
"Elda." Suara lirih dari seorang perempuan pemilik dari rambut hitam itu sontak berhasil menarik segala perhatian dari satu orang perempuan lagi yang di panggil Elda tadi.
"Koman." sahut Elda terhadap perempuan yang ia panggil koman, yaitu komandan yang kini berada di gendongan kedua tangannya.
Karena terlihat Alsterlia alias majikannya Elda sudah bangun dari tidurnya, Elda pun menurunkan tubuh Alstrelia dengan perlahan.
"Sudah ada di mana kita?" Tanya Alsterlia sambil mengerejapkan matanya dan mencoba untuk menggelengkan kepalanya, karena pikirannya yang masih ingin tidur membuatnya terpaksa harus melawan kantuk yang masih ada itu.
"Kita sudah sampai di tempat perbatasan sebelah selatan kekaisaran Regalia, Dark Forest." Jawab Elda atas pertanyaannya sang komandan.
Alsterlia pun akhirnya menatap ke arah depan, tepatnya di balik jurang yang sangat dalam itu ada sebuah hutan, yaitu Dark Forest.
Hutan kegelapan, seperti namanya, ketika dibelakang mereka terdapat hutan dengan di tumbuhi pohon yang hijau lebat, serta tanah yang berumput segar, karena setiap gesekan yang terjadi antara kaki mereka dengan rumput itu, terasa ada embun air yang menempel, maka tidak dengan di bawah jurang yang membentang luas ke depan sana.
Hutan di depan sana hanya terdiri dari pohon yang sudah kering dengan tanah gersang, dimana tanah itu berwarna hitam dan di balik pemandangan yang terlihat sudah cukup buruk itu, samar-samar ada aroma busuk yang berasal dari sana.
__ADS_1
KWAKK...
KWAK....
Dengan penglihatan mereka berdua yang cukup tajam, dalam jangkauan radius tiga ratus meter ke depan sana, terlihat ada sekumpulan burung gagak yang sedang memakan sebuah tubuh, dan sayangnya itu tubuh dari seorang manusia.
"Apa kita harus melewati hutan ini?" Tanya Elda, dia bingung sendiri karena ia merasa enggan untuk pergi ke daerah yang berbau busuk, serta ada campuran dari tanah beracun.
"Maafkan aku Elda, karenaku kau jadi ikut terseret masalahku juga." Ucap Alsterlia dengan tiba-tiba.
Tidak seperti yang biasa-biasa, dimana Alsterlia biasanya suka memperlakukan seenaknya kepadanya, kali ini, Elda justru melihat Tuan Putri miliknya itu nampak sedang terbebani akan suatu hal yang tidak Elda ketahui.
Ya, Elda belum tahu apa yang membuat Alsterlia terlihat terbebani, sehingga ekspresi wajah yang nampak serius itu pun menjadi titik fokus kalau Alsterlia sedang berpikir keras dengan nasib serta usaha yang akan ia gunakan untuk melawan musuhnya.
"Elda, lebih baik kau ditunggu di sini saja." Kata Alsterlia dengan tiba-tiba, dimana pikiran serta hatinya itu merasa terjerat dengan situasi miliknya yang sebenarnya tidak ingin melibatkan Elda lebih jauh atas masalah yang di miliki oleh Alstrelia sendiri.
__ADS_1
"T-tunggu koman, apa maksudmu? Apa koman ingin meninggalkanku disini?"
"Aku hanya ingin menyuruhmu untuk berjaga di sini. Turuti saja kata-kataku Elda, ini perintah. Lalu aku akan membawa ketiga gimmick ku, yang satunya lagi akan menemanimu di sini.
Dan satu hal lagi, peranmu itu di sini untuk menolongku jika aku dalam bahaya, itu tugasmu. Dengan aku yang bisa memberimu kordinat tempat dimana aku berada, kau bisa langsung pergi ke sana tanpa repot-repot harus mengikutiku dari sekarang.
Peranmu itu lebih penting, karena kau punya Gate." Jelas Alstrelia panjang lebar.
Begitu dia berhasil menjelaskan strategi miliknya kepada Elda, Elda yang tadinya jelas ingin menolak perintahnya, akhirnya jadi langsung paham.
"Aku mengrti."
Alsterlia lantas menoleh ke arah Elda dan memberikan senyuman simpul yang mana senyuman itu, di mata Elda jadi nampak indah.
"Aku mengandalkanmu." Ucap Alsterlia dengan lirih tepat di samping telinganya Elda, sebelum salam perpisahan itu membawa Alsterlia langsung mundur ke belakang menuju tepi jurang, dan akhirnya Alsterlia pun langsung menjatuhkan tubuhnya dengan serta merta ke belakang.
__ADS_1
Melihat sang komandan akhirnya pergi sendirian, Elda langsung memejamkan matanya, lalu dia pun berlutut ke arah dimana jurang itu berhasil menelan komandannya, dan berkata : "Tuan Putri Alsterlia Ve Der Fransisten, semoga keselamatan menyertai biru kerajaan Asgardia." Ungkap Elda seagai tanda kehormatan miliknya pada sang Tuan Putri penerus dari kerajaan Asgardia.