
NGUUNG...
"Jadi mau kau apakan di?"
"Kau bertanya aku mau apa?"
"............." Chavire terdiam.
"Aku akan pulang lebih dulu." Jawab Alrescha sambil melirik pada satu perempuan yang tadinya banyak bicara itu, sekarang suaranya sudah menghilang terbawa arus mimpinya Alstrelia sendiri.
KLEK...
Daun pintu yang masih berdiri itu tiba-tiba terbuka, lalu dengan sembarangan, memperlihatkan seorang perempuan cantik menggunakan gaun merah.
"..............!" Chavire sedikit terkejut karena yang datang adalah adik tirinya, juga 'Kenapa dia masih hidup? Aku pikir Vera sudah membereskannya juga.' Pikir Chavire saat melihat Charles, atau tubuhnya yang saat ini sedang di diami oleh Charles, sedang menggendong tubuh Reva.
"Turunkan aku," Kata perempuan ini, yaitu Reva namun masih dibawah kendali Vera.
Dengan menurutnya, Charles menurunkan Vera.
Setelah turun, Vera pun berlari menuju ke arah Chavire yang sedang berdiri di samping tubuh Alstrelia yang sedang tidak sadarkan diri itu.
Chavire yang hendak melangkah mudur itu, langsung Chavire tunda, karena di belakangnya persis adalah jurang kematiannya.
Ya..jika mundur beberapa langkah lagi, mka yang ada dirinnya akan terjatuh dari menara.
"Chavire!" Seru Vera sambil mencincing gaun merah itu dan terus berlari untuk menghampiri Chavire.
'Kenapa adiknya bertingkah seperti itu?' Alrescha merasa aneh dengan perilaku adinya Chavire yang biasanya bermartabat, kini justru berlari layaknya anak kecil.
Setelah tinggal dua meter lagi bisa sampai di posisi Chavire berdiri, Vera langsung melompat.
"Chavire! Beri aku-"
".........!" Chavire yang terkejut dengan sikap Vera yang tiba-tiba melompat ke arahnya, buru-buru mengambil langkah cepat untuk menangkap tubuh adiknya itu.
BRUKK....
Layaknya sepasang kekasih, karena rambut Chavire itu serupa dengan warna gaun yang dipakai oleh adiknya itu, mereka berdua pun saat ini langsung berpelukan dengan posisi Chavire benar-benar menggendong tubuh Vera layaknya anak kecil, dimana dia mampu menopang tubuh Vera dengan lengan kirinya yang dijadikan tempat dudukan untuk ****** Vera.
"Makanan!"
JLEB..
__ADS_1
"Shhtt..." Seketika Chavire langsung mendesis sakit saat sepasang taring milik Vera langsung masuk kedalam kulit leher Chavire.
'Apa? Dia Vampir? Ternyata di zaman ini masih ada Vampir?' Alrescha sendiri baru tahu ternyata di masa sekarang masih ada Vampir. Padahal sosok dari keberadaan dari penghisap darah itu di jelaskan sudah lama punah lebih dari seratus tahun yang lalu.
Tapi di sebabkan detik ini Alrescha mampu melihat sosok penghisap darah itu dengan mata kepalanya sendiri, maka dia sepenuhnya percaya.
Tapi, apakah sosok dari diri adik tirinya Chavire itu akan menjadi ancaman selanjutnya?
Semua masih dalam misteri. Dan yang terpenting saat ini adalah...
"Kenapa dia ada disini?" Tanya Chavire di sela-sela darahnya sedang di hisap dengan rakus oleh Vera.
"Hah....slurp.." Vera sesaat melepaskan gigitannya dan menjawab, "Karena dia sudah menjadi milikku."
JLEB..
"..........!" Chavire kembali mengernyitkan matanya saat gigi taring itu kembali masuk kedalam dagingnya.
".............." Alrescha yang kebetulan mendengar jawaban dari Vera itu, dia pun berjalan mengampiri Charles yang beberapa waktu lalu berhasil membuat onar dengan seluruh orang di segala penjuru Kekaisaran.
Tetapi tidak seperti yang awal-awal, dimana Charles akan berbicara ini dan itu, kini laki-laki itu lebih diam.
'Apakah karena dia sudah di tandai? Agar menurut pada perintahnya?' Di sela-sela pikirannya itu, selepas Alrescha ada di depan Charles persis, Alrescha pun langsung melayangkan tinjunya, dan..
"Jika kau pikir aku akan diam saja, maka itu salah. Alrescha." Kata Charles dengan seringaian miringnya. Dia saat ini sudah berhasil menangkap bogem mentah itu sebelum benar-benar meninju wajahnya.
"Tch...." Alrescha langsung menarik tangannya dari cengkraman tangan Charles.
Charles langsung melepaskan cengkraman tangannya dari Alrescha.
"Heh....." Charles tetap saja bisa tersenyum, padahal dirinya sudah berada di bawah kendali oleh Vampir kecil itu.
Setelah menatap Alrescha dengan puas, kini sudut matnya pun menangkap seowang perempuan cantik sedang tertidur pulas di atas benda aneh.
".............." Charles benar-benar menatap Alstrelia dengan cukup intens.
Alrescha yang tidak suka dengan cara Charles menatap Alstrelia, dia mengarahkan pedangnya ke depan Charles, hingga pria itu langsung tersadar dari lamunannya tadi.
Hingga suasana tegang di antara mereka semua, langsung sirna setelah sama-samar mendengar suara..
"Akkhh.....!"
Teriakan kecil yang netah datang dari mana.
__ADS_1
Alrescha, Chavire, Vera, dan Charles secara serentak mencari-cari keberadaan dari suara itu.
"Siapa yang mengganggu aku lagi makan?" Celetuk Vera merasa terusik dengan suara teriakan itu.
"Akhh....!"
"Ya sudah, makan saja." Balas Chavire, menekan kepala Vera agar kembali menghisap darahnya.
"............." Vera yang baru saja mendengar untuk makan saja, maka dengan senang hatai, dia kembali menghisap darah milik Chavire.
"Aaaaakkkhhh......!"
Dan suara teriakan itu semakin terdengar oleh mereka semua.
"Dari atas?" Lirih Chavire sambil mendongak ke atas.
Karena Chavire mendongak ke atas, Vera pun jadi ikutan melihat ke atas.
"Akhh! Komandan! Dimana kamu!"
Dan teriakan memanggil panggilan komandan sukses membuat mereka semua bertanya-tanya, siapakan yang dimaksud komandan tadi?
WUSHH....
Angin dari atas segera menyambut mereka semua untuk mengernyitkan matanya, sebab semua debu langsung berterbangan, dan mengganggu penglihatan mereka semua.
Sampai tak berapa lama kemudian, Alrescha langsung waspada dengan kehadiran seseorang yang berasal dari atas.
Setelah itu...
BRUKHH......
Suara itu pun sukses mengalihkan perhatian mereka dari mendongak ke atas, jadi menatap ke arah depan, dimana benturan keras tadi memberikan efek sedikit guncangan pada menara istana itu.
Kepulan debu yang berterbangan juga mengganggu penglihatan mereka semua.
Hingga satu suara itu milik perempuan kembali menyita perhatian mereka.
"Apa yang sudah kalian lakukan kepada atasanku!" Kata perempuan ini dengan nada tegas.
WUSHH.....
Angin itu berhasil menyingkirkan semua debu yang berterbangan itu dalam sekali hembus.
__ADS_1
Sampailah dimana mereka akhirnya melihat seorang perempuan sudah berdiri dan bersiap untuk menyerang mereka.