Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
144 : Alstrelia ; Dibalik sosok Gamelo


__ADS_3

Dua serangan kombinasi milik Alrescha dan Chavire pun bersatu untuk mengakhiri pertarungan diantara mereka bertiga.


SYUHTT...


Gamelo itu berdiri dan bersiap dengan kedua pedangnya sendiri yang dia posisikan di samping kanan dan kiri.


Tentu saja dengan serangan yang dapat dia lihat itu, Gamelo itu awalnya berpikir untuk menyerang itu semua. Bahkan Gaemlo itu sendiri sudah siap melompat, tapi apa yang terjadi jika ternyata...


'Sempurna-" Detik hati Chavire karena memberikan tipuan mata, dimana di saat Gamelo itu hendak pergi melompat, Chavire lebih dulu menyergapnya dari belakang, oleh karena itu ketika Gamelo itu menyadari keberadaannya dengan menoleh ke belakang, dan akan mengangkat pedangnya untuk menghadapi serangannya, tetapi di saat itulah Alrescha bergerak lebih dulu untuk menyerang Gamelo yang sudah berbalik itu.


Alrescha mengangkat pedangnya dan dalam sekejap mata kedua orang itu menyerang Gamelo itu secara bersamaan hingga akhirnya...


SYAHHT...!


Pakaian putih layaknya daster serta topeng kepala yang di pakai oleh Gamelo itu langsung terpotong dalam sekali gerakan.


KRAKK...!


Topeng yang terbuat dari tengkorak binatang itu pun pecah dan pakaiannya tentu saja langsung robek.


Tetapi sekalipun sudah mendapatkan dua serangan dari mereka berdua, Gamelo itu tidak mendapat luka apapun, kecuali keberadaan dari kepala tengkorak dan pakaian yang di pakainya sudah rusak, berhasil menguak penampilan dari sosok ini.


".............." Penampilan dari sosok di balik gamelo ini pun tiba-tiba bibirnya langsung mengulum senyum simpul untuk kedua pria yang ada di samping kanan dan kirinya karena berasil memenangkan satu pertarungan.


"Kau-" Kalimat yang ingin Chavire katakan langsung tertahan di dalam tenggorokannya.


"..............." Bahkan Alrescha sendiri pun terdiam sambil menatap perempuan di depannya itu dengan tatapan sengit.


"Kenapa kalian berhenti? Bukankah senang, bisa bertarung denganku? Alrescha, dan-" Sudut matanya kembali menangkap sosok dari pria berambut merah itu. "Chavire, ah...Yang mulia Kaisar ya?" Tanya perempuan ini.


Sosok perempuan berpenampilan layaknya Alstrelia yang terbaring di sudut bangunan sana. Rambutnya hitam dan panjang, jika ada matahari yang sedang bersinar terang, warna hitamnya cukup berkilau layaknya bulu hitam yang di miliki oleh burung gagak.


Pakaiannya sendiri, ternyata sama-sama memakai seragam militer berwarna putih yang dipakai oleh Alstrelia yang sudah terbujur kaku di sana.


Dan senyuman khas dari perempuan itu berhasil menarik perhatian kedua laki-laki yang sudah terlihat lelah itu.

__ADS_1


DRAP....DRAP......DRAP.......


Chavire yang masih saja belum puas dengan hasil pertarungan itu, kembali melakukan serangannya untuk mengalahkan perempuan itu.


Wajahnya, penampilannya, bahkan senyuman yang terlihat sama dengan perempuan yang sudah tergeletak di atas lantai sana, membuat Chavire benar-benar harus menyingkirkan setidaknya satu orang yang memiliki karakteristik yang sama itu, agar tidak menjadi bahan permainan siapa yang Alstrelia dan siapa yang bukan.


Awalnya memang itulah yang ingin Chavire lakukan kepada perempuan itu.


Tapi di saat Chavire sudah melakukan lompatan dengan pedang yang siap untuk menebas leher dari makhluk menyebalkan itu, tiba-tiba saja tepat di salah satu gundukan dari puing-puing atap bangunan yang roboh itu sedikit mengeluarkan sebuah suara, dimana suara itu disusul oleh..


DHORR..!


Kilatan berwarna putih keluar dari balik tumpukan puing bangunan, dan mengarah ke arah Chavire, hingga pedang yang hendak di gunakan untuk menyerang perempuan itu, langsung terpental ke belakang.


KLANG....


'Apa?' Alhasil Chavire langsung mendarat dengan tangan kosong, lalu berjalan menghampiri perempuan yang dari awal sudah menjadi sasaran dari mereka berdua untuk jadi bintang utama dalam pertarungan mereka sebab sudah membunuh Alstrelia yang baru mereka kenal. Karena Alstrelia yang ada di belakang mereka berdua adalah sosok pengganti dari adik Alrescha yang masih menghilang itu.


'Tapi apa-apaan dengan perempuan ini?' Tanpa kenal takut, Chavire memperhatikan dengan cukup detail perempuan yang ada di depannya itu, sebab benar-benar berpenampilan sama dengan perempuan yang tergeletak habis di tikam itu.


Sedangkan Alrescha, dia terdiam dan melirik ke arah perempuan yang terbujur kaku di sana. Setelah itu dia mencoba membandingkan dengan sosok perempuan yang kini sedang berdiri di depan mereka.


Kecuali...


"Kenapa kau melakukan ini?" Satu pertanyaan itu akhirnya mengisi keheningan di antara mereka bertiga.


Alrescha terus saja memasang wajah yang serius, pasalnya sekarang dia sadar apa yang salah disini.


Perempuan yang dimaksud oleh Alrescha pun segera berbalik dan menghadap Alrescha dengan senyuman tipis tersungging di bibir merah ranum itu.


Siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda dengan kecantikan yang dimiliki oleh perempuan ini. Tetapi di sebabkan mereka berdua sudah tahu akan kecantikan yang dimiliki perempuan tersebut, maka mereka hanya bersikap biasa-biasa saja.


"Melakukan apa?" Tanya balik perempuan ini.


Chavire yang belum mengerti akan maksud yang di tanyakan oleh Alrescha itu pun hanya memasang wajah bingungnya.

__ADS_1


Tanpa sepatah kata, demi mendapatkan jawaban pastinya tanpa banyak drama lagi, di udara tiba-tiba saja tercipta tombak dari kekuatan milik Alrescha.


Tentu saja dari sepuluh tombak yang sudah berhasil di buat itu mengelilingi perempuan itu, karena memang yang menjadi targetnya adalah sosok yang memiliki penampilan yang sama dengan perempuan yang mereka berdua kenal.


Chavire yang tidak ingin masuk kedalam medan perang singkat itu, segera melompat mundur.


Sesuai target yang diinginkan oleh Alrescha, tentu saja saat Alrescha mengernyitkan matanya, ke sepuluh senjata yang terbuat dari es itu segera melesat ke arah perempuan tersebut.


SYUHHTT... -------> -------> ---------->


Hasil akhirnya?


Perempuan itu hanya diam sambil mengulas senyuman miringnya, sebab saat itu juga suara gemuruh yang berasal dari puing-puing bangunan itu tiba-tiba saja bergetar, lalu...


PHIUU...!


Kilatan cahaya itu datang kembali dan..


DHORR....


Setelah suara tembakan itu muncul, maka seluruh serangan yang dilakukan oleh Alrescha lagsung gagal dengan bukti seluruh tombak es itu berhasil menjadi serpihan biru yang cantik, karena efek dari es yang pecah itu menghasilkan kilauan biru yang kebetulan menghiasi malam yang gelap itu.


"Marah ya?" Tanya perempuan ini sambil mengangkat tangan kirinya sedikit keatas.


NGUUUNG.....


Dan benda yang terkubur di dalam reruntuhan atap bangunan istana itu langsung terbang keluar, dan bergerak mengelilingi perempuan tersebut, hingga ke empat benda yang tidak lain adalah Gimmick itu berbaris dan membuat formasi itu untuk dijadikan tempat duduk bagi perempuan tersebut.


Sosok yang cukup familiar, karena punya penampilan yang sama dengan Alstrelia yang sudah mati di sana itu?


Itu memang benar, tapi sayangnya juga tidak.


Alrescha terus menatap perempuan itu, atau lebih tepatnya sedang menatap kalung yang dipakai oleh perempuan tersebuti adalah sebagai bukti, kalau yang dari tadi Alrescha dan Chavire serang ini, adalah sosok dari Alstrelia yang asli?


'Kalung dengan bandul kristal biru itu sudah menjadi buktinya.' Batin Alrescha, tidak bisa mengalihkan tatapannya dari perempuan yang terlihat senang itu.

__ADS_1


Senang karena apa?


Yaitu karena perempuan tersebut baru saja mempermainkan dua orang laki-laki yang tersulut oleh emosi sesaat tadi, hingga pertempuran dalam masa yang cukup besar tidak bisa di hindari.


__ADS_2