Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
161 : Alstrelia : Tautan


__ADS_3

"Lepas..." Kata itu langsung terucap dari mulut Alstrelia, dan seketika itu pula pedang Alstoria yang tergeletak jauh dari tangannya, langsung bergerak sendiri dengan cara terbang, untuk menerjang Alrescha yang saat ini sedang menjadi ancamannya.


SYUHTT...


".............." Alrescha menjeling ke arah kiri. Dalam detik itu dia langsung mendapatkan serangan dari pedang milik Alstrelia yang sedang terbang ke arahnya.


Sayangnya tujuan untuk menyerang Alrescha berhasil di gagalkan oleh senjata milik Alrescha yang sama-sama ikut bergerak untuk menangkis serangan dari pedang Alstoria. 


CTANG!


Suara pedang yang saling beradu menjadi titik balik untuk Alstrelia sendiri, karena secara tiba-tiba mulut mereka berdua sudah saling bertautan?!


‘Apa yang dia lakukan?’ Detik dari pikiran singkat Alstrelia ketika wajah Alrescha sekarang sudah benar-benar a di depan matanya sendiri.


Tidak bisa menerima perlakukan yang dia dapatkan dari pria ini, makaAlstrelia justru membalasnya dengan menyerang kepala Alrescha untuk dia benturkan dengan kepalanya, dan ..


JDUG!


Tentu saja Alrescha segera menerima rasa sakit di dahinya itu akibat ulah dari Alstrelia yang berani mengambil resiko kepalanya sakit. 


Hanya saa, tatapan mata milik Alrescha pun terus terpaku pada bibir yang baru saja dia lepaskan dari ciumannya tadi. ‘Aku belum selesai.’ 


Karena itu, melihat perempuan di bawahnya itu akan melontarkan kata-katanya, maka Alrescha pun kembali membungkukkan tubuhnya ke arah bawah, dia lakukan itu untuk menghentikan mulut itu untuk berbicara. 


“Kau ber–mph!” Belum juga ingin mengungkapkan kalimat mautnya, Alstrelia justru kembali di bungkam dengan ciuman nyata itu.


CUP.


‘Dia!’ Kehabisan kata-kata untuk mengutuk pria ini, pedang Alstoria miliknya pun kembali untuk memberi Alrescha perhitungan.


Namun lagi-lagi seperti yang diharapkan oleh seorang master pedang yang memiliki artefak pedang, yaitu Cartels. 


Sebab pedang milik Alrescha yang saat ini terbang dan dalam posisi untuk melawan pedang Alstoria, pedang Cartels itu justru menciptakan salinannya sebanyak lebih dari sebelas buah pedang yang siap menyerang. 


Ya…


Bukan pedang yang terbuat dari es seperti yang sebelumnya, pedang yang tercipta itu adalah salinan dari pedang Cartles, yang mana kesebelas pedang itu akhirnya bergerak menyerang secara serenta. 


CTANG…

__ADS_1


Akan tetapi, ketika pedang Alstoria terbang ke depan untuk menyerang balik pedang Cartels, ketika itulah saat kesebelas salinan pedang  Cartels itu dilewati oleh pedang Alstoria, seluruh pedang tersebut tiba-tiba saja setiap dari ujung pedang itu jadi terbakar oleh api berwarna biru, dan berakhir dengan musnahnya ke semua senjata dari salinan pedang Cartels tersebut. 


SYUHTT….


CTANG…..


Besi yang saling bergesekan itu berakhir dengan kedua pedang milik mereka berdua yang menancap di lantai dalam posisi saling bersilang. 


‘Jadi dia menyimpan kemampuan miliknya yang lain dari semua orang.’ Pikir Alstrelia ketika melihat pedang miliknya baru saja menerima pertarungan seri dengan pedangnya Alrescha. ‘Tapi! D-dia menciumku?! Dia pikir aku ini apa?!’ pekik Alstrelia di dalam hati. 


Dia sungguh sangat ingin memberi laki-laki ini pelajaran, hanya saja bibir yang sedang di jamah oleh Alrescha ini…


‘Dia…membuatku merasakan itu.’ Kernyit Alstrelia saat bibirnya di l*mat oleh Alrescha. 


Sesuatu yang lembut, hangat, juga manis?


‘Apa-apaan ini? Kenapa aku berpikir ludah menjijikan itu manis?!’ Racau Alstrelia. Dia seperti kehilangan kekuatan, ketika untuk pertama kalinya dia bisa merasakan apa itu ciuman. 


Ciuman yang biasanya hanya bisa Alstrelia lihat ketika dua orang sedang saling mengungkap kasih dari keinginan terdalam mereka berdua, saat ini Alstrelia bisa mendapatkannya juga secara langsung!


'Bibirku jadi sudah ternodai.' Tatap Alstrelia terhadap tindakan tak sopan yang dilakukan oleh Alrescha terhadapnya.


Tapi apa alasan di balik laki-laki ini menciumnya?


*


*


*


Alrescha saat ini dia benar-benar melakukan hal di luar perkiraannya juga.


Sebab apa dirinya melakukan ini terhadap perempuan ini?


".................." Alrescha menutup matanya, mulutnya yang sedang dia gunakan untuk mencium bibir ranum itu pun akhirnya membuah sebuah kemenangan besar, dimana dia jadi bisa menikmati kembali sesuatu yang lembut dan terasa manis itu.


Sesuatu yang belum lama ini dia dapatkan juga.


Namun apa yang sebenarnya Alrescha lakukan sampai berani melakukan tindakan di luar perkiraannya itu?

__ADS_1


Sebenarnya ada satu.


Yaitu...


'Ternyata seperti ini. Dia sudah punya koneksi ingatan dari pertemuannya bersama dengan adikku.' Pikir Alrescha.


Saat ini di dalam kepalanya sudah terlintas berbagai gambaran mengenai Alstrelia yang sedang dia cium itu, bertemu dan berbicara berdua dengan adiknya Alrescha yang asli.


Lalu apa saja yang Alrescha dengar saat adiknya berbicara berdua dengan Alstrelia ini?


'Ini? J-jadi adikku, ternyata punya kemampuan itu?' Satu gambaran itu semakin jelas, dan membuat Alrescha akhirnya mengetahui alasan di balik hilangnya adiknya yang asli itu.


____________


Di tempat yang sama, di dalam sebuah kastil lama yang dimana banyak tanaman, ada banyak tanaman rambat dari mawar biru yang tumbuh menjalar menyelimuti dinding bangunan.


Disana, terlihatlah dua orang perempuan yang memiliki wajah serupa, namun punya penampilan yang saling bertolak belakang itu, sedang tiduran bersama dengan posisi saling membelakangi.


Ketika Alstrelia yang berperan menggantikan Alstrelia yang asli menghadap keluar jendela, maka Alstrelia yang asli berbaring dalam posisi menghadap ke arah aula.


"Jadi karena kau sudah punya prediksi itu, makannya kau bersembunyi dari semua orang?" Tanya Alstrelia Ve Der Francisteen kepada kembarannya itu.


"Bukan prediksi, tapi aku memang punya kemampuan lain, untuk bisa melihat masa depan." Jawab Alstrelia adiknya Alrescha yang asli.


Alstrelia 2, awalnya diam. Dia akhirnya mendapatkan satu informasi berguna dan punya dampak yang cukup besar.


Bagaimana tidak besar, kemampuan untuk bisa melihat masa depan itu seperti sebuah bom waktu.


Apa yang kembarannya itu lihat, maka bisa dia gunakan sebagai senjata untuk melakukan hal yang dia inginkan lebih dulu, sebelum waktu dari masa depan itu sendiri terjadi.


"Namnya apa?" Tanya Alstrelia 2 singkat.


"Prophet Art." Sahutnya. Tatapan matanya yang sendu itu menatap sekumpulan dari bunga berwarna biru yang sangat Alstrelia 1 sukai.


"Sejak kapan kau sadar dengan kekuatanmu itu adalah kekuatan yang bisa melihat masa depan?" Tanya lagi Alstrelia 2. Mau tidak mau harus bertanya agar bisa tahu apa yang bisa dirinya lakukan ketika dalam posisi untuk menggantikan tempat dari kembarannya itu.


"Setelah umur Lima tahun. Apa yang aku lihat, kadang diluar kenyataan. Aku pikir itu hanya halusinasiku saja. Tapi setelah mencoba membuat datanya, aku akhirnya tahu...ternyata gambaran yang aku lihat di dalam kepalaku, adalah masa depan yang akan terjadi." Jelas Alstrelia 1.


Dikarenakan Prophet Art adalah kemampuan yang bisa digunakan untuk melihat masa depan, maka Alstrelia yang sudah tahu akan masa depannya sendiri, harus melindungi dirinya sendiri dari jangkauan mereka yang menginginkan kematiannya.

__ADS_1


Itulah alasannya, kenapa sekarang dia ada di sini. Tempat lain yang tidak diketahui oleh orang lain, kecuali Alstrelia yang berasal dari dimensi lain itu.


__ADS_2