelia adiknya Alrescha, namun perempuan hasil temuan Lena yang mirip dengan adiknya Alrescha itulah sosok yang lagi-lagi masuk kedalam permainannya sendiri.


Ya..


Alstrelia adalah perempuan yang menyamar menjadi Gamelo itu.


"Apa kalian tidak mau melanjutkan pertarungan kita?" Tanya Alstrelia sambil menumpukkan kaki kanannya di atas kaki kiri, sehingga terlihatlah sosok Alstrelia yang sedang duduk dengan anggun itu.


"Ternyata kau mempermainkan kami!" Seru Chavire yang tidak terima dengan situasi yang ternyata sudah di kendalikan oleh perempuan di depannya itu.


Alstrelia memejamkan matanya sambil menengadah ke atas, lalu menjawab. "Apakah kau protes agar aku minta maaf kepada kalian?" Pertanyaan itu lantas tertuju kepada Chavire.


"Aku tidak menuntutmu untuk mengucakan permintaan maaf atas apa yang kau lakuakan kepada kami berdua, tapi setidaknya beritahu, kenapa kau melakukan itu?" Tuntut Chavire.


"Yah..." Alstrelia membuka kelopak matanya, "Jika tidak seperti itu, kalian tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Dan dengan memancing emosi kalian, kalian jadi berhasil menyapu bersih para makhluk itu kan?" Balas Alstrelia.


"Tapi sejak kapan?" Akhirnya Alrescha bertanya.


"Sejak kita berdua berpisah." Imbuhnya.


___________


Flashback On.


Saat Alstrelia dan Alrescha mampu menembus lorong yang sudah dipenuhi oleh batu kristal pemanggil itu, mereka berdua memutuskan berpisah, demi menghemat waktu pencarian asal muasal batu kristal yang merupakan batu pemanggil itu muncul.


"Alrescha, aku akan pergi sendiri." Kata Alstrelia di sela-sela dirinya duduk di atas Gimmick, sehingga posisinya pun saat ini dia terbang di udara.


"Aku tidak mempermasalahkannya. Tapi...." Alrescha yang awalnya tidak menatap lawan bicaranya yang sedari tadi menunggu wajah Alrescha untuk menoleh kearahnya, akhirnya menatap kearah Alstrelia juga. "Jaga dirimu baik-baik. Itulah yang dipesankan oleh adikku."


"Ya..ya...karena aku adalah pion yang sangat bermanfaat untuk menggantikan posisi adikmu itu, makannya baru sekarang kau bisa mengkhawatirkanku kan?" Terka Alstrelia dengan nada selamba.


"Hanya kebetulan saja, kau bisa di manfaatkan."


Alstrelia melirik kearah Alresha yang ada di bawahnya itu. "Kau harus bayar aku lebih."


"Dari segi sifatmu, apa yang bisa aku lakukan untuk membayarmu?" Sepasang mata mereka berdua saling menatap.


"Kita bahas itu nanti jika semua ini sudah beres." Jawab Alstrelia.


Alrescha memejamkan matanya sesaat, lalu kembali menatap kearah depan. "Ok, aku akan menunggu jawabanmu saat kita sudah membereskan masalah ini."


Selepas berkata seperti itu, mereka berdua berpisah.


Dimana ketika Alrescha mengambil koridor yang ada di sebelah kanan, maka Alstrelia mengambil arah ke sebelah kiri.

__ADS_1


"Hmm..hmm..." Sambil bersenandung pelan menyusuri lorong yang mulai gelap itu, suara gemuruh dari luar Istana pun terdengar. 'Hampir selesai ya?' PIkir Alstrelia.


Dikarenakan penasaran dengan apa yang terjadi di luar sana, Alstrelia pun memilih salah satu kamar yang ada untuk Alstrelia masuki.


KLEK....


Setelah masuk dan dalam posisinya yang masih duduk di atas ke empat Gimmick nya, kegelapan yang ada di dalam kamar tidak terpakai itu pun bukan menjadi masalahnya.


Setelah masuk, tepat di seberang kamar, secara kebetulan ada balkon kamar.


Tanpa basa-basi lagi Alstrelia pun melompat turun dan berjalan menggunakan kakinya sendiri untuk menemui tujuan sampingannya yaitu untuk pergi menuju balkon dari kamar tersebut.


KLEK...


Kedua pintu yang terbuat dari kaca itu pun terbuka dan mempersilahkan Alstrelia untuk mengunjungi balkon kamar tersebut.


'Badainya sebentar lagi datang. Kira-kira apa ya?' Alstrelia terus menunggu apa yang terjadi pada putaran awan hitam yang ada di atas langit Kekaisaran Regalia.


Namun, belum juga acara utama itu dimulai, Alstrelia langsung merasakan aroma yang sama persis seperti dengan dirinya.


Dikarenakan secara kebetulan tepat di meja sebelahnya terdapat satu gelas yang tertinggal, Alstrelia pun menyadari adanya sosok yang diam-diam sedang berjalan mendekatinya dari belakang.


Dan setelah jarak diantara mereka berdua kurang dari tujuh meter, sosok tersebut pun dengan senyap mencoba menyerangnya dari belakang.


'Mau menyerangku ya?' Tanpa sebuah kata yang Alstrelia ucapkan, Alstrelia langsung memutar tubuhnya ke belakang dan berkata, "Berhenti," Kata Alstrelia dengan sepasang matanya saat ini kembali bersinar berwarna biru, dan dia menatap sosok dari makhluk Gamelo yang memiliki penampilan aneh, karena wajahnya di tutupi dengan kepala tengkorak binatang, sedangkan pakaiannya berjubah putih layaknya daster.


"Ka-kau menggu-" Semua kalimat yang ingin di ucapkannya pun tertelan kembali, karena Alstrelia lebih dulu menyela ucapannya.


"Suaramu ternyata sama." Ujar Alstrelia sambil berjalan menghampiri makhluk Gamelo yang berhasil Alstrelia lumpuhkan dengan kemampuan miliknya. Kemampuan dimana dirinya bisa mengendalikan tubuh targetnya sesuka hatinya. Dan saat ini, dia sendiri berhasil melakukan serangan pencegahan pada Gamelo yang ternyata memiliki suara yang sama dengan miliknya itu.


Tapi apa jadinya jika,...


"Kita lihat, wajah siapa di balik topeng mengerikan ini." Dengan tatapan mata penuh siasat, Alstrelia pun mencengkram kepala tengkorak yang terpasang di wajah makhluk Gamelo tersebut.


Dan setelah di buka, apa yang Alstrelia lihat sukses membuat Alstrelia sendiri tersenyum lebar.


"Hei...hei, siapa ini? Kenapa aku jadi punya kembaran lagi?" Tanya Alstrelia dengan wajah bangganya, karena bisa menemukan sesuatu yang cukup menakjubkan. Sesuatu dimana ternyata di malam itu, dirinya bisa melihat seseorang yang mempunyai wajah dan penampilan yang sama dengannya.


Meskipun Alstrelia tahu kalau sosok yang di depannya itu bukanlah Alstrelia adiknya Alrescha yang asli. Tetapi karena sebuah kebetulan yang besar itu mendatanginya dengan sukarela, maka satu rencana pun tiba-tiba saja tercetus di dalam otak kecilnya.


Sosok perempuan berambut panjang yang benar-benar memiliki penampilan yang serupa dengan Alstrelia ini, terus menatapnya dengan tatapan sengit. 


Karena Alstrelia hanya menggunakan separuh kekuatannya untuk sekedar menghentikan pergerakan dari makhluk ini, maka ekspresi dari wajah tak puas hati itu pun menjadi pemandangannya Alstrelia saat ini. 


“Kau-” Setelah berjalan mengitari perempuan itu, Alstrelia kembali berhenti di depan, dan langsung mengarahkan wajahnya sendiri tepat di depan wajah perempuan asing tapi punya wajah serupa itu. 


“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya perempuan ini dengan nada ketus, kepada Alstrelia yang terlihat bahagia. 


Mana mungkin tidak bahagia ketika ternyata ada satu waktu dimana dia bisa menemukan dirinya yang lain, dan makhluk Gamelo yang sudah Alstrelia tangkap itu, memang memiliki struktur dari atas sampai bawah, benar-benar memiliki kesamaan dengan apa yang Alstrelia miliki. 


"Karena aku baru saja memiliki ide yang cukup bagus. Dan tugasmu akan menjadi peran besar pada skenario ini." jawab Alstrelia.

__ADS_1


Perempuan tersebut langsung mengernyitkan matanya. "Apa yang mau kau lakukan?"


"Hah...apakah kembaranku ini bisa sebodoh ini? Tidak mungkin kau tidak bisa memahami apa yang barusan aku katakan kan?" Tanya Alstrelia sambil merangkul makhluk Gamelo yang tubuhnya tidak bisa di gerakkan lagi, karena Alstrelia sudah sepenuhnya mengendalikan tubuh Gamelo itu untuk tidak bergerak.


"..............."


Hanya mendapatkan keterdiaman dari kembarannya itu, Alstrelia pun berbisik. "Kau, gantikan posisiku sepenuhnya, dan aku akan menggantikan posisimu."


SYUHH~


Angin yang datang itu membawa udara yang dingin, dan angin tersebut pun mengibarkan rambut hitam panjang mereka yang sangat kebetulan sekali paras dari wajah mereka berdua sangat sama.


Dan di saat Alstrelia mengatakan rencana itu di telinga kembarannya itulah, seluruh kemampuannya untuk mengendalikan Gamelo tersebut langsung membuat makhluk itu tidak bisa apa-apa lagi kecuali menuruti perintahnya Alstrelia.


"Ok, sekarang kamu Alstrelia."


"Ya, aku adalah Alstrelia." Gamelo ini menjawab sambil menatap Alstrelia dengan tatapan kosongnya.


"Ikut aku," Perintah Alstrelia agar masuk kedalam kamar.


Dengan cukup menurut Gamelo itu berjalan mengikuti Alstrelia untuk masuk ke dalam kamar.


Setelah jendela tertutup, maka saat ini yang ada di dalam kamar tersebut pun hanya mereka berdua.


Alstrelia dan kembarannya yang merupakan Gamelo itu berdiri saling berhadapan.


Alstrelia menatap wajah kembarannya. Dan membuat satu perintah lagi, "Lepas pakaianmu."


Gamelo itu melirik ke bawah. Untuk melihat pakaian miliknya yang harus di lepas?


Mau apa lagi kalau bukan di lepas, karena Alstrelia tentu saja membutuhkan pakaian apa yang Gamelo itu pakai.


"Baiklah," sahut Gamelo ini. Dan dia pun melepaskan jubah putih miliknya.


SRUK....


"Wow...kau ini benar-benar...tidak memakai apapun kecuali pakaian itu ya?" Cibir Alstrelia saat melihat perempuan di depannya itu tidak memakai apapun lagi kecuali pakaian yang baru saja di lepas tadi, sehingga sungguh memberikan pemandangan cerminan Alstrelia sendiri saat melihat tubuh itu sudah telanjang total dari atas sampai bawah.


Namun ternyata ada sisi menarik yang tidak di miliki oleh Alstrelia, yaitu gunungan kembar itu nampak lebih sedikit besar ketimbang milik Alstrelia.


Walaupun sungguh ironis, tapi apa yang mau di kata lagi? Tentu saja Alstrelia akan berusaha tidak mengingat penampilan perempuan itu yang mampu memanjakan mata para pria di seluruh negeri.


"Lalu apa yang akan aku pakai, jika pakaianku dilepas?" Tanya Gamelo ini.


Alstrelia tersenyum tawar, mendengar pertanyaan dari kembarannya tersebut. "Kau hanya perlu bertarung dengan telanjang," jawab Alstrelia dengan selamba, masih saja tidak bisa menerima kalau aset milik kembarannya itu ternyata jauh lebih wah.


Tapi Alstrelia langsung memejamkan matanya untuk mengetepikan fakta yang agak menyakitkan itu.


"Baiklah, aku akan pergi dan bertarung untukmu." jawab Gamelo ini dengan lugas.


"Eh~...kau ternyata benar-benar mau melakukannya ya?" Alstrelia langsung mencegat kepergian kembarannya itu sebelum keluar dari kamar, dengan posisi tanpa busana.

__ADS_1


"Kan tadi aku disuruh bertarung dengan telanjang." Imbuhnya.


'Kenapa kembaranku ini jadi terlihat seperti orang bodoh? Ini memalukan diriku sendiri. Hadi apa boleh buat aku akan mengendalikannya secara penuh.' Pikir Alstrelia


__ADS_2