Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
163 : Alstrelia : Merkiss


__ADS_3

Kemunculan Chavire saat itu pun menjadi sebuah kesempatan untuk Elda untuk mendekati Alrescha. Tanpa memperdulikan Chavire yang baru saja nongol itu, Elda pun berbalik dan kembali membuat tumpuan dari kaki kanannya untuk melesat ke arah depan untuk menghampiri Alrescha yang masih teralihkan dengan Alstrelia yang masih berdiam diri di tempatnya. 


‘Aku juga harus merasakannya dan merebut kembali ciuman milik koman.’ Benak hati Elda. 


Dan dengan kemampuan miliknya yang dapat melakukan gate atau berpindah tempat layaknya teleportasi, maka sosok Elda pun dalam sekejap mata langsung menghilang, lalu dia kembali muncul tepat di belakang Alrescha persis. 


Lalu dengan kejutan yang diberikan Elda kepada Alrescha, Elda pun langsung mendekap tubuh Alrescha dari belakang persis. 


GREPP….


“.............!”


Alrescha yang sudah berhasil di tangkap Elda dari belakang pun di berikan bisikan menggoda dari Elda dengan sebuah panggilan kecil. 


“Alrescha, kena kau.” Panggil Elda pada Alrescha tepat di samping telinga sebelah kanan Alrescha. 


Kemudian di waktu yang bersamaan, tangan kiri Elda pun menekan wajah Alrescha sebelah kiri, agar menoleh kearah kanan. Hingga sampailah jarak dari kedua wajah mereka berdua akhirnya semakin menghilang.


Dan Elda yang sudah siap untuk merasakan sensasi dari bibir seksi milik Alrescha yang sudah Elda idam-idamkan sejak lama pun akhirnya akan segera dia dapatkan. 


“...........” Sedangkan Alrescha memejamkan matanya, hingga akhirnya sebuah kecupan pun terjadi juga. 


CUP…


Bibir Elda pun mendarat dengan cukup sempurna di permukaan targetnya?

__ADS_1


“...........!” Elda yang ketika itu merasakan sensasi yang cukup dingin di bibirnya pun di buat membuka matanya, namun akhirnya apa yang Elda dapatkan setelah itu adalah tubuhnya langsung tumbang. 


BRUKK….


Elda langsung tumbang tidak sadarkan diri, setelah tepat di depan wajah Alrescha persis, pedang milik Alrescha sudah dalam posisinya untuk menghindari sebuah ciuman yang akan di lakukan oleh Elda. 


Maka dari itu, apa yang Elda cium itu bukan bibir Alrescha, tetapi adalah pedang Cartels milik Alrescha. Dan penyebab Elda langsung pingsan, tentunya adalah karena artefak pedang milik Alrescha itu akan bereaksi pada sentuhan dari orang lain, dimana pedang Cartels itu akan menyerap mana tubuh siapapun selain si pemilik. 


“Ternyata kau benar-benar tidak merelakan bibirmu yang sudah menciumku itu digunakan untuk mencium orang lain ya.” Kata Alstrelia dengan sudut mulutnya yang terangkat.


“Kau pikir aku ini apa? Satu orang saja sudah cukup.” Sahut Alrescha. 


Mendengar hal itu, Chavire yang melihat kejadian tersebut pun hanya terdiam saja selain berpikir. ‘Jadi Alrescha benar-benar sudah mencium dia? Apa yang dia lihat setelah menciumnya?’ Dan matanya pun menemukan Astrelia sedang memasang ekspresi meremehkan, ditambah bibir yang sduha menyeringai, hal itu pun membuat Chavire berpikir kalau kata ciuman yang baru saja Chavire dengan itu bukanlah apa-apa untuk Alstrelia. 


Tentu saja Chavire pun tahu apa kemampuan apa yang dimiliki oleh Alrescha itu, yaitu merkiss. 


Sebenarnya mau dimanapun Alrescha cium, seperti punggung tangan atau apapun itu, dia memang bisa melihat memori dari pasangan yang Alrescha cium. Namun jika yang Alrescha cium adalah sebuah bibir, maka Alrescha akan mampu melihat seluruh memori yang ada, baik mimpi yang pernah dialami oleh pasangan ciumannya, sampai masa lalunya. 


‘Dan jika Alrescha memang benar-benar sudah mencium Alstrelia yang ini, berarti..’ Chavire pun kembali menatap Alrescha yang terlihat terus memperhatikan Alstrelia, dan mengabaikan perempuan yang sudah tergeletak di sebelah kakinya Alrescha persis.


'Dia sama sekali bukan berasal dari sini. Bukan-,' Alreshca mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak tahu Alstrelia yang ada di depannya itu berasal dari mana, akan tetapi Alrescha sangat yakin pada dirinya sendiri kalau Alstrelia memang bukan berasal dari tempat ini. 'Dia punya tempat yang lebih maju, apakah karena itu-' Alrescha sesaat melirik ke arah senjata dimana semua senjata yang Alstrelia lucuti sendiri itu tergeletak di atas meja dalam keadaan di bekukan oleh kekuatan milik Alrescha. 'Lalu siapa laki-laki itu?'


Alrescha saat ini benar-benar mengernyitkan matanya, karena dia melihat seorang pria yang menurutnya, tampan juga. Akan tetapi hubungan dari pria yang Alrescha lihat itu terlihat sangat dekat dengan Alstrelia.


'Kenapa aku jadi kesal? Kenapa dengan diriku ini? Cemburu? Yang benar saja.' Kutuk Alrescha terhadap perasaannya yang terasa aneh itu.

__ADS_1


______________


ZRRTT..


Kilatan dari otak serta perasaan yang muncul layaknya setruman listrikk kecil langsung menyadarkan Alvaron yang saat ini tengah duduk melamun.


"Ada apa Yang mulia?" Ajudan Alvaron pun ikut bereaksi melihat perubahan ekspresi dari wajah sang raja itu.


"Hmm..."' Alvaron menutup matanya dan mencoba memahami apa yang sedang di rasakannya. "Menurutmu ini termasuk bahaya atau tidak?"


Pria ini pun memiringkan kepalanya ke kanan, karena harus mencerna pertanyaan aneh yang terlontar dari mulut Raja nya itu. "Bahaya dalam artian apa Yang mulia?"


Alvaron kemudian memutar kursinya menghadap ke belakang, sehingga saat ini yang dia lihat adalah pemandangan dari seluruh kota dari langit malam kerajaan Asgardia. "Ada seseorang yang baru saja melihat masa lalu Alstrelia."


Ajudan ini mengernyitkan matanya, dan menjawab : "Jika menanyakan pendapat dari saya, tentu saja itu akan menjadi bahaya."


Alavaron menjeling kearah ajudannya untuk memintai keterangan lebih lanjut. "Katakan lebih rinci berdasarkan dari sudut pandangmu itu, aku ingin mendengarnya."


"Tuan Putri sebenarnya dulu pernah mengatakan, sebaik-baiknya orang dalam menyimpan rahasia, orang yang mati jauh lebih bagus dalam menyimpan rahasia. Mendengar hal itu, sekalipun orang yang berhasil melihat masa lalu Tuan Putri itu adalah orang baik, selama orang itu hidup, dan meskipun orang tersebut bisa tutup mulut dengan artian menyimpan rahasia milik Tuan Putri dengan baik, maka..."


"Ah...seseorang yang memiliki kemungkinan untuk mengetahui informasinya lewat jalan membaca pikiran, maka itulah yang akan jadi bahayanya?"


"Seperti itulah yang saya maksudkan, Yang mulia. Jadi sekarang harus bagaimana? Anda bilang ada seseorang yang berhasil melihat masa lalu Yang Mulia Putri?" Tanya Ajudan ini. "Itu bisa jadi bahaya, mengingat Tuan putri masuk ke dimensi lain yang memiliki berbagai macam sihir seperti kita, kemungkinan besar akan ada satu waktu kalau-"


Alvaron mengangkat tangannya untuk memberikan kode kepada ajudan nya agar tidak bicara lebih banyak lagi.

__ADS_1


"Aku tahu kekhawatiranmu. Aku juga mengerti ini bisa jadi bahaya, padahal bulan ini waktu unutk melakukan perang dengan kelompok itu, waktunya tinggal sedikit lagi. Alstrelia sudah seharusnya mengerti situasinya agar bisa menyelesaikan posisinya sebagai adiknya Alrescha. Jadi untuk saat ini kamu bantu aku untuk memantaunya." jelas Alvaron.


"Baik Tuan."


__ADS_2