
Sosoknya yang besar, punya sisik berwarna hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya, dua sayap yang jika berkibar lebar, maka sayap itu mampu menghempaskan seluruh area sekitar dalam sekali kepakan sayap, dialah si Black Dragon.
'Ada apa ini? Kenapa aku merasakan adanya energi besar yang sama dengan yang waktu itu?' Naga hitam yang awalnya sedang tidur meringkuk dengan posisi ekor dan kepala saling menyatu di tengah kastil miliknya, tiba-tiba saja di kejutkan instingnya sebagai naga yang tajam itu.
Karenanya, kepala Naga ini langsung mendongak ke atas, menatap langit-langit kastil miliknya yang bisa terlihat dengan jelas, karena secara kebetulan langit-langit dari bangunan kastil miliknya itu di lapisi oleh kaca trans paran yang cukup lebar, karena itu Naga hitam ini pun dapat melihat langit yang kian mendung itu.
'Kan, itu menghilang lagi.' Pikir Naga hitam ini. Dia sama sekali belum tahu perasaan aneh yang sempat dia rasakan tadi, karena keberadaan dari sesuatu yang sedang Naga hitam ini curigai kembali menghilang. 'Aku belum tahu itu apa, tapi rasanya akan ada sesuatu yang buruk akan segera terjadi.'
Lalu Naga hitam ini menurunkan kepalanya dan menatap pintu yang mengarah ke koridor di mana ujung dari koridor adalah kamar dari manusia cantik itu tinggal.
'Kelihatannya dia jauh lebih tahu apa yang akan terjadi nanti.' Tatap Naga hitam ini. Menebak kalau Alstrelia yang ada di dalam kastil yang kini tinggal di salah satu kamar di kastilnya itu adalah orang yang akan lebih mengetahui apa yang terjadi pada perasaan mencurigakan yang sempat Naga hitam ini rasakan. 'Aku ingin mencoba melihatnya. Tapi-'
Keinginan dai Naga hitam ini pun dia tahan, karena dia juga sudah memeriksa keadaan Alstrelia yang tertidur di kamarnya. Dan karena mendapatkan pengaruh dari kekuatan suci milik Eldania, maka sudah di pastikan kalau Alstrelia akan terbantu dan bisa mendapatkan kualitas tidurnya lagi.
'Aku kan sudah melakukannya dua jam yang lalu. Biarkan dia istirahat nyenyak lebih dulu. Ayo...jangan ganggu dia lagi, biarkan dia tidur lebih lama lagi.' Untuk menahan keinginannya untuk menemui Alstrelia, Naga hitam ini pun kembali meletakkan kepala miliknya yang panjang itu ke atas permukaan lantai dan membuat posisi ternyaman untuk kembali melanjutkan tidurnya yang nyenyak.
Tapi baru juga memejamkan matanya sesaat, tiba-tiba saja Naga hitam ini langsung di kejutkan dengan kedua pintu Ballroom yang terbuka.
BRAKK...
Karena sudah seperti itu, maka sepasang mata dari Naga hitam ini langsung terbuka lebar saat dia melihat sosok wanita dengan piyama berwarna putih, tengah berlari ke arahnya.
"Julius!" Teriak Alstrelia.
Dan kepala dari Naga hitam ini yang hendak kembali di angkat, langsung tertahan ketika Alstrelia lebih dulu mendaratkan tubuhnya di atas wajahnya persis.
BRUKK...
Dan Naga hitam yang di panggil Julius itu pun jadi terdiam melihat keberadaan tubuh dari Alstrelia kini sudah ada diatas wajahnya.
"Apa yang sedang kau lakukan? Bukannya kau tadi sedang tidur?" Tanya Naga hitam ini kepada sosok wanita bernama Alstrelia, saat ini sedang diam di tempat memeluk wajahnya. "Ada apa? A-"
"Jangan pernah pergi." Sela Alstrelia.
__ADS_1
Naga hitam yang memang memiliki nama Julius ini pun jadi penasaran apa maksud dari ucapannya Alstrelia ini. "'Jangan pergi? Memangnya apa yang aku lakukan sampai membuatku pergi? Apakah kau baru saja mendapatkan ramalan lagi?" Tanya Julius panjang lebar.
Saat itu, Julius melihat Alstrelia mengepalkan tangannya dengan erat seperti sedang menahan sesuatu yang sangat tidak diinginkan untuk tidak terjadi.
"Kenapa? Apakah kau melihat sesuatu di dalam mimpimu?" Tanya Julius.
"Hmm." Dehem Alstrelia. "Di dalam mimpiku kau mati. Jadi aku berharap agar kau tidak pergi dari sini."
"Memangnya aku bisa mati? Dan dimana aku akan mati?" Julius tentu saja jadi penasaran karena selama ini dirinya sama sekali tidak memiliki saingan, musuh, dan bahkan tidak ada hal yang mengancamnya.
Tapi sedangkan sekarang? Alstrelia mengatakan kalau seekor Naga akan mati?
"Aku tidak tahu tempatnya, tapi intinya di hutan. Kau mati dalam kondisi terbakar. Jadi aku harap kau tidak pergi keluar." Beritahu Alstrelia.
"Tapi jika aku tidak keluar, siapa yang akan memberimu makan?" Tanya balik Julius. "Aku sangat tahu, kau memang berasal dari keluarga bangsawan, dan mana mungin kau punya pengalaman berburu, apalagi mana mungkin juga kau pergi ke area hutan. Ya kan? Kau tidak bisa melakukan banyak hal, karena kau sendiri membatasi dirimu sendiri di dalam mansion."
Dan ucapannya Julius, tentu saja langsung membungkam mulut Alstrelia saat itu juga.
Tentu saja Alstrelia tidak bisa berkata apapun lagi karena semua ucapan yang keluar dari mulut besar sang Tuan Naga ini memang tidak bisa di sangkal, sebab semua yang di katakan nya benar
"Sahhtt..." Julius mendesis agar Alstrelia diam saja. "Jika kau mengatakan ingin belajar untuk mencari makanan sendiri, sebaiknya tidak usah. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa."
"Tapi aku juga tidak ingin kau kenapa-kenapa. Jika tidak ada kau, akulah yang ha-"
"Diamlah." Sela Julius dengan mulut sedikit terbuka lebar, sehingga tubuh mungil Alstrelia yang ada di atas wajahnya, langsung sedikit terangkat.
Alstrelia yang sempat kaget itu, mencengkram kumis yang menempel di hidung dari Tuan naga ini.
"Itu sakit, jangan menarik kumisku." Ucap Julius, memperingatkan Alstrelia agar tidak mencengkram kumisnya yang panjang itu.
"M-maaf." Alstrelia melepaskan cengkraman tangannya dari pada memegang kumis milik Julius tadi, karena tadi dia sempat takut jatuh sebab Julius membuka mulutnya dengan sedikit lebar.
Melihat ekspresi bersalah dari Alstrelia, Julius pun menutup mulutnya lagi, dan berbicara seperti orang yang sedang berkomat kamit mengutuk orang.
__ADS_1
"Tapi- kau ternyata sangat yakin sekali menemuiku dengan piyama mu yang seksi."
Mendengar pernyataan dari Julius yang seperti itu, sontak saja Alstrelia melepaskan pelukan tubuhnya dari atas wajah besar Julius ini dan berjalan mundur, lalu melihat penampilannya sendiri yang ternyata sedang memakai lingerie?!
"A-apa? Kenapa aku bisa memakai ini?" Alstrelia yang kebingungan itu langsung menutup buah dadanya dan area bawahnya, karena dia benar-benar memakai Lingerie yang cukup menerawang.
"Bukannya kau yang memakai itu ya?" Kalau saja Julius punya alis yang bisa dia angkat, dia akan mengangkatnya. Tapi yang bisa dia lakukan adalah mengernyitkan matanya, karena setidaknya dia bisa cuci mata dengan tubuh wanita yang ada di depannya itu.
"Bukan! Kyaa...!" Alstrelia yang sudah panik dengan penampilannya yang baginya itu cukuplah memalukan, langsung berlari kabur dari sana meninggalkan Julius sendirian lagi di ballroom yang luas untuk di jadikan tempat tidurnya itu.
"Jika bukan dia-" Julius pun hanya punya satu pikiran siapa yang bisa melakukannya, dan itu adalah Eldania.
*
*
*
"Kenapa kau melakukan itu?" Tanya burung Elang ini kepada perempuan yang kini sedang memeluk tubuhnya.
Eldania, perempuan yang sedang memeluk tubuh Everst di dalam pelukannya yang cukup erat, langsung angkat bicara. "Karena dia punya tubuh yang sangat bagus, aku sendiri bahkan sangat iri. Jadi dari pada menganggur di tutupi terus, makannya aku ganti piyama itu jadi Lingerie yang seksi sekalian."
"Hanya iri karena tubuh. Wanita memang punya pikiran yang merepotkan." Balas Everst. Dia pun meletakkan kepalanya di atas dada milik Eldania, sehingga kini dia melihat dagu bagian bawah Eldania.
"Kau pikir hanya wanita saja yang memikirkan tubuhnya? Bukankah pria juga punya pikiran yang sama? Kalau dia punya tubuh atletis, ada roti sobek di perutnya, siapa yang tidak mau dengan itu? Secara harfiah, tubuh bagus di gunakan untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Jadi apa salahnya jika punya pikiran yang merepotkan?" Sela Eldania detik itu juga.
"Berarti, kau memang tipe suka pria yang punya tubuh Atletis kan?"
Eldania menundukkan kepalanya, sehingga wajah mereka berdua pun saling berhadapan satu sama lain. "Jangan bertanya hal yang sudah jelas. Karena aku juga seperti perempuan yang lain, ingin punya pria dengan tubuh bagus, karena-"
"Tidak usah di sambung, aku sudah tahu kelanjutannya." Pungkas Everst.
"Memangnya kelanjutannya apa?" tanya Eldania dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Pasti jika di gunakan untuk berhubungan badan, akan jauh lebih nikmat. Itu yang kau maksud, benar kan?"
Ketahuan pikirannya bisa di tebak dengan tepat, Eldania langsung menutup wajah Everst dengan telapak tangannya dan menciumnya. "Ya..kau benar. Muachh.."