Putri Alstrelia

Putri Alstrelia
62 : Alstrelia


__ADS_3

TAK...TAK...TAK….


Elbert yang memiliki perawakan tubuh yang tinggi serta atletis, benar-benar berhasil membuat pakaian yang Elbert kenakan semakin membawa Elbert terlihat seksi, tepatnya di mata semua wanita bangsawan yang hadir di sana. 


Benar.


Dalam sekali lihat, Elbert sudah masuk ke dalam daftar sebagai suami idaman dari kalangan wanita karena kegagahannya dalam melangkah masuk sambil membawa pasangannya.


Tapi pasangannya itu tidak lain adalah, Tuan Putri yang sering masuk dalam rumor tidak mengenak kan, karena selain jarang muncul di muka publik, sifatnya yang pendiam itu sebenarnya membuat semua yang melihatnya ingin sekali membully nya. 


Tapi apa sekarang?


Situasi di Ballroom seperti langsung dikuasai oleh kehadiran Alstrelia yang memiliki sorotan mata yang tajam. Dia berjalan dengan anggun layaknya seorang penguasa dari segala situasi disana.


“Dia, Tuan putri Alstrelia?” Salah seorang perempuan yang sedang berdiri di samping Arsela dibuat terpukau dengan penampilan Tuan Putri nomor dua di Kekaisaran Regalia.


“Saya tidak pernah menyangka kali ini Tuan Putri Alstrelia akan datang di pesta ini."


Mereka semua merasakan hal yang sama, karena secara tidak terduga, Alstrelia datang dengan gaun yang lebih mencolok ketimbang yang dipakai oleh Arsela.



“Tapi gaun itu, meskipun beliau seperti memakai Lingerie, kelihatannya itu terlihat sangat nyaman ketimbang gaun milik saya.” Wanita ini melirik gaunnya yang berwarna hijau dan punya banyak aksesoris yang tidak berguna, ditambah karena di dalam tubuhnya dia harus menggunakan korset, maka perasaan tak nyaman nya itu benar-benar muncul.


“Apa gunanya itu, gaun seperti itu justru terlihat beliau sedang menarik banyak perhatian pria disini.” Sebuah bisikan tidak suka meluncur dari mulutnya, karena merasa iri.


Dia merasa iri bahwa Alstrelia yang sudah pasti menghindari banyak pesta karena tidak suka berada di dalam lingkungan yang dipenuhi banyak orang, ternyata tiba-tiba muncul dan berhasil menarik perhatian seluruh tamu undangan di dalam sana.

__ADS_1


‘Aku mendengarnya loh. Yah, aku sebenarnya enggan memakai gaun rahasiaku ini karena pasti akan menarik banyak perhatian kalian. Tapi jika saja wanita itu tidak menjiplak dan memakai gaunku, maka aku tidak mungkin memakai ini. Ah~ Tapi apa gunanya itu? Pakaian adalah sesuatu yang digunakan untuk kenyamanan diri sendiri.’ Pikir Alstrelia. 


Dia menyempatkan waktunya untuk menjeling kearah Elbert yang sedang memasang wajah serius. 


‘Apa dia baru pertama kali ikut dalam pesta seperti ini?’ Pikir Alstrelia lagi. Tiba-tiba saja Alstrelia yang dari tadi memasang wajah dingin, tiba-tiba mengumbar senyuman miring.


Semua orang langsung termangu melihat senyuman milik Alstrelia berhasil menghipnotis para pria di sana.


Diantaranya adalah Alrescha, Chavire, Edward, dan Marvin.


‘Apa benar, dia adalah wanita yang dua bulan lalu menangis di tengah pesta?’ Pikir Chavire. Tapi reaksi Chavire bertambah terkejut saat mata mereka berdua saling bertembung satu sama lain, sekalipun mereka berdua masih terpisah oleh jarak sekitar 10 meter.


‘Dilihat dari pakaiannya itu, dia pasti kiasar, kan?’ Setelah melihat pria berambut coklat, Alstrelia melirik kearah Alrescha. Alstrelia menemukan reaksi wajah Alrescha yang bengong itu terlihat lucu.


Setelah beberapa waktu berlalu, Alstrelia dan Elbert melepaskan gandengan tangan mereka dan berdiri menghadap Chavire.


“Alstrelia Vion Beltmore Fisher datang.” kata Alstrelia kepada Chavire.


Tidak hanya Elbert, tapi semua orang langsung semakin dibuat tercengang, karena Alstrelia bahkan tidak menunduk sama sekali alias membungkuk hormat kepada Chavire yang merupakan Kaisar dan sekaligus pemilik dari jabatan tertinggi di Kekaisaran Regalia.


“Nona!” Elbert menyikut Alstrelia agar menunduk hormat kepada Chavire.


“..................” Alstrelia tidak berkata apapun selain merotasikan arah pandangannya ke segala penjuru. ‘Kenapa aku harus membungkuk hormat kepada orang lain?’ Alstrelia pun punya alasannya sendiri kenapa tidak menunduk hormat kepada Kaisar dari negeri itu.


Alasannya sederhana. Sebagai pemegang jabatan yang sama-sama tinggi, Alstrelia tidak akan menunduk hormat kepada siapapun kecuali kepada ayahnya sendiri. Jika itu orang lain, yang ada Alstrelia ingin membuat mereka tunduk kepadanya, itulah sifatnya.


‘Apa lagi yang mau direncanakannya? Dengan tindakannya yang seperti itu, yang ada adalah dia seperti sedang menantang Kaisar. Jika dia bukan berperan sebagai adik penggantiku, yang ada dia akan langsung dimasukkan kedalam penjara’ Alrescha ingin sekali menepuk dahinya sendiri, tapi demi citranya sendiri, dia tidak akan melakukan itu.

__ADS_1


“....................” Chavire yang awalnya termangu melihat tingkah Alstrelia yang di luar dugaan itu, dalam diam dia tersenyum. Chavire kemudian berjalan ke depan dan menghampiri Alstrelia sambil berkata : “Selamat datang di istanaku, Tuan putri Alstrelia,”


Tak berapa lama, Chavire mengambil tangan kanan Alstrelia yang terbungkus dengan sarung tangan brokat berwarna putih dan menutupi sepasang tangannya dari ujung tangan sampai siku.


Setelah itu, Chavire sedikit membungkukkan tubuhnya, lalu dia pun memberikan salam hangat kepada Alstrelia dengan sebuah kecupan ringan di punggung tangannya.


CUP.


“......................” Alstrelia terus menatap ke arah bawah, lebih tepatnya saat tangan kanannya sekarang sedang dicium oleh pria asing yang menurut Alstrelia adalah seorang Kaisar palsu. ‘Aroma ini, dia memakai parfum itu, jadi benar yang menulis surat undangan itu adalah dia. Tapi rasanya jijik sekali melihat tanganku dicium oleh orang lain.’ Jika saja bukan berada di tempat umum Alstrelia ingin membuang sarung tangannya saat itu juga.


Elbert sudah berdiri lagi, Chavire pun sama. Tetapi Chavire tetap memperhatikan penampilan Alstrelia yang baginya cukuplah menggoda. 


“Karena Tuan Putri kita sudah datang, bagaimana jika pestanya dimulai dengan dansa? Apakah anda mau menerima dansa pertama dari saya, Tuan Putri Alstrelia?” Kata Chavire kepada semua orang sekaligus memberikan tawaran pertama kepada Alstrelia untuk berdansa bersama sebagai acara pembuka.


Alstrelia diam sambil melihat uluran tangan Chavire yang tetap ada di depannya itu. Itu menandakan kalau Chavire tidak akan memulai pesta jika Alstrelia tidak menerima ajakannya.


“Hahh~” Dengan helaan nafas secara terang terangan, Alstrelia akhirnya menerima ajakan itu.


“..................” Chavire memberikan senyuman lembutnya. ‘Dia benar-benar sangat berbeda dari yang terakhir kali aku lihat.’ pikir Chavire.



Di sisi lain, Arsela terdiam sambil mengeratkan gaun yang dia pakai. ‘Dari mana dia mendapatkan gaun seperti itu? Bahkan lebih bagus. Lalu mereka semua juga terlihat menikmati pemandangan itu.’ Sudut matanya menemukan semua oran yang ada disekitarnya terus melihat kearah dua orang paling fenomenal itu, 


Apalagi kalau bukan melihat Alstrelia yang biasanya tidak pernah menarik perhatian semua orang, kini semua mata bahkan terus tertuju kepada Kaisar pemimpin negeri itu yang sedang mengajak dansa Alstrelia, Tuan Putri yang jarang muncul di depan orang.


‘Aneh, aku merasa ada yang tidak biasa dengan dia. Padahal aku jelas melihat masa lalunya madam Luna di hari itu dia hanya menerima dua gambar sketsa dari desain milik Alstrelia yaitu hanya gaun ini, dan sepatu itu. Tapi sekarang? Apa dia sudah tahu rencanaku?’ Arsela makin lama makin curiga dengan semua sikap Alstrelia yang ada di depan sana. 

__ADS_1


Semua rencananya agar Alstrelia tidak datang karena gaunnya kembar dengannya, atau akan menjadi bahan hujatan semua orang, benar-benar gagal.


Bahkan sekarang Alstrelia terlihat dipandang lebih baik dimata semua para tamu undangan, seolah tokoh utama wanita di pesta itu adalah Alstrelia sendiri.


__ADS_2