
DRAP...DRAP....DRAP....
Langkah kaki lebar, cepat dan terdengar berat itu pun langsung mendatangi Alstrelia yang sedang berdiri mengamati batu kristal merah hasil dari mengalahkan seekor tuyul.
Ketika Alstrelia menoleh ke belakang, seekor monster denan kepala berbentuk bab* , saat ini sudah melompat dan berada di atasnya dengan tangan sedang mencengkram sebuah gada yang siap menghantam apapun yang ingin di pukulnya.
"Kau mau memukulku dengan kayu itu?" Lirik Alstrelia pada monster tersebut.
"Matilah manusia!" Teriak monster tersebut.
"Manusia?" Tanya Alstrelia dalam bentuk gumaman lirih. Dengan tatapan datarnya, dia merotasikan pandangannya ke segala arah.
Tidak hanya satu saja yang saat ini berlari kearahnya tapi ada puluhan monster.
Sepasang mata berwarna lapislazuli itu pun menangkap puluhan monster yang datang secara berbondong-bondong untuk menyerang kearahnya.
"Selain manusia, ternyata aku juga terkenal ya di kalangan monster? Setidaknya jika mau tanda tangan dariku, aku sarankan untuk berbaris, bukan seperti ini!" Kata Alstrelia, sebelum akhirnya di mengatur Gimmicknya untuk menembak tangan dari monster ber kepala bab* itu sebelum gada itu benar-benar memukulnya.
DORRR......!
Dalam sekali tembak, tangan kanan yang membawa gada itu langsung terputus dan suara erangan itu langsung keluar menyerukan rasa sakit yang sedang di deritanya saat ini.
Setelah dapat menghindari satu monster yang hampir memukulnya dengan gada itu, Alstrelia langsung berlari menuju dua monster yang sedang berlari kearahnya.
GOARRHH...!
Ketika keempat Gimmick nya membantu dalam serangan untuk melawan monster itu, Alstrelia pun juga turut ikut turun tangan untuk menyerang mereka semua.
Tangan kirinya memegang pistol dan tangan kanannya memegang pedang. Saat dia sudah berada di jarak 5 meter dari kedua monster itu, Alstrelia langsung melempar pedangnya ke atas setinggi-tingginya. Lalu ketika tangan kanannya saat ini sudah tidak memegang apapun, Alstrelia cepat-cepat mengambil satu pistol yang masih tersimpan di balik rok nya.
DRAP....DRAP....DRAP.....
Sebelum Alstrelia mendapatkan baku hantam oleh kedua monster itu, Alstrelia justru memanfaatkan salah satu tangan monster yang hendak meninjunya untuk dijadikan pijakan Alstrelia melompat keatas.
TAP...!
__ADS_1
Melihat lawannya sudah beralih posisi, kedua monster itu pun mendongak ke atas.
Terlihat manusia yang menjadi target mereka saat ini sedang berada di udara dalam posisi terbalik, dimana kepalanya ada di bawah.
"Hadiah dariku." Gumam Alstrelia, lalu kedua tangannya yang sedang memegang kedua senjatanya pun, kedua jari telunjuknya itu akhirnya sama-sama menarik pemicunya.
DHUARR...!
Secara, kedua monster tersebut tubuhnya langsung meledak.
Selesai dengan permainan pertamanya, Alsterlia memulai serangan lanjutannya. Alstrelia menyimpan kembali satu pistol itu ke tempatnya semula sebelum pedang yang tadi Alstrelia lempar jatuh ke tanag.
GREPP..!
Selepas Alstrelia menangkap pedangnya, dia mendaratkan tubuhnya di atas salah satu Gimmick nya, lalu menodongkan semua senjatanya kearah mereka semua. Dan suara tembakan demi tembakan pun akhirnya mewarnai pertarungan solo Alstrelia.
DORR....DORR...DORR...
"Argghh....!" Teriakan demi teriakan karena harus mendapatkan serangan menyakitkan tanpa langsung menemui ajalnya, akhirnya menjadi penderitaan dari mereka semua.
"................." Alstrelia menatap mereka semua dengan tatapan dingin.
ANgin malam yang dingin itu segera menerpa tubu Alstrelia yang berhasil mengalahkan puluhan monster dalam kurun waktu yang cukup singkat itu.
Sampai di satu sisi lain, Alrescha yang melihat kepiawaian dari Alstrelia dalam bertarung berakhir membawa kesan yang cukup mendalam.
'Dia bukan sekedar seorang bangsawan biasa. Melihat dia mampu bertarung sendirian seperti itu dengan dibantu beberapa senjatanya yang terus mengikutinya, sudah pasti dia memang cukup terlatih untuk masuk kedalam medan tempur.' Pikir Alrescha. 'Tapi tatapan matanya saat ini, dia seperti sudah sangat terbiasa dengan pemandangan seperti itu.' Imbuh Alrescha.
Alrescha benar-benar dibuat untuk melihat penampilan Alstrelia yang cukup berbanding terbalik dari pada apa yang terjadi semalam.
Rambut hitam panjang yang tertiup angin itu pun semakin menambah kesan Alstrelia yang terihat misterius.
Bagaimana tidak misterius, jika kemarin mala Alstrelia mampu menampilkan Putri yang cantik, anggun, dan sangat berwibawa, maka saat ini keberadaan dari Alstrelia saat menatap semua musuhnya itu, sudah seperti seorang Iblis yang haus akan darah monster.
DOORR...!
__ADS_1
Alstrelia langsung melompat turun dan dengan pedang yang Alstrelia pegang di tangan kanannya, Alstrelia saat itu juga mampu memotong kedua kepala monster dalam sekali ayunan.
CRRASHH...!
Setelah mendarat di tanah, bersamaan dengan dua kepala yang menggelinding hampir mengenai kakinya, serta sisa tubuh yang akhirnya tumbang karena kepalanya terpisah, membuat Alstrelia kembali berlari menemui aksinya lagi untuk menghajar apapun yang ada di depannya.
"Kalian, siap-siaplah mendapatkan jatah dariku," pesan Alstrelia kepada mereka semua yang saat ini menatap kearahnya. 'Sayang sekali, tempat ini akan menjadi kuburan masal untuk kalian. Yah...walaupun area ini bisa dibersihkan, tapi tidak dengan arwah kan? Kalian pasti menaruh denda, kepadaku."
*****************
SLURP....
"Akhh...!" Pekik Lena saat mendapati wajahnya sedang dijilat oleh serigala dengan bulu hitam itu. "Jangan menjilatiku." Pinta Lena dengan wajah jijik. Lena tentu saja langsung menyeka pipinya yang tadi di jilat oleg serigala tersebut.
Tidak seperti yang diperkirakan oleh Lena, jika keenam Serigala itu muncul untuk menyerangnya karena sesaat tadi salah satu Serigala itu melompat kearahnya, ternyata tindakan dari Serigala itu bertujuan agar Lena terjatuh ke lantai dan Serigala tersebut langsung memberikannya salam dengan sebuah jilatan manja.
SLURP...
"Akhh! Itu menjijikan!" Teriak Lena tidak suka wajahnya di jilat lagi. Karena itu Lena langsung mengambil tombak yang tadi sempat terlepas dari tangannya, setelah itu dia acungkan kepada Serigala yang hendak mendekat kearahnya.
SYUHTT..!
Lena mengayunkan tombaknya dari kanan ke kiri, dimana semua Serigala itu secara otomatis mundur satu langkah. Tetapi karena penolakan tegas dari Lena itulah, semua Serigala itu jadi duduk dengan kepala menunduk lalu kedua telinga mereka pun jadi turun.
"Eungh~"
"................!" Seketika ekspresi wajah lena yang awalnya marah, berubah jadi merasa bersalah, saat melihat keenam Serigala itu terlihat merungut dan membuat wajah kasihan?!. 'Akhhh...! Kenapa mereka terlihat patuh seperti itu?!' Hati lena paling dalam langsung tergugah saat melihat mereka berenam duduk diam seperti seekor anj*i*ng yang akan di pukul oleh majikan karena berbuat nakal.
"Eugh~...Eungh~...Eungh...~"
Lena sontak menjerit, 'IMUT!' dalam diam nya.
Lena meletakkan tombaknya di lantai, setelah itu dalam posisinya sekarang yang sedang merangkak pelan mencoba menghampiri salah satu Serigala yang tadi bersuara layaknya ingin bicara sesuatu, Lena pun kemudian mengulurkan tangan kanannya.
".............!" Terkesiap melihat tangan Lena semakin mendekat kearahnya, Serigala berwarna hitam ini pun langsung menatap Lena secara intens, hingga kedua telinganya yang tadinya menunduk turun, kembali berdiri tegak.
__ADS_1
'Aku ingin menyentuhnya.' Batin Lena penuh dengan harapan kalau Serigala di depannya itu tidak menyerangnya. 'Dia seperti anj*i*ng kecil, akhh..kenapa juga mereka seperti serungut merasa bersalah kepadaku? Apa-apaan mereka ini? Kenapa harus serigala?!' Pikir Lena lagi, tidka tahan dengan cara keenam Serigala itu bertingkah seperti anak yang akan di pukul.