
"Nona, memangnya siapa orang yang sedang kita tunggu?" Tanya Lena sambil melihat burung kecil yang ada di dalam sangkar.
"Dia...." Belum sempat mengatakan siapa sebenarnya yang akan datang, Alstrelia langsung diberi kejutan oleh suara pintu.
BRAK..!
"Nona! Cepat pergi dari sini!" Teriak Elbert kepada Alstrelia yang sedang duduk manis di samping Lena dan sama-sama ikut menatap burung yang tadi pagi sempat dia tangkap.
Tapi apa alasan Elbert tiba-tiba muncul dengan wajah paniknya, sampai pintu yang tidak bersalah itu langsung dibanting dengan kasar?
"Ada apa? Kenapa aku harus pergi? Aku sedang menunggu seseorang." jawab Alstrelia, merasa terganggu dengan kedatangan Elbrert itu.
Dengan langkah kaki cepat dan lebar, Elbert terus berjalan dan menghampiri Alstrelia yang sedang menatap kearahnya dengan ekspresi tidak puas hati.
"Sir Elbert! Apa yang anda lakukan?" Tanya Lena, mencengkram pergelangan tangan Elbert yang sudah mencengkram tangan Alstrelia untuk Elbert tarik.
"Tempat ini sudah tidak aman!"
Lena semakin mengernyitkan matanya, awalnya memang tidak aman, tetapi semua itu sudah Lena dan Nona Alstrelia hadapi.
Dan sekarang tidak aman dari apa lagi?
Lain hal dengan Alsterlia yang bersikap tenang dengan tatapan mata yang seolah sudah tahu segalanya, Lena justru masih dalam kebingungannya sendiri.
"Tidak aman dari apa?" Tanya Lena.
"Dari mo-"
PRANK.....
Kalimat milik Elbert pun langsung sirna setelah jendela kamar yang ada di sebelahnya persis langsung pecah.
Lena dan Elbert pun dibuat menoleh ke arah samping mereka, dimana kaca bingkai jendela yang sudah pecah sepenuhnya, tiba-tiba berhasil membuat seekor monster dalam bentuk seperti naga, tetapi memiliki empat tanduk di atas kepalanya, masuk kedalam kamar.
GROARRHHH....!
Erangan dari monster tersebut berhasil membuat seisi kamar yang terbuat dari kaca, langsung pecah.
PRANK.....
__ADS_1
"I-itu?! itu W-" Lena dalam mode terkejutnya, tidak bisa berbicara dengan lancar.
"Weyvern," kata Elbert saat melihat sosok yang seperti naga itu adalah monster tingkat 3.
Elbert menoleh ke belakang, lalu tangan kannya yang masih mencengkram tangan milik Alstrelia, segera dia tarik.
"Nona, kita pergi dari sini!" Elbert menarik tangan Alstrelia agar segera pergi dari sana.
Karena tangannya sudah di tarik oleh Elbert, Alstrelia pun dibuat berlari mengikutinya dan disusul oleh Lena.
"Sir Elbert, kenapa mereka bisa masuk ke sini?" tanya Lena penasaran, sekaligus harus menahan perasaannya yang sedikit takut pada Weyvern itu. "Bukannya tadi pagi sudah dibuat sihir pelindung?"
"Justru karena penyihirlah, ada yang membuat portal teleportasi ke kediaman Fisher, dan membuat mereka bisa berteleportasi masuk, untuk-"
"Menghancurkan Fisher?" Pungkas Alstrelia.
"Nona-" Lena tidak bisa berkata-kata apapun, setelah mendengar ucapannya.
Duke Fisher, adalah salah satu keluarga ternama setelah Kaisar. Karena Duke Fisher adalah faksi bangsawan yang berpihak kepada kaisar, maka banyak yang memusuhinya.
Alrescha, secara terang-terangan memilih sekaligus mendukung Chavire sebagai Kaisar, karena itulah hubungan dari kedua keluarga paling berpengaruh di kekaisaran pun jadi bertambah kuat.
Dan banyak orang yang tidak menyukai Chavire sebagai kaisar, karena usianya yang dibilang masih terlalu muda untuk memimpin Kekaisaran terbesar di benua itu.
Dan yang membuat mereka tidak berkenan atas kenaikan pangkat Chavire dari putra mahkota menjadi Kaisar adalah, karena banyak yang mencurigai kalau Chavire sendrii lah yang membunuh Kaisar, agar bisa merebut posisi Kaisar dengan cepat dari pada yang seharusnya.
GROARRHHH.....
Lena seketika menoleh kebelakang, dan yang membuat Lena semakin terkejut adalah ketika monster bernama Weyver itu ternyata terbang mengikuti mereka bertiga.
Tidak hanya itu saja, Weyvern saat ini pun mulai membuka mulutnya lebar-lebar.
"Nona awas!" Panik karena Weyvern itu hendak menyemburkan api kearah mereka bertiga, Lena langsung menghadang semburan api itu.
Alstrelia pun melirik ke belakang. Saat mendapati Lena berusaha menjadi tamengnya, justru Alstrelia malah menyunggingkan senyuman miringnya.
Alstrelia mengatupkan mulutnya, lalu dia langsung melepaskan diri dari cengkraman tangan Elbert.
"Nona!" panggil Elbert ketika Alstrelia tiba-tiba bisa melepaskan diri dengan mudah, lalu saat ini Alstrelia pun berlari pergi ke arah Lena.
__ADS_1
WHOORR~
'Walaupun, yang aku layani adalah Nona Palsu, aku akan tetap melindunginya.' PIkir Lena, langsung memejamkan matanya dengan cukup rapat, karena tidak mau melihat asal dari kematiannya kali ini.
Di saat yang sama pula...
"Lena," Alstrelia memanggil nama Lena dengan pelan, sambil meraih tangan Lena.
'Apa?' Lena langung terpegun saat dirinya masih bisa mendengar suara milik Nona Palsunya dengan memanggil namanya.
"Apakah aku menyuruh untuk melindungiku?" Tanya Alstrelia, lalu menarik Lena pergi dari sana, karena senjata miliknya, sudah berhasil membuat dinding pertahanan tepat sebelum api itu menerjang Lena.
'Nona?' Lena secara langsung merasa terharu dengan tindakan yang Alstrelia lakukan kepadanya. Melihat perempuan asing tapi memiliki penampilan juga paras yang sama dengan majikan aslinya saat ini sedang menariknya untuk pergi, membuat Lena merasa kalau perempuan yang ada di depannya itu justru seperti seorang kesatria.
DI satu sisi, Elbert terdiam. 'Apa itu?'
Satu pertanyaan yang terlintas di dalam kepalanya, saat pertama kali melihat sebuah senjata yang mampu terbang menghasilkan dinding sihir, lalu di tambah senjata itu bisa menembak secara otomatis pada targetnya.
Elbert kembali melirik kearah perempuan yang menjadi majikannya sekarang. Walaupun hanya berstatus sementara, tapi Alstrelia yang ada di depan matanya itu berhasil membuat banyak kesan yang cukup mendalam, kalau Alstrelia adalah perempuan yang pemberani sekaligus memiliki banyak sisi tidak terduga.
"Bert!" Panggil Alstrelia saat melihat Elebert bersiri seperti patung pajangan.
"Ah ya?!' Elbert segera manarik segala pemikirannya tadi.
"Apakah ada penyihir yang membuatmu bisa pulang secepat ini?" Tanya Alstrelia.
DORR.....!
GORARHH!
HARRGGH....!
"I-iya." Elbert jadi salah tingkah sendiri, akrena di satu sisi dirinya sednag di tanyai oleh Alstrelia , di satu sisi monster Wayvern itu sedang mengerang sambil melawan ke empat senjata yang sedang terbang mengitariya sambil memberikan serangan balik.
"Apakah itu Edward?' Terka Alstrelia, masih saja bersikap tenang , padahal di belakang mereka sedang ada pertarungan seingit antara Weyvern dan perusuh tanpa kendali, yaitu Gimmick milik Alstrelia.
"Bukan, dia adalah-" Sama halnya dengan yang seperti tadi, belum sempat Edward menjawab, di samping sisi dari koridor tempat mereka sedang berbicara, dari jendela terlihat beberapa teman-teman Weyvern sednag bermanuver, terbang melesat kearah mereka bertiga.
Lena dan Alstrelia yang menyadari perubahan ekspresi Elbert yang cukup drastis itu pun dibuat menoleh ke samping kiri mereka.
__ADS_1
"GROARHH...!"
"N-nona!" Tanpa sadar, Lena jadi mengguncang-guncang tubuh Alstrelia karena melihat hal yang sama dengan apa yang Alstrelia dan Elbert lihat. "Ini bukan lagi penyusupan para monster, tapi peperangan khusus untu Fisher!"