Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
166 : Alstrelia : Berkumpul


__ADS_3

SYUHTT...


Mereka bertiga, secara bersamaan bergerak melesat kearah Chavire.


"Kau mengganggu pekerjaan kami." kata Elda, mengayunkan pedang miliknya dari bawah ke atas, sampai seketika itu Elda kembali menggunakan kekuatannya yaitu Gate, agar posisinya bisa langsung berada di depan ataupun di belakang Chavire persis.


Lalu sama hal nya dengan Elda yang menggunakan kekuatannya untuk mempersingkat waktu jarak dengan menggunakan Gate, maka Elbert pun melakukan hal yang sama, namun metodenya berbeda dengan Elda. Elbert tidak memiliki kemampuan untuk berpindah tempat dalam waktu singkat seperti yang di gunakan Elda. Karena itu, Elbert mengumpulkan mana sihirnya untuk memperkuat tumpuan dari lompatan kakinya.


Hingga mereka bertiga pun menyerang Chavire secara bersamaan.


WUSSH...


KRAK!


"Apa?!" Alstrelia, Elda, dan Elbert sama-sama mengatakan hal yang sama.


Ketiga pedang di tambah dengan empat tembakan yang berasal dari Gimmick milik Alstrelia menghantam dinding es tebal yang baru saja di buat oleh Alrescha!


"Kau mengganggu sekali!" Marah Alstrelia, karena Alrescha benar-benar menghalangi mereka bertiga untuk membuat perhitungan dengan Chavire.


".............." Hanya saja kemarahan dari Alstrelia itu tidak ditanggapi oleh Alrescha yang diam sambil merentangkan tangan kanannya kedepan.


"Tuan! Kenapa anda melindungi orang ini?!" tidak hanya Alstrelia saja, Elbert pun berpikiran sama, kenapa Alrescha ini justru memberikan perlindungan kepada Chavire?


Melihat reaksi kemarahan dari mereka semua atas apa yang dilakukan oleh Chavire, Chavire berhasil menyunggingkan senyuman penuh kemenangan. 'Ternyata kontrak itu masih terhubung.' Chavire mengangguk tanda setuju dengan pikirannya tadi. "Jika kau tanya kenapa, kan aku sudah bilang, dia anj*i*ng penjagaku. Secara dia akan melindungiku." Jawab Chavire atas pertanyaan Elbert yang seharusnya ditunjukkan untuk Alrescha. "Ya kan?" Sorotan mata Chavire tertuju kepada Alrescha yang terlihat diam itu.


"Oh ya?" Hanya saja, Alrescha tiba-tiba saja menjawab?!


'Apa?' Detik hati Chavire.


Lalu Alrescha tiba-tiba membuat bogem mentah. Alrescha yang masih berdiri di tempatnya, kini menarik tangan kanannya, setelah itu dia membuat kepalan tangan untuk dia gunakan sebagai bogem mentah, dimana saat Alrescha meninju angin kosong itu, maka di saat itu pula, sesuatu langsung terjadi.


"Ken-" Belum juga berbicara, dari belakang Chavire saat ini, sebuah balok es berukuran sedang, langsung keluar dan menghantam tubuh Chavire seketika itu Chavire membulatka matanya dengan sempurna, lalu...

__ADS_1


BUKHH...!


Bangunan dari mansion itu langsung bergetar hebat, setelah tubuh Chavire berhasil di hantam dengan balok es sampai Chavire terbang dan menabrak dinding yang jauhnya dua puluh meter, bahkan sampai dinding itu berlubang.


PROK...PROK...PROK....


Alstrelia, Elda, Elbert, dan Lena, mereka semua bertepuk tangan atas kemenangan yang di miliki oleh Alrescha.


*


*


*


Sedangkan di luar mansion milik Alstrelia yang baru saja mendapatkan kerusakan parah akibat pertarungan tidak berguna dari lima orang disana, Reva...


Reva saat ini sedang duduk di tepi pagar pembatas dari lantai dua, dan ditemani dengan Charles.


"Rasanya aneh, kau memanggilku kakak."


"Bukannya itu salahmu sendiri, kenapa mengambil alih tubuh itu? Sekarang kau harus menerima konsekuensinya. Diantaranya....kau harus menjadi pengantin darahku." Senyum Reva, kepada Charles yang saat ini sudah benar-benar terjebak di dalam tubuh asli milik Chavire.


Charles mengangkat tangan kanannya dan mengelus area leher yang tadi malam sempat menjadi tempat persinggahan kedua taring dari gadis belia ini. Darahnya benar-benar di hisap, dan Charles sungguh merasakan di dalam tubuhnya terkadang ada sesuatu yang panas.


"Pengantin darah? Jangan bercanda." Ucap Charles dengan senyuman tawarnya. "Kau itu masih bocil, lagi pula kau bukan selevel denganku."


".........." Reva terdiam, tapi sudut matanya terus memperhatikan Charles yang baru saja mengucapkan kata penolakan? "Level ya? Padahal manusia itu levelnya lebih rendah dari vampir, kau seharusnya merasa terhormat." Balas Reva. "Tapi jika level yang kau maksud itu adalah karena aku tidak aduhai dengan Arsela itu, kau bisa menilainya langsung jika mau."


"Ha~ Kau ternyata Tuan putri yang cukup menyimpang."


"Jangan mengatakan itu kepadaku, jika kau sendiri melakukan hal menyimpang juga. Lagi pula aku ini beda dengan kau, jadi jangan samakan aku lagi dengan manusia pada umumnya." Balas Reva. "Lagi pula sudah seperti ini, memangnya apa yang bisa kau lakukan kepada majikanmu ini? Jika kau berniat membunuhku, sayangnya kau sendiri yang akan mati lebih dulu, jadi tidak ada gunanya menyia-nyiakan tawaranku dengan penolakanmu yang tidak berguna itu." Imbuhnya.


Reva kembali melirik ke arah samping kirinya, dimana Charles masih setia untuk berdiri di sebelahnya.

__ADS_1


"Kakak~"


"Jangan memanggilku begitu." Ketus Charles.


Mendengar hal tersebut, Reva tersenyum penuh siasat.


Yang awalnya dari tadi Reva hanya diam di tempat, tiba-tiba saja dia menarik tangan Charles dengan kuat.


Ya...


Kekuatan seorang Vampir lebih unggul ketimbang manusia, jadi ketika Reva menarik ke arahnya, maka Charles secara otomatis jadi terhuyung ke depan, dimana wajah Charles langsung menghampiri Reva, sampai..


CUP..


"............!" Sepasang mata Charles membulat lebar saat bibir Reva akhirnya mencuri ciuman miliknya.


CESS...


Reva tersenyum simpul penuh kemenangan, setelah dirinya menerima sedikit darah dari bibir Charles.


Charles segera mendorong tubuh Reva dengan kasar, "kau-" Mengusap sudut bibirnya yang baru saja terluka akibat mendapatkan gigitan kecil dari Reva yang ternyata bisa bersikap menjadi nakal seperti itu.


"Heh~" Reva langsung mengusap bibirnya yang menerima sedikit darah charles dengan ujung jari jempolnya, seraya memberikan senyuman puas. "Darahmu akan enak lagi jika sudah menjadi pengantinku. Saat itu, kita bisa bersenang-senang. Ah tapi tenang saja kak...kamu masih tetap menjadi manusia." Jelas Reva kepada Charles.


Charles hanya mendeliknya dengan tatapan yang cukup sengit, karena dirinya ternyata jadi terperangkap oleh gadis Vampir ini.


Dam harus melupakan wanita yang sudah dia cintai sampai bercinta puas, Arsela.


_____________


"Tuan? Permainan apa yang akan kita lakukan?" Tanya seorang wanita berpakaian pelayan ini, kepada seorang pria yang saat ini duduk di depannya persis.


"Permainan yang membuatmu masuk dalam kesenangan yang tidak pernah kau bayangkan, wanita." Jawab pria ini.

__ADS_1


__ADS_2