Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
149 : Alstrelia : Situasi


__ADS_3

“Dia melakukannya karena keinginannya sendiri.” Dan Vera lah yang menjawab atas pertanyaannya Elda barusan. 


“Keinginan?” Lirih Elda dengan senyuman getir. Dia memandang Alstrelia dengan tatapan penuh simpati. ‘Memangnya kamu pernah melakukan sesuatu berdasarkan keinginan? Maksudku keinginanmu sendiri?’ Benak hati Elda.


Terlepas dari apa yang sudah terjadi kepada Alstrelia, yaitu atasannya, hatinya setidaknya memiliki sedikit rasa lega, karena Alstrelia masih hidup, dan sekarang sedang ada dalam proses pemulihan. 


Karena menggunakan ‘mana’ sihir terlalu banyak, serta banyaknya tenaga juga pikiran, apalagi setelah menggunakan beberapa kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sedang melanda Ibu kota Kekaisaran Regalia, setelah mendapatkan permintaan dari Alstrelia yang asli, maka hasilnya tentu saja seperti ini. 


Alstrelia sekarang dalam mode tidur, jadi mau seberapapun Elda akan membangunkannya, maka perempuan yang manis serta cantik dari segala sisi itu, akan tetap tertidur sampai ‘mana’ di dalam tubuhnya pulih kembali. 


Karena itulah, disini Elda berada. 


Dia datang untuk menyusul Alstrelia yang tiba-tiba saja menghilang, tepat di depan matanya sendiri saat terjadinya insiden kamar yang ditinggali oleh Alstrelia meledak.


Tapi karena bantuan seseorang, Elda pun akhirnya dapat menyusul komandannya itu. 


Lalu apa yang kan dia lakukan mengingat Alstrelia saja sedang dalam mode tidur?


“.............” Elda melirik ke arah salah satu empat Gimmcik yang sedang terbang membawa Alstrelia itu.


BUKHH….


“Apa yang sebenarnya kau lakukan? Lihat dia sekarang jadi seperti ini, juga karenamu yang tidak becus menjaganya. Dasar Gimmick, apa gunanya kau selalu mengikutinya, tapi tidak bisa menjaga majikanmu sendiri?!” Elda langsung memarahi salah satu Gimmick yang baru saja Elda pukul dengan menggunakan bogem mentah nya. 


‘Apakah alat aneh itu bisa bicara?’ PIkir Chavire yang di bubuhi rasa penasaran karena melihat Elda sedang memarahi benda asing yang sedang membawa Tuan Putri itu tidur dalam tidur cantiknya. “.............” 


Bahkan Chavire sendiri jik atidak meneriaki hatinya kalau yang ada di depannya itu adalah orang lain, Chavire akan terbawa suasana sendiri. 


Elda berdecak pinggang di depan salah satu Gimmick yang  baru saja dia pukul itu.


“Jawab!” Perintah Elda terhadap benda terbang itu. 


Seperti takut dengan kemarahan yang sedang melanda Elda, Gimmcik itu segera menampilkan cahaya merah yang berkedip. 

__ADS_1


Senjata itu memang tidak bisa bicara dengan menggunakan suara, tapi ianya mampu berkomunikasi, asal lawan bicaranya sendiri dapat mengerti apa yang sedang Gimmick itu katakan. 


“.............?” Salah satu alis Elda terangkat, ketika dia bisa menemukan jawaban dari Gimmcik itu sendiri. Dan metode yang digunakan oleh Gimmick itu untuk mengelola informasi untuk diberikan kepada Elda sekarang adalah dengan sandi morse.


Karena itulah, Elda pun tiba-tiba saja jadi menyunggingkan senyuman masam. 


“Ternyata ada kalanya seseorang jadi bodoh.” Gerutu Elda dengan tatatapan mata sedang merendahkan. Tapi suasanan aneh itu langsung sirna saat Elda tiba-tiba saja melirik kearah Chavire. “Woww…ternyata di dunia ini cukup menyenangkan juga.” 


Elda yang belum mengetahui sosok di dalam tubuh Chavire adalah Charles, dia pun berjalan kearah Charles dan menarik tangan pria itu. 


“Kau, kesini.”


Terlepas dari kenyataan kalau Arsela sekarang sudah tiada? Yah…dia berpikir seperti itu setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Arsela darahnya di hisap, dan tubuhnya langsung di buang dari kamar yang tinggi. 


Sekarang karena dirinya sudah dikendalikan oleh Vampir kecil itu, dia pun akan mengikuti apa yang akan di lakukan oleh Elda ini kepadanya. 


‘Apa yang akan dia lakukan kepadaku?’ Kakinya pun secara otomatis berjalan mengikuti kemana Elda membawanya?


“Apa?” Alrescha terkejut, karena melihat Elda akan menyuruh seorang yang baru saja jadi musuh mereka semua untuk menyentuh tubuh Alstrelia itu?


Dimana jika Alstrelia dalam kondisi sadar, maka ucapan mautnya akan keluar kalau menyentuh tubuhnya adalah hal yang mustahil?!


“Hei!” Chavire pun mengekspresi rasa protesnya kepada Elda. 


“............?” Elda sendiri jadi bingung dengan reaksi dari wajah mereka bertiga, ya, termasuk dengan Vera yang terlihat tersenyum tipis kepadanya. 


Mengetepikan ekspresi mereka, Elda terus menarik Charles. 


Karena di dalam novel yang Elda baca, Alstrelia akan berakhir bersama dengan Alstrelia, karena itulah, setidaknya sekarang Elda sedang membuat cabang barru dari alur novel yang pernah Elda baca itu. 


“Aku menyuruhmu menggendong dia,” Kata Elda lagi kepada Charles. 


Seperti sebuah kesempatan emas sebab teman dari Alstrelia menyuruhnya untuk menggendongnya, Charles tentu saja dengan senang hati akan melakukannya. 

__ADS_1


“Ok,” Charles pun berjalan mendekat ke arah perempuan yang sedang tertidur itu. 


Ketika Charles hendak menyentuh Alstrelia, Chavire dan Alrescha pun sebenarnya sedang mentap sengit Charles. 


Tapi apa yang terjadi saat itu adalah…


NGUUNG…


“...........?” Elda langsung berekspresi penasaran, kenapa Gimmick itu justru menghindar?


“Wahahaah….Charles, belum apa-apa kau sudah ditolak. Jadi jangan mengharapkan Putri tidur itu bisa kau sentuh.” Sela Vera, berhasil menghancurkan suasana tegang diantara mereka semua.


“Charles?” Elda langsung mendelik ke arah pria berambut coklat itu. "Bukankah dia..."


"He~ Mana mungkin. Aku pikir kau hebat, tapi kau justru terlihat seperti orang bodoh yang ingin menyatukan dia dengan dia?" Kata Vera sambil melirik kearah Alstrelia, lalu Charles. "Kau harus lihat situasinya dulu, apa alasan istana megah milikku ini bisa hancur seperti ini?" Vera mengendikkan bahu seraya memberitahu apa yang ada di sekeliling mereka sudah tidak terlihat lagi seperti kota yang megah seperti sebelumnya, dan justru terlihat seperti kota kematian."Dan orang yang sedang kau pegang itu bukan kakakku, tapi orang lain." Imbuh Vera.


Elda tentu saja langsung melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Charles?


"Bagaimana bisa?"


"Kekuatan magis selalu bisa melakukan banyak hal, jadi jangan terheran. Dan daripada bertingkah bodoh seperti itu karena baru datang ke sini, lebih baik urus temanmu itu." Ucap Vera lagi. "Jika kau tidak menjauhkan dia dariku sekarang, aku yakin tidak akan untuk tidak memakannya." Tambahnya sembari mengeluarkan kedua taringnya. "Ja..mphh?!"


Chavire langsung membekap mulut Vera agar tidak banyak bicara lagi, sekaligus agar tidak memperlihatkan taringnya itu di depan orang lan. "Tugasmu itu sudah selesai, jadi kembalikan dia." Bisik Chavire tepat di samping telinga Vera.


"............" Vera langsung memberikan lirikan yang cukup tajam, sebab Chavire sudah menuntut untuk mengembalikan Reva. "Awa saja, nanti aku akan menjadikanmu milikku juga." Balas Vera.


Lalu dalam sekejap mata, Vera memejamkan matanya.


BRUKK..


Chavire langsung menangkap tubuh adiknya yang sudah tidak sadarkan diri itu.


'Sebenarnya aku baru saja masuk di dalam situasi apa? Aku memang sadar kalau aku baru masuk kedalam Novel yang aku sukai ini, tapi situasi yang ada di depanku ini, jelas bukan jalan cerita yang pernah aku baca. Apakah sudah ada penyimpangan alur?' Melihat Alstrelia saat ini saja sudah tertidur, dan istana yang sedang Elda jejaki sudah hampir hancur total, maka sudah dipastikan kalau, 'Jika dia adah Charles, peran sampingan yang punya dendam dengan Chavire, berarti jangan-jangan semua yang terjadi ini karena ulahnya?! Lalu?! Komandan, dia ikut bertarung juga?! Tapi kenapa?!'

__ADS_1


__ADS_2