
‘Hmm…bagaimana ya? Waktu itu, setelah vampir ini keluar dari lingkaran sihirnya, sebenarnya aku memang sudah bisa menggunakan sedikit sihirku, termasuk saat Arsela yang langsung di lempar keluar dari jendela oleh anak ini.
Tapi…kira-kira teleportasi yang aku buat khusus untuk Arsela, apakah berhasil?
Aku dari kemarin selalu memikirkan ini, mengingat aku tidak bisa kembali ke tubuh asliku, sedangkan aku dan dia sudah berhubungan badan, bukankah artinya ada kemungkinan dia akan hamil?
Bagaimana ini? Aku harus senang atau tidak?
Jika di pikirkan lagi di niat awalku ini, aku ingin membuat kekaisaran Regalia ini hancur, dengan membuat semua warga mengnaggap semua ini adalah kesalahan dari Kaisar yang aku rasuki ini, sehingga citranya akan langsung hancur total karena tidak bisa memimpin dengan baik, sampai mereka semua terkena imbasnya.
Dan sekarang? Aku tidak bisa kembali ke tubuhku, dengan kata lain, bukannya akulah yang akan mendapatkan imbas dari apa yang aku lakukan?
Kalau seperti ini, sekarang aku mendapatkan dua jalan yang bisa aku tempuh.
Yang pertama, aku bisa saja dihukum karena tubuh ini tidak bisa menjalankan dengan baik dalam memimpin negeri ini, dan yang kedua, jika Arsela hamil, maka ada kemungkinan aku bisa menggunakannya sebagai bidak untuk mendapatkan kekuasaan.
Ini sungguh sangat melenceng dari rencana awalku. Tapi karena sekarang rencanaku memang sudah hancur total gara-gara wanita itu, pilihan terbaik memang mencoba menunggu apa yang akan terjadi kedepannya.’ Pikir Charles panjang lebar.
Dia saat ini benar-benar belum bisa berbuat apapun.
Dari rencananya yang sudah hancur gara-gara Alstrelia, dan kedua orang lainnya yang sayang sekalia adalah sejolin antara an*jing penjaga bersama dengan majikannya, Arsela yang sudah menghilang, serta dirinya saat ini sudah memiliki satu hubungan satu vampir kecil yaitu Reva.
Semua itu menjadi satu kesatuan yang cukup aneh bagi Charles sendiri.
Saat ini demi mencoba mendapatkan waktu yang tenang, untuk pertama kalinya dia saat ini duduk di bawah pohon tepat di pinggir lapangan latihan yang biasanya di gunakan untuk para kestria berlatih diriuntuk meningkatkan kemampuannya.
Tapi karena semua orang sedang bekerja untuk membereskan segala kekacauan yang terjadi dua hari lalu, maka tidak ada kata latihan hari ini.
Tentu saja, itulah yang Charles pikirkan saat ini. Makannya dia bisa santai duduk diam sambil goyang kaki di bawah pohon sambil menikmati angin segar.
‘Terakhir kali, kapan aku bisa merasakan kedamaian seperti ini?’ Charles jadi bertanya-tanya sendiri, melihat keadaannya saat ini sudah berubah total dari kehidupannya dari tiga bulan yang lalu, sebelum dirinya bertukar tubuh dengan Chavire.
Akan tetapi kedamaian yang Charles miliki itu tidak bisa bertahan lama, apalagi ketika dirinya saat ini merasakan kedatangan seseorang dengan kecepatan tanggi?
‘Siapa orang yang akan menyerangku?’ Sadar dengan hawa keberadaan seseorang yang sedang pergi ke arahnya, Charles segera berdiri lalu menoleh ke arah kanan, bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk!
Hanya saja saat Charles menoleh ke arah kanan, kedua matanya langsung membulat lebar, saat dia tiba-tiba saja menemukan punggung seseoranng yang langsung…
BRUKK….
Punggung milik seseorang itu berhasil menghantam tubuh Charles, karena fokusnya sesaat tadi menghilang gara-gara yang datang ke arahnya itu bukanlah seseorang yang akan menyerang, tetapi seseorang yang berhasil terkena serangan itu datang ke arahnya, dan hasilnya…
“Ahh…maaf ya, pasti berat. Untung saja ada kau, aku jadi tidak sakit karena tubuhmu jadi alas pelindungku.”
Dan suara milik dari seorang wanita itu membuat Charles kembali termangu. Saat ini, orang yang berhasil membuatnya terjatuh dan di timpa tubuh molek milik seorang wanita, itu adalah Elda.
“Tapi tetap saja, perutku rasanya sakit setelah ditendang seperti tadi. Semoga saja perutku tidak kenapa-kenapa, dan jangan sampai karena tendangan tadi, aku tidak bisa hamil lagi.” Ucap Elda pada dirinya sendiri, yang mana ucapan itu tentu saja langsung terdengar oleh Charles yang berhasil jadi kasur penahan tubuh Elda itu.
‘Wanita ini, kenapa blak-blakan sekali kalau bicara. Tapi-’ Biarpun begitu, Charles tidak begitu mempermasalahkannya, apalagi saat ini dia disuguhkan oleh kedua kaki Elda yang terlihat polos, karena Elda selalu memakai seragamnya terus, dan seragam yang dipasangkan dengan rok rempel mini itu juga membuat kedua pahanya jadi terpampang cukup jelas di mata Charles. ‘Apakah ini godaan untukku?’
Lalu Elda pun beranjak dari atas tubuh Charles. Dan setelah bangun, barulah dia menyadarinya, kalau yang baru saja dia tabrak itu adalah Charles, lawan sekaligus musuh dari semua orang!
__ADS_1
“Kau!” Elda langsung menodongkan senjatanya ke arah Charles. Walaupun wajahnya menarik, tapi karena yang ada di dalam tubuh itu adalah tokoh penjahat, jadi Elda harus waspada dengan orang yang ada di depannya itu. “Mau mengambil kesempatan ya?!” Cetus Elda tanpa ampun, sehingga langsung menuduh sembarangan Charles yang bahkan tidak berbuat apapun saking bisa menikmati di duduki oleh Elda.
“Padahal tadi minta maaf, kemana sopan santunmu sebagai anj*ing penjaga Putri Alstrelia hmm?” Tanya Charles, dia pun mencoba berdiri, walaupun ujung pedang milik Elda terus mengawasinya dengan cukup ketat.
“Ha?” Elda tersenyum lebar, tapi ekspresinya tentu saja sedang meremehkan Charles.
“Kau kan harusnya tahu, an*jing penjaga sepertiku tidak punya sopan santun, karena aku terkenal gila dan akan berbuat sesukaku selama majikanku itu puas dengan kinerjaku.
Apalagi dengan laki-laki sepertimu, aku mana mungkin memperlihatkan sopan santun yang bisa saja aku lakukan. Tapi sayangnya aku enggan melakukan karena kau membuat majikanku jadi seperti itu!” Beber Elda dengan nada rendah. Sampai sorotan matanya yang cukup dingin itu, maka itu sudah jadi sebuah pertanda kalau Elda benar-benar membenci pria di depannya itu.
SYAHT….
Ayunan pedang dari Elda tadi itu langsung membuat dua helai rambut coklat milik Charles itu terpotong di depan matanya sendiri.
“Memangnya aku sudah membuat majikanmu kenapa? Bukankah dia sehat walafiat?” Tanya Charles dengan seringaiannya, yang mana hal itu semakin memancing emosi Elda.
Elda pun kembali mengayunkan pedangnya, namun kali ini adalah ke depan. Dia niatnya ingin sekali memotong tangan Charles itu, tapi gerakannya itu justru membuat Charles yang berhasil menghindar ke samping kanan itu, tiba-tiba saja melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Elda.
GREP…
“Ada apa ini? Mau sekali dipeluk olehku?” Goda Charles saat berhasil menangkap tubuh Elda yang lumayan itu, sampai buah dadanya yang cukup wah, berhasil Charles pepet dengan dada bidangnya.
Sontak saja Elda langsung kelabakan merasakan dadanya jadi terhimpit cukup erat dengan dada bidang milik Charles ini.
“Charls…kau pikir tubuhku bisa kau sentuh seenakmu?” Emosi yang harusnya Elda tahan itu akhirnya keluar. Demi lepas dari pelukan Charles, awalnya Elda hendak menggunakan kekuatan Gate miliknya, akan tetapi di saat dia Elda sudah bersiap untuk berpindah tepat, tiba-tiba saja Elda langsung mendapatkan lemparan dari batu yang langsung mengenai pantatnya. “Akhh…!” Jerit Elda.
“Itu des*sahan yang salah, Elda.” Ucap Charles di detik berikutnya. "Harusnya itu seperti ini, lembut dan menggoda." Dan Charles pun memberikan contohnya langsung dengan cara tangan kirinya yang awalnya ada di pinggang Elda, langsung turun dan tiba-tiba menelusup masuk kedalam baju Elda bagian belakang, sehingga ada sentuhan lembut dan juga menggelikan tepat di bagian sana.
“Ternyata di ot-” Dan di saat yang sama lagi kalimatnya kembali terpotong selepas dari arah belakangnya persis, datanglah satu orang dengan kecepatan penuh sedang pergi ke arahnya, dan itu adalah, 'K-koman!'
Bertambah panik lah Elda karena saat ini Alstrelia sedang memburunya!
TAP.
Alstrelia kembali membuat tumpuan baru dengan kaki kanannya agar tubuhnya melesat perg ke arah depan dengan kecepatan penuh, demi menyusul Elda yang ternyata saat ini, justru sedang bermesraan dengan Charles?
"Jadi seperti itu ya Elda? Di sini sedang bersenang-senang dengan Kaisar mes*m. Padahal pelajaran juga belum selesai, tapi main kabur saja. Aku tambah hukuman!"
"Tidak!" Elda pun jadi langsung memberontak agar terlepas dari pelukan yang di buat Charles terhadapnya.
Tapi yang membuat Elda semakin jengkel itu adalah saat Charles rupanya terlihat senang dengan apa yang akan diperbuat oleh Alstrelia, baik itu kepada Elda sendiri ataupun Charles yang akan terkena imbasnya juga.
"Sini Elda." Perintah Alstrelia dengan tatapan sengitnya, dan di temani dengan ke empat Gimmick nya, maka mereka berlima pun pergi ke arah mereka berdua.
Dengan senyuman lembut milik Charles, Charles yang melihat Alstrelia datang ke arahnya, justru membuat Elda yang saat ini ada di pelukannya itu, langsung Charles pikul di bahu sebelah kanannya.
SYAHT....
Pedang itu hampir mengenainya, tapi dengan cekatan, Charles melompat mundur sambil membawa Elda yang ada di pundaknya.
"Ternyata tidak berat sama sekali." Ucap Charles, memberikan bumbu pujian yang semakin membuat pikiran Elda jadi menyimpng, dari kesal jadi merasa tertantang.
__ADS_1
"Mau main denganku ya?" Tanya Elda dengan entengnya. Rasa panik itu pun pudar karena Charles ternyata begitu mengerti untuk membuat suasana semakin berkontradiksi.
DORR.....
"Kalau kau mau." Charles masih membopong Elda, dan berhasll menghindari tembakan yang hampir saja mengenai kakinya dengan kembali melompat ke belakang.
"Padahal sudah seperti ini, masih ingin membuatku mengejar kalian? Jangan mengharapkan itu, Elda, Charles." Gumam Alstrelia yang masih setia untuk memburu kedua orang di depan sana yang dari tadi masih saja pergi untuk menghindar.
Namun, karena saat ini dirinya sedang malas untuk meladeni dua orang secara langsung seperti itu, maka Alstrelia memutuskan untuk membuat perhitungan dengan caranya sendiri, tanpa perlu repot.
Alstrelia pun menghentakkan ikat pinggangnya untuk kembali ke bentuk normal.
Dengan masih mengejar mereka berdua, Alstrelia mencoba menggiring Charles dan Elda itu ke suatu tempat yang kebetulan tidak jauh dari tempat mereka berada, yaitu lapangan.
BUAKH...
"Ukhh..." Charles terkena dinding transparan yang membuat tubuhnya oleng ke saming kiri dan akhirnya membuat dirinya harus mendarat ke tanah dengan masih membawa beban di bahunya.
TAP..
Alstrelia pun sama-sama mendarat di tengah lapangan, melihat Charles masih membawa an*jing penjaganya itu.
"Mau melawanku lagi, Putri?" Tanya Charles seolah-olah tidak terjadi apapun.
Alstrelia meresponnya dengan kepala sedikit miring ke arah kanan dan menjawab, "kalau bicara sebaiknya di pikirkan dulu. Di tengah-tengah sihirmu sudah tersegel seperti itu, mau menantangku? Sebagi Putri yang baik hati kepada Kaisar yang begitu sangat menyayangi semua wanita yang dilihatnya, aku akan memberimu kesempatan apa yang kau mau." Terang Alstrelia dengan senyuman puasnya.
"Wah..jadi maksudnya Putri akan meladeni keinginanku?" Tanya balik Charles,
"Tentu saja, tapi karnea tanganku cukup berharga untuk meladeni kaisar sepertimu, aku akan mengutus anak buahku untuk melawanmu." Tepat setelah mengtatakan itu, Alstrelia berbalik sambil berpikir, "Elda, lawan."
Dan Elda yang dari tadi terdiam di bahunya Charles, tiba-tiba saja menumpukan kedua tangannya itu ke pinggang Charles, kemudian Elda pun mengangkat kedua kakinya ke atas, sampai tangan kanannya Charles yang awalnya di gunakan untuk menahan pinggang Elda, jadi terlepas karena gerakan Elda yang cukup ekstrim itu.
Karena itulah, Elda saat ini akhirnya tubuhnya berhasil lepas dari pikulannya Charles tadi, dan mendarat dengan cukup sempurna di belakang Charles, tentunya.
Dan dia sudah bersiap untuk melawan Charles, sebagai ganti sudah menyentuh tubuhnya. "Permainannya di mulia, Charles." Ucap Elda. "Koman! Maafkan aku, jangan buat aku kerja rodi dulu." teriak Elda di dalam pikirannya yang sedang terhubung dengan milik Alstrelia yang saat ini tengah duduk santai di bawah pohon.
"He~ Ini akibatmu sudah mengalihkan urusan dariku. Bukannya berlatih, tapi malah bersenang-senang dengan laki-laki lain. Apalagi yang kau hadapi itu orang punya peran untuk dijadikan musuh. Tanggung sendiri, itu akan jadi hukumanmu dan dia juga." jelas Alstrelia saat itu juga dengan menggunakan telepatinya.
Dan tontonan untuk ditonton oleh Alstrelia pun di mulai juga.
Elda yang ada di lapangan pertandingan, kini melawan Charles.
Karena Charles saat ini tidak memiliki senjata apapun, maka sebagai bentuk keadilan, Elda juga di tuntut untuk menggunakan tangan kosong juga.
"Hyah...!" Elda melayangkan tinjunya ke depan, tapi Charles mampu menghindarinya. Setelah itu, Charles yang hendak menangkap pergelangan tangan kanannya Elda, Elda justru melanjutkan serangan tadi, dimana karena serangan dari bogem mentahnya berhasil di hindari oleh Charles dengan sedikit menghindar ke arah kiri, maka tangan kanannya pun langsung Elda ayunkan ke arah kiri dengan kekuatan penuh.
Charles segera membungkuk ke bawah untuk menghindari serangan kedua Elda. Namun apa yang mau di kata lagi, saat Elda sengaja meneruskan ayunan tangan kanannya itu ke bawah sampai akhirnya menyentuh tanah.
Lalu hal itu pun membuat tangan kannya dia gunakan sebagai tumpuan dari gerakan Elda selanjutnya, dimana tubuhnya dia angkat dan kakinya dia layangkan untuk Elda gunakan menendang Charles.
Charles langsung menahan serangan dari kaki Elda yang benar-benar di perlihatkan secara terang-terangan seperti itu. Sehingga kini dia menangkap kaki Elda yang bisa di katakan cukup telanjang.
__ADS_1
Namun sebagai gerakan selanjutnya, Elda terus mengerahkan kaki kanannya itu dengan sekuat tenaga sampai beban yang di tahan oleh Charles jadi semakin berat, maka sebelum kaki Elda terlepas dari cengkramannya Chares, Charles pun langsung menarik kakinya Elda dan melemparnya.