Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
175 : Alstrelia : Rasa sakit


__ADS_3

"Akhh...ini sakit." Rintih Alstrelia Vion Beltmore Fisher ini, saat merasakan perutnya tiba-tiba cukup sakit.


Dia sekarang suah meringkuk di atas kasur dengan perut terus dia pegangi, karena rasa sakit yang dia dapatkan, sampai sprei kasur itu benar-benar sudah kotor akan noda darahnya sendiri?


'Kenapa setiap aku datang bulan, rasanya sakit sekali?' Wajahnya pucat, keringat dingin pun mulai membasahi wajahnya yang memperlihatkan ekspresi yang cukup tersiksa kan rasa sakit yang sedang di deritanya.


Dan dikarenakan tidak ada siapapun di sekitarnya, maka dia pun hanya bisa meringkuk sendiri dalam rasa sakit itu.


*


*


*


WUSHH....


Siang itu, Naga hitam ini terus mengibarkan sayapnya untuk terbang kesuatu tempat demi mendapatkan bantuan.


'Apa..aku minta bantuan dari wanita itu saja ya? Hanya dia saja yang bisa aku tanyai, karena jika aku keluar dalam bentuk seperti ini di siang bolong, yang ada aku akan jadi incaran para manusia.' pikirnya.


Sebab merasa hal itu cukup menjadi jalan keluarnya, maka Naga hitam ini pindah tujuan, dari tujuan awalnya ke arah timur, menjadi ke arah selatan. Dia akan pergi menemui seseorang yang dia kenal. Dan...


'Aku akan jadi Naga paling aneh, karena Naga jantan sepertiku ini, justru jadi memakai aksesoris.' Anehnya itu adalah di salah satu tanduknya. Dipangkal tanduknya, terdapat sebuah kalung. Karena ukurannya terlalu kecil untuk di pasang di leher, maka si pemberi kalung itu meletakkannya di tanduknya.


Kalung itu memiliki satu bandul dalam bentuk taring berwarna hitam mengkilap karena terbuat dari batu khusus.


Dan tujuannya untuk mendeteksi keberadaan dari si pemberi kalung itu. Dan cara pakainya hanya dengan menyalurkan sedikit mana miliknya kedalam bandul kecil itu. Setelah di serap oleh batu itu, maka secara otomatis batu itu akan memberikan sinyal kepada sang Naga kalau seseorang yang di carinya saat ini sedang berada di suatu tempat.


'Di sana?' Setelah terbang ratusan kilometer dari tempat awal, Naga ini pergi menuju ke satu mansion yang sudah terlihat terbengkalai di tinggal si pemilik. Tapi sayangnya orang yang dia cari memang ada di sana, karena itu dia pun pergi kesana.


Setelah sampai, Naga ini mendaratkan tubuhnya di depan mansion itu. Hanya dalam sekali tatap, dia langsung menemukannya, orang yang dia cari itu.


'Disini?' Karena tubuhnya memang cukup besar, maka mansion yang ada di depannya itu pun jadi terlihat seperti sebuah rumah-rumahan. Dan karena itu, untuk masuk kedalam sana, dia membuat salah satu pintu dari kamar itu terbuka, setelah itu kepala Naga ini pun masuk untuk mencari-cari keberadaan dari orang itu.


"Ehmm...." lenguhan milik seorang wanita langsung menarik perhatian Naga ini untuk menemukan seorang wanita yang kini ternyata sedang tertidur pulas di atas kasur mewah. Tapi,


'Apakah wanita zaman sekarang sudah tidak tahu lagi apa itu urat malu? Padahal Alstrelia saja masih punya malu, walaupun dibilang dia cukup berani mandi bersamaku. Tapi wanita ini, dia tidur pun harus memakai itu saja kah?' Naga ini melihat wanita berambut aram temaram itu hanya memakai tanktop dan hotpen saja. Apalagi melihat tali dari tangktop itu sudah turun dan mendarat di siku, berakhir sudah dia lagi-lagi melihat aset milik wanita itu yang hampir menyembul keluar.


Tidak mau pikir panjang lagi, dengan menggunakan kemampuannya, dia langsung menggerakkan semua sisi selimut untuk membungkus wanita itu dan membuarnya terbang kearahnya.


Setelah berhasil keluar, Naga ini segera membawa wanita temuannya itu pergi dari sana.


satu menit kemudian,


Pintu kamar itu langsung terbuka dengan keras.


BRAK...

__ADS_1


"Eldania, wak-" kalimat yang tiba-tiba terpotong itu langsung membawa ekspresi amarah di perlihatkan oleh pria berambut pirang emas ini, karena wanita yang dia miliki baru saja di bawa kabur?! "Hah~ Yang benar saja. Apa kadal tidak berguna itu tidak bisa menggunakan otaknya dengan benar? Kenapa dia harus membawanya pergi tanpa izin dariku?" Tekan pria ini, tidak suka dengan cara Naga itu membawanya pergi seenak jidat seperti itu.


Karena wanita yang dia panggil Eldania itu di bawa kabur oleh kadal terbang berwarna hitam itu, pria ini pun berjalan menuju pintu balkon yang terbuka.


Dan terus berjalan, sampai dimana salah satu kakinya menginjak pagar pembatas, lalu kembali menginjak udara kosong itu, sampai akhirnya pria ini tiba-tiba saja dikelilingi oleh serbuk emas yang membuat tubuhnya langsung berubah menjadi seekor burung Elang berwarna coklat.


KWAKK...


Sayap besar itu pun berkibar menyusuri langit ynag ternyata sedang cerah-cerahnya.


_____________


"Ahhw.... Apa tidak ada..yang bisa membantuku?" Lirih Alstrelia. Saking sakitnya, air matanya pun sudah keular dari tempatnya, dan membasahi wajahnya itu.


Tidak lama kemudian, pintu kamarnya tiba-tiba saja terbuka.


KLEK...


Derit dari pintu kamar yang lebih besar dari pada umumnya, membuat sosok dari makhluk pemilik tubuh besar yaitu Tuan Naga, masuk juga.


"Alstrelia, aku membawa manusia yang bisa membantumu." Kata Tuan Naga hitam ini.


BRUK...


Satu benturan yang sedikit kasar itu sukses menarik perhatian Alstrelia yang sedang kesakitan itu, untuk melihat apa yang di bawa oleh Tuan Naga itu kepadanya?


"Akhh....!" Jeritan yang cukup kencang itu langsung datang setelah Eldania yang tadi tertidur, berhasil di buat bangun karena mendapati nafasnya terasa sesak. "Siapa?! Siapa yang berani membungkusku dengan selimut ha?! Apakah dia mau membuatku untuk melenyapkannya sekarang juga? Ok, akan aku lak-"


Sampai Eldania tersadar saat tangan kanannya yang hendak mengambil senjata yang biasanya dia simpan di bawah ketiaknya, ternyata tidak ada.


Marah karena dia merasa baru saja dilucuti, Eldania pun menjeling tajam ke arah sosok besar yang sedang berdiri di depannya persis?


"Apa yang kau lakukan kepadaku?" Eldania menginterogasi Naga itu dengan tatapan sengitnya.


"Aku hanya memindahkanmu ke rumahku." Jawab Naga ini atas pertanyaan dari wanita itu, yaitu Eldania.


"S-siapa kau?" Hingga satu suara yang tidak lain milik seorang wanita yang cukup dia kenal itu, Eldania langsung menoleh ke belakang.


"Apa yang terjadi kepadamu?" Eldania, dia akhirnya tahu penyebab dari Naga itu membawanya pergi ke kediamannya.


Namun Alstrelia tidak tahu siapa wanita di depannya itu. Karena dia memang baru melihatnya.


"Tidak ada gunanya tahu siapa aku." Tatap Eldania atas di Alstrelia yang ada di depannya itu terlihat cukup tersiksa.


Lalu setelah menjawab itu, Eldania pergi merangkak menghampiri Alstrelia yang masih meringkuk sakit di perutnya. Dia menutup sepasang mata Alstrelia dengan telapak tangannya.


"Apa yang mau kau lakukan kepadaku?" Tanya Alstrelia dengan mimik bibir yang terlihat ragu.

__ADS_1


"Diam saja, aku hanya memberimu sesuatu yang bisa membuatmu nyaman lagi." ucapnya dengan singkat.


"Apa itu?"


"Sakitmu." Bisik Eldania teppat di telinga Alstrelia.


Ketika itu juga, tangan kiri milik Eldania menyentuh perut Alstrelia. Dari situlah, ekspresi wajah tersiksa dari Alstrelia perlahan memudar dan membawa wanita yang punya kembaran ini, langsung terlelap tidur.


'Kemampuannya itu hebat. Tapi, cahaya yang aku lihat tadi itu, bukankah itu adalah kekuatan suci? Daripada menjadi seorang saintess, dia memilih menjadi petualang. Tapii setidaknya wanita ini berguna juga, menyembuhkan Alstrelia.' Terlepas dari sifat Eldania yang dia bawa itu kadang suka membuatnya terprovokasi, Naga ini masih bisa memakluminya karena manfaat dari wanita bersurai coklat itu cukuplah membantunya, di saat dirinya tidak memiliki seseorang yang bisa dia andalkan kecuali wanita ini untuk membantu Alstrelia.


"Apa yang kau pikirkan kadal. Seenaknya membawaku pergi dari alam mimpiku." Masih kesal dengan tindakan Naga itu.


"Ini kan darurat, lagian apa-apaan dengan pakaianmu itu?"


"Apa? Apakah kau mulai tertarik denganku?" Cibir Eldania dengan senyuman miringnya, sambil sengaja kembali menurunkan tali dari tanktopnya, sehingga hampir terlihatlah sepasang aset yang sebenarnya masih terbungkus dengan baik itu.


"Aku tidak tertarik dengan milikmu."


"Berarti apakah kau tertarik dengan miliknya? Secara dia punya porsi tubuh yang indah, sampai membuatku iri, tapi-" Awal ekspresi yang terlihat sedang memperhatikan tubuh Alstrelia dengan penuh perasaan, langsung berubah menjadi ekspresi datar. Di selingi sebuah jelingan tajam kepada Tuan Naga itu, Eldania langsung memanggil, "Everst! Seret dia dari kamar wanita!"


BRAKK...


Hanya dalam kurun waktu kurang dari dua detik, kedua pintu itu kembali terbuka, namun dengan cukup kasar. Hingga sampailah, Everst yang sedang dalam kondisi tubuh yang besar itu, terbang dan mendarat dengan kedua cakar sudah mencengkram kedua sayap Naga itu dan membawanya pergi.


"Hei! Burung sialan, aku bisa pergi sendiri." Protes Naga ini.


"Apa kau pikir membuat masterku terbangun dari tidurnya, tidak membuatmu mendapatkan pelajaran yang layak?" Sorotan mata tajam dari Everst pun benar-benar membuat tenaganya yang besar itu berhasil menyeret tubhu Naga yang sedikit lebih besar darinya.


"..........! Itu keadaan dar-"


BRAK..!


Pintu itu pun kembali tertutup, memberikan waktu untuk kedua wanita ini berada di atas tempat tidur yang sama.


Eldania melirik kearah Alstrelia yang merupakan adiknya Alrescha yan asli itu dengan tatapan penuh selidik.


'Dia memang terlihat wanita yang polos, kekanakan, tapi dari pada itu, dia ternyata berhasil membuat kembarannya itu setuju dengan kesepakatannya. Jadi aku harus mengatakan dia ini pura-pura bodoh, atau tidak sadar kalau otaknya pintar?


Dia hanya mengungkapkan isi hatinya dengan pelan-pelan, karena dia tidak pintar berinteraksi dengan lawan bicaranya. Tapi hal itu tetap berhasil menarik hati banyak orang.


Atau termasuk diam-diam licik dan menghanyutkan ya?' Pikir Eldania, atas diri Alstrelia yang ternyata memiliki kembaran yang cukup bisa di andalkan untuk membereskan masalah dari Alstrelia yang saat ini ada di depannya.


"Sudahlah, aku terlalu lelah untuk menggunakan otakku dulu. Aku akan lanjut tidur lagi lah." Sebelum dirinya lanjut tidur di atas tempat tidur yang sama dengan yang di gunakan oleh Alstrelia saat ini, Eldania pun sedikit menggunakan sihirnya untuk membuat sprei serta pakaian yang Alstrelia gunakan itu kotor karena noda darah, bisa bersih seperti sedia kala.


BRUK..


Dan kedua wanita ini pun tertidur berdampingan.

__ADS_1


__ADS_2