
...Banyak mengandung unsur kekerasan, harap bijak....
...Happy Reading....
...-----------------------------------------------------------...
Dalam kurun waktu kurang dari 5 menit, Alstrelia mampu melumpuhkan 6 orang.
Karena 6 orang lainnya di urus oleh Arsene dengan baik, karena itulah sekarang Alstrelia mengurus sisa satu orang yang benar-benar lebih tanggung dari kawan-kawannya tadi.
‘Kenapa dia sehebat ini? Apa aku mendapatkan informasi palsu? Tidak! Aku sudah mengamatinya selama lebih dari dua bulan ini, perempuan ini adalah orang yang dari luar saja terlihat lemah. Bahkan dia tidak banyak berinteraksi kepada orang-orang di sekitarnya dan seorang yang pemalu. Tapi apa yang aku lawan sekarang ini, seperti orang yang berbeda.’ Pria ini mengernyit ketika pedang yang diayunkan oleh Alstrelia hampir mengenai sepasang matanya, jadi dia segera mundur ke belakang sebelum matanya menjadi buta.
“Padahal sedikit lagi.” lirih Alstrelia, tangannya berhenti bergerak dan masih teracung ke depan tepat ke wajah musuhnya sendiri.
Tapi tidak berselang lama, Alsterlia kembali berlari ke depan dan kembali mengayunkan pedangnya itu dengan gayanya yang cukup anggun tapi penuh dengan kekuatan.
CTANG!
Tangan dari pria itu segera di angkat ke depan atas dengan posisi horizontal, demi menahan ayunan pedang Alstrelia yang bergerak hendak membelah kepalanya menjadi dua.
‘Jangan-jangan diam-diam sebenarnya adiknya Alrescha sudah mendapatkan pelatihan khusus. Tapi jika seperti itu, berarti informan yang aku masukkan ke dalam kediaman Fisher sudah berbohong kepadaku?’ pikir pria berambut coklat ini saat dirinya harus menghadapi wanita yang seharusnya dia culik dengan mudah, tapi keadaannya justru menjadi terbalik.
Yang mudah menjadi sulit, bahkan terlalu sulit seakan dirinya sedang melawan seorang komandan kesatria.
CTANG….
CTANG…..
Alstrelia mengayunkan pedangnya dari atas, tapi pria itu menahannya dan langsung menepisnya ke samping kiri. Tatkala posisi pedangnya kena tepis ke arah kiri, dari kiri Alstrelia kembali menyerangnya secara horizontal.
CTANG.........
Pria itu menghindarinya dengan membungkuk, sebelum pedang itu menebas lehernya.
Alstrelia benar-benar tidak membuat celah, sebab dia meneruskan gerakannya dari arah kanan lalu ke atas.
CTANG..........
__ADS_1
Dan dari atas, Alstrelia menyerangnya lagi ke bawah, membuat pria itu sedikit terpental ke belakang. Tak hanya sampai disitu, pria tersebut menyerang balik dari kanan ke atas, sehingga pedangnya dapat menangkis serangan lanjutan milik Alstrelia agar pedang ujung pedangnya meluncur ke bawah.
SRRREEKK........
Tidak membuat celah, Alstrelia mengayunkan pedangnya yang tadi sempat di tangkis dan meluncur ke bawah, untuk segera pindah ke posisi sebelah kiri menuju ke atas. Hanya saja pria itu sedikit menunduk dan menurunkan pedangnya kiri bawah agar tidak tertangkis olehnya, sehingga pria itu membuat gerakan lanjutan, ayunan pedang secara horizontal dari kiri ke kanan, karena targetnya adalah pinggang gadis itu.
SRAKKK........
“...................!” Pedangnya berhasil mengenai pinggang Alstrelia dan membuat gaunnya sepenuhnya sobek.
Tidak seperti pria itu yang membuat respon terkejut karena gaun yang dipakai Alstrelia saat ini sudah robek dan memperlihatkan pinggangnya yang mempunyai kulit sama putih, tapi ternyata tidak membuat pinggang langsing itu terluka, Alstrelia justru hanya menatapnya dengan tatapan biasa saja.
Bahkan Alstrelia yang merasa gaunnya sudah tidak layak dipakai lagi, segera Alstrelia tarik ujung tali yang sebenarnya digunakan untuk mengikat lapisan dari gaunnya.
Ya…
Itu adalah gaun yang dibuat secara terpisah antara atasan dan bawahan.
Bawahan yang di desain layaknya rok satu lembar tapi ada tali yang mengikat di pinggangnya, segera Alstrelia tarik dan akhirnya perbuatannya itu membuat rok yang melindungi kedua kakinya yang jenjang dan ramping itu segera terlepas dari tempatnya.
Sontak dari ke 3 musuh yang tersisa dan bahkan Arsene sekalipun langsung membelalakkan matanya.
Bagaimana tidak, jika mereka semua melihat kedua kaki milik Alstrelia yang sepenuhnya sudah tidak tertutupi apapun kecuali rok putih pendek yang menggantung sampai di atas lutut benar-benar bisa mereka lihat dengan sangat jelas.
“Kau sendiri yang membuatku seperti ini.” ujar Alstrelia, memecah ketegangan batin mereka semua sebagai seorang pria tulen. “Jadi, bagaimana jika sekarang gantian, ok?” imbuh Alstrelia dengan senyuman yang mengembang, kalau hal yang akan dilakukannya adalah sesuatu yang sudah sangat dinantikan dari tadi.
‘Ha! Dia ternyata wanita yang sangat gila! Aku suka ini. Kita lihat, apalagi yang bisa di lepas di tengah-tengah pertarungan ini.’ merasa adrenalinnya terpacu, pria ini dengan berani melepas maskernya, sehingga wajahnya kini bisa mereka lihat dengan jelas.
“Ho~ Wajahmu ternyata lumayan. Tapi jika aku ukur, Kaisar lebih tampan ketimbangmu,” ejek Alstrelia secara terang-terangan.
“Aku tidak peduli soal tampang, yang aku pedulikan adalah bisa mendapatkanmu malam ini juga, Putri.” sahut pria ini dengan ekspresi tetap memperlihatkan rasa percaya dirinya yang tinggi.
Karena dia tidak peduli soal tampangnya sendiri yang akan dikatain tampan atau tidak, karena yang terpenting adalah bisa menyelesaikan tugasnya untuk membawa Alstrelia.
“Memangnya jika aku ternyata kalah, selanjutnya kau akan melakukan apa?” Alstrelia berjalan ke samping arah kanan, lalu di ikuti pria tersebut.
Dengan kedua pedang sudah siap untuk saling diadu, mereka berdua melakukan pembicaraan singkat agar bisa memiliki pendekatan mereka masing-masing.
__ADS_1
“Intinya sesuatu yang menyenangkan,” jawab pria ini. Sama hal nya dengan Alstrelia yang berjalan ke samping kanan, pria ini juga ikut dengan strateginya itu.
“Heh~ Kira-kira kesenangan macam apa yang bisa kau berikan kepadaku?” tanya Alstrelia dengan nada menggoda.
“Nanti Putri juga akan tahu.” tuturnya.
Alstrelia sesaat memejamkan matanya, kemudian membuka matanya secara perlahan dan langsung melirik ke samping kanan bawah. “Sayangnya, walaupun aku ingin tahu, tapi juga tidak mau tahu. Aku mana mungkin menyerahkan diriku pada penjahat rendahan seperti kalian.”
“Rendahan? Apa sebegitu rendahnya diriku dan tidak cocok untuk menjadi penculik Putri?”
“Tidak juga. Yang rendahan itu bukan dirimu, melainkan pekerjaanmu. Kau pasti terpaksa melakukannya, karena ada tanggungan besar yang harus kau pikul kan?” Jawab Alstrelai sekaligus bertanya. Pertanyaan yang berisi sebuah tebakan tentang latar belakang dari pria itu. “Kau ternyata pria bodoh.” hina Alstrelia lagi.
CTAS^-
Berhasil memancing emosi pria itu dengan kalimat yang memprovokasinya.
“.................!” Tidak terima dengan semua kalimat yang keluar dari mulut Alstrelia yang sangat menghina dan mempunyai hal sensitif yang hampir diumbar tadi, langsung membuat pria ini kembali melakukan serangan kepada Alstrelia.
Pria itu berlari dan mengayunkan pedangnya dari atas.
CTANG........
Alstrelia kini menahan serangan lawannya yang baru di lancarkan.
" Hyah....." mengayunkannya lagi, dan lagi.
Dan saat melihat pria itu hendak mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah secara vertikal, dengan begitu Alstrelia mengayunkan juga pedangnya dari bawah ke atas, membuat gerakan yang saling berlawanan. Tapi yang paling menentukan adalah, seberapa besar kekuatan yang dikerahkan....
CTANG.........!.
Dentingan terakhir dari dua pedang yang saling beradu, dan hasilnya...
SYUHHTT..........
Salah satu pedang di antara mereka terlontar ke atas, dan ...
KLONTANG..........
__ADS_1