Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
214 : Alstrelia : Luapan perasaan dari kebenaran


__ADS_3

Tidak sepeti Elda yang berekspresi serius seolah dirinya sudah menjadi musuh, Elbert justru berekspresi cukup tenang.


"Ya. Saya baru saja memuji anda, apakah ada masalah dengan apa yang saya katakan tadi?" Kata Elbert.


Elda terkesiap dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Elbert ini, makannya, karena kebetulan hati yang di milikinya itu memang sudah menaruh perasaan pada Elbert, Elda pun tersenyum miring.


"Ah ...., aku jadi ingin membawanya."' Desis Elda, dia sungguh ingin sekali membawa Elbert bersamanya, karena secara kebetulan Elbert sudah berhasil mencuri hatinya, makannya seandainya memang bisa, Elda ingin membawa Elbert keluar dari dunia novel.


"Memangnya mau membawa saya kemana?" Elbert merapikan seragamnya, dan mencoba berdiri dengan stabil di atas lantai licin karena es yang cukup dingin itu.


"Kerumahku." Cetus Elda.


"Lalu apa yang akan saya lakukan di rumah anda?"


Elda kemudian berdiri, dan berbalik memunggungi Elbert dan menjawab : "Membuatmu jadi kekasihku. Dan sekalian saja menjadikanmu sebagai suamiku. Itu tawaran yang bagus kan? Dari pada kau jomblo seumur hidup dan mati di tangan Alrescha?"


"Saya mati di tangan Tuan?"


'Ups.., kenapa mulutku tidak bisa aku ajak kerja sama. Selalu saja seperti ini. Aku sama sekali tidak sadar aku memberitahu akhir dari riwayat Elbert yang mati.


Walaupun aku memang tidak sengaja mengatakan dia akan mati di tangan Alrescha, tapi karena aku dan Komandan masuk ke dalam dunia Novel, bukankah berarti artinya alurnya sepenuhnya akan berubah?


Jadi mana mungkin Elbert mati di tangan Alrescha.' pikir Elda.


Dia memang tidak sengaja membeberkan kalau Elbert di akhir cerita sebenarnya mati di tangan Alrescha. Namun satu hal yang pasti untuk Elda sendiri, karena dirinya merupakan tokoh tambahan yang berasal dari luar, juga Alstrelia, maka akhir dari alur cerita jelas akan berubah, makannya Elda menepis cerita dari akhir riwayat hidup Elbert itu.


Dengan anggukan setuju atas pemikirannya tadi, Elda kembali berkata. "Yah ..., kan kau tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Tahu sendiri kan, jika Alrescha pasti setiap hari harus menekan kekuatannya yang besar itu?


Itu bukan sesuatu yang mudah di tangani, jadi kau sendiri juga harus bersiap kapanpun itu, jika sewaktu-waktu kekuatan miliknya lepas kendali.

__ADS_1


Ok, untuk kejadian tempo hari dimana dia mampu mengeluarkan Glashad dengan sangat terkendali, tapi itu juga suatu kebetulan kan karena pemicunya adalah karena Tuan Putri Alstrelia sendiri?"


'Kenapa dia tahu banyak tentang kami berdua?' Elbert pun jadi menatap curiga Elda.


Ya, Elda memang seorang wanita yang berasal dari tempat lain, tempat asing dan patut di curigai.


Tapi sayangnya, kecurigaannya juga seperti tidak berdasar.


Kenapa? Sebab Elda terus mengikuti Alstrelia seperti diri Elbert yang sudah seperti ekor untuk kedua majikan mereka berdua. Jadi kecurigaan Elbert terhadap Elda pun berangsur hilang juga. 


“Tapi seba-” Hingga sudut matanya langsung menemukan kedua majikannya itu sedang memandangi sesuatu yang kian bersinar. 


“Hei, Alrescha, aku ada satu pertanyaan untukmu. Apakah kau menyukaiku?” Tanya Alstrelia dengan begitu polosnya, dimana pandangan matanya terus tertuju pada batu dengan warna yang cukup mencolok matanya. 


“Kenapa kau tanya seperti itu? Tentu saja aku menyukaimu.”


“Apa yang sebenarnya kau katakan itu? Aku jelas bukan menyukaimu karena kau mirip dengan adikku, tapi atas dasar kau sebagai wanita.”


“Begitu ya, dan apakah karena salah satunya sebab aku cantik?” Satu pertanyaan yang tidak mungkin akan Alstrelia tanyakan langsung, karena dia sudah tahu dengan penampilan dirinya memang cantik.


Alrescha mengerjapkan matanya, dan menjawab pertanyaannya Alstrelia lagi. “Itu termasuk, siapa yang tidak tergoda oleh kecantikanmu. Asal kau tahu saja, semua laki-laki yang memandangimu sudah langsung jatuh cinta padamu, apa kau puas dengan jawabanku ini?”


“Menggoda? Memangnya selain cantik, lalu apa lagi?” 


“Ya, penampilanmu selalu menggoda, siapa yang tidak tergoda jika kau selalu memakai rok pendek yang memperlihatkan kedua kakimu yang justru terlihat telanjang itu? Siapapun pasti jadi ingin mengangkat rok pendekmu itu.”


“Apa kau termasuk juga ingin mengangkat rok pendek milikku?” 


“Kenapa kau terus menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah jelas?” Alrescha pun masih tidak bisa menghindari pandangannya untuk tidak menatap batu Savar itu. 

__ADS_1


Mendengar percakapan diantara mereka berdua yang sangat aneh sekaligus seperti dua orang yang sedang mengutarakan perasaan mereka berdua, membuat Elda dan Elbert tersenyum tawar. 


“‘Apa kedua majikan kita sedang menyatakan perasaan jujur mereka?” Tanya Elda kepada Elbert.


“Kelihatannya memang seperti itu.” Elbert hanya mengiyakan pertanyaannya Elda, karena apa yang mereka berdua lihat juga dengar memang seperti itulah kenyataannya. 


“Jadi apa kau juga punya keinginan untuk mengangkat rok pendek milikku?” Goda Elda dengan senyuman miringnya kepada Elbert. Dia pun sampai mencoba menarik salah satu sisi rok yang Elda pakai itu ke atas, sehingga dia memperlihatkan stocking berwarna hitam. 


Sekalipun begitu, tetap tidak menutupi kesan kaki Elda yang jenjang juga nampak seksi itu.


Elbert hanya meliriknya sekilas, dan menjawabnya : "Tidak." Itulah jawaban singkat dari Elbert terhadap pertanyaan nya Elda barusan.


"Ha~ Tidak usah gengsi begitu, kalau mau sini." Elda dengan cepat menarik tangan Elbert, lalu mengarahkannya ke rok Elda dan menariknya ke atas.


Tapi tentu saja Elbert langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Melihat Elbert benar-benar mampu menghindari alias menekan keinginannya yang pastinya benar-benar ada, akhirnya Elda melepaskannya dengan wajah cemberut.


Meski cemberut di wajah, tapi tidak dengan hati kecil Elda yang semakin merasa gemas dengan tingkah Elbert yang cukup menggelikan itu.


"Ok, jika tidak mau. Kita lanjutkan urusan kita nanti setelah kita menjauhkan mereka berdua dari batu itu." Tunjuk Elda pada batu Savar yang dari jauh saja, memang terlihat mencolok dan menarik perhatiannya untuk menatapnya.


Dan kenyataan paling menggelikannya adalah Alstrelia dan Alrescha sedang meluahkan kebenaran dari isi hati mereka di depan batu Savar itu.


"Tapi ba-" Belum juga berbicara, Elda langsung menarik tangannya Elbert dan membawanya pergi dengan cara Elda sendiri, yaitu meluncur.


WUSHH........


Suhu yang begitu dingin itu tidak menghentikan mereka berdua untuk pergi menghampiri kedua majikan mereka yang sedang terkena hipnotis oleh batu Savar itu.

__ADS_1


__ADS_2