
"Kenapa kau mau-maunya datang ke tempatku." Tanya Edward kepada Chavire.
"Aku tidak akan datang ke tempatmu jika aku tidak ada urusan denganmu bodoh." Jawab Chavire.
Perempatan siku di dahinya muncul juga, karena kata terakhir yang cukup menghina itu.
"Sudah seperti itu, masih saja berani menghina aku ya?" Karena saat ini Chavire berada di dalam tubuh lain yang tidak memiliki status apapun, maka Edward pun dengan berani berbicara non formal.
"Memangnya kenapa? Lagipula kau sendiri memang bodoh kan, bagaimana kau tidak bisa menemukan Alstrelia padahal sudah selama ini?"
"Mentang-mentang aku ini penyihir, memangnya aku bisa menyelesaikan masalah kalian itu dengan mudah layaknya aku menjentikan jari?" Tanya Edward, dia sedikit kesal karen ujung-ujungnya penyihir selalu berakhir dengan posisi yang serba di salahkan.
"Harus, kau kan penyihir menara, kenapa tidak bisa menemukannya dengan mudah?" tanya Chavire balik seolah tidak mengerti.
"Sudahlah, mau aku menjelaskannya kepadamu kau mana mungkin langsung paham. Otakmu kan hanya ada untuk Putri Alstrelia dan Putri Alstrelia terus." Ujar Edward mencibir. "Jadi apa yang membawamu datang kesini? Pasti punya tujuan lain kan?"
"Aku butuh batu sihir."
"Di tambang sebelah selatan kan banyak, kenapa minta kepadaku. Kau salah orang." Tukas Edward.
"Aku tidak sedang membutuhkan batu kristal sihir itu, tapi lebih tepatnya batu mana." jelas Chavire maksud akan tujuan dirinya kepada Edward adalah untuk membantunya mencarikannya batu mana.
"Itu kan batu mana yang tercipta dari ratusan bhakan ribuan tahun yang lalu, karena energi sihir yang ada tidak di gunakan, secara otomatis terkumpul sendiri dan membentuk batu mana, dan kau ingin aku memberikanmu itu? Aku bahkan tidak pernah melihatnya apalagi memilikinya." Jelas Edward dengan panjang lebar.
"Aku hanya ingin kau bantu aku ke suatu tempat." Perintah Chavire.
Chavire dan Edward pun saling bertatapan mata. Batu sihir, atau biasa di juluki sebagai batu mana, itu bukanlah batu biasa yang mudah di temukan layaknya kerikil yang berserakan di jalan, dan Chavire saat ini sedang memintanya untuk membantunya pergi ke suatu tempat dengan menggunakan telepotasinya?
Itulah tujuan awal Chavire, demi mendapatkan apa yang di inginkannya.
"Kemana?"
"Hutan Senja. Letaknya ada di timur seberang dari wilayah ini."
__ADS_1
"Itu sangat jauh."
"Nah itulah kegunaanmu." Sindirnya.
"Memangnya buat apa mencari batu itu?"
"Ada seseorang yang memintanya, dan balasannya aku bisa sedikit lebih dekat untuk menemukannya." Ungkap Chavire.
______________
"Bosan, aku benar-benar bosan. Kapan selesainya semua ini, mereka cukup berisik." Keluh Alstrelia mendengar banyak orang berbicara omong kosong padahal sedang bekerja untuk membereskan hasil kerusakan dari pertarungan mereka.
"Jika bukan karena Als yang memprovokasi lebih dulu, mana mungkin Alrescha akan menyerang Koman, dan Koman balik menyerang kan. Jadi jangan mengeluh, dari pada mengeluh seperti itu, bagaiana jika Koman ajarkan aku menaiki hewan berkaki empat itu." Elda menunjuk pada beberapa kuda yang sedang memakan rumput di halaman depan.
Karena kerusakan yang ada, dan tidak banyak orang yang punya waktu untuk memberi kuda makan, maka mereka hanya mengikatnya di depan pagar mansion dan memmbuat kuda-kuda itu memakan rumput yang ada.
"Kau ada benarnya juga, ketimbang duduk bermalasan disini lebih baik bawa mereka semua ke padang rumput. Sekalian saja agar kau bisa tahu cara berkuda itu seperti apa, itu hampir seeprti motor cepat, tapi ini lebih ke...kau harus punya daya tahan tubuh untuk mengendalikan dan bertahan di atas kuda." Karena Elda baru saja mengatakan keinginannnya, maka itu pun bisa dijadikan untuk pelampiasan rasa bosan nya.
*
*
*
"Baiklah. Ini sedikit besar, hei kau bantu aku juga." Menyenggol teman satu tim nya yang ada di belakangnya persis, agar bisa mnolongnya mengangkat batu yang sedemikian besar itu dari tempatnya.
"Ok."
"Satu, dua, tiga!" Tepat di teriakan ketiganya, suara ringkikan kuda berhasil menarik perhatian mereka semua.
NGIIKK....BRR.....
Tidak hanya satu, tapi semuanya!
__ADS_1
"Eh! Siapa yang melepaskan tali ikatan kudanya! Mereka semua kabur!" Teriak kesatria ini, langsung membuat semua orang yang ada di sana langsung panik dengan keadaan puluhan ekor kuda yang berlari!
DRAP...DRAP....DRAP.....
Elbert yang melihat kejadian itu, langsung berteriak keras. "Tiga puluh orang! pergi kejar mereka! Sisanya tetap pada pekerjaan kalian!"
"Baik!" Semua kesatria menjawab dengan serentak.
Ander yang kebetulan ada di tepi gerbang, melihat satu persatu kesatria yang keluar, dan ketika sudah ada tiga puluh horang yang keluar, maka Andere mengangkat tangannya ke depan.
"Stop..sudah cukup." Ucap Anders.
Elbert tentu saja tidak tinggal diam saja. Karena saat ini Tuan muda nya datang, maka untuk urusan mengawasi pasukannya yang sedang beralih profesi jadi pekerja bangunan di lempat ke Alrescha.
"Tuan, saya akan ikut mengejar kuda yang kabur itu." Elbert meminta Izin dari Alrescha.
Tapi sayangnya, Alrescha menjawab, "Tidak perlu. Kuda tidak akan kabur begitu mudah, mereka itu sengaja di lepaskan. Biarkan saja." Kata Alrescha.
Dia berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya lalu bersandar ke tiang bangunan seraya menatap kepergian kuda dan di ikuti para kesatria yang sedang mengejar kuda itu dari lantai dua.
"Siapa ya-!" Elbert segera menyadari satu hal, yang biasanya buat onar setelah menghilangnya majikan dari Alstrelia yang asli, tentu adalah Alstrelia palsu itu.
*
*
*
"Muahahaah....ternyata ini cukup mudah. Dan ini cukup menyenangkan!" Teriak Elda setelah berhasil menaiki kuda dan saat ini dia bisa mengendarai kuda dengan kecepatan yang sama dengan yang dilakukan oleh Alstrelia. "Tapi kira-kira di tempat kita itu masih ada kuda tidak ya?" Imbuhnya.
"Aku mana tahu, kenapa tidak tanya padaprofesor? Dia yang lebih tua, dia juga yang lebih tahu perkembangan Asgardia." Jawab Alstrelia.
"Sudahlah, yang penting ini cukup menyenangkan! Bisa bebas di alam bebas sepert ini!" Rasa senang Elda pun tidak berakhir di situ saja, karena..
__ADS_1
"Ya, ini cukup menyenangkan. Apalagi bisa membuat mereka semua ikut dengan kita." Sambung Alstrelia dengan senyuman miringnya, karena saat ini dia menggunakan kekuatan miliknya yang mampu mengendalikan seseorang maupun hawan seperti para kuda itu untuk mengikutinya kemanapun mereka pergi. "Dan satu lagi, karena ulah kita, para kesatria jadi mengejar kita."
"Apa?! Mengenjar kita? Kita harus lebih cepat lagi, jangan bairkan mereka mengganggu hari bebas kita." Ujar Elda dengan wajah seriusnya, dia pun langsung menyentak kuda tali kuda agar kuda yang dia naiki bisa lebih cepat lagi, dan di ikuti oleh Alstrelia, maka semua kuda yang ada di belakangnya pun semakin mempercepat laju lari mereka semua.