
“Tuan, katakan apa maksud dibalik orang ini menyamar menjadi wanita?” Tanya Elbert tanpa basa-basi lagi atas insden yang belum lama terjadi itu.
Dimana penampilan yang terlihat seperti seorang wanita tulen, ternyata adalah seorang pria!
Alrescha yang sedang disibukkan dengan pekerjaannya, mau tidak mau harus istirahat sebentar untuk membahas masalah yang dialami oleh Andreas.
“Dia hanya menggantikan kembarannya sementara waktu, Elbert.” Beritahu Alrescha secara singkat, jelas, juga padat. “Tapi dari mana asal luka di kepalamu itu?" tanya Alrescha kepada Andreas.
Alrescha cukup penasaran dengan luka di kepala Andreas yang baru kelihatan itu.
“Apalagi kalau bukan karena ulah adikmu.” Jawab Andreas dengan serta merta sambil menyentuh kepalanya, dan sekarang sedang di kompres dengan es batu.
Alrescha yang sedang memijat pangkal hidungnya langsung dibuat berhenti setelah mendengar pernyataan dari Andreas.
“Dia?” Alrescha sedikit melongo. Dia hanya tidak bisa mempercayai perkataan dari Andreas, bahwa luka di kepala Andreas akibat ulah dari Alstrelia, adik penggantinya?!
Wanita mengalahkan pria seperti Andreas. Alrescha masih belum mempercayai itu jika belum melihatnya secara langsung.
ANdreas memotar bola matanya, lelah. “Iya lah, siapa lagi kalau bukan dia? Saat aku mencoba mengerjai dia akan takut dengan seranganku atau tidak, tapi hasilnya dia malah membanting tubuhku dengan keras, sekarang saja aku merasa ada tulangku yang retak, rasanya sakit juga gilu begitu. Tapi, apakah di-”
Alrecha langsung mengangkat tangannya untuk memberikan kode kepada Andreas agar diam.
“.....................” Andreas melirik kearah Elbert, dan hal yang sama juga terjadi padanya, sambil memberikan gelengan kepala pelan agar tidak berisik lagi.
“Tapi kenapa kau tiba-tiba datang kesana?” Tanya Alrescha.
Andreas pun menjawabnya, “Aku hanya diminta oleh salah satu kesatria kalian, kalau Nona Alstrelia yang ternyata cantik jelita itu harus diperiksa karena secara kebetulan pelayan pribadinya terluka di kepalanya setelah pergi bersama. Yang berarti sesuatu terjadi kepada mereka berdua.” Jelas Andreas kepada mereka berdua tanpa memberitahu hal lainnya yang menyangkut penampilan Alstrelia yang cukup berani itu.
__ADS_1
'Canttk jelita?' Alrescha ingin sekali menertawai ucapan Andreas, tapi harus dia tahan.
Tapi Elbert secara tiba-tiba menyela juga, “Tapi kelihatannya terjadi sesuatu lain saat berada di sana kan?” Elbert menjeling kearah Andreas, menuntut jawaban dari Andreas.
Sedangkan Alrescha yang penasaran hanya memberikan ekspresi serius sekaligus menuntut kepada Elbert untuk mengatakan hal yang Elbert lihat di lokasi kejadian.
Tapi Elbert memilih untuk berbisik di telinganya Alrescha dan mengatakan semua yang Elbert lihat dari awal sampai akhir dengan waktu singkat.
“.............!” Alrescha langsung bersandar ke sandaran kursi lalu mendongak ke atas sambil menepuk dahinya hingga akhirnya menutup sepasang matanya dengan lengan tangan kanan nya. ‘Sejak pagi aku juga sudah merasakannya kalau wanita itu memang tidak memiliki perasaan untuk malu. Dia bahkan memakai gaun tanpa menggunakan dalemannya, apa yang sebenarnya ada di pikirannya? Aku sangat ingin sekali membuka isi kepalanya. Tapi dia memang cukup tangguh, keberaniannya itu tidak ada yang bisa menyamakannya’
Dalam diam Alrescha sebenarnya frustasi karena akhirnya dia harus menampung satu orang yang cukup merepotkannya, tapi disatu sisi dia juga memuji atas tindakannya yang selalu cekatan dengan semua yang terjadi di sekitarnya.
“Lalu sekarang apa yang sedang dilakukannya? Aku dengar madam Luna sudah datang untuk mengukur tubuhnya kan?” Tanya Alrescha, masih berada di posisinya untuk menutup separuh wajahnya dengan menggunakan lengan tangan kanannya.
Elbert melirik ke arah Andreas dan kembali menatap Alrescha yang dilanda kelelahan antara fisik juga mental.
Semua perasaan itu sedang bergabung menjadi satu dalam waktu yang sama juga.
“Elbert, kenapa kau diam? Bukannya kau yang mengantar langsung madam Luna menemui Alstrelia kan?” Alrescha kembali menuntut jawaban kepada Elbert yang diam itu.
Merasa tidak tahan jika diam saja, Elbert akhirnya menjawabnya, “Sebenarnya, madam Luna sudah pergi dari satu jam yang lalu.”
“Apa?” Alrescha kembali dibuat kaget. “Bukankah itu sama saja dengan waktu dari kedatangannya?” tanyanya lagi.
Kebiasaan dari orang yang ingin mengukur baju adalah waktu yang dibutuhkan bisa sampai 1 atau dua jam, tapi kali ini Alrescha menemukan seseorang mampu mempersingkat durasi itu menjadi beberapa puluh menit?
“Iya. Madam hanya disini sekitar 10 menit, lalu pergi lagi.” imbuhnya.
__ADS_1
“Apa Alstrelia menolak kedatangannya dan mengusirnya?” tanya Alrescha lagi.
Alebert menggeleng kepala dengan pelan sambil menjawab : “Tidak, nona Alstrelia memang menyambutnya untuk masuk, lalu madam Luna juga datang hanya untuk mengukur tubuh nona saja, selanjutnya tidak pasti sih, tapi rasanya nona bisa membuat madam Luna segera pergi karena nona tidak memilih desain bajunya.” Elbert sebenarnya hanya menebaknya saja, tapi tebakannya memang tidak salah juga, karena selama dia menunggu dalam waktu yang ternyata singkat itu, dia sempat mendengar pembicaraan mereka berdua. ‘Kelihatannya dia memiliki rencananya sendiri untuk gaunnya. Jika tidak, tidak mungkin madam Luna keluar dengan ekspresi seperti orang yang baru saja menemukan harta karun.’ Pikir Elbert.
Jika Elbert berpikir demikian, maka hal yang sama juga melanda pikiran Alrescha. Dia mengingat setiap perkataannya Alstrelia yang kali pertamanya membuat semua tamu undangannya tidak bisa berkata-kata lagi, hanya karena membahas soal penampilan yang diperlihatkan oleh Alstrelia cukup mengundang banyak mata, saat itu juga.
‘Dia pernah bilang, gaun panjang sangat merepotkan karena pergerakannya terbatas, jangan-jangan dia memesan gaun pendek kepada madam Luna!’ Alrescha seketika membuka matanya lebar-lebar, dia kembali terbayang saat momen dimana Alrescha disuguhi kedua kaki Alstrelia yang ramping, dan sampai memperlihatkan paha.
Ditambah lagi, tadi pagi saat berada di ruang ganti, Alrescha dimintai bantuan untuk resleting gaunnya, karena Alrescha tahu betul kalau memakai gaun, paling tidak harus dibantu oleh satu orang lagi, dan satu orang itu adalah Alrescha sendiri, sampai dia juga harus melihat pemandangan yang sangat jelas itu.
“Akhh~” Desah Alrescha secara tiba-tiba.
Berhasil membuat Elbert panik.
“Tuan!” Elbert tentu saja seketika panik saat melihat tuannya tiba-tiba membungkuk dan seperti sedang menahan sakit. “Sudah pasti anda kelelahan, anda harus istirahat sekarang juga.” Pinta Elbert kepada Alrescha.
‘Aku memang lelah Elbert, tapi yang membuatku semakin lelah itu mataku.’ Batin Alrescha, setelah mengahdapi banyak cobaan dalam waktu singkat, gara-gara Alstrelia.
_________________________
JDERRR!
“Hachumm!” Bersin Alstrelia di tengah-tengah dirinya masih dalam keadaan separuh sadar setelah tidur, tapi dikagetkan dengan petir yang menggelegar. ‘Siapa yang sedang membicarakanku dari belakang?’ Pikir Alstrelia.
Karena kantuknya masih ada, Alstrelia pun kembali melanjutkan tidurnya.
BRUKK..
__ADS_1