Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
150 : Alstrelia : Bangun


__ADS_3

Dengan demikian Elda pun memperhatikan satu per satu tokoh dari Novel yang pernah Elda baca sebelumnya. 


Akan tetapi dari keempat orang itu, hanya satu saja yang Elda tidak kenal, yaitu perempuan yang saat ini di gendong oleh Chavire. 


Mengetepikan perempuan tersebut, Elda kembali diperlihatkan oleh komandan nya yang masih tertidur itu. 


Daripada ambil pusing dengan situasi yang sebenarnya sudah terjadi, Elda melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Charles dan kembali berjalan mendekat, menghampiri Alstrelia. 


“Dimana selama ini dia tinggal?” Tanya Elda seraya mengambil sedikit rambut hitam panjang milik Alstrelia, lalu mencium aromanya, dan dari situlah Elda memejamkan matanya sesaat, sampai akhirnya kembali membuka matanya untuk menatap kembali wajah yang cantik tapi terlihat lebih tenang itu. ‘Komandan menggunakan kemampuan itu ya?’ Terka Elda di dalam hatinya. 


Di tengah-tengah Elda sedang berpikir alasan dari Alstrelia bisa seperti itu, tiba-tiba Alrescha menyahut pertanyaannya. 


“Dia tinggal di tempatku,” 


Awalnya sepasang mata Elda membulat lebat, tetapi di detik berikutnya, dia kemudian mengulum senyum lemah. 


Sudah seperti yang di sangkakan oleh Elda, bahwa tampang Alsrescha yang dari luar terlihat dingin itu sebenarnya ada kehangatan yang diam-diam di sembunyikan. 


“Kalau seperti itu, ayo kita ke rumahmu,” Kata Elda kepada Alrescha. 


Alrescha pun memperhatikan gaya Elda bicara, dan dari situlah dia memiliki pendapat sendiri, ‘Dua orang ini, ternyata karakternya tidak jauh berbeda.’ Batin Alrescha saat melihat Elda benar-benar orang yang serampangan dengan orang lain. 


Sedangkan Charles, dia justru tidak bisa mengalihkan perhatiannya sama sekali dari perempuan cantik yang ada di depannya itu. 


Karena penasaran, maka Charles pun kembali mengangkat tangannya untuk menyentuh tangan Alstrelia yang beberapa waktu lalu benar-benar menggunakan, baik itu tangan, kaki, intinya tubuh itu untuk terlibat dalam segala pertarungan besar. 


Wanita di depannya itu sungguh-sungguh membuat Charles cukup terkejut, sebab dari semalam, sampai saat ini, Alstrelia terus menerus memberikannya kejutan. Yang paling menonjol adalah kemampuannya dalam berbicara yang mampu membuat orang lain bisa terprovokasi. 

__ADS_1


Apalagi di saat dirinya mendapatkan kesempatan untuk berdansa dengan putri Alstrelia yang memiliki banyak rumor beredar.


Rumor yang menyelimuti Putri Alstrelia hanya sekedar cerita yang dibuat-buat, karena kenyataannya rumor yang pernah Charles dengar sebelum dirinya bertukar tubuh dengan Chavire cukup melenceng.


‘Rumor kalau dia pemalu? Dua bulan lalu kelihatannya dia memang pemalu, tapi sekarang? Dia jelas wanita yang cukup berani. Seandainya Arsela bisa aku selamatkan, sudah pasti, aku akan membuat Arsela dan perempuan ini bertukar tubuh,’ Tatap Charles terhadap Alstrelia yag dari segi sisi benar memperlihatkan tubuh yang sempurna?


Itu hanyalah sekedar penampilan yang terlihat sempurna, karena Charles seperti tidak melihat adanya satu hal pun yang kurang dari sosok Alstrelia itu. 


‘Dia…seperti boneka,’ Batin Charles. 


Akan tetapi di saat ujung jarinya sedikit lagi menyentuh lengan Alstrelia, tiba-tiba saja sebuah cengkraman kuat langsung Charles dapatkan. 


GREPP..


“............?!” Tentu saja ekspresi Charles langsung berubah. Dia tersenyum canggung ketika tangannya di cegat oleh si empu sendiri. ‘Apa-apaan ini, bukankah dia tertidur gara-gara kehabisan ‘mana’? Tapi kenapa dia bangun?’ 


“............” Sebuah tatapan sengit langsung tertuju kepada Charles yang hendak menyentuhnya. 


Elda yang sudah sangat merindukan majikannya itu, segera berlari dan langsung melompat ke arah Alstrelia. 


“Koman!’ Panggil Elda, dan langsung melompat ke atas, tepatnya ke arah Alstrelia. 


BRUK…!


Alhasil Elda menerjang Alstrelia yang sedang duduk, lalu memeluk majikannya itu dengan sangat erat, “Koman, akhirnya kau bangun juga, aku sangat khawatir kalau kau kenapa-kenapa.” Kata Elda dengan semangat. 


Atas dasar apa Elda sangat bersemangat, diantaranya adalah karena Putri kerajaan Asgardia atau komandan sekaligus temannya itu tiba-tiba saja menghilang dan itu terjadi selama lebih dari lima hari, dan bagi Elda, lia hari itu terasa seperti satu bulan. 

__ADS_1


Jadi rasa rindu yang dia miliki pun terus membuak, karena satu-satunya orang yang bisa Elda ajak untuk bicara dengan bebas adalah sang Tuan Putri ini. 


“Koman, apa ka-” Tapi belum juga ingin mengatakan hal yang dia inginkan untuk menyapa sahabatnya yang baru saja bangun dari tidurnya itu, ucapannya langsung sirna saat dia di tatap balik oleh Alstrelia dengan tatapan mata yang berbeda, seakan Elda sendiri adalah musuhnya. 


Dalam hal ini, Elda langsung melepaskan pelukannya. 


“Kenapa? Kau tiba-tiba memelukku seolah aku ini temanmu?” Tanya Alstrelia dengan ketus kepada Elda yang sedang terpegun itu. Tanpa perlu menunggu jawaban dari Elda, Alstrelia pun menoleh ke sumber perkara dari semua ini, yaitu Charles. “Apa yang mau kau lakukan? Mau menyentuhku? Ternyata pria sepertimu itu hanya ingin enaknya saja.” Ucap Alstrelia. Bibirnya menyeringat layaknya Iblis, dan dia menata Charles dengan cara seperti sedang merendahkan. 


“Enaknya saja? Apa maksudmu?” Tanya Charles dengan senyuman mencibir.


“Apa maksudku apakah aku harus menjelaskannya? Aku lihat kau belum lama ini menikmati sesuatu yang menyenangkan. Tapi karena dianya sudah tidak ada, otakmu jadi berpikir ingin sesuatu dari tubuh ini kan?” Kata Alstrelia kepada Charles. 


Charles sendiri langsung tersudutkan dengan perkataan yang keluar dari mulutnya Alstrelia itu sungguh blak-blakan.


‘Aneh…kenapa cara bicaranya sedikit berbeda?’ Elda terus memperhatikan Alstrelia dengan cukup lekat. ‘Tapi dari pada itu….dia mengatakan Charles ingin sesuatu dari tubuh Komandanku?’


Tatapan mata yang awalnya tertuju pada Alstrelia langsung Elda alihkan untuk menatap Charles, pria yang saat ini menggunakan tubuh Chavire itu. 


“Hei! Apa yang sedang otakkmu pikirkan kepada temanku?!” Seru Elda. Dia berjalan mendekat ke arah Charles yang kebetulan tangannya Charles sudah di cengkram oleh Alstrelia, jadi mana mungkin Charles bisa pergi dari genggamannya. 


‘Dia galak.’ Detik hati Chavire saat melihat Elda kemarahan Elda yang terlihat jelas di wajahnya itu. 


‘Kelihatannya akan ada satu perempuan lagi yang cukup merepotkan.’ Batin Alrescha. Meskipun dirinya mendengar apa yang baru saja Alstrelia itu katakan, tapi karena sudah ada yang mengurus itu, maka dirinya hanya diam saja. 


“A-apa yang mau kau lakukan?” Tanya Charles sedikit khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Elda. ‘Sial, jika saja kekuatanku tidak di segel oleh vampir kecil itu, aku sudah pasti akan melawannya. Tapi sekarang aku hampir setara dengan manusia biasa pada umumnya. Ini akan jadi masalah untukku. Dan satu lagi-’ 


Ketika dirinya melirik kearah Alstrelia, dia justru diberikan senyuman miring. 

__ADS_1


“Salahmu sendiri membuatku terbangun, manusia.” Kata Alstrelia lewat telepatinya. 


"Apa?" Terkejut Charles dengan ucapan Alstrelia yang terkesan seperti, Charles baru saja membangunkan seseorang yang harusnya tidak bangun.


__ADS_2