Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
140 : Alstrelia : Vampir


__ADS_3

"Charles!" Seru Arsela saat melihat Charles ternyata diam-diam mencoba untuk membunuh Putri Reva? Adik tirinya Chavire?


Apakah tidak apa-apa membunuh perempuan itu?


Segala pertanyaan itu mengalir begitu saja ketika dia melihat tangan Charles saat ini sudah mulai bersimbah darah karena baru saja menusuk Reva di dalam pelukan itu.


"Uhuk...." Reva atau yang saat ini menguasai tubuh Reva adalah Vera, dia langsung terbatuk saat perutnya di tusuk dengan batu kristal kecil tapi karena ujungnya cukup runcing, maka hal itu berhasil masuk kedalam perutnya.


Tapi tidak seperti yang diharapkan oleh Charles saat berhasil menikam perut adik tirinya Chavire ini bisa langsung membuat perempuan ini mati. Sebab di satu sisi, saat Vera masih dalam kondisi memeluk tubuhnya Charles, sebenarnya Charles juga sama-sama mendapatkan hadiah yang cukup menarik.


"Ternyata kau bukan manusia biasa," Bisik Charles tepat di telinga Vera yang kebetulan wajah Vera saat ini sedang ada di bawah wajah Charles persis.


SLURPP.....


"..............." Vera hanya terdiam atas penuturan Charles barusan, karena yang Vera fokuskan saat ini adalah leher dari pria ini. 'Hahh...karena tubuh ini sudah tidak perjaka lagi, darahnya tidak semanis dulu. Tapi selama aku tidak kelaparan, aku tidak akan mempermasalahkannya. Sayang sekali sih....tapi apa boleh buat.' Pikir Vera dengan mulut terbuka, dan gigi taring sudah tertanam, masuk di dalam kulit tipis dari leher Charles.


'Sialan, dia Vampir? Ini sangat diluar dugaanku kalau salah satu dari keturunannya ternyata memiliki manusia Vampir.' Pikir Charles. Saat ini darahnya pun terambil begitu saja, dia tidak bisa memberontak untuk mendorong tubuh kecil itu agar menjauh darinya, karena saat ini tubuhnya benar-benar tidak bisa Charles gerakkan.


Arsela yang merasa melihat keanehan tersebut pun dengan sikap waspada langsung berjalan menghampiri Charles yang terlihat diam begitu saja. 'Apa yang terjadi kepadanya? Bukankah dia sudah menikam perempuan itu? Kenapa diam saja?'


Sayangnya saat Vera merasakan adanya orang yang sedang berjalan mendekatinya, Vera langsung membuka matanya. Masih melakukan kegiatannya untuk meminum darahnya Charles, dia langsung mendelik tajam kearah Arsela yang saat ini sudah berada di belakang persis Charles dengan ekspresi wajah tercengang.


"Ka-" Belum juga mengungkapkan kalimatnya itu, Vera merentangkan tangan kanannya ke depan.


WUSHH...!


Arsela langsung terdorong ke belakang. Sebelum tubuhnya benar-benar menghantam dinding yang ada di belakangnya, Arsela langsung memposisikan tubuhnya sedikit membungkuk ke depan dan mempersiapkan sepasang kakinya untuk menapak di permukaan dinding.


TAP......

__ADS_1


Arsela pun mampu mengimbangi tubuhnya sebelum menabrak dinding itu. Setelah itu Arsela mendaratkan dirinya dengan sempurna.


"Hahh...." Vera akhirnya mencabut sepasang taringnya dari leher Charles.


"Hahh.....hah...hah....." Dan saat itu pula nafas Charles begitu memburu, bersamaan dengan detak jantungnya akibat apa yang baru saja dilakukan Verta terhadapnya.


Tubuhnya terasa panas, itulah yang diarasakan saat Vera tadi menghisap darahnya. Membuat wajahnya daat ini benar-benar sudah tersipu, seakan Charles memang menikmati sesuatu yang diberikan oleh Vera kepadanya.


'Tunggu...jika dia Vampir, dia bisa saja melakukan apa yang dia inginkan. Aku tidak boleh terlena,' Charles yang tersadar kembali dari pengaruh yang dapat dilakukan oleh seorang Vampir kepada manusia, membuat Charles segera berdiri dan melompat ke belakang sambil memegang leher hasil dari gigitan Vampir itu.


"Hahaha...kakak...sayang sekali, darahmu ternyata sudah tidak semanis beberapa bulan yang lalu. Apakah kakak memberikan keperjakaanmu kepada wanita itu?" Ucap Vera seraya menyeka bibirnya dengan punggung tangannya, dan selagi itu pula seringaian miring itu tersungging di bibir tipisnya.


Vera...


Dia setidaknya cukup menikmati reaksi wajah dari kedua orang itu, walaupun makan malamnya sudah tidak selezat beberapa bulan lalu.


Itu adalah efek dari kemampuan dari seorang Vampir. Dan Vera, sekalipun dia sebenarnya bukan Vampir, tapi tubuh yang Vera diami memang adalah manusia setengah Vampir.


'Tapi karena dia sudah keluar dari lingkaran sihir itu, sihir teleportasiku harusnya sudah berfungsi.' Pikir Charles.


'Dia melihatku. Jangan-jangan aku akan jadi gilirannya.' Arsela yang merasa terancam dengan tatapan sekaligus senyuman yang dberikan oleh Vera kepadanya, Arsela spontan lebih dulu menyerang Vera.


SYAHTT.....


"Heh...." Vera memang sudah keluar dari lingkaran sihir miliknya yang dia gunakan untuk memasang dinding pembatas untuk seluruh kota, tetapi, "Jika kalian pikir semuanya sudah berakhir, karena aku sudah tidak ada di lingkaran sihir milikku, maka itu salah manusia. Karena..."


Seketika sepasang mata Vera langsung berubah warna menjadi warna merah. Dia sedikit membunngkukkan tubuhnya ke depan, setelah itu seringaian itu kembali munucul menghiasi bibirnya. Dan akhirnya, Vera pun langsung melesat kearah depan dengan kekuatan yang cukup cepat.


Itu cukup cepat sampai balok emas itu bukanlah apa-apa bagi Vera, karena Vera sudah membelakangi balok itu dan sekarang dia sudah berada di depan mereka berdua persis.

__ADS_1


"Karena kama ini adalah wilayahku, maka kalian tidak bisa kabur dariku!" Ucap Vera sebelum dia mengerahkan kekuatannya di kedua kakinya untuk menendang tubuh Charles.


DHUAK..


Tubuh Charles terkena tendangan. Setelah berhasil menendang tubuh Charles, Vera kemudian menargetkan Arsela.


Arsela yang merasa terancam hendak pergi melompat mundur, tapi Vera yang kembali menumpukan kaki kanannya ke lantai untuk membuat lompatan baru, berhasil meraih leher Arsela dengan sekali tangkapan.


GREP.....


"Lehermu cantik juga. Sampai ada beberapa tanda. Karena rugi jika hanya kakakku saja yang memberimu tanda, maka biarkan aku juga memberikanmu hadiah dariku juga," Kata Vera.


Meskipun umurnya memang masih berusia enam belas tahunan, tapi karena tubuhnya adalah manusia berdarah Vampir, maka tubuhnya pun jadi setara dengan Arsela. Oleh karena itu, Vera dengan mudah mencekik leher Arsela sampai tubuh Arsela terangkat.


Melihat Arsela tersudut sendiri karena sudah kena tangkap oleh Charles pun akhirnya marah.


Dengan bola mata hampir keluar dari tempatnya karena terpacu gara-gara Vera mencekik leher Arsela, Charles yang darahnya sudah terhisap sekalipun masih mampu untuk menggunakan kekuatannya.


Dalam jangka waktu kurang dari lima detik itu, Vera yang hendak memberikan tanda kepemilikannya dengan menghisap darahnya Arsela, seluruh jendela yang awalnya masih terpasang sempurna, seketika hancur.


PRANKK.....


Sebab kekuatan Charles masih terhubung dengan batu krisal yang ada di menara, sekarang seluruh pecahan batu krisal itu pun sudah berhasil menembus jendela dan menyerang Vera yang sedikit lagi akan memasukkan taringnya ke dalam leher Arsela.


CESS...


"Argh!" Rintih Arsela dengan rasa sakit yang mendera di lehernya. Dan setelah itu...


JLEB...

__ADS_1


__ADS_2