Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
202 : Alstrelia : Bersama Darayad (2)


__ADS_3

"Kalau begitu, malam ini menginaplah di Istanaku, kemudian besok kau baru bisa mengerjakan pekerjaanmu bersama dengan Ailyn." Perintah Darayad.


Dan setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba Chavire kembali menjadi Chavire yang sekarang, dimana dia orang yang jiwanya bertukar dengan Charles.


Chavire pun langsung menatap kedua tangannya sendiri.


Awalnya dia melihat kedua tangannya itu terlihat ramping dan punya sepuluh jari yang lentik. Tapi sekarang? Dia punya tangan dengan lengan yang besar dan cukup berotot.


'Padahal dia punya tubuh sebagus ini, tapi dia memilih bertukar dengna tubuhku.' Pikir Chavire.


Tidak seperti sebelumnya dimana dia sangat kesal dengan dirinya yang tiba-tiba masuk ke tubuh orang yang tidak dia kenal, sekarang Chavire sudah lebih dari cukup untuk menerima kondisinya yang sekarang itu.


Meskipun dirinya memang tidak akan memiliki kekuasaan yang sah dalam hal takhta dari posisinya sebagai kaisar, tapi Chavire tidak begi memperdulikan itu, karena saat ini dia punya kartu.


Charles yang saat ini sudah di kendalikan oleh adik tirinya yaitu Reva, bisa di suruh untuk menjadi pengganti posisinya Chavire sebagai seorang kaisar.


Sedangkan Chavire sendiri akan bekerja di balik layar dan memantau Charles sebagai Kaisar itu.

__ADS_1


"Oh ya, aku akan memberitahu sesuatu, kalau kau sebenarnya bisa kembali ke tubuhmu yang asli." Ungkap Darayad secara tiba-tiba.


"Apa? Jadi memang bi-" Sayangnya Chavire langsung mengurungkan niatnya itu untuk bertanya seperti apa atau bagaimana caranya untuk kembali ke tubuhnya, sebab dia merasa itu memang sudah tidak di perlukan lagi.


Sebab apa?


Karena Chavire sama sekali tidak berminat masuk ke tubuhnya yang sudah di nodei oleh Charles itu.


"Ya, memang bisa. Jadi apakah kau berminat kembali ke tubuhmu yang asli?" Tanya Darayad.


Namun jawaban yang Chavire utarakan pun sudah sangat jelas kalau ia sudah tidak berminat kembali ke dalam tubuhnya yang asli. "Terima kasih atas tawarannya, tapi aku rasa itu sudah tidak di perlukan lagi, sebab saya tidak ingin kembali ke dalam tubuh yang sudah ternodai." Chavire sengaja memberitahu kebenarannya itu.


"Seperti itulah. Jadi saya sudah tidak ada niatan sama sekali masuk kedalam tubuh itu lagi." Jawab Chavire.


"Baiklah, tapi jika berubah pikirkan, katakan saja kepadaku." Tawar Darayad. Dia berjalan menghampiri Chavire, setelah berada di sisi Chavire persis, Darayad pun membungkukkan tubuhnya ke depan dan memperhatikan lebih dekat wajah tampan seorang Kaisar Regalia yang masuk kedalam tubuh milik orang lain itu.


Chavire yang tiba-tiba saja di dekati oleh Ratu hutan ini lagi, hanya diam di tempat seraya bertanya, "Memangny saya harus menghubungi anda dengan cara apa?"

__ADS_1


Darayad mengangkat salah satu tangannya dan menarik sehelai rambut berwarna hijau miliknya itu.


"Ulurkan tanganmu kepadaku." Perintah Darayad.


Dan Chavire pun mengulurkan tangan kirinya ke arah Ratu hutan.


Lalu apa yang di lakukan oleh Ratu hutan ini dengan tangannya Chavire? Rupanya Darayad memberikan satu helai rambut tu untuk di ikat ke pergelangan tangan kiri Chavire, sehingga setelah di ikat, maka itu akan membentuk sebuah gelang tipis tak kasat mata.


Dimana gelang itu hanya bisa di lihat oleh Chavire dan Darayad itu sendiri.


"Kau hanya bisa menggunakannya sebanyak tiga kali." Beritahu Darayad.


"Terima kasih." Terpegun melihat rambut berwarna hijau tadi bisa menjadi sebuah gelang. Meskipun dari pada itu, Chavire sendiri kadang kala melirik kearah tubuh Darayad yang sebenarnya terasa harum, apalagi ketika saat ini sang Darayad sendiri sedang ada di sebelahnya persis, maka terpampang sudah pakaian tipis yang memperlihatkan lekuk tubuh wanita ini yang terlihat sempurna.


"Hmm.." Dehem Darayad.


'Tapi kenapa dia tidak pergi dari sebelahku?' Perlahan Chavire pun merasakan risih, karena masih di tatap oleh Darayad dengan jarak yang cukup dekat itu. "Kenapa menatap saya terus?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengtakan, kau cukup beruntung karena terlepas dari sifatnya yang malu dan tidak suka berbaur dengan banyak orang, sebenarnya banyak yang memperhatikan putri Alstrelia. " Beritahu Darayad. "Jadi kau tidak perlu khawatir kalau Putri Alstrelia sendirian."


Karena informasi penting yang Chavire dengar itu, Chavire pun akhirnya memberanikan diirnya untuk menoleh ke arah Darayad dengan dua pikiran milik Chavire, yaitu : 'tu artinya apa? Apakah maksudnya saat ini Alstrelia tidak sendiran, atau Alstrelia sendirian tapi tidak terjadi apapun?'


__ADS_2