Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
46. Alstrelia


__ADS_3

Alstrelia yang langsung berbalik badan itu, langsung menemukan Andreas berlari ke arahnya sambil memegang pisau bedah. 


DRAP….DRAP…...DRAP…….


SYUHT..


Andreas sedikit melompat menerjang Alstrelia dari belakang , lalu mengacungkan pisau bedah kearah wajahnya Alstrelia, Alstrelia sendiri langsung sedikit memiringkan kepalanya ke arah kanan, kemudian tangan kanannya langsung mencengkram tangan kanan Andreas dengan kuat, setelahnya Alstrelia segera menariknya dan dalam seketika itu juga..


Andreas yang tubuhnya kena tarik dengan kuat oleh Alstrelia, segera membuat tubuhnya tiba-tiba terangkat dan langsung Alstrelia banting dengan cukup keras.


BRAKK!


Tepat mengenai pintu hingga secara otomatis pintu itu terbuka karena tubuh Andreas yang habis dibanting langsung terseret ke belakang dan membuat pintunya jadi ikut terdorong. 


“.................” Elbert yang hendak berjalan ke arah pintu untuk mengetuknya, langsung disambut dengan kedua pintu yang terbuka dengan kasar, dan berhasil menciptakan pemandangan yang tak kalah luar biasa lagi sebab melihat orang yang Elbert kenal, menjadi sasaran oleh Alstrelia. “..................!” 


Melihat hal yang seharusnya tidak Elbert lihat, Elbert langsung menunduk kebawah untuk menatap Andreas yang sudah kesakitan akibat berhasil di banting oleh Alstrelia yang kini hanya memakai pakaian yang tubuhnya belum benar-benar ditutup sepenuhnya.


‘Apa yang membuat perempuan ini marah sampai Andrian dibanting seperti ini? Lalu, kenapa dia belum mengancing pakaiannya?’ pikir Elbert, dia benar-benar tidak kuasa untuk berada di depan Alstrelia yang belum berpakaian dengan benar sampai memperlihatkan tubuhnya. 


Tanpa mengalihkan pandangannya dari Andreas yang terkapar di atas lantai, Alstrelia langsung memberikannya perintah kepada Elbert, “Bert, urus dia. Dia itu laki-laki, kenapa membiarkannya bekerja disini? Dengan dalih mau memeriksaku, dia sebenarnya mau mengambil kesempatan dariku.”


Elbert yang separuh terkejut itu segera melototi orang yang Elbert kenal sebagai Andrian. 


“Kau, laki-laki?” tanya Elbert dengan wajah mulai menunjukkan kemarahannya. 


“Jangan-jangan kau berhasil ditipu dengan penampilannya yang seperti wanita.” ucap Alstrelia sambil melirik Elbert, dan Elbert yang membalas lirikannya sekilas, kembali menatap Andreas.


Karena Elbert terdiam, maka artinya Elbert memang tidak menyangkalnya, karena sudah berhasil ditipu oleh laki-laki yang benar-benar mirip seperti wanita. 


“Apa yang sudah dia lakukan kepada anda?”

__ADS_1


“Seperti yang kau lihat?” tanpa memberikan imbuhan apapun, Elbert dibuat melihat keadaannya yang memang sedang dalam penampilan kacau balau. 


“Tidak! Elbert, kau jangan percaya dengan yang diucapkannya.” Andreas membujuk Elbert untuk tidak mempercayai skenario yang Alstrelia buat untuk menjebak Andreas.


‘Mau seperti apapun dia membujuknya, selama aku berperan menjadi adik pengganti Alrescha, mereka tidak akan berani membantah kesaksian dari aku sendiri.’ Alstrelia pun sebenarnya sadar, dia memang membuat kebohongan yang Elbert sendiri terlihat tahu kalau dia memang sedang berbohong. 


Tapi demi menjaga martabat milik nona Alstrelia mereka, mau tidak mau Elbert akan mengiyakan kebohongan yang Alstrelia Ve Der Francisteen buat. 


Demi kehormatan dan martabat yang dimiliki oleh Alstrelia Vion Beltmore Fisher, mereka pasti akan melakukan segala cara siapa yang harus menjadi bersalah dan yang tidak bersalah.


“Baik, akan saya urus dia.” jawab Elbert tanpa perlu pikir panjang lagi, karena meskipun Alstrelia sedang membuat alasan sekalipun harus berbohong, tapi disini memang ada yang lebih bermasalah lagi, karena Andrian yang Elbert kenal sebagai wanita, ternyata adalah seorang pria? ‘Atau jangan-jangan dia adalah penyusup juga? Aku harus menginterogasinya seacra diam-diam.’


Tanpa perlu membuang waktu lagi, Elbert segera mengurung niat sebenarnya datang untuk menemui Alstrelia dengan membawa Andreas terlebih dahulu untuk mengorek informasinya sedalam-dalamnya.


“Saya permisi dulu.” kata Elbert sebelum menarik tangan Andreas dan membuat kedua tangan Andreas diikat lalu dibawa pergi.


“Elbert, kau jangan mempercayai ucapannya.” kata Andreas, kembali membujuk Elbert. 


“Jadi apakah aku harus mempercayai seorang pembohong besar sepertimu?”


“.....................!”


“Kau sendiri menyamar jadi perempuan sampai berhasil mengelabui mata semua orang, dan hari ini kau sudah melakukan sesuatu pada nona Alstrelia dengan dalih pemeriksaan, hukuman yang kau terima tidak hanya memotong kedua tanganmu saja, tapi kepalamu juga.” kata Elbert, mengancam Andreas agar diam dan jangan banyak bicara lagi.


Setelah diberi ancaman seperti itu, Andreas pun diam dan mengikuti kemauan Elbert pergi untuk diinterogasi.


“.......................” Setelah kepergian Andreas dan Elbert, Alstrelia yang masih berdiri ditengah pintu kamarnya itu, langsung mendelik seseorang yang bersembunyi di balik pintu kamar lain. ‘Pelayan memang suka menguping, ya. Sudah berapa banyak orang yang aku tangani, mereka seperti tidak ada habisnya?’ 


Tanpa sepatah kata lagi, Alstrelia berjalan menghampiri kamar sebelah.


‘Karena kebetulan dia bersembunyi di kamar itu, aku jadi sekalian akan mencoba baju-bajunya. Walaupun tidak terlalu suka, mencobanya sebentar juga tidak ada salahnya.’ diam penuh dengan rencana, Alstrelia yang sedang membuat dalih sendiri akan memakai semua baju mewah milik adiknya Alrescha, Alstrelia sebenarnya sedang menguji seseorang.

__ADS_1


KLEK.


Menguji seorang pelayan yang sedang bersembunyi daripada ketahuan oleh Alstrelia yang kini sudah masuk kedalam walk-ini closet milik adiknya Alrsecha.


‘Aduh, nona masuk kedalam kamar. Apa dia akan lama?’ pikir pelayan ini, dia sedang bersembunyi di dalam lemari. 


Sedangkan di luar lemari, Alstrelia sedang berjalan memilih gaun yang bisa dia lihat sesuka hatinya mau sebentar, ataupun lama.


“Hm..coba yang ini.” Alstrelia pun mengambil gaun berwarna putih.


Dimana gaun panjang itu, memiliki banyak renda, aksesoris mutiara di bagian pinggangnya, batu kristal yang menempel di bagian dada, sehingga terlihat seperti sebuah kalung.


‘I-itu?!’ pelayan yang ada di dalam lemari, langsung terkejut saat melihat Alstrelia, kini membuka semua pakaiannya, dan termasuk rok pendeknya. 


Itu berhasil membuat pelayan ini merasa terpana.


“...................” dengan diam tanpa kata, Alstrelia mencoba memakai bajunya sendiri, tanpa menggunakan korset dan kerangka yang membuat gaun itu terlihat mengembang?


Semua itu Alstrelia benar-benar tidak membutuhkannya sama sekali.


Dan Alstrelia mampu memakainya sendirian tanpa perlu menggunakan bantuan orang lain. 


Tangannya mampu sampai menggerakkan resleting yang terletak di belakang punggungnya sampai ke atas. 


“Yah, dari pada tidak ada pekerjaan lain, aku akan mencoba semuanya.” kata Alstrelia dengan sengaja. 


‘S-semuanya?!’ pelayan yang masih bersembunyi ini terkejut setelah mendengar Alstrelia akan mencoba semua gaun yang ada di kamar, dengan kata lain, ‘Apa aku harus bersembunyi disini terus?’ 


Sebuah resiko yang harus ditanggung jika tidak keluar lemari adalah dirinya bisa saja mati kehabisan oksigen, dan risiko lainnya jika keluar sekarang maka akan ketahuan oleh Alstrelia.


Apa yang akan dia pilih?

__ADS_1


__ADS_2