Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
158 : Alstrelia : Ruang tidur


__ADS_3

4KLEK....


Setelah sampai di tempat tujuannya, yaitu kamarnya, Als menutup pintu kamar itu dengan pelan.


Tidak menghilangkan kesan dari wajahnya yang seperti sedang membuat rencana licik, Als berjalan menuju tempat tidurnya.


"Sudah kembali?" Suara milik Elda tidak merubah raut wajah Als saat itu juga.


"Hmm...." Saat ini, Elda baru saja mandi, dan waktu Elda keluar dari kamar mandi pun tepat dengan waktu kedatangan Als sesaat tadi.


'Dia sedang memikirkan apa?' Pikir Elda, merasa curiga dengan ekspresi wajah Als yang terlihat sedang memperhitungkan sesuatu.


4KLEK....


Setelah sampai di tempat tujuannya, yaitu kamarnya, Als menutup pintu kamar itu dengan pelan.


Tidak menghilangkan kesan dari wajahnya yang seperti sedang membuat rencana licik, Als berjalan menuju tempat tidurnya.


"Sudah kembali?" Suara milik Elda tidak merubah raut wajah Als saat itu juga.


"Hmm...." Saat ini, Elda baru saja mandi, dan waktu Elda keluar dari kamar mandi pun tepat dengan waktu kedatangan Als sesaat tadi.


'Dia sedang memikirkan apa?' Pikir Elda, merasa curiga dengan ekspresi wajah Als yang terlihat sedang memperhitungkan sesuatu.


Tapi pada akhirnya Elda menatapnya dengan wajah penasaran. 


Siapa yang tidak penasaran, karena selama ini, baik itu Alstrelia ataupun Als yang ini, mereka berdua pasti punya pikiran yang selalu tidak pernah dipikirkan oleh orang lain. Sampai sekarang saja, elda sangat ingin tahu apa yang sedang dipikirkan oleh perempuan yang saat ini sedang berbaring di atas kasur dalam posisi menghadap keatas.


“Hmmm….” Als terus menatap plafon dari kamar yang sedang dia tempati itu. 


Memang, saat ini dirinya terlihat seperti sedang menatap plafon kamar itu, tetapi sesungguhnya saat ini pikirannya itu justru sedang melayang cukup jauh,


‘Prphet Art ya..’ Detik hati Als.


______________


Gelap, sunyi, suhu yang terkadang hangat kadang dingin.


Dalam kegelapan itu, seseorang sedang meringkuk tidur dalam kenyamanan, dia adalah Alstrelia. 


TES…


Sayangnya setelah adanya suara satu tetes air yang mendarat di permukaan dari tempat Alstreliia tertidur, dalam sekejap mata, suasana di sekitarnya langsung berubah. 


Tempat yang gelap itu berubah menjadi tempat asing, di mana saat ini tubuhnya seolah berada di permukaan kolam air berwarna merah layaknya darah. Dan Alstrelia tetap tertidur dengan lelap di permukaan kolam berwarna merah itu, seakan kolam itu adalah hasil dari jeri payahnya sendiri selama dirinya hidup.


TES…

__ADS_1


Alstrelia, dari luar memang terlihat seperti perempuan biasa pada umumnya? 


Jika dilihat dari penampilan dan gaya bicara yang dimiliki olehnya, tentu saja orang-orang akan berpikir bahwa Alstrelia adalah perempuan sekaligus Tuan putri yang terlihat di manja. 


Padahal dari pada yang terlihat, Alstrelia itu bukanlah sosok dimana tangannya hanya digunakan untuk mengangkat sendok emas. Di balik sisinya yang terlihat angkuh, sebenarnya Alstreliia adalah sosok yang sedang kesepian. 


Sepasang tangannya itu sebenarnya sudah terlumur oleh darah, dan di sekelilingnya itu, dia sudah di temani oleh banyak kerangka manusia. 


TES…


Suasana di sekitar Alstrelia pun kembali berubah, dimana saat ini banyak sekali kerangka manusia yang mengambang di permukaan air berwarna merah darah.


Alstrelia, dia tidak pernah sekalipun bisa tertidur nyenyak, mengingat dia sudah banyak membuat orang menjemput ajal mereka sendiri atas perintahnya. 


Karena itu, sekarang…


“Putri Alstrelia, kau harus menemani kami.” Satu suar itu tiba-tiba muncul bersamaan dengan sebuah tangan dari sebuah bayangan berwarna hitam, dan tangan itu tentu saja muncul dari dam air berwarna merah darah itu. 


“Kau lah yang membuat kami jadi seperti ini.”


“Tinggallah disini menemani kami.”


“Balasan, kau harus membalas perbuatanmu, Putri.”


“Putri.”


“Temani kami.”


“Putri.”


“Putri.”


“Jangan lari dari tanggungjawabmu, Putri Alsttrelia.”


“Kamu terbunuh karenamu.”


“Kau harus terima konsekuensi ini Putri.


“Putri.” 


Tidak hanya ada satu atau dua suara saja. Seiring waktu berlalu, semua suara itu memenuhi tempat itu, dan satu per satu tangan bayang itu muncul dari dalam air kolam berwarna merah tersebut. 


Semua tangan bayang itu bergerak menuju tempat dimana Alstrelia tertidur. Sampai beberapa diantaranya tangan-tangan itu meraih tubuh Alstrelia, dari sisi pergelangan tangan, lengan, ujung kaki, sepasang paha putih itu, pinggang, serta tangan yang akhirnya meraih kepala Alstrelia dari belakang, sampai telapak tangannya itu kini membekap mulut Alstrelia. 


Dan tujuan dari semua tangan itu adalah untuk membawa Alstrelia masuk kealam air, dengan kata lain ingin menenggelamkannya.


“Bawa masuk Puutri.”

__ADS_1


“Buat Putri menemani kita disini selamanya.”


“Putri harus menemani kami.”


“Itulah tanggung jawabmu kepada kami Putri.”


Lagi-lagi suara itu bermunculan dan perlaan semua tangan bayang hitam yang sudha menggapai tubuh Alstrelia, mereka terus menarik tubuh Alstrelia untuk masuk kedalam air kolam. Dan Alstrelia send iterus tertidur, tidak menyadari bahwa tubuhnya saat ini sudha menjadi sasaran dari mereka semua. 


“Bawa Putri bersama kita.”


“Saatnya bawa Putri.” 


Sampailah dimana tubuhAlstrelia benar-benar hendak dibawa oleh mereka, tiba-tiba saja datanglah sebuah pedang berwarna biru dan..


BYURR..


Pedang yang tiba-tiba datang itu langsung menceburkan diri dalam posisi saat itu, gagang pedangnya di pegang oleh tangan Alstrelia. 


“Aku! Apa itu?!”


“Kau-”


“Lenyap!”


“Pu-”


Segala ucapan yang hednak di ucapkan oleh mereka langsung menghilang tepat disaat pedang tersebut terpegang oleh tangan Alstrelia, sampai efek dari keberadaan pedang tersebut adalah membuat segala kengerian dari banyaknya tulang belulang yang berserrakan dan mengapung ke segala penjuru kolam yang luasnya terilhat tidak terbatas, tiba-tiba semua itu menghilang layaknya asap hitam yang terbawa oleh angin. 


Setelah keberadaan semua kerangka manusia itu menghilang, selanjutnya adalah air yang awalnya berwarna merah itu, langsung tergantikan dengan air jernih, dimana langit biru bersih tanpa awan menjadi cermin dari permukaan air kolam dengan luas tak terbatas iitu. 


Tubuh Alstrelia ini pun diselimuti kehangatan dan kolam dari air yang tidak terbatas itu, seketika berubah menjadi padang rumput yang cukup luas.


WUSSHH….


Angin segar yang tiba-tiba datang itu berhembus kencang, sampai membuat rumput hijau itu bergoyang. 


TAP…TAP…TAP….


Tidak lama kemudian langkah kaki itu berjalan untuk menghampiri Alstrelia, sampai bayangan dari tubuhnya itu sukses menjadi peneduh untuk wajah Alstrelia yang terlihat tenang itu.


Bibir yang awalnya terdiam itu, akhirnya kian mengembang membentuk sebuah senyuman.


“Alstrelia,” panggilnya dengan nada lirih. 


“..........” Alstrelia bereaksi dengan mengerutkan dahinya. Tapi hal itu masih belum membuat Alstrelia untuk terbangun dari tidurnya. 


Senyuman itu tidak pernah pudar dari bibirnya. Dikarenakan Alstrelia masih saja tertidur, orang ini pun langsung duduk tepat di posisi atas kepalanya Alstrelia.

__ADS_1


Dia duduk dalam posisi kaki kirinya lurus alias selonjor, dan kaki kanannya sedikit dia tekuk ke atas, sehingga siku dari tangan kanannya pun dia letakkan di atas lutut, sedangkan tangan kirinya, dia gunakan untuk mengusap kepala Alstrelia dengan lembut.


"Tidurlah lagi, aku akan terus menemanimu." Ucapnya.


__ADS_2