Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
67 : Alstrelia


__ADS_3

Langkah kakinya tidak pernah membiarkannya berhenti sampai bisa menemukan orang yang sedang dicarinya.


Benar, dia adalah Arsela.


Arsela terus saja berjalan melewati beberapa koridor, tidak peduli dengan pandangan orang yang akan mengetahui dirinya pergi kemana dia tetap akan mencarinya, seseorang yang dia rasa sangat dia kenal.


Itulah yang berada di benak hatinya.


KLEK.


Tepat ketika pintu itu terbuka, seorang pria dengan statusnya yang menjabat sebagai Kaisar akhirnya muncul tepat di depan mata Arsela.


Pria dengan manik mata berwarna hijau zamrud itu kemudian menjeling ke samping kanan, menoleh ke arah kanan dan di ikuti tubuhnya yang menghadap ke arah kanan. "Apa yang membuat Nona Arsela berjalan dengan terburu-buru?" Tanya pria itu, siapa lagi kalau bukan Chavire.


Tidak, lebih tepatnya tubuhnya memang milik Chavire, tapi tidak dengan sosok yang mendiami tubuh Kaisar itu.


Arsela awalnya terdiam ketika melihat sorotan mata milik Kaisar yang terlihat seperti sorotan mata sedang menunggu sesuatu yang besar.


Tap apa?


Apa yang sedang ditunggu-tunggu oleh pria itu?


"Ada apa? Apakah Nona Arsela akhirnya mengetahui kalau diriku mempesona sampai membuatmu berpikir untuk pindah tunangan denganku?" tanyanya lagi dengan sebuah senyuman yang terus mengembang.


Itu bukanlah senyuman tulus, melain senyuman yang sedang mencibir Arsela.


TAP...TAP….TAP…..


‘Ada orang!’ Detik hati Arsela.


Menyadari adanya orang yang sedang berjalan ke arah mereka, Arsela dengan terpaksa mendorong pria itu kembali masuk kedalam kamar lagi.


“..............?” Dengan senyuman polosnya, Chavire palsu ini hanya mengikuti keinginan Arsela yang ingin bersembunyi sebelum ketahuan oleh orang lain.


KLEK.


“Apa kau lihat tadi? Putri Alstreia yang jarang muncul, kini muncul dengan gaun paling indah. Aku iri, dia ternyata bisa secantik itu.”


“Bukankah Nona Arsela juga cantik? Tidak ada yang bisa menyaingi gaun yang dipakainya juga.”


“Tidak, Putri Alstrelia lah yang cantik.”


“Iya..iya..terserah kamu. karena kita hanya seorang pelayan, apa yang bisa dilihat dari perempuan seperti kita?” 


Kedua pelayan istana itu pun pergi melewati ruangan yang digunakan sebagai tempat persembunyian dari mereka berdua.


“Seperti yang didengar dari pelayan tadi, apa Nona merasa tersaingi dengan Putri Alstrelia?” tanyanya, sambil melirik ke bawah, Chavire palsu ini memberikan senyuman lembut yang tidak lepas dari sebuah cibiran kepada Arsela.


“...................” Arsela awalnya menatap serius Kaisar itu, mengabaikan soal apa yang barusan tadi Arsela dengar, Arsela akhirnya membuka suaranya. “Siapa anda sebenarnya?”


“Siapa aku? Tentu saja Chavire, Kaisar negeri ini. Apa aku masih perlu memperkenalkan diri lagi, karena kita sangat jarang bertemu?” Seolah tidak mengerti maksud dari ucapannya Arsela, Chavire sengaja membuat pembicaraan mereka berputar-putar.


“Tidak, bukan itu yang saya maksud. Yang di depan saya memang seorang Kaisar, tapi-” Arsela mengangkat tangan kanannya sendiri dan memandangnya dengan tatapan yang terlihat cukup dalam. “Apa yang ada di dalam tubuh Kaisar bukanlah sang Kaisar sendiri. Itu pasti kau, kan? Charles.” Arsela langsung mendelik ke arah pria di depannya itu dengan tatapan tajam. “Sejak kapan kau mendiami tubuh Kaisar?”


Senyuman lembut yang tersungging di bibir Chavire pun perlahan memudar dan berganti dengan senyuman tipis penuh siasat. “Apa kau baru saja melihat masa laluku dengan kekuatanmu? Kau ternyata wanita yang licik juga, ya? Arsela?” ujar pria ini, sambil menyibakkan rambut coklatnya itu dengan jari-jari tangan kanannya, dia kembali menambahkan: “Jika itu bukan kau, aku pasti sudah membunuhmu. Tapi karena kau sudah membongkar rahasiaku, maka aku tidak akan menyembunyikannya lagi padamu. Aku memang Charles, tunangan masa lalumu. Lalu mendengar kau menanyai sejak kapan aku mengambil alih tubuh ini, yang itu aku tidak akan memberitahumu.”

__ADS_1


“Apa kau akan membalas dendam padaku karena aku memutuskan pertunangan kita?”


“He~ Ternyata kau punya pikiran seperti itu tentangku?” cibir Charles. “Tapi aku cukup senang, karena kau menanyaiku seperti itu, berarti kekuatanmu masih memiliki batasan, artinya kekuatanmu belum bangkit, kan?” sambung Charles. 


Charles sebenarnya sangat ingin menertawai Arsela yang berani menggunakan kekuatannya untuk mencari masa lalunya, tapi melihat reaksi wajah Arsela yang semakin masam karena tebakannya tadi benar, Charles sudah semakin yakin bahwa kekuatan milik Arsela belum sepenuhnya bangkit. 


Kekuatan yang mampu melihat masa lalu seseorang dengan sentuhannya.


“Aku jadi yakin, dengan kekuatanmu itu, gaun itu pasti kau pesan setelah menjiplak milik seseorang kan?” terka Charles lagi saat memperhatikan gaun mewah yang dipakai oleh Arsela.


Di mata Charles, dia benar-benar tahu kalau gaun milik Arsela memang benar-benar berbeda dengan kebanyakan gaun yang beredar di seluruh kekaisaran, tapi mengingat ada satu orang lagi yang memakai gaun indah tapi juga sama bedanya dengan apa yang dipakai oleh Arsela, maka Charles sudah sepenuhnya tau cara macam apa yang digunakan oleh Arsela.


“Kau pasti mengundang desainer yang dipakai Putri Alstrelia kan? Lalu dengan melihat masa lalunya, kau mampu menjiplak gaunnya, dan menyuruh penjahit lain untuk membuat gaun itu. Tapi sayangnya, rencanamu gagal total.” sindir Charles, dengan tatapan mata yang tidak pernah terailhkan untuk menatap wajah Arsela yang memang cantik itu.


“Diam,” pungkas Arsela sambil menepis tangan charles yang hampir menyentuh rambutnya. 


Charles terkekeh melihat reaksi Arsela yang sedang marah, sampai tangannya ditepis dengan cukup kasar. 


“Pesta sudah dimulai, apa kau akan tetap disini denganku sambil membuat acara pesta kita sendiri?” tanya Charles dengan nada menggoda dan sensual, karena tangan yang baru saja Arsela tepis tadi, kini sudah melingkar di pinggang Arsela dan menariknya dengan gerakan ringan, agar jarak diantara mereka berdua semakin menghilang.


BRUK.


“Aku sudah memiliki kekuasaan ini, menjadi kaisar, dan bisa mengatur banyak orang sesuka hatiku. Apa kau tidak mau kembali lagi denganku?” Charles lagi-lagi mengutarakan pertanyaannya kepada Arsela yang membuat Arsela semakin masuk dalam jurang pikiran. 


“Aku-” Arsela memalingkan wajahnya ke arah lain ketika wajah Chavire yang pada dasarnya tampan itu tapi ternyata dikuasai Charles, tunangan masa lalunya, semakin menggodanya dan membuat wajah mereka berdua semakin sempit. 


“Arsela.” Panggil Charles dengan nada yang begitu lirih, dia sedikit mencengkram wajah Arsela agar tidak berpaling darinya. Setelah bisa membuat Arsela menatap matanya lagi, Charles kembali berkata : “Aku sebenarnya sudah tahu, kau adalah pembuat kelompok itu kan? Yang seminggu lalu membuat kekacauan di gerbang timur.”


“Ba-mphh...” Belum sempat mengucapkan apapun, bibirnya langsung dibungkam dengan bibir Charles. Tidak, itu bukan bibir dari harles, melainkan bibir dari tubuhnya Chavire.


‘Dari mana dia pandai berciuman seperti itu. Terlebih lagi, dia sudah tahu rahasiaku? Sebenarnya sejak kapan Charles memasuki tubuh Chavire? Jika saja kekuatanku sudah bangkit, aku pasti bisa tahu.’ pikir Arsela setelah Charles melepaskan tautan bibirnya.


Arsela.


Dia sangat tidak percaya bahwa Kaisar yang selama ini memimpin Kekaisaran Regalia ini, tubuhnya sudah dirasuki oleh Charles. 


Charles adalah mantan tunangannya 3 tahun yang lalu, lebih tepatnya tepat sebelum masuk ke Academy, Arsela yang sudah bertunangan dengan Charles memutuskan perpisahan, karena perbedaan status sosialnya yang dari rakyat biasa, menjadi seorang bangsawan. 


Lebih tepatnya Charles dan Arsela awalnya sama-sama rakyat biasa yang tinggal di sebuah panti asuhan.


Tapi sampai Arsela berumur 11 tahun dan Charles 13, mereka berdua keluar dari panti asuhan demi hidup mandiri. Atau lebih benarnya, karena Arsela dan Charles sudah tidak kuat lagi hidup di panti asuhan di bawah tekanan kekerasan. 


2 tahun berlalu menjalani hidup berdua dengan pekerjaan sebagai pelayan rendahan di restoran.


Setelah menjalani hidup berdua sedemikian lama, Arsela dan Charles membuat kesepakatan bertunangan. Karena usia remaja, memiliki haus akan namanya cinta, 2 tahun berlalu hubungan itu baik-baik saja. 


Tapi semua hubungan itu langsung kandas setelah Arsela ternyata adalah anak dari seorang bangsawan yang menghilang lebih dari 15 tahun itu. Demi menghindari adanya konflik berkepanjangan karena perbedaan status yang dimiliki Arsela dengan Charles yang merupakan rakyat biasa, Arsela akhirnya memutuskan pertunangan itu.


Arsela hidup dengan bergelimangan harta, masuk ke Academy ternama di Kekaisaran Regalia, dan bertemu dengan Alrescha.


Demi memiliki status yang lebih tinggi, Arsela berusaha merangkak dengan segala cara demi mendapatkan perhatiannya. Dia berpura-pura bersikap pengertian, baik, dan selalu mencoba mengerti dengan segala situasi yang dimiliki Alrescha, sampai akhirnya pertunangan untuk mengikat Alrescha dalam genggamannya akhirnya dia dapatkan.


Tapi apa sekarang? 


Yang ada di depan matanya memang Kaisar, tapi yang mendiami tubuh sang kaisar adalah Charles.

__ADS_1


“Sebaiknya lepaskan aku,” pinta Arsela sambil mendorong tubuh Charles.


Tapi tenaga kecil sekecil itu tidak membuat Charles berkutik dari tempatnya untuk lebih memeluk Arsela masuk kedalam pelukannya. “Kenapa kau harus melepaskanmu? Bukannya kau sendiri yang lebih dulu menghampiriku dan menarikku masuk kedalam kamar?”


‘Aku awalnya memang hanya pergi ingin memastikannya saja kalau orang memang bukanlah Kaisar asli, tapi aku hanya tidak menyangka kalau dia adalah Charles. Bagaimana ini? Charles bukanlah orang yang bisa melepaskan orang lain dengan mudah jika sudah masuk dalam lingkungannya.' pikir Arsela, bingung dalam situasinya sendiri.


___________________


“Apa yang sedang mereka berdua lakukan? Walaupun kakak beradik, tetap saja kelihatan mesra. Aku sangat iri dengan hubungan mereka.” Gumam wanita ini, saat tidak sengaja melihat Alrescha dan Alstrelia yang sedang berada di lantai dua, terlihat sangat dekat layaknya sepasang kekasih. 


“Hanya bisa sebagai penonton, tetap saja sangat memuaskan mata.”


“Seandainya Tuan Alrescha belum bertunangan, saya pasti akan memperkenalkan putri saya kepadanya.”


Pembicaraan mengenai dua orang yang dianggap kakak beradik itu pun sampai terdengar di telinga mereka berdua. 


Alstrelia hanya memejamkan matanya sambil menikmati gosip itu dengan tenang.


Tapi lain hal dengan Alrescha yang sangat tersindir dengan segala ucapan yang diucapkan oleh Alstrelia tadi. 


“Tuan, penyihir Edward sudah datang.” panggil Elbert, setelah berhasil kembali membawa orang yang dicari oleh Alrescha.


Alrescha berbalik dan berhasil melihat keberadaan Edward yang sudah berdiri di belakang Elbert.


“Apa kau mau pergi kesana sekarang juga?” tanya Edward tanpa basa-basi kepada Alrescha. 


“Kesana? Sekarang juga?” Alstrelia yang tertarik dengan suara yang mengeluarkan kalimat seolah itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan dengan cepat, berhasil membuat Alstrelia beranjak dari kursinya dan berjalan menemui Edward. “Apa artinya kau mampu melakukan itu?” sambut Alstrelia pada pria pemilik dari rambut putih perak.


‘Dia?!’ Edward yang baru tahu ternyata yang duduk dibelakang Alrescha adalah Alstrelia, dia langsung memberikan reaksinya dengan sedikit mundur ke belakang.


Penasaran dengan reaksi mengejutkan Edward, Alstrelia semakin memiliki keinginan untuk mendekatinya. “Ada apa? Apa ku tidak boleh tahu maksud dari perkataanmu tadi?” tanya Alstrelia dengan wajah polosnya yang seakan benar-benar punya rasa penasaran besar kepada Edward.


TAP…...TAP…...TAP…..


‘K-kenapa dia mendekat?!’ Edward kalap, Alstrelia justru semakin berjalan mendekatinya. ‘Gawat!’ Buru-buru Edward menutup mulut dan hidungnya dengan tangannya setelah merasakan ada sesuatu yang akan keluar dari hidungnya.


“Kau menutup hidung dan mulutmu, ternyata kau tidak sopan. Apakah aku tubuhku sebau itu?” Alstrelia semakin mempermainkan Edward yang berjalan mundur dan mencoba bersembunyi di balik tubu Elbert yang masih berdiri mematung itu.


Alstrelia mencoba mengangkat tangan kanannya dan mengendus ketiaknya. Hal yang sama dilakukan di sebelah kirinya. 


“Alstrelia.” Panggil Alrescha saat melihat tingkah Alstrelia yang sedang mengendus aroma tubuhnya sendiri secara terang-terangan di depan tiga orang laki-laki.


“Apa? Aku hanya mencoba memastikan kalau tubuhku tidak bau.” sahut Alstrelia.


‘Apa perempuan ini tidak bisa berhenti mempermainkan orang? Dan bau? Tubuhnya tidak bau sama sekali, yang ada malah aromanya masih wangi seperti 2 jam yang lalu.’ Batin Elbert, masih mempertahankan sikap profesional nya sebagai seorang kesatria agar tidak tergoda dengan sikap serta penampilan Alstrelia itu.


“Kau tidak bau.”


“Terus kenapa dia menutup hidung dan mulutnya?” tanya Alstrelia dengan nada kekanakan.


‘Apa dia sengaja tidak tahu kapan harus berakting ha?!’ Kepalanya semakin berdenyut memikirkan Alstrelia beda sifat ini. 


‘Dia sengaja ya? Mempermalukanku? Sialan, kenapa aku jadi bertemu dengan wanita yang harusnya aku hindari? Apa jadinya nanti?’ Setiap kali matanya melihat ke arah Alstrelia, detik itu juga dia mengalami reaksi pada hidungnya. ‘Melihatnya saja, sudah membuat otakku teringat lagi. Kenapa ingatan yang seperti ini tidak bisa aku hapus?!’ racau Edward, dia benar-benar merasa tersiksa dengan ingatan dimana matanya pernah melihat Alstrelia yang sedang telanjang bulat itu. 


“....................” merasa ada sesuatu yang aneh dengan Edward yang terlihat menghindarinya sampai seperti itu, Alstrelia pun mengundurkan dirinya dari tingkah polos dan kekanakannya tadi. Alstrelia mundur, dan berkata : “Apa kau akan pergi?”

__ADS_1


Mengabaikan keberadaan Edward, karena Alstrelia akan mengurus pria itu nanti.


__ADS_2