Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
135 : Alstrelia : Pemicu mereka berdua.


__ADS_3

Flashback Off.


CTANG....


Alrescha akhirnya kembali pada kenyataan.


Kenyataan kalau Alstrelia saat ini benar-benar sudah tumbang?


SRAKKK....


Alstrelia langsung menangkis serangan dari Gamelo itu dengan kuat, hingga gesekan antara kedua besi itu menjadi pencipta suasana baru yang di tunjukkan oleh dia.


Bukan.


Tidak hanya Alrescha, sebab disana ada satu orang lagi yang merasa kehilangan, yaitu Chavire.


"Kau...membunuh adikku?" Tanya Alrescha penuh dengan penekanan.


"Ha? Memangnya dia adikmu? Jika dia adikmu, bararti aku adikmu juga?" Ejek Gamelo ini terhadap pertanyaan yang dilontarkan dari mulutnya Alrescha yang sebenarnya sangat...sangat jarang menyebut Alstrelia dengan sebutan adik di depan orang. "Benar kan apa yang aku katakan? Kan aku adalah dirinya yang lain dan berasal dari dimensi lain?" Tuturnya lagi, benar-benar mencoba memprovokasi Alrescha yang terlihat seperti sudah tersulut oleh kemarahan.


Lalu ketika dia melihat kearah satu pria lagi yang memiliki rambut berwarna merah menyala itu, dia hanya melihat keterdiaman dari Chavire.


Dua orang yang memiliki perasaan yang sama?


"Ahahaha.....kalian benar-benar lucu. Apakah kalian marah karena kematian dari wanita ini?" Gamelo yang mengaku sebagai dirinya Alstrelia yang lain ini langsung melayangkan salah satu kakinya untuk menendang tubuh Alstrelia.


DUAK....


Tepat mengenai pinggang Alstrelia, sampai posisinya langsung berubah dan berpindah posisi sejauh satu meter.


'Wah...dia ternyata sungguh berani. Kalau seperti ini, aku tidak akan ambil pusing untuk kabur dari sini dengan Arsela. Karena aku tidak dapat mengambil tubuhku kembali, lebih baik aku memakai tubuh ini saja untuk sementara waktu, setelah kondisinya lebih baik, aku akan mengambil tubuhku lagi.


Hahaha.....jika bukan karena syaratnya adalah melakukan hubungan intim dengan menggunakan tubuh ini, aku juga malas. Tapi jika tidak seperti itu, aku yang akan kerepotan untuk mengatur kekaisaran ini menuju kehancuran. ' pikir Charles. Dia dengan Arsela pun saling memberikan kode satu sama lain, agar bisa kabur dari sana?


Karena sihir teleportasi sedang tidak bisa Charles gunakan, maka cara satu-satunya yang tersisa adalah pergi keluar menggunakan jendela itu.


Dan perbuatan dari Gamelo yang berani-beraninya menendang tubuhnya Alstrelia, sukses menyulut kemarahan dari dua orang itu.


WUSHHH........


Semua sisi dari ruangan itu langsung di isi dengan angin dengan suhu yang cukup dingin.

__ADS_1


Semua itu hasil dari perbuatan Alreescha yang tentu saja memicu seluruh kaca jendela yang tersisa itu membeku dan akhirnya pecah.


PRANKK........


Karena suhu dingin seperti itu, tentu saja semua barang yang terbuat dari kaca, rentah untuk pecah. Dan lagi-lagi di tempat itu, hujan dari kilauan kaca, kembali terjadi.


SYUHTT......


Tetapi yang menjadi perbedaannya kali ini adalah pecahan kaca itu tidak ada satu pun yang terjatuh ke lantai.


Mereka semua berhenti di udara persis.


'Jangan-jangan ini kekuatannya Yang mulia Kaisar?' Arsela yang menyadari pecahan kaca itu tidak jatuh sama sekali, seakan waktu berhenti, Arsela buru-buru mengayunkan pedangnya.


STAHTT..


Di waktu yang sama pula, pecahan kaca tersebut segera melesat cepat ke arah depan, menargetkan semua yang ada di sana, yaitu Arsela dan dan kedua Gamelo yang tersisa itu.


PRAKK....


Tapi dikarenakan serangan antara serpihan kaca ditandingkan dengan kubus emas milik Arsela, maka yang menang tentu saja adalah Arsela.


Tapi sebagai ganti kekalahan milik Chavire itu, maka Alrescha pun menjadi pengganti untuk serangan ke dua mereka.


Mereka bertiga pun berhasil lolos dari serangan yang di buat oleh Alresha dan Chavire.


Tapi semua itu seperti hanya awalan untuk mereka semua. Karena apa yang Alrescha dan Chavire miliki, sesuatu yang tertidur lelap cukup lama di dalam diri mereka, sekarang akhirnya bangkit juga.


Dan semua itu di sebabkan karena kesalahan dari mereka semua yang memberikan pemicu untuk Alrescha dan Chavire untuk bertindak melebihi apa yang biasanya mereka lakukan.


Itu semua karena Alstrelia.


Lagi-lagi Alstrelia?


Padahal Alstrelia hanyalah perempuan yang tidak banyak berinteraksi dan pendiam. Apa yang disukai oleh mereka yang punya sifat seperti itu?


Bagi Chavire, itu adalah kenyamanan tersendiri.


Jika semua wanita bangsawan yang bertemu dengannya selalu mengoceh untuk bahas ini dan itu yang cukup membosankan bagi Chavire, hanya demi menarik perhatiannya, maka Alstrelia yang dia kenal itu seperti membuat dirinya berada di sebuah tepi danau yang indah.


Danau yang memberikannya ketenangan, kenyamanan, serta danau yang sebenarnya memiliki harta tersembunyi jika tidak di lihat baik-baik.

__ADS_1


Itulah kesan yang Chavire miliki terhadap Alstrelia .


Karena itu, saat dirinya melihat secara langsung Alstrelia kena tikam sampai akhirnya tumbang dan tidak memiliki tanda-tanda kehidupan lagi, sontak itu menjadi pukulan terberat untuk Chavire saat ini.


Seolah bahwa mempi semalam itu adalah sebuah pertanda untuk dirinya, bahwa Alstrelia akan meninggalkan dirinya?


Walaupun, Alstrelia yang ada di depannya itu mengaku Alstrelia juga.


Tetapi karena sifat dan cara bicaranya sangat bertolak belakang dengan Alstrelia yang Chavire kenal, yang artinya perempuan itu adalah orang yang berbeda, sayangnya gejolak yang ada di dalam hatinya itu ternyata tetap saja tidak terhidarkan untuk menjadi marah.


Kenapa?


Padahal perempuan yang ada di sana bukan Alstrelia yang asli.


'Tapi kenapa aku bisa sangat marah seperti ini?' Chavire pun mengatupkan mulutnya, lalu dia berjalan ke depan.


Ekspresinya begitu datar, seperti yang biasanya Alrescha lakukan. Meskipun begitu, amun tidak dengan sorotan matanya yang menyiratkan perasaan marah, dimana saat Chavire mengarahkan tangan kanannya ke depan, sebuah pedang tiba-tiba saja muncul.


Tidak seperti pedang yang biasanya di pakai oleh semua orang dengan desain itu-itu saja, maka desain pedang yang saat ini Chavire pegang itu memiliki desain layaknya jarum jam, dengan adanya dua lengkungan di bagian sisi atas dan bawah yang menjorok ke dalam.


Tidak terlihat seperti pedang yang tajam, tapi itu tetap adalah senjata asli miliknya.


Sekalipun memang jiwanya berpindah dan masuk ke tubuh lain, tapi tidak dengan kekuatan miliknya. Karena itu adalah jati dirinya sebagai Kaisar negeri ini, maka selama dirinya masih hidup, kekuatan miliknya pun akan tetap bersamanya hingga ajal menjemputnya.


'Aku memang tidak mengerti dengan perasaan dari amarah ini. Sampai aku punya pikiran untuk tidak mempermasalahkan posisiku di cabut gara-gara apa yang aku lakukan bisa menghancurkan negaraku sendiri, lalu digantikan oleh orang lain yang lebih baik dariku. Tapi jika memang perempuan di sana ada hubungan erat dengan Alstrelia yang asli, dan jika kematiannya itu akan mempengaruhi Alstrelia juga, maka mereka harus membayarnya dengan harga yang setara!' Ucap Chavire didalam hati.


Rasa marah yang dari tadi tertahan itu akhirnya keluar bersamaan dengan pedang yang teracung ke arah depan.


Bagi mereka memang tidak terliat adanya sesuatu yang mencurigakan. Tapi....


____________


Di luar Istana.


KWAKK....!


Seekor burung besar berwarna biru langsung terbentuk tepat di atas Istana persis.


Sampai-sampai suara khas dari seekor burung, berhasil menarik perhatian semua orang yang ada di penjuru kota.


Dan salah satunya adalah....

__ADS_1


"Verst....dia sainganmu tuh." Ucap Eldania kepada burung Elang yang saat ini bertengger di atas bahu sebelah kanannya.


__ADS_2