Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
222 : Alstrelia : Strategi


__ADS_3

"Apa yang terjadi dengan Tuan?" Tanya Lena melihat Alrescha sekarang dibopong oleh Elbert, lalu membawanya pergi keluar kamar, karena akan di pindahkan ke kamar sebelah.


"Tuan hanya sudah mencapai batasnya, dan yang harus Tuan lakukan hanya Istirahat yang cukup. Tapi untuk proses agar Tuan bisa bangun itu memerlukan waktu sampai empat atau lima hari, dan bisa sampai seminggu." Beritahu Elbert.


Elda yang melihat adanya banyak kekacauan baik itu di Ibu kota atau di kediaman mansion Fisher itu sendiri, tidak tahu harus bagaimana jika majikan mereka sendiri malah tidak bisa di ganggu seperti itu.


Apakah semua pekerjaan yang sudah menumpuk seperti menara akan jadi lebih tinggi melebihi menara Istana?


Banyak yang perlu di perhitungkan saat melihat Tuan muda mereka harus libur untuk sementara waktu, karena selama ini semua pekerjaan biasanya memang di kerjakan oleh Alrescha sendiri.


"Saya akan menaruh Tuan lebih dulu, baru kita bahas yang perlu di pertimbangkan untuk beberapa hari kedepan." Imbuh Elbert


Dan Elbert pun benar-benar pergi membawa tubuh majikannya sendiri dengan cara di gendong di punggungnya.


Alstrelia, Elda, dan Lena, mereka bertiga hanya terdiam melihat kepergian dari kedua pria itu.


'Wajahnya memang terlihat cukup lelah. Dia mempunyai banyak beban, dan aku sendiri?-' Alstrelia menaruh kembali pakaian yang sempat ia tanggalkan, dan hanya menyisakan pakaian tanktop nya saja, sebab ia benar-benar merasa gerah serta merasa sesak.


KLEK.


Setelah pintu itu tertutup, Lena yang tidak tahu harus berbuat apa karena statusnya hanyalah seorang pelayan yang sedang kehilangan majikannya saja, memutuskan untuk membereskan kekacauan yang ada di dalam sana, seperti harus membereskan pecahan kaca, mengepel lantai, karena ada air yang menggenang, akibat es yang sempat di ciptakan oleh Tuan mudanya itu sudah mencair, dan masih banyak lagi.


"Lena, kau tidak perlu melakukan itu," Perintah Alstrelia saat melihat Lena hendak hendak membuka lemari yang berisi peralatan bersih-bersih.

__ADS_1


"T-tapi, kamar Nona harus segera di bersihkan dan kaca jendela juga harus di perbaiki, jadi ha-"


Alstrelia yang kini tengah berbaring dengan kepala bersandar kebelakang tangan dari sofa yang sudah di berikan bantal untuk menyangga kepalanya, hanya melirik ke arah Lena yang sungguh terlihat ingin mengerjakan tugasnya sebagaimana mestinya itu.


Tapi walaupun Lena memang ingin mengerjakan pekerjaannya, Alstrelia sama sekali tidak mungkin akan menyuruh satu orang manusia biasa seperti Lena untuk membereskan kekacauan yang ada di dalam kamar tersebut.


Hanya dengan sekali delikan dari Alstrelia kepada Elda yang hendak memberikan pakaian lain kepada Alstrelia, hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda menerima perintahnya.


Elda kemudian menoleh kearah Lena dan berkata : "Lena, biar aku saja yang membereskan ruangan ini. Kau hanya perlu urus makanan untuknya. Karena Koman banyak menggunakan Mana-nya, lebih bagus lagi jika ada teh hitam, dan jangan lupa untuk membawa bunga mawar juga. Satu tangkai tidak masalah."


Lena sesaat berpikir, karena selama ini perempuan yang ia layani sebagai pengganti dari Nona nya yang sedang menghilang suka dengan air hangat ketimbang minum teh atau kopi, jus pun jarang, dia mengira kalau Nona nya itu menghindari teh dan kopi.


Tapi di balik perintah yang di berikan oleh Elda barusan, itu membuktikan ada sesuatu di balik perintah untuk membuat teh hitam dan membawa bunga mawar juga.


Lena akan menemukan jawabannya nanti, saat ia sudah melakukan apa yang di minta olehnya.


“Baik, saya akan segera membuatnya,” Lena membungkuk hormat sebelum dia pergi dari kamar tersebut, dan akhirnya meninggalkan Alstrelia bersama dengan Elda. 


Selepas kepergian dari pelayan itu, Alstrelia yang sedang berbaring santai untuk mengistirahatkan tubuhnya itu, tiba-tiba mengibas tangan kanannya, dan keempat gimmick yang awalnya bersembunyi itu, kini terbang menghampiri Elda. 


Lalu Alstrelia sendiri, dengan mata yang terasa kantuk berat itu memanggut-manggut karena masih berusaha untuk menahan kantuknya itu. “Aku mau tidur dulu, kau masukkan semua informasinya kedalam situ,”


Elda pun disuguhi keempat Gimmick milik Alstrelia. Lantas Informasi apa yang Alstrelia maksud itu?

__ADS_1


Dengan kecanggihan teknologi dari Gimmick tersebut, Gimmick itu pun tiba-tiba terbang, yang dua ada di atas dan yang dua lainnya aa di bawah. Dengan jarak masing-masing di sesuaikan dalam jarak satu meter, maka dengan layar sebesar itu, bisa Elda buat untuk menulis. 


Tidak…


Lebih tepatnya, Gimmick itu juga memberikan sinar proyektor ke arah sebuah meja yang ada di depan sofa, tempat di mana di sofa panjang itu, Alstrelia tengah terlelap tidur. 


Sinar tersebut membentuk sebuah papan ketik yang cukup di gunakan sebagai tempat untuk Elda menggerakkan jari-jarinya untuk mengetik. 


‘Jadi seperti ini, kegunaan lain yang belum aku ketahui dari Gimmick ini?’ Pikir Elda, berjalan menuju meja kecil yang ada di depan sofa. Elda kemudian duduk dan meletakkan semua ke sepuluh jarinya itu untuk mengetik sesuatu yang akan di munculkan kedalam layar di depannya tersebut. 


1. Ceritakan semua yang kau ketahui soal novel ini.


2. Masukan semua informasi terpisah mengenai kondisi dari kerajaan Asgar.


Dua kalimat perintah itu menjadi PR untuk Elda sendiri. Dan Elda pun menyetujui untuk menjawab secara rinci. 


_______________


“Hmmm…..” Di dalam tempat yang gelap, Alstrelia kini sedang berdiri sendirian. Dia saat ini sedang berada di dalam bawah kesadarannya sendiri. 


Seperti yang sedang di lakukan oleh Elda di dunia nyata, Alstrelia yang kini sedang berada di dalam alam bawah sadarnya sendiri pun sedang melakukan apa yang ia bisa, sekaligus dia sembunyikan dari diri Elda, yang mana Alstrelia sebenarnya tertidur selain karena kelelahan akibat baru saja membuat ramuan penghubung batin antara dirinya, Alstrelia yang asli dan Alrescha itu sendiri, Alstrelia pun sebenarya sedang mengumpulkan semua indormasi yang sudah ia dapat selama ini untuk menjadi satu.


Ya, setelah berdiri di tegah kegelapan yang cukup dingin itu, deretan layar berwarna biru tiba-tiba saja muncul. Setelah itu semua informasi yang sudah ia kumpulkan itu tiba-tiba terpampang di layarnya masing-masing.

__ADS_1


'Jadi ini, pertengahan dari novel yang menjebakku?' pikir Alstrelia, dia sama sekali tidak menduga kalau pada akhirnya satu novel yang sempat Alstrelia remehkan di depan Elda, tiba-tiba saja menjadi karma untuk Alstrelia sendiri. 'Di pertengahan novel ini, Alrescha mengamuk besar, gara-gara adiknya meninggal?


__ADS_2